Bekasi, Cikarang & Karawang
260
Nomor
Kode
BN 260
Buku
Buku Nyanyian HKBP
Tematik
Pergumulan dan penderitaan
Metronom
0
Cross Ref.
BL 40
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 5 bait
1
Yesus sahabatku yang setia Dia menyenangkan hatiku Sangatlah tenang aku melangkah Bila Yesus sertaku, bila Yesus sertaku
2
Sungai, darat, laut, aman bagiku Bila Yesus yang menuntunku Dan ke Surga pun tulus langkahku ‘Ku dibawa oleh Tuhanku, ‘ku dibawa oleh Tuhanku
3
Waktu tidur atau saat bangun Yesus yang tetap bersamaku Suara-Nya ‘ku dengar selalu Yang menghibur duka hatiku, yang menghibur duka hatiku
4
Hanya Yesuslah perlindunganku Harta sumber kehidupanku Roh dan jiwa, seluruh hidupku ‘Ku serahkan pada Tuhanku, ‘ku serahkan pada Tuhanku
5
Bila ajal datang menjemputku Senang hatiku mengikut-Nya Tiada lagi susah di hatiku Dengan Yesus di Surga baka, dengan Yesus di Surga baka
Partitur / Not
Partitur Chord BN 260
Klik untuk zoom

Partitur chord belum tersedia

Slide Lirik 5 slide
Slide 1 — BN 260 1
Slide 2 — BN 260 2
Slide 3 — BN 260 3
Slide 4 — BN 260 4
Slide 5 — BN 260 5
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Yesus Saja Kawanku Musafir"** (judul asli Jerman: *Nur mit Jesus will ich pilgerwandern*) adalah salah satu lagu rohani klasik yang sangat dicintai karena kedalaman maknanya tentang perjalanan hidup orang percaya.

Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:

### 1. Penulis: Johann Peter Schock
Lagu ini ditulis oleh **Johann Peter Schock** (1821–1892), seorang pendeta dan penyair rohani asal Jerman. Schock dikenal sebagai sosok yang hidup dalam masa di mana Pietisme (gerakan yang menekankan kesalehan pribadi dan hubungan intim dengan Tuhan) sangat berpengaruh di Jerman.

Meskipun informasi biografis tentang Schock tidak semeriah komponis besar lainnya seperti Bach atau Luther, karya-karyanya mencerminkan semangat zaman tersebut: fokus pada penyerahan diri secara total kepada Yesus Kristus sebagai "teman seperjalanan" yang setia di tengah dunia yang penuh tantangan.

### 2. Makna di Balik Judul dan Lirik
Judul aslinya, *Nur mit Jesus will ich pilgerwandern*, secara harfiah berarti "Hanya bersama Yesus aku ingin berjalan sebagai peziarah."

Kisah di balik lirik ini berakar dari konsep teologis **"Hidup sebagai Peziarah"** (*Pilgerleben*):
* **Dunia Bukan Rumah:** Penulis memandang dunia ini sebagai tempat persinggahan sementara. Umat Kristen dianggap sebagai "musafir" yang sedang dalam perjalanan menuju "rumah abadi" (Sorga).
* **Pentingnya Pendampingan:** Di tengah perjalanan hidup yang seringkali penuh dengan lembah kekelaman, godaan, dan kelelahan, Schock menegaskan bahwa satu-satunya pendamping yang tidak akan pernah meninggalkan adalah Yesus Kristus.
* **Penyerahan Diri:** Lirik ini bukan sekadar lagu tentang perjalanan fisik, melainkan metafora tentang ketaatan. "Berjalan bersama Yesus" berarti membiarkan Yesus menentukan arah langkah, baik di jalan yang rata maupun yang terjal.

### 3. Konteks Sejarah Lagu
Lagu ini ditulis pada pertengahan abad ke-19, sebuah era di mana Eropa mengalami revolusi industri dan perubahan sosial yang cepat. Banyak orang merasa "terasing" di tengah hiruk-pikuk dunia yang berubah.

Dalam konteks tersebut, lagu ini menjadi semacam "jangkar" bagi umat Kristen. Pesan utamanya adalah: **"Apapun yang terjadi di dunia, selama Yesus berjalan di sampingku, hidupku aman."** Hal ini memberikan penghiburan bagi mereka yang merasa kesepian atau kehilangan arah di tengah tekanan dunia.

### 4. Popularitas di Indonesia
Di Indonesia, lagu ini sangat populer di berbagai denominasi gereja, terutama di kalangan Gereja-gereja yang menggunakan buku nyanyian *Kidung Jemaat* (KJ No. 445).

