KP
Wenten Rah Suci Mamuncrat
12
Nomor
Kode
KP 12
Buku
Kidung Pamuji
Tematik
Kidung Buat Rerahinan Sedan Ida Sang Hyang Yesusu
Metronom
0
Cross Ref.
KJ 35, KK 242, KPK 76, KPKA 263, KPS 118
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
2 bait
1
Wenten Rah Suci mamuncrat
ring gunung Golgota
Inggih erah Sang Hyang Yesus
Ne ngicalang dosa
Ne ngicalang dosa
Ne ngicalang dosa
Inggih erah Sang Hyang Yesus
Ne ngicalang dosa
2
Duh panebus erah Ratu
Wiakti kantun sidi
Kantun kwasa mrasta dosa
Tur nyuciang manah
Tur nyuciang manah
Tur nyuciang manah
Kantun kwasa mrasta dosa
Tur nyuciang manah
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
2 slide
Kisah di Balik Lagu
Kisah di balik lagu **"There Is a Fountain Filled with Blood"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai **"Wonten Darah Suci Mancur"**) adalah salah satu kisah yang paling mengharukan dan dramatis dalam sejarah musik rohani Kristen. Lagu ini lahir dari pergumulan jiwa yang sangat dalam dari penulisnya, **William Cowper**.
Berikut adalah detail kisahnya:
### 1. Penulis: William Cowper (1731β1800)
William Cowper adalah seorang penyair Inggris yang sangat berbakat, namun ia memiliki kehidupan yang tragis. Sejak kecil, ia menderita depresi klinis yang parah. Sepanjang hidupnya, ia berkali-kali mencoba bunuh diri karena merasa bahwa Tuhan telah meninggalkannya dan bahwa ia adalah orang berdosa yang tidak mungkin diampuni (ia merasa dirinya adalah "orang terkutuk").
### 2. Latar Belakang Penulisan Lagu
Pada tahun 1771, saat Cowper tinggal di Olney, Inggris, ia mengalami masa depresi yang sangat berat. Kondisi mentalnya memburuk hingga ia merasa benar-benar putus asa.
Dalam momen kegelapan yang pekat itu, Cowper teringat akan janji pengampunan Tuhan melalui darah Kristus. Ia menulis lirik lagu ini (awalnya berjudul *"Praise for the Fountain Opened"*) sebagai bentuk pengakuan imannya bahwa meskipun ia merasa sangat kotor dan berdosa, **darah Yesus Kristus lebih dari cukup untuk menyucikan jiwanya.**
Lagu ini adalah "perang" mentalnya. Ia menulis lirik ini untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa meskipun ia merasa tidak layak, kasih karunia Tuhan melalui pengorbanan di kayu salib tersedia bagi siapa saja yang mau percaya.
### 3. Makna Lirik
Lirik lagu ini menggunakan metafora yang sangat kuat:
* **"Fountain filled with blood" (Air mancur yang penuh dengan darah):** Mengacu pada pengorbanan Yesus di kayu salib. Bagi Cowper, ini bukan sekadar metafora, melainkan satu-satunya "obat" bagi jiwanya yang sakit dan merasa bersalah.
* **"Drawn from Emmanuelβs veins" (Ditarik dari urat nadi Immanuel):** Menegaskan bahwa penebusan itu datang langsung dari Tuhan sendiri yang menjadi manusia.
* **"And sinners plunged beneath that flood lose all their guilty stains" (Dan orang berdosa yang membenamkan diri di dalam banjir itu kehilangan semua noda dosanya):** Bagian ini sangat pribadi bagi Cowper. Ia merasa noda dosa di jiwanya sangat pekat, sehingga ia membutuhkan "banjir" atau "air mancur" besar untuk menghapusnya.
### 4. Komposisi Musik (Lowell Mason)
Meskipun liriknya ditulis oleh William Cowper pada tahun 1771, melodi yang kita kenal sekarang (sering disebut sebagai nada *CLEANSING FOUNTAIN*) dikaitkan dengan **Lowell Mason**, seorang komponis Amerika yang sangat berpengaruh dalam musik gereja pada abad ke-19.
Mason mengadaptasi melodi yang sesuai dengan lirik yang mendalam ini. Melodi yang tenang, kontemplatif, dan bersifat mengajak pendengar untuk merenungkan pengorbanan Yesus, sangat serasi dengan nada melankolis namun penuh pengharapan dari puisi Cowper.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Penting?
Ada dua alasan mengapa lagu ini tetap abadi:
1. **Kejujuran Emosional:** Lagu ini tidak mencoba menutupi realitas rasa sakit manusia. Cowper menulisnya dari "lembah bayang-bayang maut". Banyak orang yang merasa depresi atau merasa tidak layak di hadapan Tuhan merasa sangat terhubung dengan lagu ini.
2. **Fokus pada Anugerah:** Lagu ini menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa keselamatan bukanlah hasil usaha manusia, melainkan hasil dari apa yang telah dilakukan Yesus (darah yang tercurah).
### Versi Bahasa Jawa (Wonten Darah Suci Mancur)
Dalam tradisi gereja di Indonesia, khususnya di Jawa, lagu ini menjadi sangat populer. Penggunaan kata *"Wonten"* (ada) memberikan kesan penegasan bahwa pengampunan itu nyata dan tersedia sekarang juga. Bagi jemaat di Jawa, melodi ini sering dimainkan dengan sangat khidmat, terutama dalam ibadah Perjamuan Kudus atau masa Pra-Paskah, untuk merenungkan penderitaan Kristus bagi manusia yang berdosa.
