KK
Tuntun Aku, Tuhan Allah
Guide Me, O Thou Great Jehovah
542
Nomor
Do=G
Nada Dasar
Kode
KK 542
Buku
Kidung Keesaan
Tematik
Hidup Dalam Tuntunan Tuhan
Nada Dasar
Do=G
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
84
Jumlah Bait
3 bait
Pencipta Lagu
John Hughes (1907)
Pencipta Syair
Peter Williams / William Williams (1771)
Penerjemah
Yamuger (1978)
Cross Ref.
KJ 412, NR 131, KK 542, KPJ 109
Syair / Lirik
3 bait
1
Tuntun aku, Tuhan Allah, lewat gurun dunia.
Kau perkasa dan setia; bimbing aku yang lemah.
Roti surga, Roti surga, puaskanlah jiwaku,
puaskanlah jiwaku.
2
Buka sumber Air Hidup, penyembuhan jiwaku,
dan berjalanlah di muka dengan tiang awanMu.
Juruslamat, Juruslamat, Kau Perisai hidupku,
Kau Perisai hidupku.
3
Pada batas Sungai Yordan hapuskanlah takutku.
Ya Penumpas kuasa maut, tuntun aku sertaMu.
Pujianku, pujianku bagiMu selamanya,
bagiMu selamanya.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
3 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Guide Me, O Thou Great Jehovah"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai *"Tuntun Aku, Tuhan Allah"* atau *"Pimpinlah, Ya Tuhan Allah"*) adalah salah satu himne (lagu rohani) paling ikonik dalam sejarah Kekristenan.
Kisah di balik lagu ini melibatkan perjalanan iman yang mendalam, pergumulan fisik, dan kolaborasi lintas generasi antara penulis lirik dan komposer. Berikut adalah detail kisahnya:
### 1. Penulis Lirik: William Williams (1717–1791)
Lirik asli lagu ini ditulis dalam bahasa Wales oleh **William Williams**, seorang pengkhotbah dan penyair terkenal dari Wales yang dikenal sebagai "Sweet Singer of Wales".
* **Latar Belakang:** Williams adalah tokoh kunci dalam *Kebangunan Rohani Methodist Wales* pada abad ke-18. Ia sering bepergian ribuan mil menunggang kuda untuk berkhotbah di berbagai desa.
* **Konteks Penulisan (1745):** Williams menulis lirik aslinya dengan judul *"Arglwydd, arwain trwy'r anialwch"* (Tuhan, pimpinlah melalui padang gurun). Lagu ini terinspirasi dari kisah perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian.
* **Makna:** Bagi Williams, hidup di dunia adalah sebuah "padang gurun" yang penuh dengan tantangan dan cobaan. Liriknya mencerminkan ketergantungan mutlak kepada Tuhan, yang diibaratkan sebagai tiang awan dan tiang api yang memimpin bangsa Israel.
### 2. Penerjemahan: Peter Williams
Lirik bahasa Wales tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh **Peter Williams** (tidak ada hubungan keluarga dengan William Williams) pada tahun 1771. Peter Williams adalah seorang penulis dan pengkhotbah Wales lainnya yang membantu mempopulerkan lirik ini di dunia berbahasa Inggris, sehingga lagu ini menjadi populer di Inggris dan Amerika Serikat.
### 3. Komposer Melodi: John Hughes (1873–1932)
Meskipun liriknya ditulis pada abad ke-18, melodi yang kita kenal sekarang baru lahir lebih dari 150 tahun kemudian.
* **Inspirasi di Stasiun Kereta:** Melodi yang sangat terkenal ini diberi nama **"Cwm Rhondda"** (Lembah Rhondda). Melodi ini diciptakan oleh **John Hughes**, seorang diaken di Gereja Baptis Salem di Llantwit Fardre, Wales.
* **Kisah Menarik:** Hughes bekerja di perusahaan kereta api di Lembah Rhondda. Konon, ia mendapatkan inspirasi melodi ini saat sedang berjalan menuju stasiun kereta. Ia terobsesi dengan gagasan tentang kuasa Tuhan yang memimpin kehidupan manusia, layaknya kereta api yang dipandu oleh rel.
* **Tujuan:** Melodi tersebut sebenarnya ditulis untuk festival nyanyian rohani di tahun 1907. Ketika melodi megah ini digabungkan dengan lirik William Williams, lagu tersebut meledak popularitasnya dan menjadi identitas budaya Wales.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Kuat?
Kekuatan lagu ini terletak pada tema **"Ziarah Iman"**. Beberapa elemen utamanya adalah:
1. **Pengakuan akan Kelemahan:** Bait pertama *"I am weak, but Thou art mighty"* (Aku lemah, namun Engkau Mahakuasa) menjadi pengakuan universal bagi setiap orang yang merasa tidak sanggup menghadapi tantangan hidup.
