KPPK
O Malam Kudus
O Holy Night
112
Nomor
Kode
KPPK 112
Buku
Kidung Puji-Pujian Kristen
Tematik
Yesus Kristus - Kelahiran Yesus
Ketukan
KPJ 217, B ketuk
Metronom
0
Jumlah Bait
3 bait
Cross Ref.
PPK 52, MK 52
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
1
Malam kudus, bintang terang merata, inilah hari lahir Sang Kristus.
Bumi merana dan penuh durhaka, datang Tuhan limpahkan kasih-Nya,
Bayi Yesus berbaring di palungan, datanglah kalam jadi manusia.
Hai, bertelut, dengar malaikat sorga,
malam kudus, malam Kristus lahir,
malam kudus, malam Kristus lahir.
2
Orang majus, dipimpin oleh bintang, menyambut bayi di malaf tidur.
Bintang terang yang menunjukkan jalan, mengantar dari benua timur,
Raja di raja lahir dalam dunia, Ia lahir untuk slamatkan kita.
3
Amat senang, hari cerah nan mulia, Ia kan datang dan bertakhta pula.
Umat semua bersama memuji Dia, memasyhurkan Raja Mahamulia,
terbit fajar timbullah pengharapan, seluruh alam jadi cemerlang.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Kisah di Balik Lagu
Kisah di balik lagu Natal klasik **"O Holy Night"** (yang dalam bahasa Prancis berjudul *"Cantique de NoΓ«l"* dan sering dikenal sebagai "Dalu Santi" dalam beberapa adaptasi lokal) adalah kisah yang sangat kontras. Lagu ini lahir dari kolaborasi dua orang yang tidak memiliki latar belakang religius yang kuat, namun berhasil menciptakan salah satu lagu Natal paling spiritual sepanjang masa.
Berikut adalah detail kisah di baliknya:
### 1. Penulis Lirik: Placide Cappeau (1847)
Pada tahun 1847, Placide Cappeau adalah seorang pedagang anggur dari kota Roquemaure, Prancis. Ia adalah seorang pria yang dikenal tidak terlalu religius. Suatu hari, saat ia sedang dalam perjalanan dengan kereta kuda menuju Paris, ia diminta oleh seorang pendeta setempat untuk menulis sebuah puisi untuk merayakan renovasi gereja di desanya.
Di tengah perjalanan itulah, Cappeau merenungkan kisah kelahiran Yesus dalam Injil Lukas. Ia membayangkan suasana malam kelahiran tersebut dan menulis lirik yang sangat emosional berjudul *"Minuit, chrΓ©tiens"* (Tengah Malam, Umat Kristiani). Lirik ini menekankan kerendahan hati kelahiran Yesus dan pesan persaudaraan universal.
### 2. Komposisi Musik: Adolphe Adam
Setelah menulis liriknya, Cappeau menyadari bahwa kata-kata tersebut membutuhkan musik yang megah. Ia kemudian meminta bantuan temannya, **Adolphe Adam**, seorang komposer musik klasik ternama di Paris yang juga merupakan seorang Yahudi (yang membuatnya tidak memiliki ikatan doktrin dengan perayaan Natal Kristen).
Meskipun berbeda latar belakang keyakinan, Adam terpesona dengan lirik Cappeau. Ia menulis musiknya dengan gaya opera yang dramatis dan megah, sesuai dengan permintaan Cappeau untuk menciptakan lagu yang bisa membangkitkan kekaguman pendengar. Lagu ini pun selesai pada tahun 1847.
### 3. Kontroversi dan Larangan
Lagu ini pertama kali dinyanyikan di Roquemaure pada Natal tahun 1847 oleh seorang penyanyi opera wanita. Namun, perjalanan lagu ini tidak mulus:
* **Penolakan Gereja:** Tak lama setelah lagu ini populer di Prancis, para pemimpin Gereja Katolik di Prancis memutuskan untuk melarang lagu ini. Alasannya bukan karena melodi atau liriknya, melainkan karena dua faktor:
1. **Latar belakang Cappeau:** Cappeau dikenal sebagai seseorang yang anti-klerikal (menentang kekuasaan gereja) dan memiliki pandangan politik kiri.
2. **Latar belakang Adolphe Adam:** Fakta bahwa lagu ini digubah oleh seorang Yahudi dianggap tidak pantas oleh otoritas gereja saat itu.
