NP
Yang Kami Baktikan
We Give Thee but Thine Own
294
Nomor
Kode
NP 294
Buku
Nyanyian Pujian
Tematik
Umat Allah, Pelayanan dan Pengabdian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Joseph Barnby
Pencipta Syair
William W. How
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
1
Yang kami baktikan
Tak lain milikMu,
Yang olehMu dititipkan
Kepada hambaMu.
2
Hiburlah yang sedih,
Kuatkan yang lesu,
Asuhlah yatim yang sepi
Itulah printahMu.
3
Rantai diputuskan,
Dan orang yang sesat
Diantar ke jalan Tuhan
Demi Juru Slamat.
4
Dan kami percaya
Kepada firmanMu:
Menolong orang yang hina,
Itu pun bagimu. Amin.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Yang Kami Baktikan"** (judul asli: *We Give Thee but Thine Own*) adalah salah satu himne (kidung gerejawi) yang paling dikenal di dunia. Lagu ini bukan sekadar melodi indah, melainkan sebuah refleksi teologis yang mendalam tentang konsep **stewardship** atau "penatalayanan" (pengelolaan hidup).
Berikut adalah kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: William Walsham How (1823β1897)
William Walsham How adalah seorang uskup Gereja Inggris yang dikenal karena dedikasinya kepada kaum miskin di daerah kumuh London (East End). Ia menulis puisi ini pada tahun **1858** untuk sebuah buku himne yang disusun oleh Thomas Morrell.
**Latar Belakang Penulisan:**
How menulis lirik ini dengan satu tujuan utama: untuk mengingatkan jemaat bahwa segala sesuatu yang manusia miliki di dunia iniβharta, bakat, waktu, dan nyawaβbukanlah milik pribadi, melainkan titipan dari Tuhan.
Inti dari lagu ini berakar pada ayat Alkitab **1 Tawarikh 29:14**: *"Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu."*
How ingin menekankan bahwa ketika kita memberikan persembahan atau beramal, kita sebenarnya tidak memberikan "milik kita", melainkan **mengembalikan** apa yang telah Tuhan percayakan kepada kita.
### 2. Komponis: Joseph Barnby (1838β1896)
Musik yang kita kenal sekarang digubah oleh Sir Joseph Barnby pada tahun **1861**. Barnby adalah seorang komponis dan dirigen Inggris yang sangat produktif. Ia menciptakan melodi ini (yang diberi nama irama **"Schumann"** atau **"Kirkpatrick"**) agar lirik karya How tersebut mudah dinyanyikan oleh jemaat awam dengan khidmat.
Barnby dikenal memiliki kemampuan untuk membuat melodi yang mendukung emosi lirik. Dalam lagu ini, nadanya cenderung tenang dan reflektif, memungkinkan setiap kata dalam bait liriknya meresap ke dalam hati jemaat.
### 3. Makna Mendalam dalam Lirik
Lagu ini sangat kuat karena membawa jemaat melalui perjalanan pemikiran:
* **Bait 1 & 2:** Mengakui bahwa semua harta dan talenta yang kita miliki adalah milik Tuhan. Kita hanyalah pengelola.
* **Bait 3:** Mengingatkan bahwa Tuhan tidak hanya melihat uang, tetapi juga "hati yang tulus".
* **Bait 4:** Membahas tentang tanggung jawab sosial. "Memberi makan yang lapar, menghibur yang menderita" adalah cara nyata untuk melayani Tuhan. Ini mencerminkan pelayanan nyata Uskup How kepada masyarakat miskin di London.
* **Bait Terakhir:** Menutup dengan komitmen bahwa pengabdian ini dilakukan bukan karena kewajiban, melainkan sebagai respons atas kasih Tuhan.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?
Sejak diterbitkan, "We Give Thee but Thine Own" menjadi lagu wajib dalam ibadah persembahan di banyak denominasi gereja di seluruh dunia. Alasan utamanya:
* **Kesederhanaan Teologis:** Lagu ini tidak rumit. Ia menjawab pertanyaan eksistensial: "Apa gunanya hidup kita?" Jawabannya: "Untuk memuliakan Sang Pemberi Hidup melalui pelayanan kepada sesama."
* **Pengingat Kerendahan Hati:** Di dunia yang sering kali mengagungkan kepemilikan pribadi, lagu ini berfungsi sebagai pengingat (reminding) yang lembut bahwa kita hanyalah "steward" atau pengelola.
### Terjemahan ke Bahasa Indonesia
Di Indonesia, lagu ini masuk dalam buku "Kidung Jemaat" (KJ 359) dengan judul **"Yang Kami Baktikan"**. Terjemahannya tetap menjaga semangat aslinya, yaitu pengakuan bahwa apa pun yang kita berikan kepada Tuhan, hanyalah sebagian kecil dari apa yang telah Tuhan berikan kepada kita.
