BN
Nama Yesus Yang Terindah
Sada Goar Na Umuli
453
Nomor
Kode
BN 453
Buku
Buku Nyanyian HKBP
Tematik
Pujilah Penebus
Metronom
0
Cross Ref.
BL 304, KJ 344, KP 59, BE 453, BN 453, KK 740
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
1
Nama Yesus yang terindah, di atas segala-Ny
Nama Tuhan Yesus Kristus, yang terindah di dunia
Indahlah nama-Nya, Jurus’lamat dunia
Indahlah nama-Nya, ‘kunyanyikan s’lamanya
2
Jiwaku disembuhkan-Nya, bahagia hatiku
Nama itulah senjata menghadapi seteru
Indahlah nama-Nya, Jurus’lamat dunia
Indahlah nama-Nya, ‘kunyanyikan s’lamanya
3
Nama Yesus Jurus’lamat, aku dibebaskan-Nya
Segala belenggu setan pasti diremukkan-Nya
Indahlah nama-Nya, Jurus’lamat dunia
Indahlah nama-Nya, ‘kunyanyikan s’lamanya
4
Nyanyikanlah nama Yesus, saksikan dengan tekun
Sampai tiba akhir zaman, kita nanti di Surga
Indahlah nama-Nya, Jurus’lamat dunia
Indahlah nama-Nya, ‘kunyanyikan s’lamanya
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Kisah di Balik Lagu
Kisah mendalam di balik lagu rohani yang sangat dicintai, "Ingat Akan Nama Yesus" atau "Take the Name of Jesus With You". Lagu ini adalah buah kolaborasi antara seorang penulis lirik yang menderita dan seorang komponis berbakat, yang bersama-sama menciptakan sebuah himne yang telah menghibur dan menguatkan jutaan orang selama lebih dari satu abad.
**Lydia Baxter: Jiwa yang Menderita Menemukan Kekuatan dalam Nama Yesus**
Kisah di balik lagu ini dimulai dengan **Lydia Baxter** (1809-1874), seorang wanita Amerika yang dikenal karena puisi-puisi dan himne-himnenya. Lydia Baxter adalah seorang wanita yang menghadapi penderitaan fisik yang sangat berat sepanjang hidupnya. Ia menderita penyakit kronis yang parah, yang membuatnya terbaring di tempat tidur sebagai seorang invalid selama delapan tahun terakhir hidupnya. Bayangkan penderitaan, kesendirian, dan keputusasaan yang mungkin ia rasakan dalam kondisi seperti itu, di mana geraknya sangat terbatas dan rasa sakit mungkin menjadi teman setianya.
Namun, di tengah-tengah perjalanan panjang penuh penderitaan ini, Lydia menemukan sebuah mercusuar harapan dan kekuatan yang tak tergoyahkan: **Nama Yesus**. Baginya, Nama Yesus bukan hanya sekadar kata atau konsep teologis, tetapi sebuah realitas yang hidup, sumber penghiburan yang tak terbatas, dan pelindung dari setiap keputusasaan.
Dari pengalaman pribadinya yang mendalam inilah, di mana ia secara harfiah "mengambil Nama Yesus bersamanya" dalam setiap momen penderitaan dan kesakitannya, Lydia Baxter terinspirasi untuk menulis lirik lagu ini sekitar tahun 1870. Liriknya bukan sekadar rangkaian kata-kata indah; itu adalah kesaksian hidupnya, curahan hatinya tentang bagaimana Nama Yesus menjadi penopang, penghiburan, dan sumber sukacita baginya bahkan di tengah lembah bayang-bayang maut.
Setiap bait mencerminkan pergulatannya dan bagaimana iman mengatasinya:
* "Ingat akan Nama Yesus, Kamu yang berduka" (Take the Name of Jesus with you, Child of sorrow and of woe) – Langsung berbicara kepada mereka yang menderita, karena ia tahu betul arti penderitaan.
* "Itu akan menjadi perisaimu, Ke mana pun kamu pergi" (It will joy and comfort give you, Take it then where'er you go) – Menawarkan apa yang ia sendiri alami: perlindungan dan kenyamanan.
* "Nama Yesus, betapa manisnya! Harapan surga!" (Oh, the precious Name of Jesus! How it thrills our souls with joy!) – Ungkapan kegembiraan dan kedamaian yang ia rasakan.
* "Nama itu membawa kedamaian dan hiburan; Tidak ada nama lain yang bisa menghancurkan kuasa dosa" (That dear Name, the Name of Jesus, How it calms our fears and woes!) – Kesaksian tentang kekuatan penebusan dan pengampunan.
Lydia Baxter tahu bahwa penderitaan itu universal, dan ia berharap agar orang lain juga dapat menemukan penghiburan dan kekuatan yang sama dalam Nama Yesus seperti yang ia temukan.
