KK
Kita Masuk Rumahnya
We Have Come Into His House
34
Nomor
do=e
Nada Dasar
Kode
KK 34
Buku
Kidung Keesaan
Tematik
Puji-pujian dan Pembukaan Ibadah
Nada Dasar
do=e
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
100
Jumlah Bait
3 bait
Style
Cool8Beat, Live8Beat
Pencipta Lagu
Bruce Ballinger (1976)
Pencipta Syair
Bruce Ballinger (1976)
Penerjemah
Yamuger (1998)
Cross Ref.
PKJ 13
Syair / Lirik
3 bait
1
Kita masuk rumah-Nya,
berkumpul menyembah kepada-Nya.
Kita masuk rumah-Nya,
berkumpul menyembah kepada-Nya.
Kita masuk rumah-Nya,
berkumpul menyembah kepada Kristus,
menyembah Kristus Tuhan.
2
Lupakanlah dirimu,
arahkan hatimu kepada-Nya.
Lupakanlah dirimu,
arahkan hatimu kepada-Nya.
Lupakanlah dirimu,
arahkan hatimu kepada Kristus,
menyembah Kristus Tuhan.
3
Muliakan nama-Nya
dan angkat tanganmu kepada-Nya.
Muliakan nama-Nya
dan angkat tanganmu kepada-Nya.
Muliakan nama-Nya
dan angkat tanganmu kepada Kristus,
menyembah Kristus Tuhan.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
2 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu "Kita Masuk RumahNya" (aslinya "We Have Come Into His House") adalah salah satu lagu pujian dan penyembahan kontemporer yang paling ikonik dan dicintai, dikenal karena kesederhanaan liriknya yang mendalam dan melodi yang mudah diingat. Dikarang oleh Bruce Ballinger, kisah di baliknya sangat terkait dengan gelombang spiritual dan perubahan dalam gaya ibadah Kristen di akhir tahun 1960-an dan awal 1970-an.
**Bruce Ballinger: Sosok di Balik Lagu**
Bruce Ballinger adalah seorang pemimpin pujian dan penulis lagu dari gereja Calvary Chapel di Costa Mesa, California. Calvary Chapel dikenal sebagai pelopor dalam gerakan Yesus (Jesus Movement) dan kebangkitan karismatik yang melihat ribuan anak muda, banyak di antaranya mantan hippie, beralih ke iman Kristen. Gerakan ini menuntut bentuk ibadah yang lebih otentik, personal, dan tidak terlalu formal dibandingkan himne-himne tradisional yang kaku.
Ballinger, seperti banyak penulis lagu di era tersebut (misalnya Chuck Butler, John W. Peterson), tidak hanya menulis lagu untuk dirilis secara komersial, tetapi lebih untuk melayani jemaatnya secara langsung. Lagu-lagu yang ia ciptakan seringkali sederhana, mudah dipelajari, dan berfokus pada penyembahan yang tulus dan berpusat pada Kristus.
**Konteks Kebangkitan Karismatik dan "Jesus Movement"**
Pada tahun 1970-an, banyak gereja mengalami kebangkitan rohani yang signifikan. Ada keinginan kuat untuk mengalami Tuhan secara lebih pribadi dan nyata, yang seringkali diekspresikan melalui pujian dan penyembahan yang spontan dan penuh sukacita. Lagu-lagu baru yang muncul dari gerakan ini seringkali memiliki melodi yang sederhana (gaya folk atau pop), lirik yang langsung, dan sangat berorientasi pada partisipasi jemaat.
"We Have Come Into His House" adalah salah satu lagu yang secara sempurna menangkap semangat zaman itu.
**Inspirasi di Balik "We Have Come Into His House"**
Kisah spesifik di balik penciptaan lagu ini, seperti banyak lagu pujian lainnya, berakar pada kebutuhan praktis dalam memimpin ibadah dan keinginan untuk membimbing jemaat masuk ke dalam hadirat Tuhan.
1. **Kebutuhan untuk Fokus:** Ballinger, sebagai pemimpin pujian, seringkali menghadapi tantangan umum di awal setiap kebaktian: orang-orang datang dengan pikiran yang masih penuh dengan kekhawatiran duniawi, gangguan, atau percakapan sebelumnya. Ia ingin sebuah lagu yang secara jelas dan langsung menyatakan tujuan mereka berkumpul: untuk menyembah Tuhan.