**Kesimpulan:**
Lagu ini adalah doa seorang pria yang hampir hancur oleh rasa bersalah, yang akhirnya menemukan kedamaian dengan memandang salib Kristus. Bagi William Cowper, "Air Mancur Darah" itu adalah satu-satunya tempat pelarian dari kegelapan jiwanya sendiri.
Berikut adalah detail kisahnya:
### 1. Penulis: William Cowper (1731β1800)
William Cowper adalah seorang penyair Inggris yang sangat berbakat, namun ia memiliki kehidupan yang tragis. Sejak kecil, ia menderita depresi klinis yang parah. Sepanjang hidupnya, ia berkali-kali mencoba bunuh diri karena merasa bahwa Tuhan telah meninggalkannya dan bahwa ia adalah orang berdosa yang tidak mungkin diampuni (ia merasa dirinya adalah "orang terkutuk").
### 2. Latar Belakang Penulisan Lagu
Pada tahun 1771, saat Cowper tinggal di Olney, Inggris, ia mengalami masa depresi yang sangat berat. Kondisi mentalnya memburuk hingga ia merasa benar-benar putus asa.
Dalam momen kegelapan yang pekat itu, Cowper teringat akan janji pengampunan Tuhan melalui darah Kristus. Ia menulis lirik lagu ini (awalnya berjudul *"Praise for the Fountain Opened"*) sebagai bentuk pengakuan imannya bahwa meskipun ia merasa sangat kotor dan berdosa, **darah Yesus Kristus lebih dari cukup untuk menyucikan jiwanya.**
Lagu ini adalah "perang" mentalnya. Ia menulis lirik ini untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa meskipun ia merasa tidak layak, kasih karunia Tuhan melalui pengorbanan di kayu salib tersedia bagi siapa saja yang mau percaya.
### 3. Makna Lirik
Lirik lagu ini menggunakan metafora yang sangat kuat:
* **"Fountain filled with blood" (Air mancur yang penuh dengan darah):** Mengacu pada pengorbanan Yesus di kayu salib. Bagi Cowper, ini bukan sekadar metafora, melainkan satu-satunya "obat" bagi jiwanya yang sakit dan merasa bersalah.
* **"Drawn from Emmanuelβs veins" (Ditarik dari urat nadi Immanuel):** Menegaskan bahwa penebusan itu datang langsung dari Tuhan sendiri yang menjadi manusia.
* **"And sinners plunged beneath that flood lose all their guilty stains" (Dan orang berdosa yang membenamkan diri di dalam banjir itu kehilangan semua noda dosanya):** Bagian ini sangat pribadi bagi Cowper. Ia merasa noda dosa di jiwanya sangat pekat, sehingga ia membutuhkan "banjir" atau "air mancur" besar untuk menghapusnya.
### 4. Komposisi Musik (Lowell Mason)
Meskipun liriknya ditulis oleh William Cowper pada tahun 1771, melodi yang kita kenal sekarang (sering disebut sebagai nada *CLEANSING FOUNTAIN*) dikaitkan dengan **Lowell Mason**, seorang komponis Amerika yang sangat berpengaruh dalam musik gereja pada abad ke-19.
Mason mengadaptasi melodi yang sesuai dengan lirik yang mendalam ini. Melodi yang tenang, kontemplatif, dan bersifat mengajak pendengar untuk merenungkan pengorbanan Yesus, sangat serasi dengan nada melankolis namun penuh pengharapan dari puisi Cowper.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Penting?
Ada dua alasan mengapa lagu ini tetap abadi:
1. **Kejujuran Emosional:** Lagu ini tidak mencoba menutupi realitas rasa sakit manusia. Cowper menulisnya dari "lembah bayang-bayang maut". Banyak orang yang merasa depresi atau merasa tidak layak di hadapan Tuhan merasa sangat terhubung dengan lagu ini.
2. **Fokus pada Anugerah:** Lagu ini menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa keselamatan bukanlah hasil usaha manusia, melainkan hasil dari apa yang telah dilakukan Yesus (darah yang tercurah).
### Versi Bahasa Jawa (Wonten Darah Suci Mancur)
Dalam tradisi gereja di Indonesia, khususnya di Jawa, lagu ini menjadi sangat populer. Penggunaan kata *"Wonten"* (ada) memberikan kesan penegasan bahwa pengampunan itu nyata dan tersedia sekarang juga. Bagi jemaat di Jawa, melodi ini sering dimainkan dengan sangat khidmat, terutama dalam ibadah Perjamuan Kudus atau masa Pra-Paskah, untuk merenungkan penderitaan Kristus bagi manusia yang berdosa.
**Kesimpulan:**
Lagu ini adalah doa seorang pria yang hampir hancur oleh rasa bersalah, yang akhirnya menemukan kedamaian dengan memandang salib Kristus. Bagi William Cowper, "Air Mancur Darah" itu adalah satu-satunya tempat pelarian dari kegelapan jiwanya sendiri.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
KJ 35, KK 242, KPK 76, KPKA 263, KPS 118
35
Tercurah Darah Tuhanku
242
Tercurah Darah Tuhanku
76
Etuking Karahayon
263
Etuking Karahayon
118
Tertumpah darah Penebus
8
Oduh Ratu Sang Hyang Yesus
9
Salib Ida Sang Hyang Yesus
10
Sang Hyang Yesus Kapentang
11
Sang Hyang Yesus Wiakti Kapentang
13
Duh Hyang Yesus Sedan Ratu
14
O Wenten Suara Jangih
15
Rahina Nika Suci
16
Haleluya Ida Nyeneng
17
Rerainan Ida Nyeneng
18
Margi Ngaluwihang Ida
19
Juru Rahayun Tiang Nyeneng