KPJ
Dalu Suci
218
Nomor
Kode
KPJ 218
Buku
Kidung Pasamuwan Jawi
Tematik
Kidung Natal
Metronom
0
Jumlah Bait
4 bait
Cross Ref.
MK 25, KJ 92, NR 31, MK 25, PS 452, BE 54, KKb 134, KC 51, KK 186
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
1
Dalu suci tidhem sami, Njeng Gusti Pamarta
tedhak manjalma krana kita
miyos wonten kandhang Betlehem
Gusti ning dumadi, Gustining dumadi.
2
Bayi suci, kang Ginusti, nebusi tyang dosa,
nilar kamulyane ing swarga,
sumeleh ing rumput kang nistha;
nladhani mring kita, nladhani mring kita
3
Dalu suci, tidhem sami, Njeng Gusti angasta,
katentremane jagad-raya,
kados prasetyane Kang Rama.
Mila linuhurna, mila linuhurna.
4
Dalu suci, tidhem sami, Njeng Gusti angasta,
pirukuning tyang dosa sami
cinadhang prasetyan kang baka.
Amin, linuhurna! Amin, linuhurna!
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
4 slide
Kisah di Balik Lagu
Kisah di balik lagu **"Malam Kudus"** (judul asli: *Stille Nacht, heilige Nacht*) adalah salah satu cerita Natal paling mengharukan dan ikonik dalam sejarah musik. Lagu ini lahir dari sebuah keadaan darurat di sebuah desa kecil di Austria.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan mahakarya ini:
### 1. Keadaan Darurat di Oberndorf (1818)
Latar belakangnya terjadi di desa **Oberndorf bei Salzburg**, Austria, pada malam Natal tanggal **24 Desember 1818**.
**Pastor Joseph Mohr**, yang baru saja ditugaskan di Gereja St. Nikolaus, menghadapi masalah besar. Organ di gerejanya mengalami kerusakan parahβkonon disebabkan oleh tikus yang menggerogoti saluran udara organ tersebut. Karena tidak ada waktu untuk memperbaiki organ tersebut sebelum kebaktian malam Natal, Pastor Mohr merasa putus asa karena musik adalah bagian tak terpisahkan dari perayaan Natal.
### 2. Penulisan Lirik oleh Joseph Mohr
Dua tahun sebelumnya, pada tahun 1816, Pastor Mohr telah menulis sebuah puisi berjudul *"Stille Nacht"* (Malam yang Tenang). Dalam keputusasaannya pada siang hari tanggal 24 Desember itu, ia memutuskan untuk menggunakan puisi tersebut.
Ia membawa puisi itu kepada temannya, seorang guru sekolah sekaligus organis gereja bernama **Franz Xaver Gruber**. Mohr meminta Gruber untuk menciptakan melodi sederhana untuk puisi tersebut yang bisa diiringi hanya dengan **gitar**.
### 3. Komposisi Musik oleh Franz Xaver Gruber
Gruber, yang terkejut karena harus membuat lagu hanya dalam beberapa jam, akhirnya berhasil menyelesaikannya pada sore hari itu juga. Melodinya sederhana namun menyentuh, dirancang agar bisa dinyanyikan dalam dua suara (sopran dan alto) dengan iringan gitar.
Malam itu, di hadapan jemaat desa yang sederhana, lagu "Stille Nacht" dinyanyikan untuk pertama kalinya. Karena organ rusak, gitar menjadi satu-satunya instrumen pengiring. Tidak ada yang menyangka bahwa lagu yang dinyanyikan secara spontan itu akan menjadi lagu Natal yang paling dikenal di seluruh dunia.
### 4. Penyebaran Lagu
Lagu ini awalnya hanya dianggap sebagai lagu lokal gereja di desa tersebut. Namun, nasib lagu ini berubah ketika seorang pembuat organ, **Karl Mauracher**, datang ke Gereja St. Nikolaus untuk memperbaiki organ setahun kemudian. Ia menemukan partitur lagu tersebut dan membawanya pulang ke desanya di Zillertal.
Lagu ini kemudian dipopulerkan oleh kelompok penyanyi keluarga keliling (seperti keluarga Strasser dan keluarga Rainer) yang membawakannya dalam pertunjukan di berbagai kota besar di Eropa. Melalui mereka, lagu ini menyebar ke seluruh dunia.
