Bekasi, Cikarang & Karawang
125
Nomor
Do=G
Nada Dasar
Kode
PKJ 125
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Tematik
Pernyataan Keyakinan Iman
Nada Dasar
Do=G
Ketukan
4 ketuk ketuk
Metronom
112
Jumlah Bait
1 bait
Style
WestCoastPop, CountryBrothers
Pencipta Lagu
Paul E. Paino
Pencipta Syair
Paul E. Paino
Penerjemah
Yamuger (1999)
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 1 bait
1
Dia sanggup, Dia sanggup! ‘Ku tahu Dia sanggup. Tuhanku sanggup menyelamatkanku.(2x) Yang hancur dipulihkan, dibuka belenggu, yang buta dicelikkan dan yang lumpuh pun sembuh. Dia sanggup, Dia sanggup! ‘Ku tahu Dia sanggup. Tuhanku sanggup menyelamatkanku.
Partitur / Not
Partitur Chord PKJ 125
Klik untuk zoom

Partitur chord belum tersedia

Slide Lirik 2 slide
Slide 1 — PKJ 125 1
Slide 2 — PKJ 125 2
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"He’s Able"** (atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai **"Dia Sanggup"**) adalah salah satu lagu rohani klasik yang sangat populer di gereja-gereja karismatik dan Injili di seluruh dunia. Lagu ini ditulis oleh **Paul E. Paino**.

Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik terciptanya lagu ini:

### 1. Sosok Paul E. Paino
Paul E. Paino adalah seorang pendeta, musisi, dan pemimpin gereja asal Amerika Serikat. Ia memimpin *Calvary Temple* di Fort Wayne, Indiana, selama bertahun-tahun. Paino dikenal sebagai sosok yang sangat menekankan pengajaran tentang iman, mukjizat, dan kuasa Allah yang tidak terbatas.

### 2. Latar Belakang Penulisan (Tahun 1970-an)
Lagu ini lahir pada pertengahan tahun 1970-an. Saat itu, Paul E. Paino sedang menghadapi masa-masa pelayanan yang penuh tantangan. Gerejanya, *Calvary Temple*, sedang mengalami pertumbuhan yang pesat namun juga menghadapi banyak kesulitan, baik dari sisi logistik, pembangunan, maupun kebutuhan jemaat yang sangat beragam dan berat.

Bagi Paino, lagu ini bukan sekadar komposisi musik, melainkan **"pernyataan iman"** pribadinya. Ia sering kali merasa bahwa tantangan yang ia hadapi di gereja jauh melampaui kemampuan manusianya. Dalam momen perenungan dan doa, ia menyadari bahwa Allah yang ia sembah bukan hanya Allah yang "bisa", tetapi Allah yang "sanggup" melakukan jauh lebih banyak daripada yang dibayangkan manusia.

### 3. Makna Teologis
Pesan utama dari lagu ini berakar kuat pada ayat Alkitab **Efesus 3:20**, yang berbunyi:
> *"Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita."*

Melalui liriknya, Paino ingin mengingatkan orang percaya bahwa:
* **Masalah sebesar apa pun** tidak akan pernah lebih besar dari kuasa Tuhan.
* **Ketidakmampuan manusia** adalah tempat di mana kuasa Tuhan justru bekerja paling maksimal.
* **Janji Allah** adalah sesuatu yang pasti, dan Dia selalu menepati apa yang Dia katakan.

### 4. Penyebaran Lagu Ini
Lagu ini menjadi fenomenal bukan karena dipromosikan secara komersial secara besar-besaran, melainkan karena **"kesaksian"**. Banyak jemaat di gerejanya yang mengalami terobosan dalam hidup mereka—baik itu kesembuhan, pemulihan ekonomi, maupun masalah keluarga—saat mereka menyanyikan lagu ini dengan iman.

Dari *Calvary Temple*, lagu ini menyebar ke gereja-gereja lain di Amerika Serikat, lalu diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Di Indonesia sendiri, lagu ini menjadi lagu wajib di banyak kebaktian karena nadanya yang membangkitkan semangat dan liriknya yang memberikan pengharapan.

### 5. Intisari Lirik
Bagian paling ikonik dari lagu ini adalah penekanan pada kata **"He's Able" (Dia Sanggup)**. Liriknya menekankan bahwa tidak ada hal yang mustahil bagi Tuhan. Jika Dia berjanji, Dia pasti akan menggenapinya.

**Mengapa lagu ini terus relevan?**
Hingga hari ini, lagu ini masih sering dinyanyikan karena setiap generasi selalu menghadapi ketakutan akan masa depan dan ketidakpastian. "He's Able" memberikan jangkar rohani bagi mereka yang merasa buntu; sebuah pengingat bahwa di balik segala keterbatasan manusia, ada Tuhan yang sanggup melakukan perkara besar.

***

**Kesimpulan:**
Kisah di balik "He’s Able" adalah kisah tentang **ketergantungan total kepada Tuhan**. Paul E. Paino menulisnya bukan sebagai lagu untuk panggung, melainkan sebagai doa yang dinyanyikan saat ia dan gerejanya bersandar penuh pada kedaulatan Tuhan di tengah situasi yang sulit.

Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.