KPPK
Gembala Menjaga Dombanya
While Shepherds Watched Their Flocks By Night
115
Nomor
Kode
KPPK 115
Buku
Kidung Puji-Pujian Kristen
Tematik
Yesus Kristus - Kelahiran Yesus
Metronom
0
Cross Ref.
KJ 95b, MK 26a, NP 50, NKI 46
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
5 bait
1
Gembala jaga dombanya, dan duduk bersama, malak turun dari sorga,
menyinarkan mulia, menyinarkan mulia.
2
Terdengar malak berkata, "Janganlah kau takut, kubawa berita suka,
untuk semua bangsa, untuk semua bangsa."
3
Bagimu di kota Daud, sorang bayi lahir, ialah Tuhan Juruslamat,
inilah tandanya, inilah tandanya.
4
Kau kan berjumpa Sang Bayi, dibungkuskan lampin, dan kau akan melihat-Nya,
baring di palungan, baring di palungan.
5
Kemuliaan bagi Allah, dan damai di bumi, pintu sorga terbukalah,
kini sampai kekal, kini sampai kekal.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
5 slide
Kisah di Balik Lagu
Kisah di balik lagu **"While Shepherds Watched Their Flocks"** (dalam bahasa Indonesia dikenal dengan judul **"Gembala Menjaga Dombanya"**) adalah sebuah perjalanan sejarah yang menggabungkan sastra Inggris klasik dengan tradisi musik gerejawi yang megah.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Penulis Lirik: Nahum Tate (1652β1715)
Lirik lagu ini ditulis oleh **Nahum Tate**, seorang penyair asal Irlandia yang kemudian menjabat sebagai *Poet Laureate* (penyair resmi kerajaan) Inggris.
* **Konteks Penulisan:** Lirik ini diterbitkan pada tahun **1700** dalam sebuah buku berjudul *A Supplement to the New Version of the Psalms*. Pada masa itu, Gereja Inggris (Church of England) hanya mengizinkan nyanyian Mazmur (pasal-pasal Alkitab yang dinyanyikan) untuk ibadah resmi. Nyanyian Natal atau "hymne" di luar Mazmur sebenarnya dilarang keras.
* **Keberanian Tate:** Nahum Tate berhasil menyelipkan lirik ini ke dalam buku pelengkap Mazmur. Karena isinya menceritakan ulang kisah kelahiran Yesus dari Injil Lukas 2:8β14, ia mengemasnya sebagai "Mazmur" agar bisa diterima oleh otoritas gereja saat itu. Inilah yang membuatnya menjadi salah satu lagu Natal tertua yang masih sering dinyanyikan di Inggris.
### 2. Komposer Musik: George Frideric Handel (1685β1759)
Nama George F. Handel sering dikaitkan dengan lagu ini, namun ada sedikit "miskonsepsi" sejarah yang menarik untuk diluruskan:
* **Bukan Komposisi Asli:** Handel tidak menulis melodi khusus untuk lirik Nahum Tate sejak awal. Lirik tersebut awalnya dinyanyikan dengan berbagai melodi tradisional Inggris.
* **Kaitan dengan Handel:** Melodi yang paling populer dan sering digunakan hingga saat ini, yang dikenal sebagai melodi **"Christmas"**, sebenarnya diambil dari adaptasi karya Handel, tepatnya dari opera-operanya. Melodi ini diadaptasi dari karya Handel berjudul *Siroe* (sebuah opera yang ditulis tahun 1728).
* **Aransemen:** Para komposer musik gereja di abad ke-19 mengambil motif musik dari opera Handel tersebut dan mencocokkannya dengan lirik Nahum Tate. Karena keindahan dan kemegahan gaya musik Handel yang sangat kental dengan suasana perayaan, lagu ini kemudian selamanya melekat dengan namanya.
### 3. Makna Lirik yang Mendalam
Lagu ini dianggap sangat spesial karena setia pada teks Alkitab (Lukas 2:8β14). Liriknya menggambarkan suasana:
1. **Ketakutan:** Para gembala yang tiba-tiba dikelilingi cahaya malaikat di tengah malam.