### 5. Versi Bahasa Inggris (John Freeman Young)
Lagu ini awalnya hanya dinyanyikan dalam bahasa Jerman. Pada tahun **1863**, seorang pendeta Amerika bernama **John Freeman Young** menerjemahkan lirik tersebut ke dalam bahasa Inggris menjadi *"Silent Night, Holy Night"*.
Terjemahan Young inilah yang membuat lagu tersebut mendunia dan menjadi standar yang kita kenal hingga saat ini. Versi bahasa Inggris ini sedikit berbeda dari puisi asli Mohr, namun mempertahankan semangat dan kedamaian dari lirik aslinya.
### 6. Peristiwa "Gencatan Senjata Natal" (1914)
Salah satu momen paling bersejarah terkait lagu ini terjadi selama Perang Dunia I. Pada malam Natal tahun 1914, tentara Jerman dan Inggris yang sedang bertempur di parit-parit (trench warfare) secara spontan menghentikan tembakan.
Konon, tentara Jerman mulai menyanyikan *"Stille Nacht"*. Mendengar melodi tersebut, tentara Inggris menyahut dengan menyanyikan lirik dalam bahasa Inggris. Malam itu, mereka keluar dari parit, berjabat tangan, bertukar hadiah (seperti rokok dan cokelat), dan merayakan Natal bersama di tanah tak bertuan (*no man's land*). Peristiwa ini dikenal sebagai **Christmas Truce 1914**.
---
**Pesan dari Lagu Ini:**
Lahir dari kerusakan teknis (organ yang rusak) dan kesederhanaan (iringan gitar), "Malam Kudus" mengajarkan kita bahwa pesan Natal tidak membutuhkan kemegahan atau instrumen yang rumit. Ia lahir dari ketenangan, kesederhanaan, dan kerinduan akan kedamaianβsebuah pesan yang tetap relevan hingga hari ini.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan mahakarya ini:
### 1. Keadaan Darurat di Oberndorf (1818)
Latar belakangnya terjadi di desa **Oberndorf bei Salzburg**, Austria, pada malam Natal tanggal **24 Desember 1818**.
**Pastor Joseph Mohr**, yang baru saja ditugaskan di Gereja St. Nikolaus, menghadapi masalah besar. Organ di gerejanya mengalami kerusakan parahβkonon disebabkan oleh tikus yang menggerogoti saluran udara organ tersebut. Karena tidak ada waktu untuk memperbaiki organ tersebut sebelum kebaktian malam Natal, Pastor Mohr merasa putus asa karena musik adalah bagian tak terpisahkan dari perayaan Natal.
### 2. Penulisan Lirik oleh Joseph Mohr
Dua tahun sebelumnya, pada tahun 1816, Pastor Mohr telah menulis sebuah puisi berjudul *"Stille Nacht"* (Malam yang Tenang). Dalam keputusasaannya pada siang hari tanggal 24 Desember itu, ia memutuskan untuk menggunakan puisi tersebut.
Ia membawa puisi itu kepada temannya, seorang guru sekolah sekaligus organis gereja bernama **Franz Xaver Gruber**. Mohr meminta Gruber untuk menciptakan melodi sederhana untuk puisi tersebut yang bisa diiringi hanya dengan **gitar**.
### 3. Komposisi Musik oleh Franz Xaver Gruber
Gruber, yang terkejut karena harus membuat lagu hanya dalam beberapa jam, akhirnya berhasil menyelesaikannya pada sore hari itu juga. Melodinya sederhana namun menyentuh, dirancang agar bisa dinyanyikan dalam dua suara (sopran dan alto) dengan iringan gitar.
Malam itu, di hadapan jemaat desa yang sederhana, lagu "Stille Nacht" dinyanyikan untuk pertama kalinya. Karena organ rusak, gitar menjadi satu-satunya instrumen pengiring. Tidak ada yang menyangka bahwa lagu yang dinyanyikan secara spontan itu akan menjadi lagu Natal yang paling dikenal di seluruh dunia.
