Bekasi, Cikarang & Karawang
23
Nomor
do=f
Nada Dasar
Kode
KK 23
Buku
Kidung Keesaan
Tematik
Puji-pujian dan Pembukaan Ibadah
Nada Dasar
do=f
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
76
Jumlah Bait
2 bait
Style
Cool8Beat/SundaPop
Pencipta Lagu
Subronto Kusumo Atmodjo (1978)
Pencipta Syair
Subronto Kusumo Atmodjo (1978)
Cross Ref.
KJ 1, KC 119, PS 705
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 2 bait
1
Langit, buana semesta patut memuji kuasa-Nya, karna berkat-Nya tak henti, limpah kasih-Nya tak terperi. Reff Haleluya! Pujilah Allah yang agung, mahaesa! Dalam Kristus kita kenal Allah yang hidup, Bapa kekal!
2
Wahai dunia, soraklah! Angkat suaramu, nyanyilah! Tabuhlah tifa dan gendang, iringi puji dalam tembang! Reff Haleluya! Pujilah Allah yang agung, mahaesa!D alam Kristus kita kenal Allah yang hidup, Bapa kekal!
Partitur / Not
Partitur Chord KK 23
Klik untuk zoom

Partitur chord belum tersedia

Slide Lirik 2 slide
Slide 1 β€” KK 23 1
Slide 2 β€” KK 23 2
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Haleluya! Pujilah!"** (sering dikenal dengan judul "Haleluya, Pujilah Tuhan") merupakan salah satu karya musik gerejawi yang sangat ikonik di Indonesia. Lagu ini diciptakan oleh **Subronto Kusumo Atmodjo** (1929–2005), seorang tokoh musik yang memiliki latar belakang unik dan mendalam.

Untuk memahami kisah di balik lagu ini, kita harus melihat siapa sosok Subronto dan konteks bagaimana ia menggubah musik gerejawi.

### 1. Sosok Subronto Kusumo Atmodjo
Subronto Kusumo Atmodjo bukanlah seorang musisi gerejawi tradisional. Ia adalah seorang komposer ternama Indonesia yang menempuh pendidikan musik formal di **Akademi Musik di Detmold, Jerman**. Ia dikenal sebagai salah satu pelopor musik kontemporer dan musik film di Indonesia.

Namun, yang paling menarik adalah kemampuannya memadukan **kultur budaya Indonesia (Jawa)** dengan **musik liturgi Barat**. Ia adalah tokoh kunci yang mencoba "mengindonesiakan" nyanyian gereja agar tidak terdengar terlalu asing di telinga jemaat lokal.

### 2. Konteks Penciptaan
Lagu "Haleluya! Pujilah!" diciptakan dalam semangat **inkulturasi**. Pada masa itu (sekitar tahun 1960-an dan 1970-an), ada gerakan besar di kalangan gereja-gereja di Indonesia untuk membawa nuansa budaya lokal ke dalam ibadah.

* **Tujuan:** Subronto ingin menciptakan lagu pujian yang megah, namun tetap mudah dinyanyikan oleh jemaat (kongregasional), sekaligus memiliki struktur musikal yang kuat.
* **Pengaruh Musik:** Meskipun ia ahli musik klasik Barat, dalam lagu-lagu gubahannya, Subronto sering memasukkan unsur harmoni yang "luas" dan melodi yang mantapβ€”sesuatu yang mencerminkan semangat kemerdekaan dan kebanggaan nasional yang saat itu sedang tumbuh subur di Indonesia.

### 3. Detail Lagu dan Pesan
Lirik "Haleluya! Pujilah!" sebenarnya sangat sederhana, berakar pada Mazmur (biasanya diambil dari Mazmur 150). Inti dari kisah lagu ini adalah **panggilan untuk beribadah secara komunal (bersama-sama).**

* **Struktur:** Lagu ini disusun dengan pola *antiphonal* atau responsorial yang kuat. Ada bagian yang terasa seperti seruan, dan ada bagian yang terasa seperti jawaban umat.
* **Karakter:** Musiknya memiliki dinamika yang progresif. Dimulai dengan kemegahan dan diakhiri dengan peneguhan iman. Subronto merancang lagu ini bukan hanya sebagai lagu untuk paduan suara (choir), tetapi agar seluruh jemaat bisa ikut menyanyi dengan semangat.

### 4. Makna di Balik "Haleluya"
Bagi Subronto, kata "Haleluya" bukan sekadar seruan liturgis, tetapi ekspresi syukur atas kebebasan dan identitas sebagai umat beriman di Indonesia. Mengingat Subronto hidup di masa transisi politik Indonesia yang cukup berat, karya-karyanya sering kali menjadi "penyegar" dan pemersatu jemaat yang berasal dari berbagai latar belakang suku.

