BE
Sai Solhot Tu Silangmi
449
Nomor
Kode
BE 449
Buku
Buku Ende
Tematik
Puji-Pujian Dohot Panombaon Tu Debata
Metronom
0
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
1
Sai solhot tu silangMi, Jesus ingananku.
Mual na mabaor disi, i ma inumonku
SilangMi, Tuhanki i ma pujionku,
Paima sogot sahat au, i endehononku,
2
Lao ma au tu silangMi, i haporusanku.
Sai asi ma rohaMi unang tulak ahu. SilangMiβ¦β¦β¦β¦..
3
Domu ma tu silangMi, i ma tioponku.
Asa unang lilu au, Ho ihuthononku. SilangMiβ¦β¦β¦β¦..
4
Laos maniop silangMi, sai paimaonku
GokkonMi tu surgo i, tu siteanonku. SilangMiβ¦β¦β¦β¦
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Kisah di Balik Lagu
Kisah di balik lagu "Pada Kaki Salibmu" (dalam bahasa Inggris dikenal sebagai "Near the Cross" atau "Jesus, Keep Me Near the Cross") adalah sebuah cerita indah tentang kolaborasi antara dua tokoh besar dalam sejarah himne Kristen Amerika: **Fanny Jane Crosby** (penulis lirik) dan **William Howard Doane** (komposer). Lagu ini diciptakan pada tahun 1869 dan sejak itu telah menjadi salah satu himne paling dicintai dan sering dinyanyikan di seluruh dunia.
Mari kita selami detail kisahnya:
**1. Para Pencipta di Balik Lagu:**
* **Fanny Jane Crosby (1820-1915): Sang Penyair Tanpa Penglihatan**
Fanny Crosby adalah salah satu penulis himne paling produktif dalam sejarah, dengan lebih dari 8.000 himne yang diterbitkan. Yang luar biasa adalah Fanny kehilangan penglihatannya saat masih bayi karena kesalahan medis. Namun, kebutaannya tidak pernah menghalanginya untuk melihat dunia dengan mata iman yang tajam dan hati yang penuh sukacita. Ia percaya bahwa kebutaannya adalah berkah, karena hal itu memungkinkannya untuk berkonsentrasi pada hal-hal spiritual tanpa gangguan duniawi. Ia sering mengatakan, "Ketika saya tiba di surga, hal pertama yang akan saya minta adalah untuk melihat Wajah Juruselamat saya." Karyanya dicirikan oleh kesederhanaan, kehangatan pribadi, dan fokus pada kasih Kristus dan janji keselamatan.
* **William Howard Doane (1832-1915): Sang Pengusaha dan Komposer Berbakat**
William Howard Doane adalah seorang pengusaha sukses di bidang manufaktur kayu dan direktur musik yang ulung. Ia adalah seorang yang terpelajar dan dermawan, serta sangat aktif dalam pelayanan gereja, terutama dalam musik. Doane dikenal karena memiliki telinga yang peka terhadap melodi dan telah menulis lebih dari 2.000 lagu. Ia sering berkolaborasi dengan penulis lirik terkenal pada masanya, dan Fanny Crosby adalah salah satu kolaborator favoritnya.
**2. Inspirasi dan Proses Penulisan (New York, 1869):**
Kisah "Near the Cross" dimulai di New York City pada tahun 1869, sebuah era di mana kebangkitan rohani sedang marak dan himne-himne baru sangat dibutuhkan untuk mengisi buku lagu dan ibadah.
* **Melodi yang Menginspirasi:** William Howard Doane memiliki kebiasaan untuk sering menggubah melodi-melodi baru di piano atau harmoniumnya. Ketika ia merasa telah menemukan melodi yang indah dan menyentuh, ia akan mengirimkannya kepada Fanny Crosby dan memintanya untuk menulis lirik yang sesuai. Ini adalah metode kolaborasi mereka yang paling umum dan produktif.
