BLP
I'd Rather Have Jesus
I'd Rather Have Jesus
196
Nomor
Do= Des
Nada Dasar
Kode
BLP 196
Buku
Buku Lagu Perkantas
Tematik
Kehidupan Umat Kristen - Penyerahan Diri, Respon Dan Komitmen
Nada Dasar
Do= Des
Ketukan
3 ketuk ketuk
Metronom
84
Jumlah Bait
6 bait
Pencipta Lagu
George Beverly Shea
Pencipta Syair
Rhea F. Miller
Cross Ref.
KPPK 325
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
1
Ku memilih Yesus, bukan harta,
dan Dia milikku melebihi semua.
Ku memilih Yesus, bukan ladang,
biar tangan-Nya, yang menuntunku.
Reff
Ku tak mau jadi raja penguasa,
namun diblenggu dosa.
Ku memilih Yesus, lebih indah,
dari semuanya.
2
Ku memilih Yesus, lebih mulia,
setia pada-Nya dan puaskan hati-Nya.
Ku memilih Yesus, lebih indah,
dan muliakan-Nya, penuh setia.
3
Tuhan lebih indah, lebih manis,
dari bunga bakung ataupun madu.
Jiwa dahagaku, hampiri Dia,
penyertaan-Nya, sungguh indahlah.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
6 slide
Kisah di Balik Lagu
Kisah di balik lagu **"I'd Rather Have Jesus"** adalah sebuah perpaduan antara puisi yang menyentuh hati dan inspirasi musik yang lahir dari momen refleksi yang dalam. Lagu ini bukan sekadar melodi, melainkan sebuah pernyataan komitmen iman.
Berikut adalah detail kisah di baliknya:
### 1. Penulis Lirik: Rhea F. Miller
Pada tahun 1922, seorang wanita bernama **Rhea F. Miller** menulis sebuah puisi. Ia adalah istri dari seorang pengkhotbah. Suatu hari, setelah mendengarkan suaminya berkhotbah, ia pulang ke rumah dan menulis puisi tersebut di atas secarik kertas. Ia tidak berniat membuat lagu hit; ia hanya menuangkan isi hatinya tentang bagaimana kemewahan, popularitas, dan kekuasaan duniawi tidak ada artinya dibandingkan dengan kehadiran Yesus Kristus.
Puisi itu kemudian ia letakkan begitu saja di atas piano di rumah orang tuanya.
### 2. Penemu Puisi: George Beverly Shea
Beberapa tahun kemudian, **George Beverly Shea**, yang saat itu masih seorang pemuda berusia 23 tahun dan bekerja di sebuah perusahaan asuransi di New York, sedang mengunjungi orang tuanya. Shea memiliki bakat menyanyi yang luar biasa, namun ia sedang bergumul dengan godaan karier sekuler.
Pada saat itu, Shea ditawari kontrak untuk menjadi penyanyi di radio sekuler dengan gaji yang sangat menggiurkan dan potensi popularitas yang besar. Namun, ia merasa bahwa karier tersebut akan menjauhkannya dari pelayanan kepada Tuhan.
Suatu hari, saat Shea sedang duduk di depan piano di rumah orang tuanya, ibunya (yang telah menyimpan puisi karya Rhea F. Miller) menyodorkan kertas tersebut kepada Shea. Ibunya berkata, "Bev, cobalah bacalah ini."
### 3. Lahirnya Melodi
Shea membaca bait-bait puisi tersebut. Ia sangat tersentuh oleh kalimat-kalimatnya:
* *"I'd rather have Jesus than silver or gold..."* (Aku lebih memilih Yesus daripada perak atau emas)
* *"I'd rather have Jesus than men's applause..."* (Aku lebih memilih Yesus daripada tepuk tangan manusia)
Sambil terus membaca, Shea mulai menekan tuts piano dan secara spontan menciptakan melodi yang cocok dengan kata-kata tersebut. Saat ia menyanyikannya, ia merasa Tuhan sedang berbicara langsung kepadanya, memberikan jawaban atas kegelisahan hatinya mengenai tawaran karier tadi.