2. **Deklarasi Tujuan Bersama:** Lagu ini bukan sekadar ajakan, tetapi sebuah deklarasi kolektif. Dengan menyanyikan "We have come into His house," jemaat secara bersama-sama menyatakan niat dan tujuan mereka. Ini membantu menciptakan kesatuan dan fokus rohani di antara mereka.
3. **Ajakan untuk Melepaskan Diri (Self-Forgetfulness):** Bagian lirik yang paling instruktif dan mendalam adalah: "So forget yourselves and concentrate on Him / And worship Him, Christ the Lord." Ini adalah inti dari pesan lagu ini. Ballinger ingin mengingatkan jemaat bahwa ibadah sejati bukanlah tentang diri kita, masalah kita, atau bahkan perasaan kita, tetapi tentang mengalihkan seluruh perhatian dan hati kita kepada Tuhan. Ini adalah ajakan untuk "melupakan diri sendiri" (ego, kekhawatiran, pencitraan) dan memusatkan diri sepenuhnya pada keagungan Kristus.
4. **Konsep "RumahNya":** "RumahNya" dalam konteks ini tidak hanya merujuk pada gedung gereja fisik, tetapi lebih kepada hadirat Tuhan itu sendiri. Lagu ini mengajak jemaat untuk memasuki ruang spiritual di mana Tuhan bersemayam dan siap untuk menerima pujian mereka. Ini adalah undangan untuk memasuki kekudusan dan kemuliaan Tuhan.
Bruce Ballinger menulis lagu ini dengan harapan agar jemaatnya dapat dengan cepat beralih dari suasana duniawi ke dalam suasana penyembahan, dengan hati yang murni dan fokus yang tak terbagi. Melodi yang sederhana dan ceria mendukung liriknya, membuatnya mudah untuk dinyanyikan dan diinternalisasi oleh siapapun, tanpa memandang latar belakang musikal.
**Penyebaran dan Dampak Global**
Lagu "We Have Come Into His House" dengan cepat menyebar melampaui Calvary Chapel. Kesederhanaan, kejujuran, dan pesan yang kuat membuatnya menjadi favorit di berbagai denominasi Kristen, dari Protestan hingga Katolik yang turut merasakan gelombang pembaruan karismatik.
Lagu ini diterjemahkan ke dalam banyak bahasa di seluruh dunia, termasuk Indonesia dengan judul "Kita Masuk RumahNya". Ini menjadi semacam "lagu tema" untuk memulai kebaktian atau sesi pujian, mengatur nada untuk waktu yang dihabiskan dalam hadirat Tuhan.
**Warisan Abadi**
Hingga hari ini, "Kita Masuk RumahNya" tetap menjadi salah satu lagu pujian yang paling sering dinyanyikan. Warisannya terletak pada kemampuannya untuk:
* **Menciptakan Fokus:** Membantu jemaat mengalihkan perhatian dari gangguan duniawi kepada Tuhan.
* **Mendorong Partisipasi:** Lirik yang sederhana dan berulang mendorong semua orang untuk bernyanyi bersama.
* **Mengajarkan Teologi Ibadah:** Memberikan instruksi praktis dan spiritual tentang bagaimana seharusnya kita mendekati Tuhan dalam ibadah – dengan hati yang berpusat pada-Nya, bukan pada diri sendiri.
Singkatnya, "Kita Masuk RumahNya" adalah lebih dari sekadar lagu; ia adalah sebuah deklarasi, sebuah undangan, dan sebuah instruksi teologis yang lahir dari kebutuhan praktis seorang pemimpin pujian yang rindu melihat jemaatnya mengalami Tuhan secara mendalam di era kebangkitan rohani yang luar biasa.
**Bruce Ballinger: Sosok di Balik Lagu**
Bruce Ballinger adalah seorang pemimpin pujian dan penulis lagu dari gereja Calvary Chapel di Costa Mesa, California. Calvary Chapel dikenal sebagai pelopor dalam gerakan Yesus (Jesus Movement) dan kebangkitan karismatik yang melihat ribuan anak muda, banyak di antaranya mantan hippie, beralih ke iman Kristen. Gerakan ini menuntut bentuk ibadah yang lebih otentik, personal, dan tidak terlalu formal dibandingkan himne-himne tradisional yang kaku.
