NP
Bapa Surgawi Mem'liharaku
My Heavenly Father Watches over Me
162
Nomor
Kode
NP 162
Buku
Nyanyian Pujian
Tematik
Pekerjaan Allah, Pimpinan dan Perlindungan
Metronom
0
Pencipta Lagu
Charles H. Gabriel
Pencipta Syair
W. C. Martin
Cross Ref.
NKB 128, KPPK 423
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
1
Kepada Allah aku berharap,
Di darat atau di laut yang gelap.
Setiap saat, Waktu penat,
Bapa Surgawi memliharaku.
Aku berharap pada Tuhanku,
Di ngarai atau waktu laut mendru;
Dalam topan aku aman:
Bapa Surgawi memliharaku.
2
Bunga di padang dipliharaNya;
Burung di langit pun dibimbingNya;
Barang tentu termasukku:
Bapa Surgawi memliharaku.
3
Walaupun jalanku jadi gelap,
Juru Slamatku tak pernah lelap.
Dengan tenang aku pulang;
Bapa Surgawi memliharaku.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
4 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Ku Berserah Kepada Allahku"** (judul asli bahasa Inggris: *His Eye Is on the Sparrow* atau dalam beberapa literatur merujuk pada *My Heavβnly Father Watches Over Me*) adalah salah satu himne Kristen yang paling dicintai di dunia.
Kisah di balik lagu ini sangat menyentuh karena lahir dari sebuah pengalaman nyata tentang **iman di tengah penderitaan yang hebat.**
Berikut adalah detail kisah di balik lagu yang ditulis oleh **Civilla D. Martin** (lirik) dan **Charles H. Gabriel** (musik) pada tahun 1905:
### 1. Pertemuan yang Mengubah Segalanya
Pada tahun 1905, Civilla D. Martin dan suaminya, seorang pengkhotbah bernama Dr. Walter Stillman Martin, sedang berkunjung ke Elmira, New York. Mereka menjalin persahabatan dengan pasangan suami istri yang lanjut usia, yaitu Bapak dan Ibu Doolittle.
Bapak dan Ibu Doolittle adalah sosok yang sangat inspiratif. Meskipun mereka menderita cacat fisik yang membuat mereka harus terbaring di tempat tidur selama bertahun-tahun, mereka tidak pernah mengeluh. Sebaliknya, mereka memiliki semangat hidup yang luar biasa dan iman yang teguh kepada Tuhan.
### 2. Pertanyaan yang Menjadi Inspirasi
Suatu hari, Civilla Martin bertanya kepada Ibu Doolittle bagaimana dia bisa tetap begitu ceria dan memiliki sukacita di tengah keterbatasan fisiknya yang luar biasa.
Dengan senyum yang tenang, Ibu Doolittle menjawab, **"His eye is on the sparrow, and I know He watches me."** (Mata-Nya tertuju pada burung pipit, dan aku tahu Dia juga memperhatikan aku).
Kalimat tersebut merujuk pada ayat Alkitab dalam **Matius 10:29-31**:
> *"Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun daripadanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu... Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit."*
### 3. Kelahiran Lirik Lagu
Civilla Martin sangat terkesan dengan jawaban sederhana namun mendalam tersebut. Ia merasa tersentuh oleh bagaimana seseorang yang "terkurung" secara fisik bisa memiliki kebebasan dan kedamaian jiwa karena meyakini perlindungan Tuhan yang sangat detail.
Segera setelah kunjungan tersebut, Civilla Martin menuliskan lirik lagu *His Eye Is on the Sparrow*. Lirik ini mencerminkan keyakinan bahwa jika Tuhan memelihara burung-burung kecil yang tidak berharga di mata manusia, maka Tuhan tentu akan menjaga manusia yang jauh lebih berharga bagi-Nya.
### 4. Peran Charles H. Gabriel
Setelah liriknya selesai, Civilla mengirimkan naskah tersebut kepada **Charles H. Gabriel**, seorang komposer musik gerejawi yang sangat produktif dan terkenal pada masa itu. Gabriel kemudian menciptakan melodi yang indah, lembut, dan penuh harapan untuk lirik tersebut.
Lagu ini kemudian diterbitkan dan menjadi salah satu lagu yang paling banyak dinyanyikan dalam berbagai kebaktian di seluruh dunia.
### Pesan Lagu
Lagu ini tidak hanya berbicara tentang perlindungan Tuhan secara umum, tetapi tentang **keintiman Tuhan dengan setiap individu.**
* **Bait pertama:** Mengakui bahwa Tuhan memperhatikan setiap detail kehidupan kita, bahkan saat kita merasa kesepian atau "terkurung" dalam masalah.
* **Refrein:** Menegaskan bahwa karena Tuhan memperhatikan burung pipit, kita bisa merasa tenang, bahagia, dan tidak perlu takut akan masa depan.
### Kesimpulan
Lagu "Ku Berserah Kepada Allahku" adalah pengingat bahwa iman yang sejati tidak diuji saat semuanya berjalan lancar, melainkan saat kita berada dalam keterbatasan. Lagu ini lahir dari bibir seorang wanita yang menderita, namun hatinya dipenuhi oleh keyakinan bahwa ia tidak pernah sendirian.
