Bekasi, Cikarang & Karawang
245
Nomor
Kode
KK 245
Buku
Kidung Keesaan
Tematik
Jumat Agung
Metronom
0
Pencipta Lagu
Johann Cruger
Pencipta Syair
Johann Heerman
Cross Ref.
KJ 167, NR 53, KPJ 251, KPKA 275
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 13 bait
1
Yesus, Tuhanku, apakah dosaMu, hingga hukuman bagiMu berlaku? Durhaka apa sudah dituduhkan padaMu Tuhan?
2
Kau didera, dihina kaum prajurit, Kau dicerca, dibri mahkota duri dan minumMu pada kayu salib anggur yang pahit.
3
Apa sebabnya Kauterima siksa? Tak lain karna dosa manusia: aku sendiri dan kesalahanku jadi bebanMu!
4
Siapa menduga jalan hukum ini: bahwa Gembala mengurbankan diri, jadi tebusan domba yang bersalah terhadap Allah.
5
Kau harus mati walau tak berdosa, orang bersalah hidup dan sentosa. Bebaslah kami yang tlah mengaminkan Kau disalibkan.
6
Kasih sempurna, rahmat tak terhingga, Kau menjalani siksa maut hina. Aku terbawa dunia sukacita, kau menderita!
7
Raja abadi, apa kulakukan, agar kasihMu dapat kumasyhurkan? Apa yang layak aku persembahkan jadi imbalan?
8
Tiada yang sanggup untuk mengimbangi rahmat kasihMu suci dan ilahi. Baik berusaha maupun beribadah, takkan setara!
9
Namun yang tinggal berkenan padaMu hanyalah bila kusalibkan nafsu; hati yang hancur yang hendak bertobat tidak Kautolak.
10
Karna ku tahu aku tak berkuasa dan agar jangan aku putus asa, bri Roh KudusMu memerintah aku ikut jejakMu!
11
Jadikan daku taat dan setia demi namaMu yang mahamulia, agar kupikul salibMu ke muka tanpa berduka.
12
Walau karyaku tak bersifat jasa, namun, ya Tuhan, Kau senantiasa mau menerima persembahan hati dan Kauberkati.
13
Ya Tuhan Yesus yang di takhta Allah, Kau yang terpuji untuk selamanya; aku pun ikut memberi selalu syukur padaMu!
Partitur / Not
Partitur Chord KK 245
Klik untuk zoom

Partitur chord belum tersedia

Slide Lirik 13 slide
Slide 1 β€” KK 245 1
Slide 2 β€” KK 245 2
Slide 3 β€” KK 245 3
Slide 4 β€” KK 245 4
Slide 5 β€” KK 245 5
Slide 6 β€” KK 245 6
Slide 7 β€” KK 245 7
Slide 8 β€” KK 245 8
Slide 9 β€” KK 245 9
Slide 10 β€” KK 245 10
Slide 11 β€” KK 245 11
Slide 12 β€” KK 245 12
Slide 13 β€” KK 245 13
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Herzliebster Jesu, was hast du verbrochen"** (dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai **"Yesus, Tuhanku, Apakah Dosamu"**) adalah salah satu karya paling mendalam dan emosional dalam tradisi lagu pujian (hymne) Protestan.

Kisah di balik lagu ini adalah perpaduan antara penderitaan batin seorang penyair dan pergulatan teologis seorang komposer di tengah masa yang sangat kelam dalam sejarah Eropa.

Berikut adalah detail kisahnya:

### 1. Latar Belakang Penulis Lirik: Johann Heermann (1630)
Lirik lagu ini ditulis oleh **Johann Heermann** pada tahun 1630. Hidup Heermann sangat dipengaruhi oleh **Perang Tiga Puluh Tahun** (1618–1648), salah satu konflik paling merusak dalam sejarah Eropa.

* **Penderitaan Pribadi:** Selama perang tersebut, Heermann bukan hanya melihat kehancuran negaranya, tetapi ia sendiri berkali-kali nyaris tewas akibat wabah penyakit (wabah pes), kelaparan, dan pengungsian paksa karena serangan tentara.
* **Makna Lirik:** Di tengah penderitaan yang luar biasa itu, Heermann tidak mengeluh kepada Tuhan. Sebaliknya, ia merenungkan penderitaan Kristus di kayu salib. Ia menulis puisi ini sebagai bentuk kontemplasi (perenungan) mendalam tentang alasan mengapa Yesus, yang tidak berdosa, harus menanggung hukuman yang seharusnya diterima oleh manusia.
* **Pesan Utama:** Pertanyaan retoris dalam bait pertamaβ€”*"Yesus, Tuhanku, apakah dosamu, hingga hukuman mati dijatuhkan-Mu?"*β€”bukanlah pertanyaan untuk mencari jawaban logis, melainkan sebuah pernyataan rasa syukur yang teramat dalam karena menyadari bahwa **dosa kitalah yang memakukan Dia di kayu salib.**

### 2. Latar Belakang Komposer: Johann CrΓΌger (1640)
Melodi lagu ini digubah oleh **Johann CrΓΌger** pada tahun 1640. CrΓΌger adalah direktur musik di Gereja St. Nikolai di Berlin.

* **Konteks Musik:** CrΓΌger menggabungkan lirik Heermann yang menyayat hati dengan melodi yang memiliki harmoni yang sangat emosional dan syahdu. Melodi ini mencerminkan tradisi *chorale* Lutheran yang menuntut kerendahan hati dan ketenangan batin.
* **Warisan:** Melodi ini menjadi sangat ikonik sehingga komposer-komposer besar setelahnya, seperti **J.S. Bach**, menggunakannya sebagai fondasi dalam karya-karya besarnya (seperti dalam *St. Matthew Passion*).

### 3. Makna Teologis di Balik Lagu
Lagu ini sangat spesial karena perubahan sudut pandang di tengah-tengah lagunya:

1. **Awalnya:** Penulis bertanya kepada Yesus mengapa Dia menderita (karena Dia tidak punya dosa).
2. **Akhirnya:** Penulis sadar bahwa *dialah* (kita semua) penyebab penderitaan itu.
* Ada pengakuan dosa yang sangat pribadi di sini: *"Aku, ya Tuhan, aku yang bersalah."*
* Lagu ini membawa jemaat dari posisi "pengamat" yang melihat salib, menjadi "pelaku" yang bertanggung jawab atas dosa yang menyebabkan salib itu.

### 4. Penggunaan dalam Ibadah
Secara tradisional, lagu ini sangat melekat pada **Jumat Agung (Good Friday)**. Dalam tradisi gereja, lagu ini dinyanyikan dengan tempo yang lambat dan penuh refleksi untuk membawa jemaat merenungkan penderitaan Kristus (Sengsara Tuhan).

### Ringkasan Pesan
Lagu *Herzliebster Jesu* adalah pengingat bahwa di tengah dunia yang kacau, penuh perang, dan penuh dosa, ada satu kasih yang melampaui logika: **Kasih Kristus yang mau menanggung apa yang tidak pernah Dia lakukan demi menyelamatkan mereka yang melakukan kesalahan.**

Ketika Anda menyanyikan lagu ini, Anda sedang mengikuti jejak Johann Heermann, yang di tengah-tengah ancaman kematian dan kehancuran perang, tetap memilih untuk memandang pada salib sebagai satu-satunya sumber pengharapan dan pengampunan.

Narasi dari Wikipedia/AI β€” sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.