2. **Metafora Padang Gurun:** Gambaran Tuhan sebagai "roti surgawi" (*Bread of Heaven*) dan "penyegar jiwa" yang merujuk pada penyediaan manna dan air bagi bangsa Israel di padang gurun, memberikan penghiburan bagi mereka yang merasa "lapar" atau lelah secara spiritual.
3. **Harapan akan Akhir Perjalanan:** Bagian akhir lagu yang berbicara tentang menyeberangi "Sungai Yordan" (simbol kematian) dengan penuh kemenangan adalah klimaks iman yang sangat kuat, yang memberikan ketenangan bagi mereka yang mendekati ajal atau menghadapi ketakutan akan kematian.
### Warisan Lagu
* **Penggunaan Formal:** Lagu ini sering dinyanyikan dalam acara-acara kenegaraan Inggris dan Wales. Salah satu momen paling bersejarah adalah saat lagu ini dinyanyikan dalam pernikahan **Pangeran William dan Catherine Middleton** pada tahun 2011, serta pada pemakaman Putri Diana.
* **Simbol Wales:** Di Wales, lagu ini dianggap sebagai lagu kebangsaan kedua (di luar lagu kebangsaan resmi). Ia sering dinyanyikan dengan penuh semangat oleh para pendukung olahraga di stadion, menciptakan suasana yang menggugah jiwa.
**Kesimpulan:**
*Tuntun Aku, Tuhan Allah* bukan sekadar lagu pujian biasa. Ini adalah kolaborasi antara seorang pengkhotbah yang memahami penderitaan di jalanan Wales pada abad ke-18 dan seorang pekerja kereta api yang memahami pentingnya "bimbingan" dalam sebuah perjalanan. Hingga hari ini, lagu ini tetap menjadi doa bagi banyak orang yang sedang merasa tersesat dan membutuhkan bimbingan Tuhan dalam perjalanan hidup mereka.
Kisah di balik lagu ini melibatkan perjalanan iman yang mendalam, pergumulan fisik, dan kolaborasi lintas generasi antara penulis lirik dan komposer. Berikut adalah detail kisahnya:
### 1. Penulis Lirik: William Williams (1717–1791)
Lirik asli lagu ini ditulis dalam bahasa Wales oleh **William Williams**, seorang pengkhotbah dan penyair terkenal dari Wales yang dikenal sebagai "Sweet Singer of Wales".
* **Latar Belakang:** Williams adalah tokoh kunci dalam *Kebangunan Rohani Methodist Wales* pada abad ke-18. Ia sering bepergian ribuan mil menunggang kuda untuk berkhotbah di berbagai desa.
* **Konteks Penulisan (1745):** Williams menulis lirik aslinya dengan judul *"Arglwydd, arwain trwy'r anialwch"* (Tuhan, pimpinlah melalui padang gurun). Lagu ini terinspirasi dari kisah perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian.
* **Makna:** Bagi Williams, hidup di dunia adalah sebuah "padang gurun" yang penuh dengan tantangan dan cobaan. Liriknya mencerminkan ketergantungan mutlak kepada Tuhan, yang diibaratkan sebagai tiang awan dan tiang api yang memimpin bangsa Israel.
### 2. Penerjemahan: Peter Williams
Lirik bahasa Wales tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh **Peter Williams** (tidak ada hubungan keluarga dengan William Williams) pada tahun 1771. Peter Williams adalah seorang penulis dan pengkhotbah Wales lainnya yang membantu mempopulerkan lirik ini di dunia berbahasa Inggris, sehingga lagu ini menjadi populer di Inggris dan Amerika Serikat.
### 3. Komposer Melodi: John Hughes (1873–1932)
Meskipun liriknya ditulis pada abad ke-18, melodi yang kita kenal sekarang baru lahir lebih dari 150 tahun kemudian.
* **Inspirasi di Stasiun Kereta:** Melodi yang sangat terkenal ini diberi nama **"Cwm Rhondda"** (Lembah Rhondda). Melodi ini diciptakan oleh **John Hughes**, seorang diaken di Gereja Baptis Salem di Llantwit Fardre, Wales.
* **Kisah Menarik:** Hughes bekerja di perusahaan kereta api di Lembah Rhondda. Konon, ia mendapatkan inspirasi melodi ini saat sedang berjalan menuju stasiun kereta. Ia terobsesi dengan gagasan tentang kuasa Tuhan yang memimpin kehidupan manusia, layaknya kereta api yang dipandu oleh rel.
