Bekasi, Cikarang & Karawang
54
Nomor
Kode
NP 54
Buku
Nyanyian Pujian
Tematik
Tritunggal, Yesus Kristus, Kelahiran
Metronom
0
Pencipta Lagu
John H. Hopkins
Pencipta Syair
John H. Hopkins
Cross Ref.
KJ 129, KPPK 103, KK 202, MK 91, PS 473
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 5 bait
1
Kami tiga orang Majus; Kami pun berjalan terus, Ikut bintang yang gemilang Dari Raja kudus O bintang indah yang cerah, Bintang mujizat nyata, Pimpinanmu yang menuju Trang sempurna yang mulia.
2
Lahir Sang Raja yang mulia, Mahakuasa atas dunia; Kubri kini mas yang murni Guna mahkotaNya.
3
Aku pun membri kemenyan, Lambang doa serta iman; Hormat bagi Yang tertinggi, Sang Kristus dan Tuhan.
4
Mur yang pahit yang kuberi, Lambang drita, duka pedih, Dan gambaran dari korban: Rajaku kan mati.
5
Agunglah kebangkitanNya Raja, Tuhan, dan Korbannya! Haleluya, Haleluya, Di bumi dan surga.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 54
Klik untuk zoom

Partitur chord belum tersedia

Slide Lirik 5 slide
Slide 1 — NP 54 1
Slide 2 — NP 54 2
Slide 3 — NP 54 3
Slide 4 — NP 54 4
Slide 5 — NP 54 5
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"We Three Kings of Orient Are"** (Kami Tiga Orang Majus) adalah salah satu lagu Natal yang paling dikenal di dunia. Lagu ini memiliki sejarah yang cukup menarik, yang melibatkan seorang pendeta, sebuah keluarga, dan tradisi pertunjukan drama gerejawi.

Berikut adalah detail kisah dibalik terciptanya lagu ini:

### 1. Sosok Penulis: John Henry Hopkins Jr.
Lagu ini ditulis oleh **John Henry Hopkins Jr.** (1820–1891), seorang pendeta dari Gereja Episkopal di Amerika Serikat. Hopkins bukan sekadar pendeta; ia adalah seorang pria dengan bakat artistik yang luar biasa. Ia mahir bermain organ, melukis, mendesain kaca patri, dan menulis lagu.

### 2. Konteks Penciptaan (Tahun 1857)
Hopkins menulis lagu ini pada tahun **1857** saat ia menjabat sebagai direktur musik di *General Theological Seminary* di New York City.

Kala itu, Hopkins ingin menciptakan sesuatu yang spesial untuk acara Natal di seminari tersebut. Ia mencari lagu yang bisa dibawakan dalam bentuk **"Pageant"** atau drama musikal gerejawi. Ia ingin penonton merasakan perjalanan ketiga orang Majus dari Timur yang mencari bayi Yesus.

### 3. Keunikan Struktur Lagu
Tidak seperti lagu Natal tradisional lainnya, "We Three Kings" memiliki struktur yang unik karena setiap baitnya ditulis dari sudut pandang masing-masing raja (Majus).

* **Bait 1:** Refrein pembuka yang menggambarkan perjalanan mereka.
* **Bait 2, 3, dan 4:** Masing-masing dinyanyikan oleh satu raja (Gaspar, Melchior, dan Balthasar) yang menceritakan hadiah yang mereka bawa (emas, kemenyan, dan mur) dan simbolisme di baliknya.
* **Bait 5:** Refrein penutup yang merayakan kebangkitan dan kejayaan Kristus.

Hopkins dengan cermat menyisipkan teologi dalam liriknya:
* **Emas:** Melambangkan Yesus sebagai Raja.
* **Kemenyan (Frankincense):** Melambangkan keilahian Yesus sebagai Imam Agung.
* **Mur (Myrrh):** Melambangkan penderitaan dan kematian Yesus (mur digunakan sebagai bahan pembalseman jenazah).

### 4. Makna di Balik Tradisi
Nama "Three Kings" atau "Tiga Raja" sebenarnya adalah interpretasi populer dari "Orang Majus" (*Magi*) dalam Alkitab (Injil Matius 2). Alkitab sendiri tidak menyebutkan jumlah mereka ada tiga, namun karena mereka membawa tiga jenis hadiah, tradisi Kristen sejak lama menetapkan bahwa jumlah mereka adalah tiga. Hopkins mengadopsi tradisi ini untuk menciptakan dramatisasi yang kuat.

### 5. Publikasi
Meskipun lagu ini ditulis pada tahun 1857, lagu ini baru dipublikasikan secara resmi oleh Hopkins pada tahun **1863** dalam koleksinya yang berjudul *"Carols, Hymns, and Songs"*.

Lagu ini menjadi lagu Natal pertama yang ditulis oleh orang Amerika yang mendapatkan popularitas secara internasional. Sebelum itu, sebagian besar lagu Natal yang populer di Amerika Serikat adalah impor dari Inggris atau Jerman.

### 6. Warisan Lagu
Ada kisah menarik mengenai keluarga Hopkins. Pada malam Natal, Hopkins sering menggunakan rumahnya sebagai tempat pertunjukan. Ia akan mendandani anak-anaknya dan murid-muridnya sebagai raja-raja dari Timur, lengkap dengan kostum, dan menyanyikan lagu ini di sekeliling pohon Natal. Tradisi inilah yang membuat lagu tersebut sangat emosional dan memiliki nuansa teatrikal yang kental hingga hari ini.

### Kesimpulan
"We Three Kings of Orient Are" bukan sekadar lagu Natal biasa. Lagu ini adalah hasil dari visi seorang seniman gereja yang ingin membuat kisah Alkitab menjadi hidup bagi jemaatnya. Melalui lagu ini, Hopkins berhasil menggabungkan sejarah, teologi, dan seni pertunjukan menjadi sebuah mahakarya yang terus dinyanyikan hampir 170 tahun setelah diciptakan.

Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.