**Kesimpulan:**
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **kerelaan**. William Walsham How tidak menulisnya untuk pamer teologi, melainkan sebagai sebuah doa bagi jemaat agar mereka tidak menjadi kikir, baik secara harta maupun kasih, karena mereka sadar bahwa segalanya berasal dari tangan Tuhan yang murah hati.
Berikut adalah kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: William Walsham How (1823β1897)
William Walsham How adalah seorang uskup Gereja Inggris yang dikenal karena dedikasinya kepada kaum miskin di daerah kumuh London (East End). Ia menulis puisi ini pada tahun **1858** untuk sebuah buku himne yang disusun oleh Thomas Morrell.
**Latar Belakang Penulisan:**
How menulis lirik ini dengan satu tujuan utama: untuk mengingatkan jemaat bahwa segala sesuatu yang manusia miliki di dunia iniβharta, bakat, waktu, dan nyawaβbukanlah milik pribadi, melainkan titipan dari Tuhan.
Inti dari lagu ini berakar pada ayat Alkitab **1 Tawarikh 29:14**: *"Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu."*
How ingin menekankan bahwa ketika kita memberikan persembahan atau beramal, kita sebenarnya tidak memberikan "milik kita", melainkan **mengembalikan** apa yang telah Tuhan percayakan kepada kita.
### 2. Komponis: Joseph Barnby (1838β1896)
Musik yang kita kenal sekarang digubah oleh Sir Joseph Barnby pada tahun **1861**. Barnby adalah seorang komponis dan dirigen Inggris yang sangat produktif. Ia menciptakan melodi ini (yang diberi nama irama **"Schumann"** atau **"Kirkpatrick"**) agar lirik karya How tersebut mudah dinyanyikan oleh jemaat awam dengan khidmat.
Barnby dikenal memiliki kemampuan untuk membuat melodi yang mendukung emosi lirik. Dalam lagu ini, nadanya cenderung tenang dan reflektif, memungkinkan setiap kata dalam bait liriknya meresap ke dalam hati jemaat.
### 3. Makna Mendalam dalam Lirik
Lagu ini sangat kuat karena membawa jemaat melalui perjalanan pemikiran:
* **Bait 1 & 2:** Mengakui bahwa semua harta dan talenta yang kita miliki adalah milik Tuhan. Kita hanyalah pengelola.
* **Bait 3:** Mengingatkan bahwa Tuhan tidak hanya melihat uang, tetapi juga "hati yang tulus".
* **Bait 4:** Membahas tentang tanggung jawab sosial. "Memberi makan yang lapar, menghibur yang menderita" adalah cara nyata untuk melayani Tuhan. Ini mencerminkan pelayanan nyata Uskup How kepada masyarakat miskin di London.
* **Bait Terakhir:** Menutup dengan komitmen bahwa pengabdian ini dilakukan bukan karena kewajiban, melainkan sebagai respons atas kasih Tuhan.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?
Sejak diterbitkan, "We Give Thee but Thine Own" menjadi lagu wajib dalam ibadah persembahan di banyak denominasi gereja di seluruh dunia. Alasan utamanya:
* **Kesederhanaan Teologis:** Lagu ini tidak rumit. Ia menjawab pertanyaan eksistensial: "Apa gunanya hidup kita?" Jawabannya: "Untuk memuliakan Sang Pemberi Hidup melalui pelayanan kepada sesama."
* **Pengingat Kerendahan Hati:** Di dunia yang sering kali mengagungkan kepemilikan pribadi, lagu ini berfungsi sebagai pengingat (reminding) yang lembut bahwa kita hanyalah "steward" atau pengelola.
### Terjemahan ke Bahasa Indonesia
Di Indonesia, lagu ini masuk dalam buku "Kidung Jemaat" (KJ 359) dengan judul **"Yang Kami Baktikan"**. Terjemahannya tetap menjaga semangat aslinya, yaitu pengakuan bahwa apa pun yang kita berikan kepada Tuhan, hanyalah sebagian kecil dari apa yang telah Tuhan berikan kepada kita.
**Kesimpulan:**
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **kerelaan**. William Walsham How tidak menulisnya untuk pamer teologi, melainkan sebagai sebuah doa bagi jemaat agar mereka tidak menjadi kikir, baik secara harta maupun kasih, karena mereka sadar bahwa segalanya berasal dari tangan Tuhan yang murah hati.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
289
Hai Dengar Suara Yesus
290
Mari Bekerja S'karang
291
Mari Kumpulkan
292
Antarkan, Masukkan
293
Ya, Tuhan T'lah Datang
295
Pimpinlah HambaMu
296
Jiwa Raga Kubaktikan
297
Jiwa Raga Kubaktikan
298
Berita Baik
299
B'ri yang Terbaik
300
Kau Sanggupkah? Tanya Jesus
301
Banyakkan Kasihku
302
Persembahan Hati
303
HambaMu Mohon Pimpinan
304
Kus'rahkan HidupKu Karnamu
305
Tuhan, BagiMu
306
Pikul Salib