Bekasi, Cikarang & Karawang
180
Nomor
Do=Es
Nada Dasar
Kode
NKB 180
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Tematik
Hidup Mengikut Tuhan
Nada Dasar
Do=Es
Ketukan
4 ketuk ketuk
Jumlah Bait
5 bait
Pencipta Lagu
Albert B. Simpson (1843)
Pencipta Syair
Ada A. Whiddington (1880)
Penerjemah
Tim Nyanyian GKI (1990)
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 5 bait
1
Bukanlah ‘ku, tetapi hanya Kristus layak benar dipuji, disembah. Bukanlah ‘ku, tetapi hanya Kristus patut tetap dimuliakanlah Reff Tuhan, diriku telah ‘Kau raih, ‘Kau hapus dosaku. Tiada yang lebih permai, ‘Kau hidup dalamku.
2
Bukanlah ‘ku, tetapi hanya Kristus dalam seg’nap p’rilaku hidupku. Bukanlah ‘ku, tetapi hanya Kristus dalam seg’nap ucapan, tingkahku. Reff
3
Bukanlah ‘ku, tetapi hanya Kristus memb’ri gemar kepada yang sendu. Bukanlah ‘ku, tetapi hanya Kristus yang berbelas bagi yang berkeluh. Reff
4
Bukanlah ‘ku, tetapi hanya Kristus yang merenggut beban hidup berat. Bukanlah ‘ku, tetapi hanya Kristus yang tanganNya terulur tak penat. Reff
5
Kristus tentu, ya amin, ‘ku percaya, mau mendengar seruan umat-Nya. Tiada hal terucap sia-sia. ‘ku ‘kan tetap berdoa padaNya. Reff
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 180
Klik untuk zoom

Partitur chord belum tersedia

Slide Lirik 6 slide
Slide 1 — NKB 180 1
Slide 2 — NKB 180 2
Slide 3 — NKB 180 3
Slide 4 — NKB 180 4
Slide 5 — NKB 180 5
Slide 6 — NKB 180 6
Kisah di Balik Lagu
Kisah di balik lagu **"Bukanlah 'Ku, Tetapi Hanya Kristus"** (*Not I, But Christ*) adalah sebuah kesaksian mendalam tentang penyerahan diri total dan kerendahan hati seorang pelayan Tuhan.

Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:

### 1. Sosok di Balik Lagu: Albert B. Simpson
**Albert Benjamin Simpson (1843–1919)** adalah seorang pendeta, teolog, dan penulis lagu asal Kanada yang sangat berpengaruh. Ia dikenal sebagai pendiri *Christian and Missionary Alliance* (CMA).

Sepanjang hidupnya, Simpson berjuang melawan masalah kesehatan yang serius. Namun, di tengah kelemahannya, ia mengalami perjumpaan yang mengubah hidupnya dengan kuasa penyembuhan dan pemeliharaan Tuhan. Pengalamannya ini membuatnya sadar bahwa pelayanan bukan tentang kekuatan manusia, melainkan sepenuhnya bergantung pada kuasa Kristus yang hidup di dalam dirinya.

### 2. Inspirasi: Filosofi Hidup "Kristus di Dalam"
Lagu ini sebenarnya didasarkan pada ayat Alkitab **Galatia 2:20**:
> *"Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku."*

Simpson menulis puisi ini sebagai bentuk pernyataan iman pribadinya. Ia ingin menegaskan bahwa dalam setiap pencapaian, setiap khotbah, dan setiap misi yang ia lakukan, tidak ada tempat bagi keangkuhan manusia. Ia ingin agar setiap orang yang melihat pelayanannya tidak melihat "Simpson", melainkan melihat Kristus yang bekerja melalui Simpson.

### 3. Kolaborasi dengan Ada A. Whiddington
Awalnya, tulisan Simpson hanyalah sebuah puisi atau tulisan refleksi. Kemudian, **Ada A. Whiddington**, seorang komposer yang sezaman dengannya, melihat kedalaman teologis dari kata-kata Simpson. Whiddington kemudian menyusun melodi yang lembut dan meditatif untuk menyertai kata-kata tersebut, sehingga mengubahnya menjadi sebuah himne (nyanyian gerejawi).

### 4. Makna Mendalam dalam Liriknya
Lagu ini sangat kuat karena setiap baitnya adalah pengingat akan "kematian terhadap diri sendiri":

* **"Bukanlah 'ku, tetapi hanya Kristus"**: Ini adalah kalimat kunci yang menolak segala bentuk kemuliaan diri. Simpson percaya bahwa "diri sendiri" adalah penghambat terbesar bagi pekerjaan Tuhan.
* **"Yang nampak dalam hidupku"**: Harapan Simpson adalah agar orang lain melihat karakter Kristus (kasih, kesabaran, kerendahan hati) dalam tindakan sehari-harinya, bukan bakat atau kepandaiannya.
* **Kebergantungan**: Lagu ini sering digunakan sebagai lagu doa sebelum berkhotbah atau melakukan pelayanan, sebagai tanda bahwa pelayan tersebut hanyalah "alat" atau "bejana" yang kosong, yang harus diisi oleh Roh Kudus.

### 5. Dampak dan Warisan
Lagu ini menjadi sangat populer di kalangan gereja-gereja injili di seluruh dunia. Bagi banyak pelayan Tuhan, lagu ini menjadi "doa wajib" untuk menjaga hati agar tidak jatuh dalam jebakan kesombongan rohani.

Dalam sejarah pelayanan A.B. Simpson, lagu ini bukan sekadar lirik indah, melainkan **manifesto hidupnya**. Ketika ia berada di masa-masa sulit atau saat pelayanannya sedang berada di puncak kesuksesan, Simpson selalu kembali pada prinsip: *Bukan saya, tetapi Kristus*.

### Kesimpulan
Kisah lagu ini adalah pengingat bahwa kebesaran seorang pelayan Tuhan bukan diukur dari berapa banyak orang yang mengagumi dirinya, melainkan dari berapa banyak orang yang akhirnya melihat dan memuliakan Kristus melalui hidupnya.

Lagu ini mengajak kita untuk mengecilkan diri agar Kristus semakin besar—sebuah konsep yang relevan sepanjang zaman, tidak hanya bagi pendeta, tetapi bagi setiap orang Kristen dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.