Ballinger, seperti banyak penulis lagu di era tersebut (misalnya Chuck Butler, John W. Peterson), tidak hanya menulis lagu untuk dirilis secara komersial, tetapi lebih untuk melayani jemaatnya secara langsung. Lagu-lagu yang ia ciptakan seringkali sederhana, mudah dipelajari, dan berfokus pada penyembahan yang tulus dan berpusat pada Kristus.
**Konteks Kebangkitan Karismatik dan "Jesus Movement"**
Pada tahun 1970-an, banyak gereja mengalami kebangkitan rohani yang signifikan. Ada keinginan kuat untuk mengalami Tuhan secara lebih pribadi dan nyata, yang seringkali diekspresikan melalui pujian dan penyembahan yang spontan dan penuh sukacita. Lagu-lagu baru yang muncul dari gerakan ini seringkali memiliki melodi yang sederhana (gaya folk atau pop), lirik yang langsung, dan sangat berorientasi pada partisipasi jemaat.
"We Have Come Into His House" adalah salah satu lagu yang secara sempurna menangkap semangat zaman itu.
**Inspirasi di Balik "We Have Come Into His House"**
Kisah spesifik di balik penciptaan lagu ini, seperti banyak lagu pujian lainnya, berakar pada kebutuhan praktis dalam memimpin ibadah dan keinginan untuk membimbing jemaat masuk ke dalam hadirat Tuhan.
1. **Kebutuhan untuk Fokus:** Ballinger, sebagai pemimpin pujian, seringkali menghadapi tantangan umum di awal setiap kebaktian: orang-orang datang dengan pikiran yang masih penuh dengan kekhawatiran duniawi, gangguan, atau percakapan sebelumnya. Ia ingin sebuah lagu yang secara jelas dan langsung menyatakan tujuan mereka berkumpul: untuk menyembah Tuhan.
2. **Deklarasi Tujuan Bersama:** Lagu ini bukan sekadar ajakan, tetapi sebuah deklarasi kolektif. Dengan menyanyikan "We have come into His house," jemaat secara bersama-sama menyatakan niat dan tujuan mereka. Ini membantu menciptakan kesatuan dan fokus rohani di antara mereka.
3. **Ajakan untuk Melepaskan Diri (Self-Forgetfulness):** Bagian lirik yang paling instruktif dan mendalam adalah: "So forget yourselves and concentrate on Him / And worship Him, Christ the Lord." Ini adalah inti dari pesan lagu ini. Ballinger ingin mengingatkan jemaat bahwa ibadah sejati bukanlah tentang diri kita, masalah kita, atau bahkan perasaan kita, tetapi tentang mengalihkan seluruh perhatian dan hati kita kepada Tuhan. Ini adalah ajakan untuk "melupakan diri sendiri" (ego, kekhawatiran, pencitraan) dan memusatkan diri sepenuhnya pada keagungan Kristus.
4. **Konsep "RumahNya":** "RumahNya" dalam konteks ini tidak hanya merujuk pada gedung gereja fisik, tetapi lebih kepada hadirat Tuhan itu sendiri. Lagu ini mengajak jemaat untuk memasuki ruang spiritual di mana Tuhan bersemayam dan siap untuk menerima pujian mereka. Ini adalah undangan untuk memasuki kekudusan dan kemuliaan Tuhan.
Bruce Ballinger menulis lagu ini dengan harapan agar jemaatnya dapat dengan cepat beralih dari suasana duniawi ke dalam suasana penyembahan, dengan hati yang murni dan fokus yang tak terbagi. Melodi yang sederhana dan ceria mendukung liriknya, membuatnya mudah untuk dinyanyikan dan diinternalisasi oleh siapapun, tanpa memandang latar belakang musikal.
**Penyebaran dan Dampak Global**
Lagu "We Have Come Into His House" dengan cepat menyebar melampaui Calvary Chapel. Kesederhanaan, kejujuran, dan pesan yang kuat membuatnya menjadi favorit di berbagai denominasi Kristen, dari Protestan hingga Katolik yang turut merasakan gelombang pembaruan karismatik.