**William Howard Doane: Komponis yang Memberi Melodi Hidup**
Setelah menulis lirik yang penuh makna ini, Lydia Baxter mengirimkannya kepada seorang komponis musik rohani yang sangat terkenal dan produktif pada masanya, **William Howard Doane** (1832-1915). Doane adalah seorang pengusaha sukses di bidang industri dan juga seorang musisi gereja yang sangat aktif. Ia telah menulis ratusan melodi untuk himne, sering kali berkolaborasi dengan penulis lirik terkenal lainnya seperti Fanny Crosby dan Robert Lowry.
Ketika Doane menerima lirik dari Lydia Baxter, ia segera terkesan oleh kedalaman emosi, kesaksian pribadi yang kuat, dan pesan penghiburan yang universal. Ia melihat potensi besar dalam puisi tersebut untuk menjadi himne yang menyentuh hati banyak orang. Doane kemudian dengan cepat menciptakan melodi untuk lirik tersebut.
Melodi yang diciptakan Doane dikenal karena kesederhanaan, keindahan, dan kemudahannya untuk diingat. Ia berhasil menangkap esensi lirik Baxter dan memberikannya nada yang mengalir, yang terasa damai namun juga membangkitkan semangat. Melodi tersebut seolah-olah memperkuat setiap kata, membuatnya lebih mudah diresapi dan dihafalkan oleh jemaat.
Lagu "Take the Name of Jesus With You" pertama kali diterbitkan pada tahun **1871** dalam koleksi himne berjudul *Pure Gold for the Sunday School*, yang diedit oleh Doane sendiri.
**Dampak dan Warisan Abadi**
Sejak pertama kali diterbitkan, lagu "Ingat Akan Nama Yesus" dengan cepat menyebar dan menjadi salah satu himne rohani yang paling dicintai di seluruh dunia. Popularitasnya tidak terbatas pada gereja-gereja saja; lagu ini sering dinyanyikan dalam pertemuan-pertemuan kebangunan rohani, perkumpulan doa, dan sebagai lagu penghiburan pribadi.
Kisah di balik lagu ini adalah bukti nyata bahwa dari penderitaan yang paling dalam pun dapat lahir karya yang paling indah dan paling menginspirasi. Lydia Baxter, dalam kepedihannya, menemukan sumber kekuatan yang tak pernah habis, dan ia membagikan penemuannya melalui kata-kata. William Howard Doane, dengan talenta musiknya, memberikan sayap pada kata-kata itu sehingga dapat terbang melintasi generasi dan budaya.
Hingga hari ini, "Ingat Akan Nama Yesus" terus menjadi pengingat yang kuat bagi umat percaya di seluruh dunia akan kuasa, penghiburan, dan perlindungan yang ditemukan dalam Nama Tuhan Yesus Kristus. Ini adalah warisan dari dua jiwa yang, melalui kolaborasi yang diilhami, telah meninggalkan jejak iman yang abadi.
**Lydia Baxter: Jiwa yang Menderita Menemukan Kekuatan dalam Nama Yesus**
Kisah di balik lagu ini dimulai dengan **Lydia Baxter** (1809-1874), seorang wanita Amerika yang dikenal karena puisi-puisi dan himne-himnenya. Lydia Baxter adalah seorang wanita yang menghadapi penderitaan fisik yang sangat berat sepanjang hidupnya. Ia menderita penyakit kronis yang parah, yang membuatnya terbaring di tempat tidur sebagai seorang invalid selama delapan tahun terakhir hidupnya. Bayangkan penderitaan, kesendirian, dan keputusasaan yang mungkin ia rasakan dalam kondisi seperti itu, di mana geraknya sangat terbatas dan rasa sakit mungkin menjadi teman setianya.
Namun, di tengah-tengah perjalanan panjang penuh penderitaan ini, Lydia menemukan sebuah mercusuar harapan dan kekuatan yang tak tergoyahkan: **Nama Yesus**. Baginya, Nama Yesus bukan hanya sekadar kata atau konsep teologis, tetapi sebuah realitas yang hidup, sumber penghiburan yang tak terbatas, dan pelindung dari setiap keputusasaan.
Dari pengalaman pribadinya yang mendalam inilah, di mana ia secara harfiah "mengambil Nama Yesus bersamanya" dalam setiap momen penderitaan dan kesakitannya, Lydia Baxter terinspirasi untuk menulis lirik lagu ini sekitar tahun 1870. Liriknya bukan sekadar rangkaian kata-kata indah; itu adalah kesaksian hidupnya, curahan hatinya tentang bagaimana Nama Yesus menjadi penopang, penghiburan, dan sumber sukacita baginya bahkan di tengah lembah bayang-bayang maut.
Setiap bait mencerminkan pergulatannya dan bagaimana iman mengatasinya:
* "Ingat akan Nama Yesus, Kamu yang berduka" (Take the Name of Jesus with you, Child of sorrow and of woe) – Langsung berbicara kepada mereka yang menderita, karena ia tahu betul arti penderitaan.
