KPPK
Kupancarkan Keindahan-Mu
Let the Beauty of Jesus Be Seen in Me
295
Nomor
Kode
KPPK 295
Buku
Kidung Puji-Pujian Kristen
Tematik
Kehidupan Umat Kristen - Doa Dan Harapan
Metronom
58
Style
Orchestral6-8
Cross Ref.
KMM 112, NP 328
Syair / Lirik
1 bait
1
Let the beauty of Jesus be seen in me
all His wonderful passion and purity!
O Thou Spirit divine, all my nature refine,
till the beauty of Jesus be seen in me.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
2 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Yesus B'ri Kunampakkan"** (judul asli bahasa Inggris: ***"Let the Beauty of Jesus Be Seen in Me"***) adalah sebuah himne klasik yang sangat menyentuh karena kesederhanaan liriknya namun mendalam dalam maknanya.
Berikut adalah kisah di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Albert W. Osborne
Lirik lagu ini ditulis oleh **Albert W. Osborne** (1872–1951), seorang pria asal Inggris yang kemudian menetap di Amerika Serikat. Osborne bukanlah seorang musisi profesional, melainkan seorang praktisi yang sangat mendalami kehidupan kerohanian.
Ia menulis lirik ini dengan satu tujuan utama: **sebuah doa penyerahan diri**. Liriknya merefleksikan kerinduan seorang percaya agar karakter Kristus tidak hanya ada di dalam hati, tetapi terpancar melalui setiap tindakan, kata-kata, dan kehadiran dirinya.
Dalam bait-baitnya, Osborne menekankan bahwa "keindahan Yesus" tidak muncul melalui kecerdasan, harta, atau kemampuan diri, melainkan melalui **kerendahan hati, kasih, dan kesabaran**.
### 2. Komponis: Tom Jones
Lirik yang ditulis Osborne kemudian diberi melodi oleh **Tom Jones** (bukan penyanyi pop Tom Jones yang terkenal). Ia adalah seorang komposer musik gerejawi yang mahir menangkap suasana meditatif dari lirik tersebut.
Melodi yang dibuat Jones sangat melankolis namun tenang, yang sangat mendukung pesan utama lagu tersebut: sebuah momen hening antara manusia dan Tuhan untuk memohon "pembentukan karakter".
### 3. Latar Belakang Makna dan Pesan
Lagu ini diciptakan pada masa ketika gereja-gereja sangat menekankan pada "kekudusan hidup" (*holiness movement*). Inti dari pesan lagu ini terletak pada baris:
> *"Let the beauty of Jesus be seen in me / All His wonderful passion and purity"*
> (Biarkan keindahan Yesus tampak dalam diriku / Segala semangat dan kemurnian-Nya yang luar biasa)
**Poin-poin penting di balik lagu ini:**
* **Penyangkalan Diri:** Lagu ini didasarkan pada prinsip Alkitab di mana sang pengikut Kristus menyadari bahwa "dirinya sendiri" bukanlah apa-apa. Agar Kristus "tampak", maka "aku" harus berkurang.
* **Transformasi Karakter:** Penulis tidak berdoa agar Yesus melakukan mukjizat yang spektakuler melalui dirinya, melainkan agar karakter Yesus (kasih, kesabaran, kemurnian) menjadi gaya hidupnya sehari-hari.
* **Doa Sederhana:** Lagu ini menjadi sangat populer karena digunakan sebagai lagu penutup ibadah atau lagu saat perjamuan kudus. Ini adalah lagu yang sangat personal, seolah-olah si penyanyi sedang berbicara empat mata dengan Tuhan.
### 4. Relevansi Lagu Ini
Lagu ini tetap abadi karena menyentuh satu kebutuhan dasar setiap orang percaya: **kerinduan untuk menjadi serupa dengan Kristus.**
Di tengah dunia yang seringkali mementingkan pencitraan diri, lagu ini justru mengajak umat untuk kembali ke dasar: bahwa yang paling berharga untuk ditunjukkan kepada dunia bukanlah kehebatan kita, melainkan "keindahan Yesus" yang tercermin melalui karakter kita yang sudah diubahkan oleh kasih-Nya.
***
**Lirik yang ikonik (Refrain):**
*"Let the beauty of Jesus be seen in me,*
*All His wonderful passion and purity.*
*O Thou Spirit divine, all my nature refine,*
*Till the beauty of Jesus be seen in me."*
*(Oh, Roh Kudus yang ilahi, murnikanlah seluruh sifatku, sampai keindahan Yesus terlihat dalam diriku.)*
Berikut adalah kisah di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Albert W. Osborne
Lirik lagu ini ditulis oleh **Albert W. Osborne** (1872–1951), seorang pria asal Inggris yang kemudian menetap di Amerika Serikat. Osborne bukanlah seorang musisi profesional, melainkan seorang praktisi yang sangat mendalami kehidupan kerohanian.
