MK
Tahta mulia
Thou didst leave Thy throne
58
Nomor
Kode
MK 58
Buku
Malam Kudus
Tematik
Natal Umum
Metronom
0
Cross Ref.
KJ 108, NP 57
Dengarkan di YouTube
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
4 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Takhta-Mu Kau Tinggalkan"** (dalam bahasa Inggris berjudul *Thou Didst Leave Thy Throne*) adalah salah satu kidung Natal yang paling mendalam maknanya. Lagu ini bukan sekadar lagu perayaan, melainkan sebuah refleksi teologis tentang kerendahan hati Kristus.
Berikut adalah kisah dan latar belakang di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Emily Elizabeth Steele Elliott (1836–1897)
Emily E. S. Elliott adalah seorang wanita asal Inggris, putri dari seorang pendeta. Ia hidup di lingkungan yang sangat religius. Emily dikenal sebagai sosok yang sangat mengasihi Tuhan dan rajin terlibat dalam kegiatan pelayanan gereja, khususnya pelayanan bagi anak-anak dan orang miskin.
Lirik lagu ini ditulis oleh Emily pada tahun **1864**. Saat itu, ia menulisnya untuk majalah gerejanya sendiri, *The Juvenile Instructor*, yang ia sunting di Brighton, Inggris.
### 2. Latar Belakang dan Inspirasi
Inspirasi utama Emily adalah **Lukas 2:7**, yang menceritakan tentang kelahiran Yesus di palungan karena tidak ada tempat bagi-Nya di rumah penginapan.
* **Pesan Utama:** Emily ingin menyampaikan kontras yang tajam: antara kemuliaan surga yang ditinggalkan Yesus dan kehinaan tempat kelahiran-Nya di dunia.
* **Makna Bait per Bait:**
* Lagu ini menyoroti bahwa Yesus meninggalkan "takhta-Nya" (kemuliaan ilahi) demi mencari mereka yang terhilang.
* Ada penekanan pada kerelaan Yesus untuk datang ke dunia yang penuh penolakan.
* Setiap bait diakhiri dengan refrein yang menyentuh: *"Datanglah ke dalam hatiku, ya Yesus, ada tempat bagimu di hatiku."* Ini adalah ajakan pribadi bagi setiap penyanyi untuk memberikan ruang bagi Kristus di dalam hati mereka, agar Ia tidak lagi "dibuang" atau "tidak mendapatkan tempat" seperti saat kelahiran-Nya.
### 3. Komponis Musik: Timothy Richard Matthews (1826–1910)
Musik yang kita kenal sekarang (sering disebut melodi *Margaret*) disusun oleh **Timothy Richard Matthews** pada tahun 1876.
Matthews adalah seorang pendeta Anglikan sekaligus organis berbakat. Ia menciptakan melodi ini khusus untuk lirik puisi karya Emily Elliott. Melodi yang ia ciptakan terasa tenang, reflektif, namun memiliki nuansa khidmat yang sangat cocok dengan lirik tentang kerendahan hati Kristus.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Lagu ini bertahan melintasi zaman karena beberapa alasan:
1. **Refleksi Teologis:** Lagu ini tidak hanya menceritakan peristiwa kelahiran Yesus, tetapi masuk ke aspek "Kenosis" (pengosongan diri Kristus). Lagu ini mengajak jemaat untuk merenungkan: *Mengapa Allah yang mahakuasa mau menjadi bayi yang lemah?* Jawabannya adalah kasih-Nya kepada manusia.
2. **Keterlibatan Pribadi:** Tidak seperti banyak lagu Natal yang sifatnya naratif (menceritakan cerita), lagu ini sifatnya sangat personal. Refrein *"Datanglah ke dalam hatiku"* mengubah lagu ini menjadi sebuah doa pribadi.
3. **Kesederhanaan:** Baik lirik maupun melodinya sederhana, namun memiliki kedalaman emosional yang tinggi, menjadikannya sangat mudah dinyanyikan namun tetap berbobot dalam kebaktian gereja.
