KPJ
Wonten Darah Suci Mancur
There Is A Fountain Filled With Blood
278
Nomor
Kode
KPJ 278
Buku
Kidung Pasamuwan Jawi
Tematik
Kidung Paskah
Metronom
0
Jumlah Bait
4 bait
Pencipta Lagu
Lowell Mason
Pencipta Syair
William Cowper
Cross Ref.
KPK 76, KJ 35, KK 242, KP 12, KPKA 263, KPS 118
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
1
Wonten darah suci mancur neng ardi Golgota,
nggih rahipun Gusti Yesus kang ngicalken dosa.
Kang ngicalken dosa, kang ngicalken dosa.
Nggih rahipun Gusti Yesus kang ngicalken dosa.
2
Tyang durjana kang sinalib angsal pangapura,
wit tinebus rahe Gusti, ndherek mlebet swarga.
Ndherek mlebet swarga, ndherek mlebet swarga.
Wit tinebus rahe Gusti, ndherek mlebet swarga.
3
Dhuh Pamarta, rah Paduka sestu tansah kwaos,
tansah kwasa mbirat dosa lan nucekken batos.
Lan nucekken batos, lan nucekken batos.
Tansah kwasa mbirat dosa lan nucekken batos.
4
Kula swau nggih cilaka, nging lajeng antuk sih.
Mila kedah ngluhuraken Gusti kang sinalib.
Gusti kang sinalib, Gusti kang sinalib.
Mila kedah ngluhuraken Gusti kang sinalib.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
4 slide
Kisah di Balik Lagu
Kisah di balik lagu **"There Is a Fountain Filled with Blood"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai **"Wonten Darah Suci Mancur"**) adalah salah satu kisah yang paling mengharukan dan dramatis dalam sejarah musik rohani Kristen. Lagu ini lahir dari pergumulan jiwa yang sangat dalam dari penulisnya, **William Cowper**.
Berikut adalah detail kisahnya:
### 1. Penulis: William Cowper (1731β1800)
William Cowper adalah seorang penyair Inggris yang sangat berbakat, namun ia memiliki kehidupan yang tragis. Sejak kecil, ia menderita depresi klinis yang parah. Sepanjang hidupnya, ia berkali-kali mencoba bunuh diri karena merasa bahwa Tuhan telah meninggalkannya dan bahwa ia adalah orang berdosa yang tidak mungkin diampuni (ia merasa dirinya adalah "orang terkutuk").
### 2. Latar Belakang Penulisan Lagu
Pada tahun 1771, saat Cowper tinggal di Olney, Inggris, ia mengalami masa depresi yang sangat berat. Kondisi mentalnya memburuk hingga ia merasa benar-benar putus asa.
Dalam momen kegelapan yang pekat itu, Cowper teringat akan janji pengampunan Tuhan melalui darah Kristus. Ia menulis lirik lagu ini (awalnya berjudul *"Praise for the Fountain Opened"*) sebagai bentuk pengakuan imannya bahwa meskipun ia merasa sangat kotor dan berdosa, **darah Yesus Kristus lebih dari cukup untuk menyucikan jiwanya.**
Lagu ini adalah "perang" mentalnya. Ia menulis lirik ini untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa meskipun ia merasa tidak layak, kasih karunia Tuhan melalui pengorbanan di kayu salib tersedia bagi siapa saja yang mau percaya.
### 3. Makna Lirik
Lirik lagu ini menggunakan metafora yang sangat kuat:
* **"Fountain filled with blood" (Air mancur yang penuh dengan darah):** Mengacu pada pengorbanan Yesus di kayu salib. Bagi Cowper, ini bukan sekadar metafora, melainkan satu-satunya "obat" bagi jiwanya yang sakit dan merasa bersalah.
* **"Drawn from Emmanuelβs veins" (Ditarik dari urat nadi Immanuel):** Menegaskan bahwa penebusan itu datang langsung dari Tuhan sendiri yang menjadi manusia.
* **"And sinners plunged beneath that flood lose all their guilty stains" (Dan orang berdosa yang membenamkan diri di dalam banjir itu kehilangan semua noda dosanya):** Bagian ini sangat pribadi bagi Cowper. Ia merasa noda dosa di jiwanya sangat pekat, sehingga ia membutuhkan "banjir" atau "air mancur" besar untuk menghapusnya.
