KK
Dari Kungkungan Duka Kelam
68
Nomor
do=g
Nada Dasar
Kode
KK 68
Buku
Kidung Keesaan
Tematik
Pengakuan dan Pengampunan Dosa
Nada Dasar
do=g
Ketukan
6/4 ketuk
Metronom
100
Jumlah Bait
3 bait
Pencipta Lagu
George Coles Stebbins (1887)
Pencipta Syair
William True Sleeper (1887)
Penerjemah
Yamuger (1999)
Cross Ref.
PKJ 46 , NKB 10 , BE 432 , KKb 55, BLP 77
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
1
Dari kungkungan duka kelam, ya Tuhanku, ku datanglah,
masuk terang-Mu bebas senang, ku datang pada-Mu.
Dari beban kesakitanku masuk ke dalam kekuatan-Mu;
dalam derita aku datang, ya Yesus, Tuhanku.
2
Dari dera kepapanku, ya Tuhanku, ku datanglah,
dan mengecap kekayaan-Mu, ku datang pada-Mu.
Dari cela keaibanku pada salib-Mu ku berteduh,
dalam dosaku aku datang, ya Yesus, Tuhanku.
3
Dari hempasan badai deras, ya Tuhanku, ku datanglah,
masuk ke dalam bandar tenang, ku datang pada-Mu.
Dari keputusasaanku masuk ke dalam anugrah-Mu;
dalam susahku aku datang, ya Yesus, Tuhanku.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
3 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Dari Kungkungan Duka Kelam"** (judul asli bahasa Inggris: ***"Out of My Bondage, Sorrow, and Night"***) adalah salah satu himne Kristen yang sangat menyentuh karena menggambarkan transformasi spiritual dari keputusasaan menuju kebebasan.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Penulis Lirik: William T. Sleeper (1819β1904)
Lirik lagu ini ditulis oleh **William T. Sleeper**, seorang pendeta dan pendidik asal Amerika Serikat. Sleeper dikenal sebagai orang yang memiliki empati mendalam terhadap perjuangan jiwa manusia. Ia menulis lirik ini pada tahun 1887.
Kisah di balik lirik ini berakar pada pemahaman teologis Sleeper tentang **"Pertobatan"**. Ia ingin menciptakan sebuah lagu yang menangkap momen transisi seseorang ketika mereka merasa benar-benar terpuruk (dalam kegelapan dan perbudakan dosa) dan kemudian mengalami pembebasan saat menyerahkan diri sepenuhnya kepada Yesus Kristus.
Liriknya sangat personal:
* *βDari kungkungan duka kelam, masuk terang-Mu, Yesus Tuhan.β* (Menggambarkan peralihan dari beban mental/spiritual ke arah kedamaian).
* Lirik ini mencerminkan pengalaman universal orang percaya yang merasa lelah dengan beban hidup dan menemukan "rumah" atau "perlindungan" dalam kasih Tuhan.
### 2. Komposer: George C. Stebbins (1846β1945)
Lagu ini menjadi abadi berkat sentuhan musik dari **George C. Stebbins**, salah satu komposer himne paling berpengaruh di abad ke-19. Stebbins adalah rekan kerja evangelis terkenal **Dwight L. Moody** dan penyanyi **Ira D. Sankey**.
Stebbins dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang "mengalir" dan emosional, yang sangat cocok untuk nyanyian massal dalam kebaktian kebangunan rohani (*revival meetings*). Musik yang ia buat untuk lagu ini memberikan nuansa yang lembut namun megah, membantu pengikut ibadah untuk merenungkan liriknya dengan khusyuk.
### 3. Makna di Balik Lagu
Jika kita membedah isi lagunya, ada sebuah narasi perjalanan jiwa yang terbagi menjadi beberapa fase:
* **Pengakuan akan "Bondage" (Perbudakan/Kungkungan):** Lagu ini dimulai dengan pengakuan jujur bahwa manusia sering kali terpenjara oleh masalah, kesalahan masa lalu, atau kekosongan batin. Ini bukan sekadar lagu tentang agama, tapi tentang "kemerdekaan psikologis dan spiritual."