Pada suatu hari, Doane memainkan melodi yang baru ia ciptakan. Melodi itu sederhana namun memiliki kehangatan dan kesungguhan yang mendalam. Ia merasa melodi ini akan sangat cocok untuk himne yang berbicara tentang keselamatan dan kedekatan dengan Kristus.
* **Fanny Crosby Merespons:** Ketika Doane memperdengarkan melodi itu kepada Fanny Crosby (atau mungkin mengirimkannya melalui notasi musik yang kemudian dibacakan kepadanya), Fanny segera tergerak. Ia tidak perlu waktu lama untuk merenungkan. Melodi itu langsung berbicara kepada jiwanya, membangkitkan gambaran dan perasaan tentang salib Kristus sebagai satu-satunya sumber pengharapan dan keselamatan.
Fanny Crosby dikenal memiliki kemampuan luar biasa untuk menulis lirik dengan sangat cepat. Ia seringkali bisa menggubah beberapa himne dalam sehari, dan terkadang ia menulis lirik hanya dalam hitungan menit setelah mendengar sebuah melodi. Untuk "Near the Cross," ia merasakan aliran inspirasi yang kuat dan gambaran salib yang begitu jelas di benak imannya.
* **Makna di Balik Lirik:** Lirik yang ia tulis segera mengalir, mencerminkan kerinduan universal umat beriman untuk tinggal dekat dengan salib, di mana kasih karunia ditemukan dan jiwa dibersihkan.
* **"Jesus, keep me near the cross; There a precious fountain, Free to all, a healing stream, Flows from Calv'ry's mountain."** (Yesus, biarkan aku dekat salib; Di sana ada mata air berharga, Gratis untuk semua, aliran penyembuhan, Mengalir dari gunung Golgota.) β Ini adalah inti dari himne, mengingatkan kita pada darah Kristus yang tercurah di Kalvari sebagai sumber pengampunan dan penyucian dosa.
* Lirik-lirik selanjutnya berbicara tentang berdiam di bawah naungan salib, menunggu Juruselamat datang di "pagi bintang" (mengacu pada kedatangan kembali Kristus atau penghiburan-Nya di dunia ini), dan membawa "palang harianku" (yaitu memikul salib kita sendiri dan mengikut Kristus).
**3. Dampak dan Warisan:**
* **Penyebaran Luas:** "Near the Cross" segera diterbitkan dan menjadi sangat populer. Lagu ini sering dinyanyikan dalam pertemuan kebangunan rohani oleh penginjil terkenal seperti Dwight L. Moody dan penyanyi Ira D. Sankey. Kesederhanaan melodinya dan kedalaman teologinya membuatnya mudah dipelajari dan diingat, namun tetap menyentuh hati.
* **Pesan Abadi:** Himne ini terus menjadi favorit di gereja-gereja di seluruh dunia hingga hari ini. Pesannya yang sederhana namun kuat tentang keselamatan melalui salib, pentingnya berada dekat dengan kasih karunia Kristus, dan kerinduan akan kehadiran-Nya, tetap relevan bagi setiap generasi.
* **Kolaborasi yang Harmonis:** "Near the Cross" adalah contoh sempurna dari kolaborasi yang harmonis antara seorang komposer dan penulis lirik. Melodi Doane memberikan kerangka yang indah, dan lirik Crosby yang puitis serta penuh iman memberikan jiwa pada lagu tersebut.
Singkatnya, "Pada Kaki Salibmu" lahir dari melodi yang diilhamkan oleh William Howard Doane dan lirik yang mengalir dari hati yang penuh iman Fanny Crosby yang tidak dapat melihat. Lagu ini adalah kesaksian abadi tentang kekuatan salib Kristus dan kerinduan manusia untuk tinggal dekat dengan sumber kasih karunia ilahi.
