Bekasi, Cikarang & Karawang
143
Nomor
Do=G
Nada Dasar
Kode
PKJ 143
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Tematik
Pernyataan Keyakinan Iman
Nada Dasar
Do=G
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
84
Jumlah Bait
3 bait
Style
live8Beat
Pencipta Lagu
Norman J. Clayton (1938)
Pencipta Syair
Norman J. Clayton (1938)
Penerjemah
Yamuger (1998)
Cross Ref.
KK 376, NP 322, KPPK 179
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
1
Yesus tetap mengasihi aku; kuasa gelap tak ‘kan memisahku; bahkan nyawaNya Ia beri: kini ‘ku milikNya. Reff Aku tetap milikNya, Yesus pun milikku, bukan untuk sementara, tapi selamanya.
2
Dulu ‘ku di kuasai dosa Yesus s’lamatkan ‘ku yang bernoda; ‘ku dientaskan, dari cemar; kini ‘ku milikNya. Reff
3
Limpah meruah sukacitaku; Yesus membuka rantai dosaku; oleh darahNya ‘ku ditebus: kini ‘ku milikNya. Reff
Partitur / Not
Partitur Chord PKJ 143
Klik untuk zoom

Partitur chord belum tersedia

Slide Lirik 3 slide
Slide 1 — PKJ 143 1
Slide 2 — PKJ 143 2
Slide 3 — PKJ 143 3
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Yesus Tetap Mengasihi Aku"** (judul asli: *Now I Belong to Jesus*) adalah salah satu lagu rohani yang sangat berpengaruh di dunia Kekristenan. Lagu ini tidak lahir dari kemewahan atau kenyamanan, melainkan dari sebuah pengalaman pertobatan yang mendalam dan pergulatan batin sang penulisnya, **Norman John Clayton (1903–1992)**.

Berikut adalah detail kisah dibalik terciptanya lagu tersebut:

### 1. Profil Penulis: Norman J. Clayton
Norman J. Clayton adalah seorang musisi, penyanyi, dan komposer lagu rohani asal Amerika Serikat yang hidup di awal hingga akhir abad ke-20. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat rendah hati dan mendedikasikan seluruh hidupnya untuk pelayanan musik gerejawi.

### 2. Latar Belakang Penciptaan (1943)
Kisah dibalik lagu ini terjadi pada tahun 1943. Saat itu, Clayton sedang berada di sebuah perkemahan rohani (*camp meeting*) di **Fairwood Bible Institute**, di New York.

Meskipun Clayton sudah menjadi orang Kristen, ia sering berbagi cerita bahwa dirinya mengalami masa-masa di mana ia merasa jauh dari Tuhan atau merasa bahwa kasih Tuhan tidak cukup baginya karena pergumulan pribadi yang ia hadapi.

Pada malam itu, setelah selesai melayani dalam sebuah sesi pujian, ia duduk sendirian. Ia merenungkan betapa seringnya manusia merasa tidak berharga, tersesat, atau merasa bahwa dosa-dosa mereka membuat mereka tidak layak dikasihi oleh Allah. Namun, saat ia merenungkan kasih karunia Kristus, pikirannya terbuka pada satu kebenaran mutlak: **Bahwa milik-Nyalah ia sepenuhnya.**

### 3. Proses Penulisan yang Spontan
Clayton mulai merenungkan ayat-ayat Alkitab yang berbicara tentang kepemilikan Allah atas umat-Nya. Dalam suasana refleksi yang hening tersebut, ia mulai menyusun kata-kata yang kini menjadi lirik lagu ini.

Ia tidak berusaha menciptakan lagu yang rumit; ia hanya ingin menuangkan keyakinan hatinya bahwa terlepas dari segala kelemahannya, ia telah ditebus dan menjadi milik Yesus.

* **Bait Pertama:** Menggambarkan transisi dari kegelapan masa lalu menuju terang kasih Yesus.
* **Refrein:** Menjadi inti dari lagu ini, yaitu pernyataan iman: *"Now I belong to Jesus, Jesus belongs to me..."* (Sekarang aku milik Yesus, Yesus milikku).

### 4. Makna Teologis
Lagu ini menjadi sangat terkenal karena kesederhanaan namun kedalaman teologisnya. Pesan utamanya adalah tentang **jaminan keselamatan**.

Banyak orang Kristen sering kali terjebak dalam perasaan "apakah Tuhan masih mengasihiku?" ketika mereka melakukan kesalahan. Melalui lagu ini, Clayton ingin menegaskan bahwa kasih Yesus bersifat tetap (*fixed*) dan tidak berubah. Hubungan antara orang percaya dan Kristus digambarkan sebagai hubungan timbal balik yang indah: Kristus telah menyerahkan diri-Nya bagi kita, dan kita menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada-Nya.

### 5. Dampak Lagu
Sejak pertama kali dipublikasikan pada tahun 1943, lagu ini menyebar dengan cepat ke berbagai gereja di seluruh dunia. Lagu ini sering dinyanyikan dalam acara-acara pertobatan, KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani), dan ibadah Minggu karena liriknya yang sangat menyentuh hati mereka yang sedang merasa "tersesat" atau "tidak layak."

Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan dengan sangat baik dan menjadi lagu wajib di banyak denominasi gereja. Lirik bahasa Indonesia, *"Yesus tetap mengasihi aku, sungguh hatiku damai penuh"* mampu menangkap esensi sukacita dari versi aslinya.

### Kesimpulan
Kisah lagu ini mengajarkan kita bahwa karya seni rohani yang terbaik sering kali lahir dari **titik terendah seseorang**, di mana ia menyadari bahwa satu-satunya pegangan yang kokoh di dunia ini bukanlah kemampuan diri sendiri, melainkan fakta sederhana bahwa: **"Aku milik Yesus."**

Norman J. Clayton sendiri terus melayani Tuhan melalui musik sampai akhir hayatnya, dan lagu ini tetap menjadi warisan rohani yang menghibur jutaan jiwa hingga hari ini.

Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.