Lagu ini diterjemahkan ke dalam banyak bahasa di seluruh dunia, termasuk Indonesia dengan judul "Kita Masuk RumahNya". Ini menjadi semacam "lagu tema" untuk memulai kebaktian atau sesi pujian, mengatur nada untuk waktu yang dihabiskan dalam hadirat Tuhan.
**Warisan Abadi**
Hingga hari ini, "Kita Masuk RumahNya" tetap menjadi salah satu lagu pujian yang paling sering dinyanyikan. Warisannya terletak pada kemampuannya untuk:
* **Menciptakan Fokus:** Membantu jemaat mengalihkan perhatian dari gangguan duniawi kepada Tuhan.
* **Mendorong Partisipasi:** Lirik yang sederhana dan berulang mendorong semua orang untuk bernyanyi bersama.
* **Mengajarkan Teologi Ibadah:** Memberikan instruksi praktis dan spiritual tentang bagaimana seharusnya kita mendekati Tuhan dalam ibadah – dengan hati yang berpusat pada-Nya, bukan pada diri sendiri.
Singkatnya, "Kita Masuk RumahNya" adalah lebih dari sekadar lagu; ia adalah sebuah deklarasi, sebuah undangan, dan sebuah instruksi teologis yang lahir dari kebutuhan praktis seorang pemimpin pujian yang rindu melihat jemaatnya mengalami Tuhan secara mendalam di era kebangkitan rohani yang luar biasa.
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
PKJ 13
13
Kita Masuk RumahNya
1
Mari, Puji Dia
2
Allah Hadir Bagi Kita
3
Andai 'Ku Punya Banyak Lidah
4
Angkatlah Hatimu Pada Tuhan
5
Bagimu, Tuhan, Nyanyianku
6
Bergemarlah Dan Bersukaria
7
Berhimpun Semua
8
Beribu Lidah Patutlah
9
Bersoraklah Dan Puji Tuhan
10
Bersoraklah, Hai Alam Semesta
11
Bersyukurlah Pada Tuhan
12
Bukalah Gapura Indah
13
Bumi Dan Langit, Pujilah
14
Bernyanyilah, Biduan Muda-Mudi
15
Dengan Gembira
16
Hai Makhluk Semua
17
Gloria
18
Suci, Suci, Suci
19
Hai Mari Sembah
20
Hai, Masyhurkanlah
21
Haleluya! Alangkah Baik
22
Haleluya, Haleluya
23
Haleluya Pujilah
24
Hanyalah Engkau, Tuhan
25
Hari Minggu Hari Kudus
26
Hari Minggu, Hari Yang Mulia
27
Inilah Hari Minggu
28
Hari Minggu Hari Tuhan
29
Jemaat Allah, Marilah
30
Jiwaku Memuji Tuhan
31
Kami Puji Dengan Riang
32
'Kau Yang Layak
33
Kepadamu,Tuhanku
35
'Ku Gembira 'Kau Berkata
36
Mari, Bernyanyi Sertaku
37
Mari Kita Puji
38
Mari Menyembah
39
Mari Sembah
40
Marilah Bernyanyi
41
Marilah Kita Siapkan Hati Kita
42
Mulia, Mulia Namanya
43
Nyanyikanlah Mazmur Bagi Tuhan
44
Nyanyikanlah Nyanyian Baru
45
O Hari Istirahat
46
Patut Segenap Yang Ada
47
Puji, Hai Jiwaku, Puji Tuhan
48
Puji Tuhan, Pujilah Namanya
49
Puji Yesus
50
Pujilah Allah, Pujilah
51
Pujilah Tuhan
52
Pujilah Tuhan, Sang Raja
53
Salam Dan Hormat KepadaMu
54
Pujilah Tuhanmu
55
Muliakan Tuhan Allah
56
Suci, Suci, Suci
57
Sungguhlah Indah Rumahmu
58
Terpujilah Allah
59
Tuhan Allah Hadir
60
Tuhan Allah, Namamu
61
Tuhanku Yesus
62
Ya Khalik Semesta