* **Tujuan:** Melodi tersebut sebenarnya ditulis untuk festival nyanyian rohani di tahun 1907. Ketika melodi megah ini digabungkan dengan lirik William Williams, lagu tersebut meledak popularitasnya dan menjadi identitas budaya Wales.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Kuat?
Kekuatan lagu ini terletak pada tema **"Ziarah Iman"**. Beberapa elemen utamanya adalah:
1. **Pengakuan akan Kelemahan:** Bait pertama *"I am weak, but Thou art mighty"* (Aku lemah, namun Engkau Mahakuasa) menjadi pengakuan universal bagi setiap orang yang merasa tidak sanggup menghadapi tantangan hidup.
2. **Metafora Padang Gurun:** Gambaran Tuhan sebagai "roti surgawi" (*Bread of Heaven*) dan "penyegar jiwa" yang merujuk pada penyediaan manna dan air bagi bangsa Israel di padang gurun, memberikan penghiburan bagi mereka yang merasa "lapar" atau lelah secara spiritual.
3. **Harapan akan Akhir Perjalanan:** Bagian akhir lagu yang berbicara tentang menyeberangi "Sungai Yordan" (simbol kematian) dengan penuh kemenangan adalah klimaks iman yang sangat kuat, yang memberikan ketenangan bagi mereka yang mendekati ajal atau menghadapi ketakutan akan kematian.
### Warisan Lagu
* **Penggunaan Formal:** Lagu ini sering dinyanyikan dalam acara-acara kenegaraan Inggris dan Wales. Salah satu momen paling bersejarah adalah saat lagu ini dinyanyikan dalam pernikahan **Pangeran William dan Catherine Middleton** pada tahun 2011, serta pada pemakaman Putri Diana.
* **Simbol Wales:** Di Wales, lagu ini dianggap sebagai lagu kebangsaan kedua (di luar lagu kebangsaan resmi). Ia sering dinyanyikan dengan penuh semangat oleh para pendukung olahraga di stadion, menciptakan suasana yang menggugah jiwa.
**Kesimpulan:**
*Tuntun Aku, Tuhan Allah* bukan sekadar lagu pujian biasa. Ini adalah kolaborasi antara seorang pengkhotbah yang memahami penderitaan di jalanan Wales pada abad ke-18 dan seorang pekerja kereta api yang memahami pentingnya "bimbingan" dalam sebuah perjalanan. Hingga hari ini, lagu ini tetap menjadi doa bagi banyak orang yang sedang merasa tersesat dan membutuhkan bimbingan Tuhan dalam perjalanan hidup mereka.
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
KJ 412, NR 131, KK 542, KPJ 109
412
Tuntun Aku, Tuhan Allah
109
Gusti Pangayom Kang Setya
131
Pimpin Aku, Tuhan Hua
Tema :
Hidup Dalam Tuntunan Tuhan
503
Bersama Yesus 'Ku Tetap Teguh
504
Adalah Seorang Menaburkan Benih
505
Bagai Kapal Yang Berlayar
506
Baht'ra Yang Dipandu Yesus
507
Berkilat Halilintar
508
Bintang Pandanganku
509
Di Dalam Suka
510
Di Jalanku Diiringi
511
Gembala Baik Bersuling Nan Merdu
512
Gembalaku Allah
513
Gembalaku Tuhan!
514
Andaikan Kasihmu Tidak Merangkulku
515
Hai, Jangan Sendirian
516
Hanya Tuhan Sumber Hikmat
517
Hujan Berkat 'Kan Tercurah
518
Janganlah Takut
519
Kasih Tuhanku
520
'Kau Perkasa, 'Ku Lemah
521
Kaulah, Ya Tuhan, Surya Hidupku
522
Kidung Yang Merdu Di Hatiku
523
'Ku Ingin Selalu Dekat Padamu
524
Kudaki Jalan Mulia
525
Kuperlukan Jurus'lamat
526
Makin Dekat, Tuhan
527
Seindah Siang Disinari Terang
528
Sejahtera Tuhan
529
Seperti Wanita Di Pinggir Sumur
530
Serahkan Pada Tuhan
531
Serahkanlah Segala Kuatirmu
532
Tak 'Ku Tahu 'Kan Hari Esok
533
Tenanglah Kini Hatiku
534
Tersembunyi Ujung Jalan
535
Tiap Langkahku
536
Tolong Aku, Tuhan
537
Tenteramlah, Hai Jiwaku
538
Tuhan, 'Kau Gembala Kami
539
Tuhan, Pimpin Anakmu
540
Tuhan Sambut Jiwaku
541
Tuhan Yesus Sahabatku
543
Ya Cah'ya Kasih, Jalanku Kelam
544
Ya Tuhan, Bimbing Aku
545
Yesus Kristus Kehidupan Dunia
546
Yesus Sayang Padaku