Di Indonesia, lagu ini menjadi salah satu nyanyian jemaat (NKB 119) yang sangat sering dinyanyikan sebagai penguat iman bagi mereka yang sedang menghadapi pergumulan berat.
Kisah di balik lagu ini sangat menyentuh karena lahir dari sebuah pengalaman nyata tentang **iman di tengah penderitaan yang hebat.**
Berikut adalah detail kisah di balik lagu yang ditulis oleh **Civilla D. Martin** (lirik) dan **Charles H. Gabriel** (musik) pada tahun 1905:
### 1. Pertemuan yang Mengubah Segalanya
Pada tahun 1905, Civilla D. Martin dan suaminya, seorang pengkhotbah bernama Dr. Walter Stillman Martin, sedang berkunjung ke Elmira, New York. Mereka menjalin persahabatan dengan pasangan suami istri yang lanjut usia, yaitu Bapak dan Ibu Doolittle.
Bapak dan Ibu Doolittle adalah sosok yang sangat inspiratif. Meskipun mereka menderita cacat fisik yang membuat mereka harus terbaring di tempat tidur selama bertahun-tahun, mereka tidak pernah mengeluh. Sebaliknya, mereka memiliki semangat hidup yang luar biasa dan iman yang teguh kepada Tuhan.
### 2. Pertanyaan yang Menjadi Inspirasi
Suatu hari, Civilla Martin bertanya kepada Ibu Doolittle bagaimana dia bisa tetap begitu ceria dan memiliki sukacita di tengah keterbatasan fisiknya yang luar biasa.
Dengan senyum yang tenang, Ibu Doolittle menjawab, **"His eye is on the sparrow, and I know He watches me."** (Mata-Nya tertuju pada burung pipit, dan aku tahu Dia juga memperhatikan aku).
Kalimat tersebut merujuk pada ayat Alkitab dalam **Matius 10:29-31**:
> *"Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun daripadanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu... Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit."*
### 3. Kelahiran Lirik Lagu
Civilla Martin sangat terkesan dengan jawaban sederhana namun mendalam tersebut. Ia merasa tersentuh oleh bagaimana seseorang yang "terkurung" secara fisik bisa memiliki kebebasan dan kedamaian jiwa karena meyakini perlindungan Tuhan yang sangat detail.
Segera setelah kunjungan tersebut, Civilla Martin menuliskan lirik lagu *His Eye Is on the Sparrow*. Lirik ini mencerminkan keyakinan bahwa jika Tuhan memelihara burung-burung kecil yang tidak berharga di mata manusia, maka Tuhan tentu akan menjaga manusia yang jauh lebih berharga bagi-Nya.
### 4. Peran Charles H. Gabriel
Setelah liriknya selesai, Civilla mengirimkan naskah tersebut kepada **Charles H. Gabriel**, seorang komposer musik gerejawi yang sangat produktif dan terkenal pada masa itu. Gabriel kemudian menciptakan melodi yang indah, lembut, dan penuh harapan untuk lirik tersebut.
Lagu ini kemudian diterbitkan dan menjadi salah satu lagu yang paling banyak dinyanyikan dalam berbagai kebaktian di seluruh dunia.
### Pesan Lagu
Lagu ini tidak hanya berbicara tentang perlindungan Tuhan secara umum, tetapi tentang **keintiman Tuhan dengan setiap individu.**
* **Bait pertama:** Mengakui bahwa Tuhan memperhatikan setiap detail kehidupan kita, bahkan saat kita merasa kesepian atau "terkurung" dalam masalah.
* **Refrein:** Menegaskan bahwa karena Tuhan memperhatikan burung pipit, kita bisa merasa tenang, bahagia, dan tidak perlu takut akan masa depan.
### Kesimpulan
Lagu "Ku Berserah Kepada Allahku" adalah pengingat bahwa iman yang sejati tidak diuji saat semuanya berjalan lancar, melainkan saat kita berada dalam keterbatasan. Lagu ini lahir dari bibir seorang wanita yang menderita, namun hatinya dipenuhi oleh keyakinan bahwa ia tidak pernah sendirian.
Di Indonesia, lagu ini menjadi salah satu nyanyian jemaat (NKB 119) yang sangat sering dinyanyikan sebagai penguat iman bagi mereka yang sedang menghadapi pergumulan berat.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
148
Yesus Bagaikan Gembala
149
Ku Bersandar pada Yang Kekal
150
Pimpin Aku, Allah Bapa
151
Pimpin Aku, Allah Bapa
152
Tuhan yang Memimpin Aku
153
Yesus, B'rilah Pimpinan
154
Berjalan SertaNya
155
Yesus, Cahaya Jiwaku
156
Tuhan Menuntun Hidupku
157
Tuhan Menjagamu
158
Tiap Hari, Tiap Jam
159
Yesus Kuperlukan
160
Mulia SetiaMu
161
Siang Sudah Lalu
163
Serta Tuhan
164
Naungan Jiwaku
165
Ya Allah, Kau Pertolongan