Bekasi, Cikarang & Karawang
255
Nomor
Do=D
Nada Dasar
Kode
BLP 255
Buku
Buku Lagu Perkantas
Tematik
Kehidupan Umat Kristen - Peperangan Rohani
Nada Dasar
Do=D
Metronom
84
Jumlah Bait
8 bait
Pencipta Lagu
Martin Luther (1529)
Pencipta Syair
Martin Luther (1529)
Penerjemah
Yamuger (1978)
Cross Ref.
KJ 250a, KK 496b, PS 649
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 8 bait
1
Allahmu benteng yang teguh, perisai dan senjata; betapa pun sengsaramu, pertolonganNya nyata! Si jahat yang geram berniat 'kan menang; Ngeri kuasanya dan tipu dayanya di bumi tak bertara.
2
Dengan tenaga yang fana niscaya kita kalah. Pahlawan kita Dialah yang diurapi Allah. Siapa namaNya? Sang Kristus mulia, Tuhanmu Yang Esa, Panglima semesta. Niscaya Ia jaya!
3
Penuhpun setan dunia yang mau menumpas kita, jangan gentar melihatnya; iman tak sia-sia! Penghulu kuasa g'lap, meskipun menyergap, Mustahil 'kan menang; kuasanya ditebang dengan sepatah kata.
4
FirmanNya pertahankan t'rus dan puji hanya Dia! Dengan kuasa Roh Kudus Ia di pihak kita. Kendati hidupmu diambil seteru, Pun harta dan benda, akhirnya kitalah yang punya Kerajaan!
5
A mighty fortress is our God, A bulwark never failing Our helper He, a mid the flood Of mortal ills prevailing For still our ancient foe; Doth seek to work us woe; His craft and power are great And armed with cruel hate, On earth is not His equal,.
6
Did we in our own strength confide, Our striving would be losing Were not the right Man on our side, The man of God's own choosing Dost ask who that may be? Christ Jesus, It Is He; Lord Sabaoth HIs name, From age to age the same, And He must win the battle.
7
And though this world, with devils filled, Should threaten to undo us We will not fear, for God hath willed His truth to triumph through us The Prince of Darkness grim, We tremble not for Him; His rage we can endure, For lo, Hls doom ls sure; One lttle word shall fell Him
8
That Word above all earthly powers, No thanks to them, abideth The Spirit and the gifts are ours Through HIm who with us sideth Let goods and kindred go, This mortal life also; The body they may kill God's truth abldeth still; His kIngdom Is forever.
Partitur / Not
Partitur Chord BLP 255
Klik untuk zoom

Partitur chord belum tersedia

Slide Lirik 8 slide
Slide 1 β€” BLP 255 1
Slide 2 β€” BLP 255 2
Slide 3 β€” BLP 255 3
Slide 4 β€” BLP 255 4
Slide 5 β€” BLP 255 5
Slide 6 β€” BLP 255 6
Slide 7 β€” BLP 255 7
Slide 8 β€” BLP 255 8
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Allahmu Benteng yang Teguh"** (*Ein feste Burg ist unser Gott*) bukan sekadar lagu pujian biasa; lagu ini adalah "himne perjuangan" dari masa Reformasi Protestan yang ditulis oleh Martin Luther.

Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu legendaris tersebut:

### 1. Latar Belakang Sejarah (Konteks Zaman)
Lagu ini ditulis oleh Martin Luther sekitar tahun **1527–1529**, pada masa yang sangat sulit dalam sejarah Eropa. Saat itu:
* **Ancaman Wabah:** Wabah pes (Black Death) sedang melanda Wittenberg, tempat Luther tinggal. Ia harus memutuskan apakah akan melarikan diri untuk menyelamatkan diri atau tetap tinggal untuk melayani orang sakit.
* **Ancaman Politik & Militer:** Kekaisaran Ottoman (Turki) sedang berada di puncak kekuatannya dan mengancam untuk menyerang wilayah Eropa Tengah, termasuk Jerman.
* **Pertentangan Agama:** Gereja Katolik Roma sedang berupaya keras menekan gerakan Reformasi yang dipelopori Luther. Luther sering merasa tertekan, depresi, dan takut akan keselamatan dirinya serta masa depan gereja yang baru ia rintis.

### 2. Inspirasi Alkitabiah
Judul dan inti dari lagu ini diambil langsung dari **Mazmur 46**, yang berbunyi: *"Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti."*

Bagi Luther, lagu ini adalah pernyataan iman yang radikal. Di tengah dunia yang sedang hancurβ€”baik karena penyakit, peperangan, maupun tekanan otoritas agama saat ituβ€”Luther menegaskan bahwa perlindungan sejati manusia bukanlah benteng fisik atau kekuatan militer, melainkan Tuhan sendiri.

### 3. Makna Lirik yang Mendalam
Jika kita membedah liriknya, kita akan melihat bagaimana Luther menggambarkan konflik spiritual:
* **"Allahmu Benteng yang Teguh":** Tuhan adalah perlindungan yang kokoh dan tidak tergoyahkan.
* **"Si Iblis yang ngeri, dengan tipu dayanya":** Luther menekankan bahwa musuh utama bukanlah manusia, melainkan kekuatan spiritual (iblis) yang mencoba merusak iman.
* **"Meskipun dunia penuh iblis":** Ini adalah cerminan dari perasaan Luther yang merasa dikepung oleh musuh-musuh dari segala arah.
* **"Firman-Nya tetap kekal":** Ini adalah inti dari Reformasi. Meskipun segala sesuatu di dunia bisa hancur, kebenaran Firman Tuhan (Alkitab) tidak akan pernah bisa dimusnahkan.

### 4. Dampak Lagu Ini
* **Himne Reformasi:** Lagu ini menjadi "Mars Reformasi". Lagu ini memberikan keberanian luar biasa bagi para pengikut Luther yang saat itu sering diintimidasi, dipenjara, atau bahkan dibunuh karena iman mereka.
* **Mengubah Liturgi:** Luther memperkenalkan nyanyian dalam bahasa rakyat (bahasa Jerman) agar umat bisa bernyanyi bersama, bukan hanya mendengarkan imam menyanyi dalam bahasa Latin. Lagu ini menjadi simbol demokratisasi ibadah.
* **Warisan Dunia:** Komposer besar seperti J.S. Bach, Felix Mendelssohn, dan Giacomo Meyerbeer kemudian menggunakan melodi lagu ini dalam karya-karya simfoni mereka.

### 5. Kutipan Terkenal tentang Lagu Ini
Heinrich Heine, seorang penyair Jerman yang bukan penganut kristen yang taat, menyebut lagu ini sebagai **"Mars Marseillaise-nya Reformasi."** Ia mengakui bahwa melodi dan kata-kata lagu ini memiliki kekuatan yang mampu membangkitkan semangat juang dan keteguhan hati yang luar biasa bagi siapa pun yang menyanyikannya.

### Kesimpulan
Martin Luther tidak menulis lagu ini di atas meja yang tenang. Ia menulisnya di tengah "badai" kehidupan. *Ein feste Burg* adalah pengingat bahwa saat kita merasa dunia di luar sedang runtuh, iman yang bersandar pada Firman Tuhan adalah satu-satunya benteng yang tidak akan pernah runtuh oleh kuasa apa pun.

Bagi banyak orang hari ini, lagu ini tetap relevan sebagai simbol keteguhan iman di tengah krisis pribadi maupun global.

Narasi dari Wikipedia/AI β€” sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.