KPPK
'Ku Mau Setia
I Would Be True
276
Nomor
Kode
KPPK 276
Buku
Kidung Puji-Pujian Kristen
Tematik
Kehidupan Umat Kristen - Doa Dan Harapan
Metronom
0
Cross Ref.
NKB 193, BLP 215
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
1
Ku mau setia, karna ku dipercaya,
ku mau suci, karna ku dikasih.
Ku mau teguh, tuk tanggung sgala drita,
dengan pasti, menang kan seteru,
dengan pasti, menang kan seteru.
2
Ku mau cinta, pada mreka yang susah,
ku mau membri dengan rela hati.
Ku mau rendah, karna ku tak sempurna,
ku mau ikut, teladan Tuhanku,
ku mau ikut, teladan Tuhanku.
3
Ku mau kasih, karna Ia kasihiku,
kuserahkan harta dan milikku.
Ku bersyukur, Ia mati menggantiku,
ku mau puji, rahmat-Nya ku dibri,
ku mau puji, rahmat-Nya ku dibri.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
3 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Aku Hendak Tetap Berhati Tulus"** (judul asli bahasa Inggris: *I Would Be True*) adalah salah satu lagu rohani yang paling mendalam maknanya karena lahir dari sebuah keinginan tulus seorang pemuda untuk hidup dengan integritas di tengah dunia yang penuh godaan.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Latar Belakang Penulis: Howard Arnold Walter
Lagu ini bukan ditulis oleh seorang pengkhotbah tua yang sudah mapan, melainkan oleh seorang pemuda bernama **Howard Arnold Walter** (1883β1918).
Walter adalah seorang sarjana, penulis, dan pengajar muda yang cerdas. Pada tahun 1906, ia baru saja lulus dari Universitas Princeton. Di masa mudanya, ia merenungkan bagaimana seorang pengikut Kristus harus menjalani hidup di tengah masyarakat yang kompleks.
### 2. Awal Mula: Sebuah Puisi untuk Ibunya
Pada tahun 1906, saat Walter berusia 23 tahun, ia menulis sebuah puisi berjudul *"My Creed"* (Pengakuan Imanku). Puisi ini sebenarnya bukan dimaksudkan untuk menjadi lagu gerejawi pada awalnya. Walter menulisnya sebagai **ungkapan isi hatinya kepada ibunya**. Ia ingin menyampaikan komitmen pribadinya kepada Tuhan dan bagaimana ia ingin bersikap terhadap sesama manusia.
Puisi tersebut sangat pribadi, jujur, dan tidak bertele-tele. Bait-baitnya mencerminkan keinginan untuk menjadi orang yang bisa dipercaya, berani, jujur, dan penuh kasih.
### 3. Perjalanan Menjadi Lagu
Setelah ditulis, puisi tersebut dimuat dalam majalah *Harperβs Bazaar* pada tahun 1907. Seseorang yang membaca puisi tersebut merasa bahwa kata-katanya sangat kuat dan sangat cocok untuk dinyanyikan sebagai sebuah doa atau pernyataan iman.
Akhirnya, puisi ini ditemukan oleh seorang musisi bernama **Joseph Yates Peek**. Peek kemudian menggubah melodi lagu tersebut. Ia merasa irama yang tenang dan khusyuk sangat cocok dengan kata-kata Walter yang rendah hati. Sejak saat itu, puisi tersebut dikenal di seluruh dunia sebagai himne/lagu rohani dengan judul *I Would Be True*.
### 4. Makna di Balik Liriknya
Setiap bait dari lagu ini adalah sebuah "janji" atau "resolusi" pribadi:
* **"Aku hendak tetap berhati tulus, karena ada yang percaya padaku"**: Ini adalah pengakuan akan tanggung jawab. Walter menyadari bahwa integritasnya tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, tetapi juga karena ada orang lain (Tuhan, orang tua, dan sesama) yang menaruh harapan kepadanya.
* **"Aku hendak tetap suci, karena ada yang peduli"**: Ini menekankan bahwa kemurnian hidup bukan sekadar aturan, melainkan bentuk penghormatan kepada mereka yang mengasihi kita.
* **"Aku hendak tetap kuat, karena ada yang menderita"**: Ini adalah sentuhan empati sosial. Walter ingin menjadi kuat bukan untuk kesombongan, melainkan agar bisa menopang mereka yang sedang lemah.
* **"Aku hendak tetap berani, karena ada yang harus dicapai"**: Ini adalah tentang visi dan tujuan hidup.
### 5. Akhir Hayat yang Singkat
Sangat mengharukan mengetahui bahwa penulis lagu ini, Howard Arnold Walter, meninggal dunia pada usia yang sangat muda, yaitu 35 tahun, akibat flu Spanyol (pandemi tahun 1918) saat ia sedang bekerja sebagai misionaris di Jepang.
Meskipun hidupnya singkat, lirik yang ia tulis di usia 23 tahun telah menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia. Lagu ini sering dinyanyikan dalam upacara wisuda, kebaktian pemuda, hingga ibadah Minggu, karena liriknya dianggap sebagai "pedoman hidup" (life creed) yang tak lekang oleh waktu.
### Kesimpulan
Lagu "Aku Hendak Tetap Berhati Tulus" bukan sekadar lagu pujian biasa, melainkan sebuah **proklamasi integritas**. Lagu ini mengingatkan kita bahwa di dunia yang sering kali mengaburkan batasan antara benar dan salah, seorang individu tetap bisa memilih untuk berjalan dengan tulus, suci, kuat, dan berani, semata-mata karena ada kasih Tuhan dan harapan dari sesama yang harus dijaga.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Latar Belakang Penulis: Howard Arnold Walter
Lagu ini bukan ditulis oleh seorang pengkhotbah tua yang sudah mapan, melainkan oleh seorang pemuda bernama **Howard Arnold Walter** (1883β1918).