### 4. Keputusan Iman
Melalui lagu tersebut, Shea membuat keputusan besar. Ia menolak tawaran karier sekuler yang menggiurkan itu dan memutuskan untuk menggunakan bakat suaranya untuk melayani Tuhan. Keputusan ini membawanya pada persahabatan seumur hidup dengan penginjil terkenal **Billy Graham**.
Selama puluhan tahun, George Beverly Shea menjadi penyanyi utama dalam kampanye penginjilan Billy Graham ke seluruh dunia. Lagu "I'd Rather Have Jesus" pun menjadi lagu tema hidupnya dan lagu yang paling sering ia nyanyikan di hadapan jutaan orang.
### Mengapa lagu ini begitu bermakna?
Lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena pesannya yang jujur tentang **prioritas hidup**. Di tengah dunia yang mengejar kekayaan, status sosial, dan pengakuan (seperti yang ditulis Rhea F. Miller: *"than houses or lands"*, *"than men's applause"*), lagu ini menjadi pengingat yang rendah hati bahwa kepuasan sejati hanya ditemukan dalam hubungan pribadi dengan Kristus.
Bagi George Beverly Shea, lagu ini bukan sekadar nyanyian, melainkan **kontrak hidupnya dengan Tuhan**—sebuah komitmen untuk tidak menukar imannya dengan apa pun di dunia ini.
Berikut adalah detail kisah di baliknya:
### 1. Penulis Lirik: Rhea F. Miller
Pada tahun 1922, seorang wanita bernama **Rhea F. Miller** menulis sebuah puisi. Ia adalah istri dari seorang pengkhotbah. Suatu hari, setelah mendengarkan suaminya berkhotbah, ia pulang ke rumah dan menulis puisi tersebut di atas secarik kertas. Ia tidak berniat membuat lagu hit; ia hanya menuangkan isi hatinya tentang bagaimana kemewahan, popularitas, dan kekuasaan duniawi tidak ada artinya dibandingkan dengan kehadiran Yesus Kristus.
Puisi itu kemudian ia letakkan begitu saja di atas piano di rumah orang tuanya.
### 2. Penemu Puisi: George Beverly Shea
Beberapa tahun kemudian, **George Beverly Shea**, yang saat itu masih seorang pemuda berusia 23 tahun dan bekerja di sebuah perusahaan asuransi di New York, sedang mengunjungi orang tuanya. Shea memiliki bakat menyanyi yang luar biasa, namun ia sedang bergumul dengan godaan karier sekuler.
Pada saat itu, Shea ditawari kontrak untuk menjadi penyanyi di radio sekuler dengan gaji yang sangat menggiurkan dan potensi popularitas yang besar. Namun, ia merasa bahwa karier tersebut akan menjauhkannya dari pelayanan kepada Tuhan.
Suatu hari, saat Shea sedang duduk di depan piano di rumah orang tuanya, ibunya (yang telah menyimpan puisi karya Rhea F. Miller) menyodorkan kertas tersebut kepada Shea. Ibunya berkata, "Bev, cobalah bacalah ini."
### 3. Lahirnya Melodi
Shea membaca bait-bait puisi tersebut. Ia sangat tersentuh oleh kalimat-kalimatnya:
* *"I'd rather have Jesus than silver or gold..."* (Aku lebih memilih Yesus daripada perak atau emas)
* *"I'd rather have Jesus than men's applause..."* (Aku lebih memilih Yesus daripada tepuk tangan manusia)
Sambil terus membaca, Shea mulai menekan tuts piano dan secara spontan menciptakan melodi yang cocok dengan kata-kata tersebut. Saat ia menyanyikannya, ia merasa Tuhan sedang berbicara langsung kepadanya, memberikan jawaban atas kegelisahan hatinya mengenai tawaran karier tadi.