2. **Berita Sukacita:** Malaikat yang menenangkan mereka dan membawa kabar kelahiran Sang Juruselamat.
3. **Kemuliaan:** Penglihatan tentang tentara surgawi yang memuji Tuhan.
Berbeda dengan banyak lagu Natal lain yang bersifat emosional atau sentimental, lagu ini bernada **naratif dan agung**, mencerminkan kekaguman manusia di hadapan peristiwa ilahi yang terjadi di padang Efrata.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Penting?
* **Pelopor Nyanyian Natal:** Sebelum lagu ini populer, Natal lebih banyak dirayakan dengan cara yang suram atau sekadar ritual gerejawi yang kaku. *While Shepherds Watched Their Flocks* membantu mengubah persepsi masyarakat Inggris bahwa Natal adalah perayaan sukacita yang layak dirayakan dengan nyanyian yang meriah.
* **Warisan:** Lagu ini menjadi salah satu dari sedikit "hymne" Natal yang bertahan selama lebih dari 300 tahun tanpa kehilangan relevansinya. Di Inggris, lagu ini sering disebut sebagai "satu-satunya lagu Natal yang diizinkan" di gereja-gereja selama berabad-abad karena statusnya yang dianggap sebagai bagian dari kitab Mazmur.
### Kesimpulan
Jadi, **"Gembala Menjaga Dombanya"** adalah hasil kolaborasi lintas abad. **Nahum Tate** memberikan "jiwa" melalui puisi yang puitis dan setia pada Alkitab, sementara **George F. Handel** (melalui adaptasi karya operanya) memberikan "tubuh" berupa musik yang megah dan penuh wibawa. Hingga hari ini, lagu ini tetap menjadi simbol utama pengumuman kabar sukacita Natal kepada orang-orang sederhanaβpara gembalaβdi padang sunyi.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Penulis Lirik: Nahum Tate (1652β1715)
Lirik lagu ini ditulis oleh **Nahum Tate**, seorang penyair asal Irlandia yang kemudian menjabat sebagai *Poet Laureate* (penyair resmi kerajaan) Inggris.
* **Konteks Penulisan:** Lirik ini diterbitkan pada tahun **1700** dalam sebuah buku berjudul *A Supplement to the New Version of the Psalms*. Pada masa itu, Gereja Inggris (Church of England) hanya mengizinkan nyanyian Mazmur (pasal-pasal Alkitab yang dinyanyikan) untuk ibadah resmi. Nyanyian Natal atau "hymne" di luar Mazmur sebenarnya dilarang keras.
* **Keberanian Tate:** Nahum Tate berhasil menyelipkan lirik ini ke dalam buku pelengkap Mazmur. Karena isinya menceritakan ulang kisah kelahiran Yesus dari Injil Lukas 2:8β14, ia mengemasnya sebagai "Mazmur" agar bisa diterima oleh otoritas gereja saat itu. Inilah yang membuatnya menjadi salah satu lagu Natal tertua yang masih sering dinyanyikan di Inggris.
### 2. Komposer Musik: George Frideric Handel (1685β1759)
Nama George F. Handel sering dikaitkan dengan lagu ini, namun ada sedikit "miskonsepsi" sejarah yang menarik untuk diluruskan:
* **Bukan Komposisi Asli:** Handel tidak menulis melodi khusus untuk lirik Nahum Tate sejak awal. Lirik tersebut awalnya dinyanyikan dengan berbagai melodi tradisional Inggris.
* **Kaitan dengan Handel:** Melodi yang paling populer dan sering digunakan hingga saat ini, yang dikenal sebagai melodi **"Christmas"**, sebenarnya diambil dari adaptasi karya Handel, tepatnya dari opera-operanya. Melodi ini diadaptasi dari karya Handel berjudul *Siroe* (sebuah opera yang ditulis tahun 1728).