### 4. Penyebaran Lagu
Lagu ini awalnya hanya dianggap sebagai lagu lokal gereja di desa tersebut. Namun, nasib lagu ini berubah ketika seorang pembuat organ, **Karl Mauracher**, datang ke Gereja St. Nikolaus untuk memperbaiki organ setahun kemudian. Ia menemukan partitur lagu tersebut dan membawanya pulang ke desanya di Zillertal.
Lagu ini kemudian dipopulerkan oleh kelompok penyanyi keluarga keliling (seperti keluarga Strasser dan keluarga Rainer) yang membawakannya dalam pertunjukan di berbagai kota besar di Eropa. Melalui mereka, lagu ini menyebar ke seluruh dunia.
### 5. Versi Bahasa Inggris (John Freeman Young)
Lagu ini awalnya hanya dinyanyikan dalam bahasa Jerman. Pada tahun **1863**, seorang pendeta Amerika bernama **John Freeman Young** menerjemahkan lirik tersebut ke dalam bahasa Inggris menjadi *"Silent Night, Holy Night"*.
Terjemahan Young inilah yang membuat lagu tersebut mendunia dan menjadi standar yang kita kenal hingga saat ini. Versi bahasa Inggris ini sedikit berbeda dari puisi asli Mohr, namun mempertahankan semangat dan kedamaian dari lirik aslinya.
### 6. Peristiwa "Gencatan Senjata Natal" (1914)
Salah satu momen paling bersejarah terkait lagu ini terjadi selama Perang Dunia I. Pada malam Natal tahun 1914, tentara Jerman dan Inggris yang sedang bertempur di parit-parit (trench warfare) secara spontan menghentikan tembakan.
Konon, tentara Jerman mulai menyanyikan *"Stille Nacht"*. Mendengar melodi tersebut, tentara Inggris menyahut dengan menyanyikan lirik dalam bahasa Inggris. Malam itu, mereka keluar dari parit, berjabat tangan, bertukar hadiah (seperti rokok dan cokelat), dan merayakan Natal bersama di tanah tak bertuan (*no man's land*). Peristiwa ini dikenal sebagai **Christmas Truce 1914**.
---
**Pesan dari Lagu Ini:**
Lahir dari kerusakan teknis (organ yang rusak) dan kesederhanaan (iringan gitar), "Malam Kudus" mengajarkan kita bahwa pesan Natal tidak membutuhkan kemegahan atau instrumen yang rumit. Ia lahir dari ketenangan, kesederhanaan, dan kerinduan akan kedamaianβsebuah pesan yang tetap relevan hingga hari ini.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
MK 25, KJ 92, NR 31, MK 25, PS 452, BE 54, KKb 134, KC 51, KK 186
54
Sonang Ni Bornginna I
51
Malam Kudus
92
Malam Kudus
186
Malam Kudus
134
Peuting Suci Jempe Simpe
25
Malam kudus
31
Malam Kudus, Sunyi Senyap
452
Malam kudus
Tema :
Kidung Natal
212
Aku Mbok Caritanana
213
Allah Ngesorken Srira
214
Aneng Pamakanan
215
Aneng Salumahing Bumi
216
Betlehem Ing Efrata
217
Dalu Santi
219
Daweg Ta Kanca Kula
220
Dinten Natal Dineten Adi
221
Duk Bumi Kinemulan Ratri
222
Dumeling Kapyarsa
223
Gumebyar!
224
Gusti, Rama Ing Swarga
225
Haleluya! Yesus Kristus
226
Hosiana, Gustiku
227
Iba Endah Cahyeng Ratri
228
Ing Betlehem Kang Tan Aji
229
Kabingahan Kang Sejati
230
Kabingahan Kang Sejati
231
Kadospundi, Dhuh Gusti
232
Kamulyakna
233
Kanca Agiyaka
234
Kaprungu Swara Gumyak
235
Lintang Wetan
236
Linuhurna! Gusti Pamarta
237
Nyawaku Muji Allah
238
Para Jalmi, Giranga
239
Pinuji Tansah
240
Para Pangon Kang Winartanan
241
Ratu Mulya
242
Rawuha Sang Imanuel
243
Sabumi Padha Suraka
244
Sajroning Pepeteng
245
Sang Pepadhang Sejati
246
Sang Ratu Adil Sejati
247
Sugeng Rawuh, Gusti
248
Tan Ana Cahya Mulya