### 4. Komposisi Musik (Lowell Mason)
Meskipun liriknya ditulis oleh William Cowper pada tahun 1771, melodi yang kita kenal sekarang (sering disebut sebagai nada *CLEANSING FOUNTAIN*) dikaitkan dengan **Lowell Mason**, seorang komponis Amerika yang sangat berpengaruh dalam musik gereja pada abad ke-19.
Mason mengadaptasi melodi yang sesuai dengan lirik yang mendalam ini. Melodi yang tenang, kontemplatif, dan bersifat mengajak pendengar untuk merenungkan pengorbanan Yesus, sangat serasi dengan nada melankolis namun penuh pengharapan dari puisi Cowper.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Penting?
Ada dua alasan mengapa lagu ini tetap abadi:
1. **Kejujuran Emosional:** Lagu ini tidak mencoba menutupi realitas rasa sakit manusia. Cowper menulisnya dari "lembah bayang-bayang maut". Banyak orang yang merasa depresi atau merasa tidak layak di hadapan Tuhan merasa sangat terhubung dengan lagu ini.
2. **Fokus pada Anugerah:** Lagu ini menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa keselamatan bukanlah hasil usaha manusia, melainkan hasil dari apa yang telah dilakukan Yesus (darah yang tercurah).
### Versi Bahasa Jawa (Wonten Darah Suci Mancur)
Dalam tradisi gereja di Indonesia, khususnya di Jawa, lagu ini menjadi sangat populer. Penggunaan kata *"Wonten"* (ada) memberikan kesan penegasan bahwa pengampunan itu nyata dan tersedia sekarang juga. Bagi jemaat di Jawa, melodi ini sering dimainkan dengan sangat khidmat, terutama dalam ibadah Perjamuan Kudus atau masa Pra-Paskah, untuk merenungkan penderitaan Kristus bagi manusia yang berdosa.
**Kesimpulan:**
Lagu ini adalah doa seorang pria yang hampir hancur oleh rasa bersalah, yang akhirnya menemukan kedamaian dengan memandang salib Kristus. Bagi William Cowper, "Air Mancur Darah" itu adalah satu-satunya tempat pelarian dari kegelapan jiwanya sendiri.
Berikut adalah detail kisahnya:
### 1. Penulis: William Cowper (1731β1800)
William Cowper adalah seorang penyair Inggris yang sangat berbakat, namun ia memiliki kehidupan yang tragis. Sejak kecil, ia menderita depresi klinis yang parah. Sepanjang hidupnya, ia berkali-kali mencoba bunuh diri karena merasa bahwa Tuhan telah meninggalkannya dan bahwa ia adalah orang berdosa yang tidak mungkin diampuni (ia merasa dirinya adalah "orang terkutuk").
### 2. Latar Belakang Penulisan Lagu
Pada tahun 1771, saat Cowper tinggal di Olney, Inggris, ia mengalami masa depresi yang sangat berat. Kondisi mentalnya memburuk hingga ia merasa benar-benar putus asa.
Dalam momen kegelapan yang pekat itu, Cowper teringat akan janji pengampunan Tuhan melalui darah Kristus. Ia menulis lirik lagu ini (awalnya berjudul *"Praise for the Fountain Opened"*) sebagai bentuk pengakuan imannya bahwa meskipun ia merasa sangat kotor dan berdosa, **darah Yesus Kristus lebih dari cukup untuk menyucikan jiwanya.**
Lagu ini adalah "perang" mentalnya. Ia menulis lirik ini untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa meskipun ia merasa tidak layak, kasih karunia Tuhan melalui pengorbanan di kayu salib tersedia bagi siapa saja yang mau percaya.
### 3. Makna Lirik
Lirik lagu ini menggunakan metafora yang sangat kuat:
* **"Fountain filled with blood" (Air mancur yang penuh dengan darah):** Mengacu pada pengorbanan Yesus di kayu salib. Bagi Cowper, ini bukan sekadar metafora, melainkan satu-satunya "obat" bagi jiwanya yang sakit dan merasa bersalah.