### Mengapa Lagu Ini Begitu Melegenda?
1. **Kualitas Komposisi:** Karena Subronto adalah lulusan sekolah musik kelas dunia, struktur melodi dalam lagu ini sangat tertata secara teknis sehingga terdengar indah (harmonis) di telinga, namun tidak sulit untuk dipelajari.
2. **Keterjangkauan:** Lagu ini menjadi salah satu lagu yang masuk ke dalam *Nyanyian Kidung Baru* (NKB) dan buku-buku lagu gereja arus utama lainnya, sehingga dinyanyikan di hampir seluruh gereja di Indonesia.
3. **Identitas:** Lagu ini menjadi simbol bahwa gereja di Indonesia bisa menghasilkan musik yang setara dengan musik liturgi klasik dunia, namun tetap memiliki "jiwa" Indonesia.

**Kesimpulan:**
Kisah di balik lagu ini bukanlah sebuah drama tragedi, melainkan sebuah **visi kebudayaan**. Subronto Kusumo Atmodjo berhasil mewujudkan mimpinya untuk membuat jemaat Indonesia memuji Tuhan dengan cara yang megah, berwibawa, namun tetap akrab di hati. Ia membawa keahlian musik klasiknya dari Jerman untuk memperkaya ibadah di Indonesia, dan "Haleluya! Pujilah!" adalah salah satu monumen abadi dari dedikasi tersebut.

Narasi dari Wikipedia/AI β€” sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.

1
Mari, Puji Dia
KK
2
Allah Hadir Bagi Kita
KK
3
Andai 'Ku Punya Banyak Lidah
KK
4
Angkatlah Hatimu Pada Tuhan
KK
5
Bagimu, Tuhan, Nyanyianku
KK
6
Bergemarlah Dan Bersukaria
KK
7
Berhimpun Semua
KK
8
Beribu Lidah Patutlah
KK
9
Bersoraklah Dan Puji Tuhan
KK
10
Bersoraklah, Hai Alam Semesta
KK
11
Bersyukurlah Pada Tuhan
KK
12
Bukalah Gapura Indah
KK
13
Bumi Dan Langit, Pujilah
KK
14
Bernyanyilah, Biduan Muda-Mudi
KK
15
Dengan Gembira
KK
16
Hai Makhluk Semua
KK
17
Gloria
KK
18
Suci, Suci, Suci
KK
19
Hai Mari Sembah
KK
20
Hai, Masyhurkanlah
KK
21
Haleluya! Alangkah Baik
KK
22
Haleluya, Haleluya
KK
24
Hanyalah Engkau, Tuhan
KK
25
Hari Minggu Hari Kudus
KK
26
Hari Minggu, Hari Yang Mulia
KK
27
Inilah Hari Minggu
KK
28
Hari Minggu Hari Tuhan
KK
29
Jemaat Allah, Marilah
KK
30
Jiwaku Memuji Tuhan
KK
31
Kami Puji Dengan Riang
KK
32
'Kau Yang Layak
KK
33
Kepadamu,Tuhanku
KK
34
Kita Masuk Rumahnya
KK
35
'Ku Gembira 'Kau Berkata
KK
36
Mari, Bernyanyi Sertaku
KK
37
Mari Kita Puji
KK
38
Mari Menyembah
KK
39
Mari Sembah
KK
40
Marilah Bernyanyi
KK
41
Marilah Kita Siapkan Hati Kita
KK
42
Mulia, Mulia Namanya
KK
43
Nyanyikanlah Mazmur Bagi Tuhan
KK
44
Nyanyikanlah Nyanyian Baru
KK
45
O Hari Istirahat
KK
46
Patut Segenap Yang Ada
KK
47
Puji, Hai Jiwaku, Puji Tuhan
KK
48
Puji Tuhan, Pujilah Namanya
KK
49
Puji Yesus
KK
50
Pujilah Allah, Pujilah
KK
51
Pujilah Tuhan
KK
52
Pujilah Tuhan, Sang Raja
KK
53
Salam Dan Hormat KepadaMu
KK
54
Pujilah Tuhanmu
KK
55
Muliakan Tuhan Allah
KK
56
Suci, Suci, Suci
KK
57
Sungguhlah Indah Rumahmu
KK
58
Terpujilah Allah
KK
59
Tuhan Allah Hadir
KK
60
Tuhan Allah, Namamu
KK
61
Tuhanku Yesus
KK
62
Ya Khalik Semesta
KK