* "Itu akan menjadi perisaimu, Ke mana pun kamu pergi" (It will joy and comfort give you, Take it then where'er you go) – Menawarkan apa yang ia sendiri alami: perlindungan dan kenyamanan.
* "Nama Yesus, betapa manisnya! Harapan surga!" (Oh, the precious Name of Jesus! How it thrills our souls with joy!) – Ungkapan kegembiraan dan kedamaian yang ia rasakan.
* "Nama itu membawa kedamaian dan hiburan; Tidak ada nama lain yang bisa menghancurkan kuasa dosa" (That dear Name, the Name of Jesus, How it calms our fears and woes!) – Kesaksian tentang kekuatan penebusan dan pengampunan.
Lydia Baxter tahu bahwa penderitaan itu universal, dan ia berharap agar orang lain juga dapat menemukan penghiburan dan kekuatan yang sama dalam Nama Yesus seperti yang ia temukan.
**William Howard Doane: Komponis yang Memberi Melodi Hidup**
Setelah menulis lirik yang penuh makna ini, Lydia Baxter mengirimkannya kepada seorang komponis musik rohani yang sangat terkenal dan produktif pada masanya, **William Howard Doane** (1832-1915). Doane adalah seorang pengusaha sukses di bidang industri dan juga seorang musisi gereja yang sangat aktif. Ia telah menulis ratusan melodi untuk himne, sering kali berkolaborasi dengan penulis lirik terkenal lainnya seperti Fanny Crosby dan Robert Lowry.
Ketika Doane menerima lirik dari Lydia Baxter, ia segera terkesan oleh kedalaman emosi, kesaksian pribadi yang kuat, dan pesan penghiburan yang universal. Ia melihat potensi besar dalam puisi tersebut untuk menjadi himne yang menyentuh hati banyak orang. Doane kemudian dengan cepat menciptakan melodi untuk lirik tersebut.
Melodi yang diciptakan Doane dikenal karena kesederhanaan, keindahan, dan kemudahannya untuk diingat. Ia berhasil menangkap esensi lirik Baxter dan memberikannya nada yang mengalir, yang terasa damai namun juga membangkitkan semangat. Melodi tersebut seolah-olah memperkuat setiap kata, membuatnya lebih mudah diresapi dan dihafalkan oleh jemaat.
Lagu "Take the Name of Jesus With You" pertama kali diterbitkan pada tahun **1871** dalam koleksi himne berjudul *Pure Gold for the Sunday School*, yang diedit oleh Doane sendiri.
**Dampak dan Warisan Abadi**
Sejak pertama kali diterbitkan, lagu "Ingat Akan Nama Yesus" dengan cepat menyebar dan menjadi salah satu himne rohani yang paling dicintai di seluruh dunia. Popularitasnya tidak terbatas pada gereja-gereja saja; lagu ini sering dinyanyikan dalam pertemuan-pertemuan kebangunan rohani, perkumpulan doa, dan sebagai lagu penghiburan pribadi.
Kisah di balik lagu ini adalah bukti nyata bahwa dari penderitaan yang paling dalam pun dapat lahir karya yang paling indah dan paling menginspirasi. Lydia Baxter, dalam kepedihannya, menemukan sumber kekuatan yang tak pernah habis, dan ia membagikan penemuannya melalui kata-kata. William Howard Doane, dengan talenta musiknya, memberikan sayap pada kata-kata itu sehingga dapat terbang melintasi generasi dan budaya.
Hingga hari ini, "Ingat Akan Nama Yesus" terus menjadi pengingat yang kuat bagi umat percaya di seluruh dunia akan kuasa, penghiburan, dan perlindungan yang ditemukan dalam Nama Tuhan Yesus Kristus. Ini adalah warisan dari dua jiwa yang, melalui kolaborasi yang diilhami, telah meninggalkan jejak iman yang abadi.
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
BL 304, KJ 344, KP 59, BE 453, BN 453, KK 740
453
Sada Goar Na Umuli
344
Ingat Akan Nama Yesus
740
Ingat Akan Nama Yesus
59
Elingang Parab Hyang Yesus
Tema :
Pujilah Penebus
435
Bersukacitalah Hatiku
436
Aku Memiliki Tuhan
437
Perubahan Ajaib
438
Hai Mari Menyanyikan
439
Aku Gembira
440
Terpujilah Agungkan
441
'Ku Bersama Yesus
442
Dahulu Aku Susah
443
'Ku Berbahagia
444
Kaulah Sumber Kehidupan
445
Akan 'Ku Ingat Selalu
446
Kau Milikku
447
Kaulah Sumber Kehidupanku
448
Ya Tuhan Yesus
449
Yesus Aku Berteduh
450
Sungguh Hatiku Terhibur
451
Di Dalam Nama Tuhanku
452
T'lah Datang Tabib Yang Besar
454
'Ku Sungguh Mengasihimu
455
'Ku Perlu Memberitakan
456
Ya Tuhan Kau Milikku
457
Betapakah Dalamnya
458
Berita Injil Yang Indah Barita
459
Amanlah Perjalananku