Bekasi, Cikarang & Karawang
146
Nomor
Kode
NP 146
Buku
Nyanyian Pujian
Tematik
Pekerjaan Allah, Undangan dan Penerimaan
Metronom
0
Pencipta Lagu
Edwin O. Excell
Pencipta Syair
John Bush Addison
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
1
Ada Orang di pintu, Sam...butlah! Lama Ia menunggu, Sam...butlah! Jangan biarkan pergi; Sambut Yang Mahasuci, Anak Bapa, Almasih, Sam...butlah!
2
Buka pintu hatimu, Sam...butlah! Jangan lagi bertangguh, Sam...butlah! Dialah Sahabatmu dan Pelindung jiwamu Yang setiawan slalu; Sam...butlah!
3
O dengarlah suaraNya, Sam...butlah! Kini pilihlah Dia, Sam...butlah! Sukacita yang baka DiberikanNya segra; Muliakanlah namaNya, Sam...butlah!
4
Trima Tamu surgawi, Sam...butlah! Karunia ilahi, Sam...butlah! Dosamu diampuni Dan kelak engkau dibri Masuk surga abadi; Sam...butlah!
Partitur / Not
Partitur Chord NP 146
Klik untuk zoom

Partitur chord belum tersedia

Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Sambutlah!"** atau dalam bahasa Inggris berjudul asli **"There’s a Stranger at the Door"** adalah salah satu lagu rohani klasik yang memiliki pesan mendalam tentang kerendahan hati, keterbukaan hati, dan undangan spiritual.

Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:

### 1. Penulis dan Komposer
Lagu ini merupakan kolaborasi antara dua tokoh penting dalam musik gerejawi era akhir abad ke-19:
* **Lirik:** Ditulis oleh **John Bush Addison** (beberapa sumber menyebutkan nama *J.B.A* atau *John B. Addison*).
* **Musik:** Digubah oleh **Edwin Othello Excell** (1851–1921).

Edwin O. Excell sendiri adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam dunia musik Kristen di Amerika Serikat. Ia adalah seorang penyanyi bariton, penerbit musik, dan komposer yang sangat produktif. Ia sering bekerja sama dengan penginjil ternama seperti Billy Sunday. Musik-musik karya Excell dikenal memiliki melodi yang mudah diingat, hangat, dan menggugah emosi, yang membuatnya sangat populer di pertemuan-pertemuan kebangunan rohani (*revival meetings*) saat itu.

### 2. Inspirasi Alkitabiah
Lagu ini didasarkan pada salah satu ayat paling terkenal dalam Kitab Wahyu di Perjanjian Baru:

> *"Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetuk; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku."* (**Wahyu 3:20**)

Metafora "Orang Asing di Pintu" menggambarkan Kristus yang datang dengan lembut, tidak memaksa, tetapi menunggu untuk diundang masuk ke dalam hati manusia.

### 3. Makna di Balik Lagu
Secara mendalam, lagu ini menceritakan tentang:
* **Ketukan yang Lembut:** Dalam lagu ini, "Stranger" atau "Orang Asing" bukanlah ancaman, melainkan tamu ilahi yang datang membawa keselamatan dan kedamaian.
* **Pilihan Manusia:** Inti dari lagu ini adalah **kehendak bebas**. Kristus tidak mendobrak pintu; Dia hanya mengetuk. Keputusan untuk membuka pintuβ€”yang melambangkan kerelaan seseorang untuk menerima pengampunan dan kasih Tuhanβ€”sepenuhnya berada di tangan individu tersebut.
* **Kebutuhan akan Pertobatan:** Lagu ini sering digunakan dalam sesi penutup ibadah atau pertemuan penginjilan untuk mengajak pendengarnya merenungkan kondisi batin mereka. Apakah mereka masih menutup hati, atau sudah siap menyambut "Tamu" tersebut?

### 4. Pengaruh Lagu dalam Sejarah
Pada masanya, lagu ini menjadi bagian dari repertoar standar dalam kebaktian-kebaktian besar di Amerika Serikat. Edwin O. Excell menerbitkan lagu ini dalam berbagai buku himne koleksinya. Karena melodi gubahan Excell yang terasa sangat mengundang (*inviting*), lagu ini menjadi sangat efektif sebagai "lagu ajakan" (*invitational hymn*).

Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai **"Sambutlah!"** dan menjadi bagian dari beberapa buku nyanyian gerejawi (seperti *Kidung Jemaat* atau buku himne penginjilan lainnya). Terjemahannya tetap mempertahankan esensi dari panggilan untuk segera membuka hati sebelum terlambat.

### Kesimpulan
Kisah di balik "Sambutlah!" adalah kisah tentang **kesabaran Tuhan**. Lagu ini bukan sekadar komposisi musik, melainkan sebuah refleksi atas hubungan antara manusia dan penciptanya. Bagi banyak orang di abad ke-19 dan awal abad ke-20, lagu ini menjadi titik balik spiritual di mana mereka merasa "diketuk" oleh Tuhan dan akhirnya memutuskan untuk "membukakan pintu" hati mereka.

Meskipun zaman telah berubah, metafora pintu dan tamu yang mengetuk tetap relevan, menjadikan lagu ini salah satu karya klasik yang tak lekang oleh waktu dalam tradisi musik Kristen.

Narasi dari Wikipedia/AI β€” sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.