* Gereja menyatakan lagu ini "kurang memiliki rasa religius" dan dianggap tidak pantas untuk dinyanyikan di gereja.
### 4. Kebangkitan Lagu (John Sullivan Dwight)
Meskipun dilarang oleh gereja, rakyat Prancis tetap menyanyikan lagu ini di rumah dan di perayaan komunitas karena keindahannya yang luar biasa.
Lagu ini kemudian menyeberang ke Amerika Serikat melalui **John Sullivan Dwight**, seorang kritikus musik dan abolisionis (pendukung penghapusan perbudakan). Pada tahun 1855, Dwight menerjemahkan liriknya ke dalam bahasa Inggris.
Ada satu bagian lirik yang paling ikonik: *"Truly He taught us to love one another; His law is love and His gospel is peace."* (Sungguh Dia mengajar kita untuk saling mengasihi; hukum-Nya adalah kasih dan Injil-Nya adalah damai).
Dwight, yang merupakan pendukung kuat penghapusan perbudakan, sangat menyukai bagian ini karena pesan persaudaraan dan kebebasannya sangat relevan dengan ketegangan Perang Saudara Amerika yang akan segera terjadi. Versi Dwight inilah yang membuat lagu ini menjadi lagu Natal yang dicintai di dunia berbahasa Inggris.
### 5. Momen Bersejarah: "O Holy Night" di Radio
Lagu ini mencatat sejarah sebagai **salah satu lagu pertama yang disiarkan melalui radio**. Pada Malam Natal tahun 1906, Reginald Fessenden, seorang penemu asal Kanada, menyiarkan suara biolanya memainkan lagu "O Holy Night" di radio. Ini adalah siaran musik pertama di dunia yang dikirimkan melalui gelombang radio, menggantikan komunikasi kode Morse yang biasa digunakan saat itu.
### Mengapa lagu ini begitu abadi?
"O Holy Night" bertahan hingga sekarang bukan hanya karena melodi operanya yang megah, tetapi karena **pesan kemanusiaannya**. Terlepas dari kontroversi masa lalunya, lagu ini berhasil menyentuh sisi kemanusiaan yang paling dalamβtentang harapan, kasih, dan kesetaraan manusia di hadapan Tuhan, yang digubah oleh seorang penyair sekuler dan seorang komposer Yahudi.
Berikut adalah detail kisah di baliknya:
### 1. Penulis Lirik: Placide Cappeau (1847)
Pada tahun 1847, Placide Cappeau adalah seorang pedagang anggur dari kota Roquemaure, Prancis. Ia adalah seorang pria yang dikenal tidak terlalu religius. Suatu hari, saat ia sedang dalam perjalanan dengan kereta kuda menuju Paris, ia diminta oleh seorang pendeta setempat untuk menulis sebuah puisi untuk merayakan renovasi gereja di desanya.
Di tengah perjalanan itulah, Cappeau merenungkan kisah kelahiran Yesus dalam Injil Lukas. Ia membayangkan suasana malam kelahiran tersebut dan menulis lirik yang sangat emosional berjudul *"Minuit, chrΓ©tiens"* (Tengah Malam, Umat Kristiani). Lirik ini menekankan kerendahan hati kelahiran Yesus dan pesan persaudaraan universal.
### 2. Komposisi Musik: Adolphe Adam
Setelah menulis liriknya, Cappeau menyadari bahwa kata-kata tersebut membutuhkan musik yang megah. Ia kemudian meminta bantuan temannya, **Adolphe Adam**, seorang komposer musik klasik ternama di Paris yang juga merupakan seorang Yahudi (yang membuatnya tidak memiliki ikatan doktrin dengan perayaan Natal Kristen).
Meskipun berbeda latar belakang keyakinan, Adam terpesona dengan lirik Cappeau. Ia menulis musiknya dengan gaya opera yang dramatis dan megah, sesuai dengan permintaan Cappeau untuk menciptakan lagu yang bisa membangkitkan kekaguman pendengar. Lagu ini pun selesai pada tahun 1847.