Walter adalah seorang sarjana, penulis, dan pengajar muda yang cerdas. Pada tahun 1906, ia baru saja lulus dari Universitas Princeton. Di masa mudanya, ia merenungkan bagaimana seorang pengikut Kristus harus menjalani hidup di tengah masyarakat yang kompleks.
### 2. Awal Mula: Sebuah Puisi untuk Ibunya
Pada tahun 1906, saat Walter berusia 23 tahun, ia menulis sebuah puisi berjudul *"My Creed"* (Pengakuan Imanku). Puisi ini sebenarnya bukan dimaksudkan untuk menjadi lagu gerejawi pada awalnya. Walter menulisnya sebagai **ungkapan isi hatinya kepada ibunya**. Ia ingin menyampaikan komitmen pribadinya kepada Tuhan dan bagaimana ia ingin bersikap terhadap sesama manusia.
Puisi tersebut sangat pribadi, jujur, dan tidak bertele-tele. Bait-baitnya mencerminkan keinginan untuk menjadi orang yang bisa dipercaya, berani, jujur, dan penuh kasih.
### 3. Perjalanan Menjadi Lagu
Setelah ditulis, puisi tersebut dimuat dalam majalah *Harperβs Bazaar* pada tahun 1907. Seseorang yang membaca puisi tersebut merasa bahwa kata-katanya sangat kuat dan sangat cocok untuk dinyanyikan sebagai sebuah doa atau pernyataan iman.
Akhirnya, puisi ini ditemukan oleh seorang musisi bernama **Joseph Yates Peek**. Peek kemudian menggubah melodi lagu tersebut. Ia merasa irama yang tenang dan khusyuk sangat cocok dengan kata-kata Walter yang rendah hati. Sejak saat itu, puisi tersebut dikenal di seluruh dunia sebagai himne/lagu rohani dengan judul *I Would Be True*.
### 4. Makna di Balik Liriknya
Setiap bait dari lagu ini adalah sebuah "janji" atau "resolusi" pribadi:
* **"Aku hendak tetap berhati tulus, karena ada yang percaya padaku"**: Ini adalah pengakuan akan tanggung jawab. Walter menyadari bahwa integritasnya tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, tetapi juga karena ada orang lain (Tuhan, orang tua, dan sesama) yang menaruh harapan kepadanya.
* **"Aku hendak tetap suci, karena ada yang peduli"**: Ini menekankan bahwa kemurnian hidup bukan sekadar aturan, melainkan bentuk penghormatan kepada mereka yang mengasihi kita.
* **"Aku hendak tetap kuat, karena ada yang menderita"**: Ini adalah sentuhan empati sosial. Walter ingin menjadi kuat bukan untuk kesombongan, melainkan agar bisa menopang mereka yang sedang lemah.
* **"Aku hendak tetap berani, karena ada yang harus dicapai"**: Ini adalah tentang visi dan tujuan hidup.
### 5. Akhir Hayat yang Singkat
Sangat mengharukan mengetahui bahwa penulis lagu ini, Howard Arnold Walter, meninggal dunia pada usia yang sangat muda, yaitu 35 tahun, akibat flu Spanyol (pandemi tahun 1918) saat ia sedang bekerja sebagai misionaris di Jepang.
Meskipun hidupnya singkat, lirik yang ia tulis di usia 23 tahun telah menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia. Lagu ini sering dinyanyikan dalam upacara wisuda, kebaktian pemuda, hingga ibadah Minggu, karena liriknya dianggap sebagai "pedoman hidup" (life creed) yang tak lekang oleh waktu.
### Kesimpulan
Lagu "Aku Hendak Tetap Berhati Tulus" bukan sekadar lagu pujian biasa, melainkan sebuah **proklamasi integritas**. Lagu ini mengingatkan kita bahwa di dunia yang sering kali mengaburkan batasan antara benar dan salah, seorang individu tetap bisa memilih untuk berjalan dengan tulus, suci, kuat, dan berani, semata-mata karena ada kasih Tuhan dan harapan dari sesama yang harus dijaga.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
267
Yang Letih Datanglah pada-Nya
268
Adakah Namaku di Buku Hayat-Mu?
269
Kehendak Tuhan Jadilah
270
Penuhiku dengan Firman-Mu
271
Lebih Kasihi-Mu, O Tuhanku
272
Penuhilah Pialaku
273
Doa Bapa Kami
274
Sucikan Hatiku, O Tuhanku
275
Tunjukkan Jalan-Mu O, Tuhanku
277
Kumohon Bagimu
278
Saat Kau Berdoa
279
Memperkenankan Hati Tuhan
280
Dengar Doa Anak-Mu, Tuhan
281
Sandar pada Tuhan, Menang 'kan Seteru
282
Bukan Aku, Namun Kristus Tuhanku
283
Lebih Dekat pada-Mu
284
Tuhan, Kucinta-Mu Lord,
285
Domba Allah, Ajarkanlah Firman-Mu
286
Janganlah Kau Tinggalkanku
287
Indahnya Saat Berdoa
288
Setiap Saat
289
Semoga 'Ku Memuji Dia
290
Buka Mataku, Tuhan
291
'Ku Mau Serupa Tuhan
292
Seperti Yesus
293
Hatiku Merindukan Yesus
294
Bukakan Mataku, Tuhan
295
Kupancarkan Keindahan-Mu