BE
Puji Jesus Sipalua
573
Nomor
Kode
BE 573
Buku
Buku Ende
Tematik
Marhaluaon Na Gok
Metronom
0
Cross Ref.
KJ 293 , KC 129 , KK 49
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
1
Puji Jesus puji Jesus Sipalua
Langit tano marolopolop ma.
Haleluya puji ma Tuhan Jahowa
Tapasangap goar ni Debata
Tuhan Jesus do marmahani hita
Arianna nang bodarina pe
Puji hatindangkon ma hamuliaonNa
Taendehon sangap di Debata.
2
Puji Jesus, puji Jesus Sipalua
Tapasangap ma Tuhan Debata
Dolok batu sihirimon ni rohanta
Dipapatar di dolok Golgota
Haleluya diapul do rohanta
Dibaen denggan basa ni Debata
Puji β¦β¦β¦
3
Puji Jesus, puji Jesus Sipalua
Hosianna pangiar soaram
HarajaonNa hot do ro di salelengna
Jesus Kristus anak ni Debata
Ai Ibana Raja ni angka raja
Na sun gogo gumomgom tano on.
Puji β¦β¦β¦
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
6 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Puji Yesus! Puji Yesus!" (Praise Him! Praise Him!)** adalah salah satu himne yang paling ceria dan populer dalam tradisi Kristen. Lagu ini merupakan hasil kolaborasi antara dua tokoh besar musik gerejawi abad ke-19: **Fanny J. Crosby** (penulis lirik) dan **Chester G. Allen** (komposer musik).
Berikut adalah kisah mendalam di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Sosok di Balik Lirik: Fanny J. Crosby
Fanny J. Crosby adalah salah satu penulis himne paling produktif dalam sejarah. Meskipun ia mengalami kebutaan sejak usia dua bulan, ia memiliki "penglihatan rohani" yang luar biasa. Ia menulis ribuan lirik lagu pujian yang penuh dengan sukacita dan teologi yang dalam.
### 2. Inspirasi Penulisan (Tahun 1869)
Kisah penciptaan lagu ini dimulai dari sebuah percakapan antara Fanny J. Crosby dengan seorang temannya, Chester G. Allen, di New York pada tahun 1869.
Saat itu, Allen sedang menyusun musik untuk sebuah buku himne baru. Ia datang kepada Fanny dan memintanya untuk membuat lirik yang bisa menggambarkan kebesaran kasih Yesus. Allen berkata kepada Fanny, **"Fanny, saya ingin kamu menulis sesuatu yang membangkitkan semangat tentang Yesus."**
### 3. Proses Kreatif yang Spontan
Fanny J. Crosby dikenal memiliki kemampuan luar biasa untuk menggubah puisi secara instan. Begitu mendengar permintaan Allen, ia langsung duduk dalam keheningan sejenak, membiarkan imajinasinya merenungkan karakter Yesus Kristus.
Ia mulai merangkai kata-kata dalam pikirannya. Ia ingin lagu ini tidak hanya memuji Yesus sebagai Tuhan, tetapi juga menonjolkan peran-peran-Nya: sebagai **Penyelamat, Juruselamat, Pembela, dan Sahabat.**
Dalam waktu singkat, Fanny membacakan lirik tersebut kepada Allen. Lirik yang ia ciptakan begitu kuat, penuh ritme, dan memiliki alur yang sangat cocok dengan nada yang ingin dibangun oleh Allen. Lirik tersebut menekankan bahwa setiap saat adalah waktu yang tepat untuk memuji Yesusβbaik di pagi hari yang cerah, siang hari yang sibuk, maupun malam hari yang tenang.
### 4. Makna Teologis dalam Lirik
Lirik lagu ini dirancang untuk mengajak jemaat melihat Yesus dari berbagai sudut pandang:
* **"Puji Yesus, Puji Yesus, Juruselamat kita!"**: Mengakui Yesus sebagai penebus dosa.
* **"Nyanyikan kasih-Nya yang tak terbatas"**: Menekankan bahwa kasih Tuhan tidak memiliki batas atau akhir.
* **"Batu Karang kekal"**: Mengambil kiasan Alkitabiah tentang Yesus sebagai dasar kehidupan yang kokoh.
Fanny ingin menyampaikan pesan bahwa meskipun dunia mungkin gelap (baginya secara fisik), kasih Yesus adalah cahaya yang selalu bersinar.
### 5. Warisan Lagu
Setelah lirik itu diselesaikan, Chester G. Allen membuat aransemen musik yang bersemangat (biasanya dalam birama 6/8 yang memberikan nuansa "berjalan" atau "berdansa" yang penuh sukacita). Lagu ini diterbitkan dalam buku *Bright Jewels* pada tahun 1869.
Sejak saat itu, lagu ini menjadi favorit di kebaktian-kebaktian gereja di seluruh dunia. Lagu ini sering dipilih sebagai lagu pembuka atau lagu pujian karena nadanya yang sangat optimis dan liriknya yang berfokus sepenuhnya pada kemuliaan Yesus.
### Kesimpulan
Kisah "Puji Yesus! Puji Yesus!" adalah bukti bagaimana keterbatasan fisik (kebutaan Fanny) tidak menghalangi seseorang untuk melihat "terang" yang lebih besar. Lagu ini lahir dari **kolaborasi sederhana, ketajaman spiritual, dan keinginan untuk membawa jemaat kepada sukacita dalam menyembah Tuhan.** Hingga saat ini, lagu ini tetap menjadi pengingat bahwa dalam segala situasi hidup, memuji Yesus adalah respons yang paling tepat bagi orang percaya.
