NP
Ada Lagu Merdu
There's a Song in the Air
58
Nomor
Kode
NP 58
Buku
Nyanyian Pujian
Tematik
Tritunggal, Yesus Kristus, Kelahiran
Metronom
0
Pencipta Lagu
Karl P. Harrington
Pencipta Syair
Josiah G. Holland
Cross Ref.
NKB 61
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
1
Ada lagu merdu,
Ada bintang cerlang,
Bayi tidur teduh,
Hati bunda riang.
Sinar bintang bercahya
Amatlah indah;
Di palungan di Betlehem
Lahir Raja.
2
Sukacita ria,
Atas bumi cemar
Karna lahir sudah
Tuhan Mahabesar.
3
Sinar bintang indah
Memberi harapan
Bagi manusia
Dalam tiap zaman.
4
Umat yang ditebus,
Yang beriman penuh,
Muliakanlah Kristus,
Tuhan dan Rajamu!
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
4 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Thereβs a Song in the Air"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai *"Ada Lagu Sedap!"* atau *"Ada Nyanyian di Udara"*) adalah salah satu kidung Natal klasik yang paling dicintai di dunia Kristen.
Kisah di balik lagu ini adalah perpaduan antara visi seorang penulis sastra terkemuka dan komposisi seorang pendidik musik yang berpengaruh. Berikut adalah detail kisah dibalik pembuatannya:
### 1. Sang Penulis Lirik: Josiah Gilbert Holland (1872)
Lirik lagu ini ditulis oleh **Josiah Gilbert Holland** pada tahun 1872. Holland bukanlah seorang pendeta atau penulis lagu profesional, melainkan seorang novelis, penyair, dan editor majalah ternama di Amerika Serikat pada masanya.
Ia adalah salah satu pendiri majalah *Scribner's Monthly*. Holland dikenal sebagai sosok yang sangat religius dan memiliki kemampuan sastra yang tinggi untuk menggambarkan keagungan Tuhan melalui kata-kata yang sederhana namun mendalam.
Dalam liriknya, Holland tidak hanya menceritakan peristiwa kelahiran Yesus secara literal, tetapi ia ingin menggambarkan **dampak kosmik** dari kelahiran tersebut. Ia ingin menunjukkan bahwa kelahiran Kristus adalah peristiwa yang mengubah sejarah dunia, yang dirasakan oleh seluruh alam semestaβmulai dari bintang-bintang di langit hingga setiap hati manusia.
### 2. Sang Komposer: Karl P. Harrington (1904)
Meskipun liriknya ditulis pada tahun 1872, lagu ini baru mendapatkan melodi yang kita kenal sekarang pada tahun **1904** oleh **Karl P. Harrington**.
Harrington adalah seorang profesor bahasa Latin dan sastra klasik di Wesleyan University. Selain seorang akademisi, ia juga seorang organis dan komposer gerejawi yang sangat dihormati. Ia merasa bahwa lirik karya Holland sangat indah dan layak mendapatkan melodi yang lebih kuat untuk mengangkat pesan teologisnya.
Harrington kemudian menciptakan melodi yang cenderung bersemangat, megah, namun tetap anggun, yang mencerminkan rasa sukacita yang meledak-ledak di hari Natal.
### 3. Makna dan Pesan Lagu
Lirik lagu ini memiliki struktur yang sangat puitis dan filosofis:
* **Bait Pertama:** Menggambarkan "nyanyian di udara" yang terdengar di seluruh dunia saat Natal. Ini melambangkan kabar sukacita bagi seluruh umat manusia.
* **Bait Kedua:** Menceritakan tentang bintang yang muncul di atas tempat kelahiran Yesus. Bintang ini bukan sekadar tanda astronomi, melainkan cahaya pengharapan bagi dunia yang gelap.
* **Bait Ketiga:** Fokus pada bayi yang lahir di palungan. Holland menekankan bahwa bayi ini, meskipun lahir dalam kesederhanaan, adalah Sang Raja yang akan memerintah dunia dengan kasih.
* **Bait Keempat (Penutup):** Mengajak setiap orang untuk menyanyi bersama, menyambut bayi tersebut ke dalam hati mereka.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Spesial?
Keistimewaan dari *"Thereβs a Song in the Air"* terletak pada **aspek teologi optimisme**-nya. Banyak lagu Natal fokus pada keheningan malam atau kesedihan kemiskinan di palungan, tetapi lagu ini fokus pada **kemenangan dan sukacita**.
Liriknya yang berbunyi:
> *"Ada nyanyian di udara, ada bintang di langit, ada ibu yang mendekap bayi, ada bayi yang menangis..."*
Ini memberikan kontras yang sangat indah antara kemegahan surgawi (bintang dan nyanyian) dengan keintiman manusiawi (ibu dan bayi). Perpaduan ini membuat pendengarnya merasa bahwa kelahiran Yesus adalah peristiwa yang sangat besar, namun juga sangat pribadi.
### Kesimpulan
Perpaduan antara kedalaman sastra Josiah Gilbert Holland dan kemahiran musik Karl P. Harrington menciptakan sebuah mahakarya yang tidak lekang oleh waktu. Lagu ini tetap populer di gereja-gereja karena berhasil menangkap semangat Natal yang sesungguhnya: bahwa **kabar kelahiran Kristus adalah berita yang harus disuarakan ke seluruh penjuru bumi.**
Di Indonesia, lagu ini sering dinyanyikan dalam ibadah Natal dengan aransemen yang tetap mempertahankan nuansa megah sesuai dengan melodi asli karya Harrington.