Mari kita selami detail kisahnya:
**1. Para Pencipta di Balik Lagu:**
* **Fanny Jane Crosby (1820-1915): Sang Penyair Tanpa Penglihatan**
Fanny Crosby adalah salah satu penulis himne paling produktif dalam sejarah, dengan lebih dari 8.000 himne yang diterbitkan. Yang luar biasa adalah Fanny kehilangan penglihatannya saat masih bayi karena kesalahan medis. Namun, kebutaannya tidak pernah menghalanginya untuk melihat dunia dengan mata iman yang tajam dan hati yang penuh sukacita. Ia percaya bahwa kebutaannya adalah berkah, karena hal itu memungkinkannya untuk berkonsentrasi pada hal-hal spiritual tanpa gangguan duniawi. Ia sering mengatakan, "Ketika saya tiba di surga, hal pertama yang akan saya minta adalah untuk melihat Wajah Juruselamat saya." Karyanya dicirikan oleh kesederhanaan, kehangatan pribadi, dan fokus pada kasih Kristus dan janji keselamatan.
* **William Howard Doane (1832-1915): Sang Pengusaha dan Komposer Berbakat**
William Howard Doane adalah seorang pengusaha sukses di bidang manufaktur kayu dan direktur musik yang ulung. Ia adalah seorang yang terpelajar dan dermawan, serta sangat aktif dalam pelayanan gereja, terutama dalam musik. Doane dikenal karena memiliki telinga yang peka terhadap melodi dan telah menulis lebih dari 2.000 lagu. Ia sering berkolaborasi dengan penulis lirik terkenal pada masanya, dan Fanny Crosby adalah salah satu kolaborator favoritnya.
**2. Inspirasi dan Proses Penulisan (New York, 1869):**
Kisah "Near the Cross" dimulai di New York City pada tahun 1869, sebuah era di mana kebangkitan rohani sedang marak dan himne-himne baru sangat dibutuhkan untuk mengisi buku lagu dan ibadah.
* **Melodi yang Menginspirasi:** William Howard Doane memiliki kebiasaan untuk sering menggubah melodi-melodi baru di piano atau harmoniumnya. Ketika ia merasa telah menemukan melodi yang indah dan menyentuh, ia akan mengirimkannya kepada Fanny Crosby dan memintanya untuk menulis lirik yang sesuai. Ini adalah metode kolaborasi mereka yang paling umum dan produktif.
Pada suatu hari, Doane memainkan melodi yang baru ia ciptakan. Melodi itu sederhana namun memiliki kehangatan dan kesungguhan yang mendalam. Ia merasa melodi ini akan sangat cocok untuk himne yang berbicara tentang keselamatan dan kedekatan dengan Kristus.
* **Fanny Crosby Merespons:** Ketika Doane memperdengarkan melodi itu kepada Fanny Crosby (atau mungkin mengirimkannya melalui notasi musik yang kemudian dibacakan kepadanya), Fanny segera tergerak. Ia tidak perlu waktu lama untuk merenungkan. Melodi itu langsung berbicara kepada jiwanya, membangkitkan gambaran dan perasaan tentang salib Kristus sebagai satu-satunya sumber pengharapan dan keselamatan.
Fanny Crosby dikenal memiliki kemampuan luar biasa untuk menulis lirik dengan sangat cepat. Ia seringkali bisa menggubah beberapa himne dalam sehari, dan terkadang ia menulis lirik hanya dalam hitungan menit setelah mendengar sebuah melodi. Untuk "Near the Cross," ia merasakan aliran inspirasi yang kuat dan gambaran salib yang begitu jelas di benak imannya.
* **Makna di Balik Lirik:** Lirik yang ia tulis segera mengalir, mencerminkan kerinduan universal umat beriman untuk tinggal dekat dengan salib, di mana kasih karunia ditemukan dan jiwa dibersihkan.
