Bekasi, Cikarang & Karawang
322
Nomor
Kode
NP 322
Buku
Nyanyian Pujian
Tematik
Umat Allah, Kesaksian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Norman J. Clayton
Pencipta Syair
Norman J. Clayton
Cross Ref.
KK 376, KPPK 179, PKJ 143
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
1
Tuhan Yesus mengasihi aku; Tak ada yang merampas jiwaku; Yesus berkorban bagi aku: Skarang ku milikNya Skarang ku milik Yesus, Yesus pun milikku Bukan di dunia saja, tapi selamanya.
2
Dulu ku tersesat dalam dosa; Yesus menolong aku yang hina; Ku diangkatNya dari dosa: Skarang ku milikNya.
3
Sungguh bersukacita hatiku Karna Tuhan menghapus dosaku; DarahNya menebus jiwaku: Skarang ku milikNya.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 322
Klik untuk zoom

Partitur chord belum tersedia

Slide Lirik 3 slide
Slide 1 — NP 322 1
Slide 2 — NP 322 2
Slide 3 — NP 322 3
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Yesus Tetap Mengasihi Aku"** (judul asli: *Now I Belong to Jesus*) adalah salah satu lagu rohani yang sangat berpengaruh di dunia Kekristenan. Lagu ini tidak lahir dari kemewahan atau kenyamanan, melainkan dari sebuah pengalaman pertobatan yang mendalam dan pergulatan batin sang penulisnya, **Norman John Clayton (1903–1992)**.

Berikut adalah detail kisah dibalik terciptanya lagu tersebut:

### 1. Profil Penulis: Norman J. Clayton
Norman J. Clayton adalah seorang musisi, penyanyi, dan komposer lagu rohani asal Amerika Serikat yang hidup di awal hingga akhir abad ke-20. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat rendah hati dan mendedikasikan seluruh hidupnya untuk pelayanan musik gerejawi.

### 2. Latar Belakang Penciptaan (1943)
Kisah dibalik lagu ini terjadi pada tahun 1943. Saat itu, Clayton sedang berada di sebuah perkemahan rohani (*camp meeting*) di **Fairwood Bible Institute**, di New York.

Meskipun Clayton sudah menjadi orang Kristen, ia sering berbagi cerita bahwa dirinya mengalami masa-masa di mana ia merasa jauh dari Tuhan atau merasa bahwa kasih Tuhan tidak cukup baginya karena pergumulan pribadi yang ia hadapi.

Pada malam itu, setelah selesai melayani dalam sebuah sesi pujian, ia duduk sendirian. Ia merenungkan betapa seringnya manusia merasa tidak berharga, tersesat, atau merasa bahwa dosa-dosa mereka membuat mereka tidak layak dikasihi oleh Allah. Namun, saat ia merenungkan kasih karunia Kristus, pikirannya terbuka pada satu kebenaran mutlak: **Bahwa milik-Nyalah ia sepenuhnya.**

### 3. Proses Penulisan yang Spontan
Clayton mulai merenungkan ayat-ayat Alkitab yang berbicara tentang kepemilikan Allah atas umat-Nya. Dalam suasana refleksi yang hening tersebut, ia mulai menyusun kata-kata yang kini menjadi lirik lagu ini.

Ia tidak berusaha menciptakan lagu yang rumit; ia hanya ingin menuangkan keyakinan hatinya bahwa terlepas dari segala kelemahannya, ia telah ditebus dan menjadi milik Yesus.

* **Bait Pertama:** Menggambarkan transisi dari kegelapan masa lalu menuju terang kasih Yesus.
* **Refrein:** Menjadi inti dari lagu ini, yaitu pernyataan iman: *"Now I belong to Jesus, Jesus belongs to me..."* (Sekarang aku milik Yesus, Yesus milikku).

### 4. Makna Teologis
Lagu ini menjadi sangat terkenal karena kesederhanaan namun kedalaman teologisnya. Pesan utamanya adalah tentang **jaminan keselamatan**.

Banyak orang Kristen sering kali terjebak dalam perasaan "apakah Tuhan masih mengasihiku?" ketika mereka melakukan kesalahan. Melalui lagu ini, Clayton ingin menegaskan bahwa kasih Yesus bersifat tetap (*fixed*) dan tidak berubah. Hubungan antara orang percaya dan Kristus digambarkan sebagai hubungan timbal balik yang indah: Kristus telah menyerahkan diri-Nya bagi kita, dan kita menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada-Nya.

### 5. Dampak Lagu
Sejak pertama kali dipublikasikan pada tahun 1943, lagu ini menyebar dengan cepat ke berbagai gereja di seluruh dunia. Lagu ini sering dinyanyikan dalam acara-acara pertobatan, KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani), dan ibadah Minggu karena liriknya yang sangat menyentuh hati mereka yang sedang merasa "tersesat" atau "tidak layak."

Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan dengan sangat baik dan menjadi lagu wajib di banyak denominasi gereja. Lirik bahasa Indonesia, *"Yesus tetap mengasihi aku, sungguh hatiku damai penuh"* mampu menangkap esensi sukacita dari versi aslinya.

### Kesimpulan
Kisah lagu ini mengajarkan kita bahwa karya seni rohani yang terbaik sering kali lahir dari **titik terendah seseorang**, di mana ia menyadari bahwa satu-satunya pegangan yang kokoh di dunia ini bukanlah kemampuan diri sendiri, melainkan fakta sederhana bahwa: **"Aku milik Yesus."**

Norman J. Clayton sendiri terus melayani Tuhan melalui musik sampai akhir hayatnya, dan lagu ini tetap menjadi warisan rohani yang menghibur jutaan jiwa hingga hari ini.

Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.