Kisah di balik lagu ini adalah perpaduan antara visi seorang penulis sastra terkemuka dan komposisi seorang pendidik musik yang berpengaruh. Berikut adalah detail kisah dibalik pembuatannya:
### 1. Sang Penulis Lirik: Josiah Gilbert Holland (1872)
Lirik lagu ini ditulis oleh **Josiah Gilbert Holland** pada tahun 1872. Holland bukanlah seorang pendeta atau penulis lagu profesional, melainkan seorang novelis, penyair, dan editor majalah ternama di Amerika Serikat pada masanya.
Ia adalah salah satu pendiri majalah *Scribner's Monthly*. Holland dikenal sebagai sosok yang sangat religius dan memiliki kemampuan sastra yang tinggi untuk menggambarkan keagungan Tuhan melalui kata-kata yang sederhana namun mendalam.
Dalam liriknya, Holland tidak hanya menceritakan peristiwa kelahiran Yesus secara literal, tetapi ia ingin menggambarkan **dampak kosmik** dari kelahiran tersebut. Ia ingin menunjukkan bahwa kelahiran Kristus adalah peristiwa yang mengubah sejarah dunia, yang dirasakan oleh seluruh alam semestaβmulai dari bintang-bintang di langit hingga setiap hati manusia.
### 2. Sang Komposer: Karl P. Harrington (1904)
Meskipun liriknya ditulis pada tahun 1872, lagu ini baru mendapatkan melodi yang kita kenal sekarang pada tahun **1904** oleh **Karl P. Harrington**.
Harrington adalah seorang profesor bahasa Latin dan sastra klasik di Wesleyan University. Selain seorang akademisi, ia juga seorang organis dan komposer gerejawi yang sangat dihormati. Ia merasa bahwa lirik karya Holland sangat indah dan layak mendapatkan melodi yang lebih kuat untuk mengangkat pesan teologisnya.
Harrington kemudian menciptakan melodi yang cenderung bersemangat, megah, namun tetap anggun, yang mencerminkan rasa sukacita yang meledak-ledak di hari Natal.
### 3. Makna dan Pesan Lagu
Lirik lagu ini memiliki struktur yang sangat puitis dan filosofis:
* **Bait Pertama:** Menggambarkan "nyanyian di udara" yang terdengar di seluruh dunia saat Natal. Ini melambangkan kabar sukacita bagi seluruh umat manusia.
* **Bait Kedua:** Menceritakan tentang bintang yang muncul di atas tempat kelahiran Yesus. Bintang ini bukan sekadar tanda astronomi, melainkan cahaya pengharapan bagi dunia yang gelap.
* **Bait Ketiga:** Fokus pada bayi yang lahir di palungan. Holland menekankan bahwa bayi ini, meskipun lahir dalam kesederhanaan, adalah Sang Raja yang akan memerintah dunia dengan kasih.
* **Bait Keempat (Penutup):** Mengajak setiap orang untuk menyanyi bersama, menyambut bayi tersebut ke dalam hati mereka.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Spesial?
Keistimewaan dari *"Thereβs a Song in the Air"* terletak pada **aspek teologi optimisme**-nya. Banyak lagu Natal fokus pada keheningan malam atau kesedihan kemiskinan di palungan, tetapi lagu ini fokus pada **kemenangan dan sukacita**.
Liriknya yang berbunyi:
> *"Ada nyanyian di udara, ada bintang di langit, ada ibu yang mendekap bayi, ada bayi yang menangis..."*
Ini memberikan kontras yang sangat indah antara kemegahan surgawi (bintang dan nyanyian) dengan keintiman manusiawi (ibu dan bayi). Perpaduan ini membuat pendengarnya merasa bahwa kelahiran Yesus adalah peristiwa yang sangat besar, namun juga sangat pribadi.
### Kesimpulan
Perpaduan antara kedalaman sastra Josiah Gilbert Holland dan kemahiran musik Karl P. Harrington menciptakan sebuah mahakarya yang tidak lekang oleh waktu. Lagu ini tetap populer di gereja-gereja karena berhasil menangkap semangat Natal yang sesungguhnya: bahwa **kabar kelahiran Kristus adalah berita yang harus disuarakan ke seluruh penjuru bumi.**
Di Indonesia, lagu ini sering dinyanyikan dalam ibadah Natal dengan aransemen yang tetap mempertahankan nuansa megah sesuai dengan melodi asli karya Harrington.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
NKB 61
61
Ada Lagu Sedap!
42
Palungan di Kandang
43
Hai Betlehem Efrata
44
Malam Kudus
45
Di Waktu Malam yang Cerah
46
Hai Malaikat dari Surga
47
Noel, Noel
48
Suara Malak nan Merdu
49
Camkan Lagu yang Merdu
50
Gembala Menjaga Dombanya
51
Hari Natal Tuhanku
52
Dengarkanlah Lonceng Natal
53
Bintang di Timur
54
Kami Tiga Orang Majus
55
Hai Mari Berhimpun
56
Di Neg'ri Raja Daud
57
TakhtaMu Kautinggalkan
59
Hai Dunia, Bersukalah!
60
Kabarkan dari Gunung
61
B'rilah Hormat