Penerjemahan lagu ini ke dalam bahasa Indonesia mempertahankan esensi aslinya yang sangat puitis dan reflektif. Beberapa baris yang sangat ikonik bagi umat Kristen di Indonesia adalah:
> *"Yesus saja kawanku musafir, tempat perlindungan yang teguh..."*

### Mengapa Lagu Ini Tetap Relevan?
Kisah di balik lagu ini tetap hidup karena **universalitas pesannya**. Setiap manusia, lintas generasi, pasti akan menghadapi masa-masa di mana mereka merasa sendirian, lelah, atau tidak tahu harus melangkah ke mana. Lagu ini menawarkan jawaban bahwa hidup bukanlah perjalanan yang harus ditempuh sendirian.

Dengan melodi yang cenderung tenang dan khidmat, lagu ini sering dinyanyikan dalam ibadah-ibadah penghiburan, kebaktian padang, atau saat seseorang ingin merenungkan kembali arah hidupnya di hadapan Tuhan.

**Kesimpulan:**
*Nur mit Jesus will ich pilgerwandern* bukan sekadar lagu pujian biasa. Ia adalah pernyataan iman seorang Johann Peter Schock yang memilih untuk menanggalkan ketergantungan pada dunia dan memilih Yesus sebagai teman perjalanan satu-satunya hingga tiba di tujuan akhir.

Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.

236
Sering Aku Berduka
BN
237
Yesus Kristus Jurus'lamat
BN
238
Hai Mari Ikutlah Aku
BN
239
Kini Waktu Pengasihan
BN
240
Wahai Umat Yang Beriman
BN
241
Asal Yesus Saja
BN
242
Sungguh Sulit Dan Terjal
BN
243
Lihat Panji Yang Berkibar
BN
244
Bertekunlah Kau Melawan
BN
245
Bila Tuhan Yesus
BN
246
Yesus Lindungi
BN
247
Hai Bangkit Bagi Yesus
BN
248
Selama Hidup Di Dunia
BN
249
Bangkitlah Hai Jiwaku
BN
250
Putuskan Semua Rantai
BN
251
Yang T'lah Menang
BN
252
Ya Yesus Bimbing
BN
253
Ya Tuhan Allahku
BN
254
Ya Yesus Sumber Hidup
BN
255
Hanya Satu 'Ku Perlukan
BN
256
Yesus Kristus Dia Raja
BN
257
Tuhan Allah Hadir
BN
258
'Ku Menuju Kehidupan
BN
259
Hai Marilah Jiwaku
BN
261
Bintang Penuntunku
BN
262
Ya Allah Yang Esa
BN
263
Bagai Ombak Menderu
BN
264
Ya Yesus Tuntun
BN
265
Terima Kasih Pada Tuhan
BN
266
Surgalah Tujuanmu
BN
267
Ya Tuhan Uji Diriku
BN
268
Tuhan Allah Besertaku
BN
269
Saatnya 'Ku Berjalan
BN
270
Bangunlah Sudah Pagi
BN
271
Hai Mari Ke Surga
BN
272
Hai Mari Ikut Tuhanmu
BN
273
Yesus Tuhanku
BN
274
Pabila Kau Andalkan
BN
275
Ya Yesus Tuhanku Engkaulah
BN
276
Ya Yesus Tuhan Pemenang
BN
277
Hai Umat Yang Percaya
BN
278
Umat Pilihan
BN
731
Setialah
BN
732
Di Dalam Suka Ataupun Duka
BN
733
Yesus Lawatlah Hambamu
BN
734
Gelap Gulita Jiwamu
BN
735
Teduh Dan Sabarlah
BN
736
Yesus Jurus'lamat
BN
737
Baht'ra Kita Yang Berlayar
BN
738
Dekat Kepadamu
BN
738
Makin Dekat Tuhan
BN
739
Kerjakanlah
BN
740
Di Saat Badai Menerpa
BN
741
Di Badai Topan Cobaan
BN
742
Bukan Hanya Jurus'lamat
BN
743
Ya Tuhan Pimpinlah
BN
744
Tinggal Sertaku
BN
745
Walaupun Datang Topan
BN
746
Kuatlah Kau
BN
747
Aku Berjalan Berlelah
BN
748
Sabarlah Kau
BN
749
Jalan Hidup Tak Selalu
BN
750
Di Hatiku Ya Yesus
BN
751
Tuhan Yang Maha Kuasa Tuhan
BN
752
Tuhan Wujudkan Kehendakmu
BN