* **"Jesus, keep me near the cross; There a precious fountain, Free to all, a healing stream, Flows from Calv'ry's mountain."** (Yesus, biarkan aku dekat salib; Di sana ada mata air berharga, Gratis untuk semua, aliran penyembuhan, Mengalir dari gunung Golgota.) β Ini adalah inti dari himne, mengingatkan kita pada darah Kristus yang tercurah di Kalvari sebagai sumber pengampunan dan penyucian dosa.
* Lirik-lirik selanjutnya berbicara tentang berdiam di bawah naungan salib, menunggu Juruselamat datang di "pagi bintang" (mengacu pada kedatangan kembali Kristus atau penghiburan-Nya di dunia ini), dan membawa "palang harianku" (yaitu memikul salib kita sendiri dan mengikut Kristus).
**3. Dampak dan Warisan:**
* **Penyebaran Luas:** "Near the Cross" segera diterbitkan dan menjadi sangat populer. Lagu ini sering dinyanyikan dalam pertemuan kebangunan rohani oleh penginjil terkenal seperti Dwight L. Moody dan penyanyi Ira D. Sankey. Kesederhanaan melodinya dan kedalaman teologinya membuatnya mudah dipelajari dan diingat, namun tetap menyentuh hati.
* **Pesan Abadi:** Himne ini terus menjadi favorit di gereja-gereja di seluruh dunia hingga hari ini. Pesannya yang sederhana namun kuat tentang keselamatan melalui salib, pentingnya berada dekat dengan kasih karunia Kristus, dan kerinduan akan kehadiran-Nya, tetap relevan bagi setiap generasi.
* **Kolaborasi yang Harmonis:** "Near the Cross" adalah contoh sempurna dari kolaborasi yang harmonis antara seorang komposer dan penulis lirik. Melodi Doane memberikan kerangka yang indah, dan lirik Crosby yang puitis serta penuh iman memberikan jiwa pada lagu tersebut.
Singkatnya, "Pada Kaki Salibmu" lahir dari melodi yang diilhamkan oleh William Howard Doane dan lirik yang mengalir dari hati yang penuh iman Fanny Crosby yang tidak dapat melihat. Lagu ini adalah kesaksian abadi tentang kekuatan salib Kristus dan kerinduan manusia untuk tinggal dekat dengan sumber kasih karunia ilahi.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
1
Ringgas Ma Ho Tondingku
2
Naeng Pujionku Ho Jahowa
3
Puji Jahowa Ale Tondingku
4
Sai Puji Debata
5
Sai Tapuji Ma Jahowa
6
Puji Jahowa Na Sangap
7
Puji Hamu Ma Asi Ni Roha
8
Jahowa, Jahowa
9
Hupuji Holong Ni
10
Hupuji Hupasangap Ho
11
Aha Ma Endehononku
12
Dipuji Rohangkon Do Ho
13
Nda Tama Endehononku
14
Puji Hamu Jahowa Tutu
15
Aut Na Saribu Hali Ganda
16
Tapuji Ma Tuhanta
17
Raja Na Tumimbul
435
Marolopolop Tondingki
436
Ai Adong Do Tuhanku
437
Tung Na Muba Rohangku
438
Beta Sai Taendehon Ma
439
Las Ni Rohangkon
440
Sai Puji Ma Tuhanta
441
Di Au Tuhan Jesus
442
Najolo Tung Na Loja
443
Dung Tuhan Jesus
444
Bona Ni Ngolungku
445
Sai Ingoton Ni Rohangku
446
Ho Ma Di Au
447
Ho Mual Hangoluan I
448
O Tuhan Jesus Ho Do
450
Tung Na Tarapul Do
451
O Tuhanki Di Goarmi
452
Na Ro Pandaoni Bolon
453
Sada Goar Na Umuli
454
O Tuhan Jesus Holong
455
Tung Na Ringkot
456
O Tuhanku, Ho Jambarhu
457
Bagas Ni Haholongan
458
Barita Na Umuli
459
Sonang Do Langkangku
460
Ala Ni Tuhan Jesus