* **Aransemen:** Para komposer musik gereja di abad ke-19 mengambil motif musik dari opera Handel tersebut dan mencocokkannya dengan lirik Nahum Tate. Karena keindahan dan kemegahan gaya musik Handel yang sangat kental dengan suasana perayaan, lagu ini kemudian selamanya melekat dengan namanya.
### 3. Makna Lirik yang Mendalam
Lagu ini dianggap sangat spesial karena setia pada teks Alkitab (Lukas 2:8β14). Liriknya menggambarkan suasana:
1. **Ketakutan:** Para gembala yang tiba-tiba dikelilingi cahaya malaikat di tengah malam.
2. **Berita Sukacita:** Malaikat yang menenangkan mereka dan membawa kabar kelahiran Sang Juruselamat.
3. **Kemuliaan:** Penglihatan tentang tentara surgawi yang memuji Tuhan.
Berbeda dengan banyak lagu Natal lain yang bersifat emosional atau sentimental, lagu ini bernada **naratif dan agung**, mencerminkan kekaguman manusia di hadapan peristiwa ilahi yang terjadi di padang Efrata.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Penting?
* **Pelopor Nyanyian Natal:** Sebelum lagu ini populer, Natal lebih banyak dirayakan dengan cara yang suram atau sekadar ritual gerejawi yang kaku. *While Shepherds Watched Their Flocks* membantu mengubah persepsi masyarakat Inggris bahwa Natal adalah perayaan sukacita yang layak dirayakan dengan nyanyian yang meriah.
* **Warisan:** Lagu ini menjadi salah satu dari sedikit "hymne" Natal yang bertahan selama lebih dari 300 tahun tanpa kehilangan relevansinya. Di Inggris, lagu ini sering disebut sebagai "satu-satunya lagu Natal yang diizinkan" di gereja-gereja selama berabad-abad karena statusnya yang dianggap sebagai bagian dari kitab Mazmur.
### Kesimpulan
Jadi, **"Gembala Menjaga Dombanya"** adalah hasil kolaborasi lintas abad. **Nahum Tate** memberikan "jiwa" melalui puisi yang puitis dan setia pada Alkitab, sementara **George F. Handel** (melalui adaptasi karya operanya) memberikan "tubuh" berupa musik yang megah dan penuh wibawa. Hingga hari ini, lagu ini tetap menjadi simbol utama pengumuman kabar sukacita Natal kepada orang-orang sederhanaβpara gembalaβdi padang sunyi.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
KJ 95b, MK 26a, NP 50, NKI 46
95
Gembala Waktu Malam G'lap
26
Gembala waktu malam g'lap
46
Pada Malam Gembala Jaga
50
Gembala Menjaga Dombanya
86
O, Datang Imanuel
87
Betapa Besar Girangnya
88
Dunia Gemar dan Soraklah
89
Kau Telah Tinggalkan Sorga Mulia
90
Dengar Malaikat Nyanyi
91
Dengar Malak Memuji
92
Hai, Malaikat dari Sorga
93
Hai Bangkitlah! Sambut Hari Mulia
94
Di Dalam Palungan - I
95
Di Dalam Palungan - II
96
Tuhanku di Palungan
97
Siapa yang di Palungan
98
Siapakah Bayi yang Tertidur
99
Bayi Kudus, Bayi Lembut
100
Kota Kecil Betlehem
101
Dahulu di Kota Daud
102
Tidur Lelap Bethlehem
103
Kami Majus dari Timur
104
Lahirnya Seorang Raja
105
Di Malam Sunyi Nan Cerah
106
Beritakanlah Di Gunung
107
Berita Natal Yang Pertama
108
Hai, Mari Berhimpun
109
Mari Tuturkan Kisah Yesus
110
Aku Tak Tahu
111
Bunyi Bel
112
O Malam Kudus
113
Malam Kudus
114
Imanuel
116
Kasih Penebusan
117
Nama Yang Terindah
118
Yesus Mencariku