Berikut adalah kisah mendalam di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Sosok di Balik Lirik: Fanny J. Crosby
Fanny J. Crosby adalah salah satu penulis himne paling produktif dalam sejarah. Meskipun ia mengalami kebutaan sejak usia dua bulan, ia memiliki "penglihatan rohani" yang luar biasa. Ia menulis ribuan lirik lagu pujian yang penuh dengan sukacita dan teologi yang dalam.
### 2. Inspirasi Penulisan (Tahun 1869)
Kisah penciptaan lagu ini dimulai dari sebuah percakapan antara Fanny J. Crosby dengan seorang temannya, Chester G. Allen, di New York pada tahun 1869.
Saat itu, Allen sedang menyusun musik untuk sebuah buku himne baru. Ia datang kepada Fanny dan memintanya untuk membuat lirik yang bisa menggambarkan kebesaran kasih Yesus. Allen berkata kepada Fanny, **"Fanny, saya ingin kamu menulis sesuatu yang membangkitkan semangat tentang Yesus."**
### 3. Proses Kreatif yang Spontan
Fanny J. Crosby dikenal memiliki kemampuan luar biasa untuk menggubah puisi secara instan. Begitu mendengar permintaan Allen, ia langsung duduk dalam keheningan sejenak, membiarkan imajinasinya merenungkan karakter Yesus Kristus.
Ia mulai merangkai kata-kata dalam pikirannya. Ia ingin lagu ini tidak hanya memuji Yesus sebagai Tuhan, tetapi juga menonjolkan peran-peran-Nya: sebagai **Penyelamat, Juruselamat, Pembela, dan Sahabat.**
Dalam waktu singkat, Fanny membacakan lirik tersebut kepada Allen. Lirik yang ia ciptakan begitu kuat, penuh ritme, dan memiliki alur yang sangat cocok dengan nada yang ingin dibangun oleh Allen. Lirik tersebut menekankan bahwa setiap saat adalah waktu yang tepat untuk memuji Yesusβbaik di pagi hari yang cerah, siang hari yang sibuk, maupun malam hari yang tenang.
### 4. Makna Teologis dalam Lirik
Lirik lagu ini dirancang untuk mengajak jemaat melihat Yesus dari berbagai sudut pandang:
* **"Puji Yesus, Puji Yesus, Juruselamat kita!"**: Mengakui Yesus sebagai penebus dosa.
* **"Nyanyikan kasih-Nya yang tak terbatas"**: Menekankan bahwa kasih Tuhan tidak memiliki batas atau akhir.
* **"Batu Karang kekal"**: Mengambil kiasan Alkitabiah tentang Yesus sebagai dasar kehidupan yang kokoh.
Fanny ingin menyampaikan pesan bahwa meskipun dunia mungkin gelap (baginya secara fisik), kasih Yesus adalah cahaya yang selalu bersinar.
### 5. Warisan Lagu
Setelah lirik itu diselesaikan, Chester G. Allen membuat aransemen musik yang bersemangat (biasanya dalam birama 6/8 yang memberikan nuansa "berjalan" atau "berdansa" yang penuh sukacita). Lagu ini diterbitkan dalam buku *Bright Jewels* pada tahun 1869.
Sejak saat itu, lagu ini menjadi favorit di kebaktian-kebaktian gereja di seluruh dunia. Lagu ini sering dipilih sebagai lagu pembuka atau lagu pujian karena nadanya yang sangat optimis dan liriknya yang berfokus sepenuhnya pada kemuliaan Yesus.
### Kesimpulan
Kisah "Puji Yesus! Puji Yesus!" adalah bukti bagaimana keterbatasan fisik (kebutaan Fanny) tidak menghalangi seseorang untuk melihat "terang" yang lebih besar. Lagu ini lahir dari **kolaborasi sederhana, ketajaman spiritual, dan keinginan untuk membawa jemaat kepada sukacita dalam menyembah Tuhan.** Hingga saat ini, lagu ini tetap menjadi pengingat bahwa dalam segala situasi hidup, memuji Yesus adalah respons yang paling tepat bagi orang percaya.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
Tema :
Marhaluaon Na Gok
557
Dao Dumenggan
558
Debata Ama Di Surgo
559
Debata Na Songkal Jala Na Badia
560
Endehon Amen
561
Endehon Debata
562
Hamuna Ale Jolma
563
Ita Puji Debata
564
Las Ma Rohanta Di Tuhanta Debata
565
Las Rohangku Lao Mamuji
566
Na Badia
567
Na Mora Do Tuhanta I
568
Nasa Soara Ingkon Do (1
568
Nasa Soara Ingkon Do (2
569
O Debata Tung Longang Do Rohangku
570
O Jesus Tuhanki Hupuji Ho
571
Parangan Pardisurgo
572
Puji
574
Puji Ma Debata
575
Puji Ma Debata Na Songkal
576
Puji Ma Debatanta
577
Puji Tuhan Debata
578
Puji Tuhan Di Holongna
579
Puji Tuhan Haleluya
580
Ro Do Au Tuhan Tu Ho