### 4. Keputusan Iman
Melalui lagu tersebut, Shea membuat keputusan besar. Ia menolak tawaran karier sekuler yang menggiurkan itu dan memutuskan untuk menggunakan bakat suaranya untuk melayani Tuhan. Keputusan ini membawanya pada persahabatan seumur hidup dengan penginjil terkenal **Billy Graham**.
Selama puluhan tahun, George Beverly Shea menjadi penyanyi utama dalam kampanye penginjilan Billy Graham ke seluruh dunia. Lagu "I'd Rather Have Jesus" pun menjadi lagu tema hidupnya dan lagu yang paling sering ia nyanyikan di hadapan jutaan orang.
### Mengapa lagu ini begitu bermakna?
Lagu ini tetap relevan hingga hari ini karena pesannya yang jujur tentang **prioritas hidup**. Di tengah dunia yang mengejar kekayaan, status sosial, dan pengakuan (seperti yang ditulis Rhea F. Miller: *"than houses or lands"*, *"than men's applause"*), lagu ini menjadi pengingat yang rendah hati bahwa kepuasan sejati hanya ditemukan dalam hubungan pribadi dengan Kristus.
Bagi George Beverly Shea, lagu ini bukan sekadar nyanyian, melainkan **kontrak hidupnya dengan Tuhan**—sebuah komitmen untuk tidak menukar imannya dengan apa pun di dunia ini.
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
KPPK 325
325
'Ku Memilih Yesus
175
Isilah Mataku Dengan Citra Salibmu
176
Kaulah, Ya Tuhan, Surya Hidupku
177
Di Hatiku, Ya Yesus
178
Love This World Through Me
179
Bapa Sorgawi
180
If You Believe And I Believe
181
Kristen yang Sejati
182
For Me To Live Is Christ
183
Penuhl Cawanku
184
Jadikan aku saluran berkat
185
Yesus Panggil Saudara
186
Sperti Rusa Rindu Sungaimu
187
Bimbing Aku, Ya Tuhan
188
Ya Yesus Trang dan Kuat Kami
189
Masa Mudaku ini
190
Ya Yesus Terkasih
191
Ambil Dunia, B'ri 'ku Yesus
192
Kasihku Pada-Mu Tambahkanlah
193
Suaramu Kudengar
194
Aku Milikmu, Yesus, Tuhanku
195
Makin Serupa Yesus. Tuhanku
197
Come All Christians, Be Commited
198
Kami Slap Mengambll Baglan
199
Hidup Bagi Yesus
200
Tuhan, Ambil Hidupku
201
O Allahku, Jenguklah Diriku
202
Bagi Yesus Kuserahkan
203
The Master Hath Come
204
Yang Terutama Di Dalam Hidup Inl
205
Kupancarkan Keindahan-Mu
206
Penghormatanku
207
Keagungan Tuhan
209
I Delight To Do Thy Will
210
Ya Yesus, 'Ku Berjan|l
211
Nyawaku Dib'rikan
212
Pada Kakl Salibmu
213
kita Sudah Ditebus Olehnya
214
Tuhan Memanggilmu
215
Aku Hendak Tetap Berhati Tulus
216
Sudahkah yang Terbalk Kuberlkan
217
Jalan salib perlulah korban
218
Kristus yang Terutama
219
Bukakan Mataku Tuhan
220
Ku Mau Taat Dalam Kuasa Panggilanmu
417
Pemuda Bagi Kristus
418
Aku Ikuf Yesus
419
Bila Kau Pernah Cinta Yesus
420
Sperti Rusa Merindukan Air
421
Aku Persembahkan
422
Ubah Hatiku
423
Aku Mengasihi Engkau Yesus
424
The Power of Your Love
425
B'rikanku Hati
426
Bapa Kupersembahkan Tubuhku
427
Tetap Setia
428
Kami Datang Penuhi Panggilanmu, Tuhan
429
Betapa Hatiku
430
No Longer Do I Live In Vain
431
Tuhan Ku Mau Menyenangkanmu
432
Shining For Jesus (Filipi 2:15)
433
Take Time To Be Holy
434
We Were The Reason
435
There Is A Place
436
Apalah Arti Ibadahmu