* **Panggilan kepada Yesus:** Lagu ini menekankan bahwa perubahan tidak datang dari kekuatan diri sendiri, melainkan melalui penyerahan diri kepada Yesus.
* **Janji "Terang":** Fokus lagu ini adalah pada cahaya. Setelah kegelapan (duka kelam), ada janji terang yang membawa pemulihan.
### 4. Konteks Penggunaan
Lagu ini pertama kali dipublikasikan dalam buku himne *Gospel Hymns No. 5* (1887). Buku ini adalah bagian dari seri buku lagu yang digunakan secara luas di seluruh dunia untuk misi penginjilan.
Di Indonesia, lagu ini menjadi sangat populer di kalangan gereja-gereja karena terjemahannya yang sangat puitis dan menyentuh hati. Lagu ini sering dinyanyikan dalam momen-momen:
* Ibadah perjamuan kudus.
* Acara pertobatan atau komitmen iman.
* Momen refleksi pribadi saat seseorang merasa sedang mengalami masa sulit dalam hidupnya.
### Mengapa lagu ini tetap relevan?
Kisah di balik lagu ini bukanlah tentang peristiwa sejarah yang heroik atau peperangan, melainkan tentang **"kemenangan batin"**. Bagi banyak orang, lagu ini adalah "jangkar" saat mereka merasa terjebak dalam depresi, rasa bersalah, atau keputusasaan.
Dengan perpaduan lirik Sleeper yang jujur dan melodi Stebbins yang menenangkan, lagu ini berfungsi sebagai sebuah doa. Ia tidak menjanjikan bahwa masalah akan hilang seketika, tetapi menjanjikan bahwa ada "terang" yang akan menyertai seseorang keluar dari kegelapan jika mereka memilih untuk berjalan bersama Tuhan.
**Ringkasan:** Lagu ini lahir dari kerinduan seorang pendeta (Sleeper) untuk memberi harapan bagi mereka yang merasa "terkunci" oleh beban hidup, dan digubah oleh komposer (Stebbins) yang ahli dalam mengomunikasikan perasaan syukur melalui melodi yang abadi.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Penulis Lirik: William T. Sleeper (1819β1904)
Lirik lagu ini ditulis oleh **William T. Sleeper**, seorang pendeta dan pendidik asal Amerika Serikat. Sleeper dikenal sebagai orang yang memiliki empati mendalam terhadap perjuangan jiwa manusia. Ia menulis lirik ini pada tahun 1887.
Kisah di balik lirik ini berakar pada pemahaman teologis Sleeper tentang **"Pertobatan"**. Ia ingin menciptakan sebuah lagu yang menangkap momen transisi seseorang ketika mereka merasa benar-benar terpuruk (dalam kegelapan dan perbudakan dosa) dan kemudian mengalami pembebasan saat menyerahkan diri sepenuhnya kepada Yesus Kristus.
Liriknya sangat personal:
* *βDari kungkungan duka kelam, masuk terang-Mu, Yesus Tuhan.β* (Menggambarkan peralihan dari beban mental/spiritual ke arah kedamaian).
* Lirik ini mencerminkan pengalaman universal orang percaya yang merasa lelah dengan beban hidup dan menemukan "rumah" atau "perlindungan" dalam kasih Tuhan.
### 2. Komposer: George C. Stebbins (1846β1945)
Lagu ini menjadi abadi berkat sentuhan musik dari **George C. Stebbins**, salah satu komposer himne paling berpengaruh di abad ke-19. Stebbins adalah rekan kerja evangelis terkenal **Dwight L. Moody** dan penyanyi **Ira D. Sankey**.
Stebbins dikenal karena kemampuannya menciptakan melodi yang "mengalir" dan emosional, yang sangat cocok untuk nyanyian massal dalam kebaktian kebangunan rohani (*revival meetings*). Musik yang ia buat untuk lagu ini memberikan nuansa yang lembut namun megah, membantu pengikut ibadah untuk merenungkan liriknya dengan khusyuk.