Ia menulis lirik ini dengan satu tujuan utama: **sebuah doa penyerahan diri**. Liriknya merefleksikan kerinduan seorang percaya agar karakter Kristus tidak hanya ada di dalam hati, tetapi terpancar melalui setiap tindakan, kata-kata, dan kehadiran dirinya.
Dalam bait-baitnya, Osborne menekankan bahwa "keindahan Yesus" tidak muncul melalui kecerdasan, harta, atau kemampuan diri, melainkan melalui **kerendahan hati, kasih, dan kesabaran**.
### 2. Komponis: Tom Jones
Lirik yang ditulis Osborne kemudian diberi melodi oleh **Tom Jones** (bukan penyanyi pop Tom Jones yang terkenal). Ia adalah seorang komposer musik gerejawi yang mahir menangkap suasana meditatif dari lirik tersebut.
Melodi yang dibuat Jones sangat melankolis namun tenang, yang sangat mendukung pesan utama lagu tersebut: sebuah momen hening antara manusia dan Tuhan untuk memohon "pembentukan karakter".
### 3. Latar Belakang Makna dan Pesan
Lagu ini diciptakan pada masa ketika gereja-gereja sangat menekankan pada "kekudusan hidup" (*holiness movement*). Inti dari pesan lagu ini terletak pada baris:
> *"Let the beauty of Jesus be seen in me / All His wonderful passion and purity"*
> (Biarkan keindahan Yesus tampak dalam diriku / Segala semangat dan kemurnian-Nya yang luar biasa)
**Poin-poin penting di balik lagu ini:**
* **Penyangkalan Diri:** Lagu ini didasarkan pada prinsip Alkitab di mana sang pengikut Kristus menyadari bahwa "dirinya sendiri" bukanlah apa-apa. Agar Kristus "tampak", maka "aku" harus berkurang.
* **Transformasi Karakter:** Penulis tidak berdoa agar Yesus melakukan mukjizat yang spektakuler melalui dirinya, melainkan agar karakter Yesus (kasih, kesabaran, kemurnian) menjadi gaya hidupnya sehari-hari.
* **Doa Sederhana:** Lagu ini menjadi sangat populer karena digunakan sebagai lagu penutup ibadah atau lagu saat perjamuan kudus. Ini adalah lagu yang sangat personal, seolah-olah si penyanyi sedang berbicara empat mata dengan Tuhan.
### 4. Relevansi Lagu Ini
Lagu ini tetap abadi karena menyentuh satu kebutuhan dasar setiap orang percaya: **kerinduan untuk menjadi serupa dengan Kristus.**
Di tengah dunia yang seringkali mementingkan pencitraan diri, lagu ini justru mengajak umat untuk kembali ke dasar: bahwa yang paling berharga untuk ditunjukkan kepada dunia bukanlah kehebatan kita, melainkan "keindahan Yesus" yang tercermin melalui karakter kita yang sudah diubahkan oleh kasih-Nya.
***
**Lirik yang ikonik (Refrain):**
*"Let the beauty of Jesus be seen in me,*
*All His wonderful passion and purity.*
*O Thou Spirit divine, all my nature refine,*
*Till the beauty of Jesus be seen in me."*
*(Oh, Roh Kudus yang ilahi, murnikanlah seluruh sifatku, sampai keindahan Yesus terlihat dalam diriku.)*
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
267
Yang Letih Datanglah pada-Nya
268
Adakah Namaku di Buku Hayat-Mu?
269
Kehendak Tuhan Jadilah
270
Penuhiku dengan Firman-Mu
271
Lebih Kasihi-Mu, O Tuhanku
272
Penuhilah Pialaku
273
Doa Bapa Kami
274
Sucikan Hatiku, O Tuhanku
275
Tunjukkan Jalan-Mu O, Tuhanku
276
'Ku Mau Setia
277
Kumohon Bagimu
278
Saat Kau Berdoa
279
Memperkenankan Hati Tuhan
280
Dengar Doa Anak-Mu, Tuhan
281
Sandar pada Tuhan, Menang 'kan Seteru
282
Bukan Aku, Namun Kristus Tuhanku
283
Lebih Dekat pada-Mu
284
Tuhan, Kucinta-Mu Lord,
285
Domba Allah, Ajarkanlah Firman-Mu
286
Janganlah Kau Tinggalkanku
287
Indahnya Saat Berdoa
288
Setiap Saat
289
Semoga 'Ku Memuji Dia
290
Buka Mataku, Tuhan
291
'Ku Mau Serupa Tuhan
292
Seperti Yesus
293
Hatiku Merindukan Yesus
294
Bukakan Mataku, Tuhan