NP
Ku Mengungsi ke Salib
I Am Coming to the Cross
132
Nomor
Kode
NP 132
Buku
Nyanyian Pujian
Tematik
Pekerjaan Allah, Pertobatan dan Pengakuan
Metronom
0
Pencipta Lagu
William G. Fischer
Pencipta Syair
William McDonald
Cross Ref.
KJ 361, KK 450, NKI 271, PPK 110
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
1
Ku mengungsi ke salib,
Miskin, buta, dan penat;
Ku buang sifat aib, Pasti kudapat slamat.
Ku mengungsi ke padaMu,
Yesus Juru Slamatku;
Ku sujud disalibMu:
O slamatkan jiwaku.
2
Lama hatiku rindu
Akan Juru Slamatku;
Kudengar suaraMu: "Kuhapuskan dosamu"
3
Kuserahkan padaMu
Sluruh harta dunia
Serta jiwa ragaku: Milikmu semuanya.
4
Ku percaya kan janji:
DarahMu membri slamat,
Dalam dosa ku mati,
Hidup baru kudapat.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
4 slide
Kisah di Balik Lagu
Kisah di balik lagu **"Ku Mengungsi ke Salib" (I Am Coming to the Cross)** adalah kisah yang lahir dari sebuah gerakan kebangunan rohani (revival) di Amerika Serikat pada abad ke-19. Lagu ini bukan sekadar melodi, melainkan sebuah pernyataan komitmen iman yang mendalam.
Berikut adalah detail sejarah di balik lagu tersebut:
### 1. Pencipta: William McDonald dan William G. Fischer
Lagu ini merupakan kolaborasi antara dua tokoh gereja Metodis pada zamannya:
* **William McDonald (1820β1901):** Ia adalah seorang pendeta Metodis yang sangat giat dalam gerakan "Kekudusan" (*Holiness Movement*). McDonald menulis lirik lagu ini pada tahun 1870. Saat itu, ia sedang memimpin pertemuan doa dan kebaktian kebangunan rohani.
* **William G. Fischer (1835β1912):** Ia adalah seorang musisi dan komposer yang sangat berbakat. Fischer bertugas mengiringi musik dalam pertemuan-pertemuan yang dipimpin McDonald. Ia kemudian menciptakan melodi (musik) untuk lirik yang ditulis oleh McDonald tersebut.
### 2. Latar Belakang Penulisan (Tahun 1870)
Kisah ini bermula di sebuah kamp pertemuan (camp meeting) di **Vineland, New Jersey, Amerika Serikat**.
Pada masa itu, gerakan kebangunan rohani sedang marak. William McDonald ingin menulis sebuah lagu yang dapat menggambarkan proses penyerahan diri seseorang kepada Tuhan secara totalβsebuah pengakuan akan kelemahan diri dan kebutuhan mutlak akan kasih karunia Tuhan melalui salib Kristus.
McDonald menulis liriknya dengan sangat jujur. Ia ingin mengungkapkan bahwa tidak ada yang bisa dibawa manusia ke hadapan Tuhan selain tangan yang hampa, dan satu-satunya alasan seseorang diterima adalah karena darah Yesus.
### 3. Makna Lirik yang Mendalam
Judul aslinya, *"I Am Coming to the Cross"* (Aku Datang ke Salib), mencerminkan kerendahan hati. Beberapa poin penting dalam liriknya:
* **Pengakuan Dosa:** Liriknya mengakui bahwa "aku lemah dan penuh dosa." Ini adalah syarat utama untuk mendekati salib, yaitu kesadaran bahwa manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri dengan usahanya sendiri.
* **Penyerahan Diri:** Frasa "Ku serahkan diriku" menjadi inti dari lagu ini. Lagu ini sering digunakan dalam altar call (ajakan ke depan untuk berdoa/bertobat) karena sangat menyentuh hati para pendengar yang sedang mencari pengampunan.
* **Keyakinan akan Penerimaan:** Bagian chorus lagu ini menekankan bahwa "Aku datang ke salib, aku bersandar pada salib-Mu," yang memberikan rasa aman bagi orang percaya bahwa mereka diterima apa adanya oleh Kristus.
### 4. Dampak Lagu Ini
Setelah William G. Fischer memberikan melodi yang sederhana namun khusyuk, lagu ini dengan cepat menyebar luas. Lagu ini menjadi salah satu "hymn" (pujian) paling populer dalam buku-buku nyanyian gereja Metodis dan kemudian diadopsi oleh berbagai denominasi di seluruh dunia.
Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan dengan judul **"Ku Mengungsi ke Salib"** dan tetap menjadi lagu klasik yang sering dinyanyikan dalam ibadah-ibadah yang menekankan pertobatan dan penyerahan diri.