### 3. Makna di Balik Lagu
Jika kita membedah isi lagunya, ada sebuah narasi perjalanan jiwa yang terbagi menjadi beberapa fase:
* **Pengakuan akan "Bondage" (Perbudakan/Kungkungan):** Lagu ini dimulai dengan pengakuan jujur bahwa manusia sering kali terpenjara oleh masalah, kesalahan masa lalu, atau kekosongan batin. Ini bukan sekadar lagu tentang agama, tapi tentang "kemerdekaan psikologis dan spiritual."
* **Panggilan kepada Yesus:** Lagu ini menekankan bahwa perubahan tidak datang dari kekuatan diri sendiri, melainkan melalui penyerahan diri kepada Yesus.
* **Janji "Terang":** Fokus lagu ini adalah pada cahaya. Setelah kegelapan (duka kelam), ada janji terang yang membawa pemulihan.
### 4. Konteks Penggunaan
Lagu ini pertama kali dipublikasikan dalam buku himne *Gospel Hymns No. 5* (1887). Buku ini adalah bagian dari seri buku lagu yang digunakan secara luas di seluruh dunia untuk misi penginjilan.
Di Indonesia, lagu ini menjadi sangat populer di kalangan gereja-gereja karena terjemahannya yang sangat puitis dan menyentuh hati. Lagu ini sering dinyanyikan dalam momen-momen:
* Ibadah perjamuan kudus.
* Acara pertobatan atau komitmen iman.
* Momen refleksi pribadi saat seseorang merasa sedang mengalami masa sulit dalam hidupnya.
### Mengapa lagu ini tetap relevan?
Kisah di balik lagu ini bukanlah tentang peristiwa sejarah yang heroik atau peperangan, melainkan tentang **"kemenangan batin"**. Bagi banyak orang, lagu ini adalah "jangkar" saat mereka merasa terjebak dalam depresi, rasa bersalah, atau keputusasaan.
Dengan perpaduan lirik Sleeper yang jujur dan melodi Stebbins yang menenangkan, lagu ini berfungsi sebagai sebuah doa. Ia tidak menjanjikan bahwa masalah akan hilang seketika, tetapi menjanjikan bahwa ada "terang" yang akan menyertai seseorang keluar dari kegelapan jika mereka memilih untuk berjalan bersama Tuhan.
**Ringkasan:** Lagu ini lahir dari kerinduan seorang pendeta (Sleeper) untuk memberi harapan bagi mereka yang merasa "terkunci" oleh beban hidup, dan digubah oleh komposer (Stebbins) yang ahli dalam mengomunikasikan perasaan syukur melalui melodi yang abadi.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
PKJ 46 , NKB 10 , BE 432 , KKb 55, BLP 77
432
Sian Hurungan Ni Dosangki
77
Dari Kungkungan Malam Gelap
55
Tina Borogod Matak Tiwas
10
Dari Kukungan Malam Gelap
46
Dari Kungkungan Duka Kelam
63
Tuhan, 'Kau Yang Mahabesar
64
Tuhan, Tuhan, Hapuskanlah Dosa
65
Angin Ribut Menyerang
66
Bila Kurenung Dosaku
67
Dari Bawah Tubir Dosa
69
Di Hadapan Tuhan Yesus
70
Ampuni Umatmu
71
Engkau Sabar Menanti
72
Hanya Debulah Aku
73
Jikalau Tuhan Tidak Menebusku
74
Kasihanilah Aku, Ya Allah
75
Kasihanilah Aku Yang Lemah
76
Kasihanilah, Ya Tuhan
77
Mampirlah Dengar Doaku
78
Meski Tak Layak Diriku
79
Mungkinkah Aku Pun Serta
80
O Tuhanku, 'Kau Datang Ke Dunia
81
Padamu, Tuhanku, Kubawa Dosaku
82
Suaramu Kudengar
83
Tiada Yang Sehat Dagingku
84
Tuhan Allah, Janganlah
85
Tuhan, Kami Berlumuran Dosa
86
Kumohon Pengampunan
87
Tuhan Yesus, Kami Sering Tidak Patuh
88
Tuhanku, Ampunilah Hambamu
89
Ya Allah Bapa
90
Ya Allahku, Di Cah'yamu
91
Umatku, Bertobatlah
92
Ya Tuhan, Berdiamlah Di Hatiku
93
Ya Tuhan, Dengarkanlah