* **"Drawn from Emmanuelβs veins" (Ditarik dari urat nadi Immanuel):** Menegaskan bahwa penebusan itu datang langsung dari Tuhan sendiri yang menjadi manusia.
* **"And sinners plunged beneath that flood lose all their guilty stains" (Dan orang berdosa yang membenamkan diri di dalam banjir itu kehilangan semua noda dosanya):** Bagian ini sangat pribadi bagi Cowper. Ia merasa noda dosa di jiwanya sangat pekat, sehingga ia membutuhkan "banjir" atau "air mancur" besar untuk menghapusnya.
### 4. Komposisi Musik (Lowell Mason)
Meskipun liriknya ditulis oleh William Cowper pada tahun 1771, melodi yang kita kenal sekarang (sering disebut sebagai nada *CLEANSING FOUNTAIN*) dikaitkan dengan **Lowell Mason**, seorang komponis Amerika yang sangat berpengaruh dalam musik gereja pada abad ke-19.
Mason mengadaptasi melodi yang sesuai dengan lirik yang mendalam ini. Melodi yang tenang, kontemplatif, dan bersifat mengajak pendengar untuk merenungkan pengorbanan Yesus, sangat serasi dengan nada melankolis namun penuh pengharapan dari puisi Cowper.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Penting?
Ada dua alasan mengapa lagu ini tetap abadi:
1. **Kejujuran Emosional:** Lagu ini tidak mencoba menutupi realitas rasa sakit manusia. Cowper menulisnya dari "lembah bayang-bayang maut". Banyak orang yang merasa depresi atau merasa tidak layak di hadapan Tuhan merasa sangat terhubung dengan lagu ini.
2. **Fokus pada Anugerah:** Lagu ini menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa keselamatan bukanlah hasil usaha manusia, melainkan hasil dari apa yang telah dilakukan Yesus (darah yang tercurah).
### Versi Bahasa Jawa (Wonten Darah Suci Mancur)
Dalam tradisi gereja di Indonesia, khususnya di Jawa, lagu ini menjadi sangat populer. Penggunaan kata *"Wonten"* (ada) memberikan kesan penegasan bahwa pengampunan itu nyata dan tersedia sekarang juga. Bagi jemaat di Jawa, melodi ini sering dimainkan dengan sangat khidmat, terutama dalam ibadah Perjamuan Kudus atau masa Pra-Paskah, untuk merenungkan penderitaan Kristus bagi manusia yang berdosa.
**Kesimpulan:**
Lagu ini adalah doa seorang pria yang hampir hancur oleh rasa bersalah, yang akhirnya menemukan kedamaian dengan memandang salib Kristus. Bagi William Cowper, "Air Mancur Darah" itu adalah satu-satunya tempat pelarian dari kegelapan jiwanya sendiri.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
KPK 76, KJ 35, KK 242, KP 12, KPKA 263, KPS 118
35
Tercurah Darah Tuhanku
242
Tercurah Darah Tuhanku
12
Wenten Rah Suci Mamuncrat
76
Etuking Karahayon
263
Etuking Karahayon
118
Tertumpah darah Penebus
Tema :
Kidung Paskah
249
Abdining Sang Yehuwah
250
Aneng Salib Paduka
251
Dosa Punapa
252
Gusti Gesang Malih
253
Gusti Kang Sumare
254
Gusti Neng Taman Getsemane
255
Gusti Sampun Wungu
256
Gusti Sinalib Ing Golgota
257
Gusti Yesus Sinalib
258
Gusti Yesus Wus Wungu
259
Ing Ardi Golgota
260
Ing Dinten Adi Puniki
261
Ing Golgota
262
Kwaosing Asma Paduka
263
Lah Wonten Swara Gumiyak
264
Luwar
265
Neng Pucak Ardi
266
Nulada Mring Sang Pamarta
267
Pamarta Kula Agesang
268
Panglipuring Tyang Prihatos
269
Saiba Sangsarane Gusti
270
Sang Kristus Sinangsara
271
Sang Pamarta Seda Paduka
272
Sihe Allah Maring Jagad
273
Sinten Ingkang Tan Anglentrih
274
Sinten Kang Sumarah
275
Srana Mandeng Ing Salib
276
Swawi Pra Kanca
277
Taman Getsemane Kang Sepi
279
Yen Mandeng Salibing Gusti