### 3. Kontroversi dan Larangan
Lagu ini pertama kali dinyanyikan di Roquemaure pada Natal tahun 1847 oleh seorang penyanyi opera wanita. Namun, perjalanan lagu ini tidak mulus:
* **Penolakan Gereja:** Tak lama setelah lagu ini populer di Prancis, para pemimpin Gereja Katolik di Prancis memutuskan untuk melarang lagu ini. Alasannya bukan karena melodi atau liriknya, melainkan karena dua faktor:
1. **Latar belakang Cappeau:** Cappeau dikenal sebagai seseorang yang anti-klerikal (menentang kekuasaan gereja) dan memiliki pandangan politik kiri.
2. **Latar belakang Adolphe Adam:** Fakta bahwa lagu ini digubah oleh seorang Yahudi dianggap tidak pantas oleh otoritas gereja saat itu.
* Gereja menyatakan lagu ini "kurang memiliki rasa religius" dan dianggap tidak pantas untuk dinyanyikan di gereja.
### 4. Kebangkitan Lagu (John Sullivan Dwight)
Meskipun dilarang oleh gereja, rakyat Prancis tetap menyanyikan lagu ini di rumah dan di perayaan komunitas karena keindahannya yang luar biasa.
Lagu ini kemudian menyeberang ke Amerika Serikat melalui **John Sullivan Dwight**, seorang kritikus musik dan abolisionis (pendukung penghapusan perbudakan). Pada tahun 1855, Dwight menerjemahkan liriknya ke dalam bahasa Inggris.
Ada satu bagian lirik yang paling ikonik: *"Truly He taught us to love one another; His law is love and His gospel is peace."* (Sungguh Dia mengajar kita untuk saling mengasihi; hukum-Nya adalah kasih dan Injil-Nya adalah damai).
Dwight, yang merupakan pendukung kuat penghapusan perbudakan, sangat menyukai bagian ini karena pesan persaudaraan dan kebebasannya sangat relevan dengan ketegangan Perang Saudara Amerika yang akan segera terjadi. Versi Dwight inilah yang membuat lagu ini menjadi lagu Natal yang dicintai di dunia berbahasa Inggris.
### 5. Momen Bersejarah: "O Holy Night" di Radio
Lagu ini mencatat sejarah sebagai **salah satu lagu pertama yang disiarkan melalui radio**. Pada Malam Natal tahun 1906, Reginald Fessenden, seorang penemu asal Kanada, menyiarkan suara biolanya memainkan lagu "O Holy Night" di radio. Ini adalah siaran musik pertama di dunia yang dikirimkan melalui gelombang radio, menggantikan komunikasi kode Morse yang biasa digunakan saat itu.
### Mengapa lagu ini begitu abadi?
"O Holy Night" bertahan hingga sekarang bukan hanya karena melodi operanya yang megah, tetapi karena **pesan kemanusiaannya**. Terlepas dari kontroversi masa lalunya, lagu ini berhasil menyentuh sisi kemanusiaan yang paling dalamβtentang harapan, kasih, dan kesetaraan manusia di hadapan Tuhan, yang digubah oleh seorang penyair sekuler dan seorang komposer Yahudi.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
86
O, Datang Imanuel
87
Betapa Besar Girangnya
88
Dunia Gemar dan Soraklah
89
Kau Telah Tinggalkan Sorga Mulia
90
Dengar Malaikat Nyanyi
91
Dengar Malak Memuji
92
Hai, Malaikat dari Sorga
93
Hai Bangkitlah! Sambut Hari Mulia
94
Di Dalam Palungan - I
95
Di Dalam Palungan - II
96
Tuhanku di Palungan
97
Siapa yang di Palungan
98
Siapakah Bayi yang Tertidur
99
Bayi Kudus, Bayi Lembut
100
Kota Kecil Betlehem
101
Dahulu di Kota Daud
102
Tidur Lelap Bethlehem
103
Kami Majus dari Timur
104
Lahirnya Seorang Raja
105
Di Malam Sunyi Nan Cerah
106
Beritakanlah Di Gunung
107
Berita Natal Yang Pertama
108
Hai, Mari Berhimpun
109
Mari Tuturkan Kisah Yesus
110
Aku Tak Tahu
111
Bunyi Bel
113
Malam Kudus
114
Imanuel
115
Gembala Menjaga Dombanya
116
Kasih Penebusan
117
Nama Yang Terindah
118
Yesus Mencariku