### Kesimpulan
Kisah lagu ini adalah pengingat bahwa kebangunan rohani yang sejati selalu dimulai dengan **penyerahan diri**. William McDonald dan William G. Fischer tidak bermaksud menciptakan karya seni yang megah, melainkan sebuah doa yang dinyanyikan. Hingga hari ini, lagu ini tetap relevan karena pesannya yang universal: bahwa di tengah kelemahan, setiap orang selalu memiliki tempat untuk "mengungsi" dan menemukan pemulihan, yaitu di kaki salib Kristus.
Berikut adalah detail sejarah di balik lagu tersebut:
### 1. Pencipta: William McDonald dan William G. Fischer
Lagu ini merupakan kolaborasi antara dua tokoh gereja Metodis pada zamannya:
* **William McDonald (1820β1901):** Ia adalah seorang pendeta Metodis yang sangat giat dalam gerakan "Kekudusan" (*Holiness Movement*). McDonald menulis lirik lagu ini pada tahun 1870. Saat itu, ia sedang memimpin pertemuan doa dan kebaktian kebangunan rohani.
* **William G. Fischer (1835β1912):** Ia adalah seorang musisi dan komposer yang sangat berbakat. Fischer bertugas mengiringi musik dalam pertemuan-pertemuan yang dipimpin McDonald. Ia kemudian menciptakan melodi (musik) untuk lirik yang ditulis oleh McDonald tersebut.
### 2. Latar Belakang Penulisan (Tahun 1870)
Kisah ini bermula di sebuah kamp pertemuan (camp meeting) di **Vineland, New Jersey, Amerika Serikat**.
Pada masa itu, gerakan kebangunan rohani sedang marak. William McDonald ingin menulis sebuah lagu yang dapat menggambarkan proses penyerahan diri seseorang kepada Tuhan secara totalβsebuah pengakuan akan kelemahan diri dan kebutuhan mutlak akan kasih karunia Tuhan melalui salib Kristus.
McDonald menulis liriknya dengan sangat jujur. Ia ingin mengungkapkan bahwa tidak ada yang bisa dibawa manusia ke hadapan Tuhan selain tangan yang hampa, dan satu-satunya alasan seseorang diterima adalah karena darah Yesus.
### 3. Makna Lirik yang Mendalam
Judul aslinya, *"I Am Coming to the Cross"* (Aku Datang ke Salib), mencerminkan kerendahan hati. Beberapa poin penting dalam liriknya:
* **Pengakuan Dosa:** Liriknya mengakui bahwa "aku lemah dan penuh dosa." Ini adalah syarat utama untuk mendekati salib, yaitu kesadaran bahwa manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri dengan usahanya sendiri.
* **Penyerahan Diri:** Frasa "Ku serahkan diriku" menjadi inti dari lagu ini. Lagu ini sering digunakan dalam altar call (ajakan ke depan untuk berdoa/bertobat) karena sangat menyentuh hati para pendengar yang sedang mencari pengampunan.
* **Keyakinan akan Penerimaan:** Bagian chorus lagu ini menekankan bahwa "Aku datang ke salib, aku bersandar pada salib-Mu," yang memberikan rasa aman bagi orang percaya bahwa mereka diterima apa adanya oleh Kristus.
### 4. Dampak Lagu Ini
Setelah William G. Fischer memberikan melodi yang sederhana namun khusyuk, lagu ini dengan cepat menyebar luas. Lagu ini menjadi salah satu "hymn" (pujian) paling populer dalam buku-buku nyanyian gereja Metodis dan kemudian diadopsi oleh berbagai denominasi di seluruh dunia.
Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan dengan judul **"Ku Mengungsi ke Salib"** dan tetap menjadi lagu klasik yang sering dinyanyikan dalam ibadah-ibadah yang menekankan pertobatan dan penyerahan diri.
### Kesimpulan
Kisah lagu ini adalah pengingat bahwa kebangunan rohani yang sejati selalu dimulai dengan **penyerahan diri**. William McDonald dan William G. Fischer tidak bermaksud menciptakan karya seni yang megah, melainkan sebuah doa yang dinyanyikan. Hingga hari ini, lagu ini tetap relevan karena pesannya yang universal: bahwa di tengah kelemahan, setiap orang selalu memiliki tempat untuk "mengungsi" dan menemukan pemulihan, yaitu di kaki salib Kristus.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
KJ 361, KK 450, NKI 271, PPK 110
361
Di SalibMu 'Ku Sujud
450
Di Salibmu 'Ku Sujud
271
Laba Di Joljuta
110
Aku Datang Kesalib