Bekasi, Cikarang & Karawang
187
Nomor
Kode
NKB 187
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Tematik
Hidup Mengikut Tuhan
Metronom
0
Pencipta Lagu
Bentley D. Ackley
Pencipta Syair
James Rowe
Penerjemah
Tim Nyanyian GKI
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
1
Nikmat dunia menggodaku pasti sia-sia. ‘Ku tak ingin diperbudak oleh harta fana. Yesuslah teladanku di sepanjang jalanku. Yesuslah teladanku di setiap waktu.
2
Yesus sudah menghancurkan tiap rantai dosa, agar ‘ku menjadi hamba yang tetap setia. Yesuslah teladanku di sepanjang jalanku. Yesuslah teladanku di setiap waktu.
3
Di sepanjang ziarahku yang menuju sorga, akan ‘ku kisahkan ihwal kasih dan rahmatNya. Yesuslah teladanku di sepanjang jalanku. Yesuslah teladanku di setiap waktu.
4
Dia akan menyambutku di tempat mulia dan berkata kepadaku: ” ‘Kau hamba setia”. Yesuslah teladanku di sepanjang jalanku. Yesuslah teladanku di setiap waktu.
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 187
Klik untuk zoom

Partitur chord belum tersedia

Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — NKB 187 1
Slide 2 — NKB 187 2
Slide 3 — NKB 187 3
Slide 4 — NKB 187 4
Kisah di Balik Lagu
Kisah di balik lagu **"I Would Be Like Jesus"** (yang dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan menjadi **"Nikmat Dunia Menggodaku"** atau **"Kusuka Yesus"**) adalah kisah tentang kerinduan mendalam seorang Kristen untuk menanggalkan egonya dan mencerminkan karakter Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Lagu ini merupakan kolaborasi dari dua tokoh yang sangat produktif dalam dunia musik gerejawi era awal abad ke-20: **James Rowe** (penulis lirik) dan **Bentley D. Ackley** (penulis melodi).

Berikut adalah detail kisah dan latar belakangnya:

### 1. Profil Pencipta
* **James Rowe (1865–1933):** Lahir di Inggris namun kemudian pindah ke Amerika Serikat. Ia adalah seorang penulis lirik yang sangat produktif. Banyak karyanya yang bertema tentang pengabdian dan kesetiaan kepada Tuhan. Ia sering menulis lirik yang bersifat introspektif—mengajak pendengar untuk memeriksa isi hati mereka.
* **Bentley DeForest Ackley (1872–1958):** Ia adalah seorang komposer dan musisi yang memiliki latar belakang menarik. Ia pernah bekerja sebagai sekretaris pribadi untuk penginjil terkenal, **Billy Sunday**, dan juga bekerja sama dengan musisi gereja legendaris, Homer Rodeheaver. Ackley dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang sederhana, namun sangat mengena dan mudah diingat.

### 2. Latar Belakang Penulisan
Lagu ini ditulis sekitar tahun **1910-an**. Pada masa itu, masyarakat tengah mengalami perubahan sosial yang pesat karena industrialisasi. Godaan akan kenyamanan hidup, kekayaan, dan ambisi pribadi menjadi topik yang relevan bagi banyak orang Kristen.

* **Pesan Utama:** Lagu ini bukanlah tentang mukjizat besar, melainkan tentang **"penyucian harian."** Liriknya mengakui sebuah kejujuran manusiawi: bahwa dunia ini penuh dengan godaan ("Nikmat dunia menggodaku") yang seringkali membuat seseorang kehilangan fokus dari iman.
* **Tujuan Lagu:** James Rowe menulis lirik ini sebagai doa atau pernyataan tekad. Ia ingin menyampaikan bahwa meskipun dunia menawarkan banyak hal, tujuan tertinggi hidup seorang pengikut Kristus bukanlah mengejar kesuksesan duniawi, melainkan menjadi "serupa dengan Yesus" dalam tindakan, kasih, dan kesucian.

### 3. Makna di Balik Lirik
Jika kita membedah bait-baitnya, lagu ini menceritakan sebuah perjalanan spiritual:
* **Pengakuan:** Penulis mengakui bahwa dirinya tidak sempurna dan sering tergoda oleh dunia.
* **Kerinduan:** Adanya keinginan yang kuat ("Kusuka Yesus") untuk meneladani cara Yesus memperlakukan orang lain, cara Dia mengampuni, dan cara Dia mengasihi.
* **Penyerahan:** Bait-baitnya menekankan perlunya pertolongan Roh Kudus untuk membimbing seseorang agar "seperti Yesus."

### 4. Mengapa Lagu Ini Menjadi Ikonik?
Lagu ini tetap dinyanyikan hingga hari ini karena beberapa alasan:
1. **Relatabilitas:** Liriknya menyentuh masalah universal manusia: pergumulan antara keinginan pribadi dan panggilan ilahi.
2. **Melodi yang Kuat:** Musik ciptaan Bentley Ackley memiliki alunan yang menenangkan namun menggugah semangat, cocok untuk momen saat teduh atau perenungan pribadi di gereja.
3. **Kekuatan Lirik yang Lugas:** Tidak menggunakan kata-kata yang rumit, lagu ini langsung masuk ke esensi kehidupan Kristen, yakni memancarkan kasih Kristus di tengah dunia yang egois.

### Kesimpulan
Secara historis, lagu ini tidak lahir dari peristiwa dramatis tertentu seperti tragedi, melainkan lahir dari **refleksi spiritual.** Bentley D. Ackley dan James Rowe ingin menciptakan sebuah "lagu doa" yang bisa diucapkan oleh siapa pun yang merasa lelah dengan tuntutan dunia dan ingin kembali fokus pada karakter Kristus.

Di Indonesia, lagu ini sangat populer di kalangan gereja-gereja evangelikal dan tradisional, sering dinyanyikan sebagai lagu pengakuan dosa atau lagu komitmen untuk hidup lebih kudus setiap harinya.

Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.