### Ringkasan Makna
Ketika kita menyanyikan *"Takhta-Mu Kau tinggalkan dan takhta dunia Kau lepas"*, kita diingatkan bahwa Natal bukanlah tentang kemewahan, melainkan tentang pengorbanan. Lagu ini adalah undangan bagi setiap orang untuk membersihkan "penginapan" hati kita agar Yesus Kristus, Sang Raja, bisa berdiam di dalamnya.
Di Indonesia, lagu ini menjadi salah satu lagu wajib dalam ibadah Natal, yang mengingatkan kita untuk selalu memberikan tempat yang utama bagi Tuhan di dalam hidup kita.
Berikut adalah kisah dan latar belakang di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Emily Elizabeth Steele Elliott (1836–1897)
Emily E. S. Elliott adalah seorang wanita asal Inggris, putri dari seorang pendeta. Ia hidup di lingkungan yang sangat religius. Emily dikenal sebagai sosok yang sangat mengasihi Tuhan dan rajin terlibat dalam kegiatan pelayanan gereja, khususnya pelayanan bagi anak-anak dan orang miskin.
Lirik lagu ini ditulis oleh Emily pada tahun **1864**. Saat itu, ia menulisnya untuk majalah gerejanya sendiri, *The Juvenile Instructor*, yang ia sunting di Brighton, Inggris.
### 2. Latar Belakang dan Inspirasi
Inspirasi utama Emily adalah **Lukas 2:7**, yang menceritakan tentang kelahiran Yesus di palungan karena tidak ada tempat bagi-Nya di rumah penginapan.
* **Pesan Utama:** Emily ingin menyampaikan kontras yang tajam: antara kemuliaan surga yang ditinggalkan Yesus dan kehinaan tempat kelahiran-Nya di dunia.
* **Makna Bait per Bait:**
* Lagu ini menyoroti bahwa Yesus meninggalkan "takhta-Nya" (kemuliaan ilahi) demi mencari mereka yang terhilang.
* Ada penekanan pada kerelaan Yesus untuk datang ke dunia yang penuh penolakan.
* Setiap bait diakhiri dengan refrein yang menyentuh: *"Datanglah ke dalam hatiku, ya Yesus, ada tempat bagimu di hatiku."* Ini adalah ajakan pribadi bagi setiap penyanyi untuk memberikan ruang bagi Kristus di dalam hati mereka, agar Ia tidak lagi "dibuang" atau "tidak mendapatkan tempat" seperti saat kelahiran-Nya.
### 3. Komponis Musik: Timothy Richard Matthews (1826–1910)
Musik yang kita kenal sekarang (sering disebut melodi *Margaret*) disusun oleh **Timothy Richard Matthews** pada tahun 1876.
Matthews adalah seorang pendeta Anglikan sekaligus organis berbakat. Ia menciptakan melodi ini khusus untuk lirik puisi karya Emily Elliott. Melodi yang ia ciptakan terasa tenang, reflektif, namun memiliki nuansa khidmat yang sangat cocok dengan lirik tentang kerendahan hati Kristus.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Lagu ini bertahan melintasi zaman karena beberapa alasan:
1. **Refleksi Teologis:** Lagu ini tidak hanya menceritakan peristiwa kelahiran Yesus, tetapi masuk ke aspek "Kenosis" (pengosongan diri Kristus). Lagu ini mengajak jemaat untuk merenungkan: *Mengapa Allah yang mahakuasa mau menjadi bayi yang lemah?* Jawabannya adalah kasih-Nya kepada manusia.
2. **Keterlibatan Pribadi:** Tidak seperti banyak lagu Natal yang sifatnya naratif (menceritakan cerita), lagu ini sifatnya sangat personal. Refrein *"Datanglah ke dalam hatiku"* mengubah lagu ini menjadi sebuah doa pribadi.
3. **Kesederhanaan:** Baik lirik maupun melodinya sederhana, namun memiliki kedalaman emosional yang tinggi, menjadikannya sangat mudah dinyanyikan namun tetap berbobot dalam kebaktian gereja.
### Ringkasan Makna
Ketika kita menyanyikan *"Takhta-Mu Kau tinggalkan dan takhta dunia Kau lepas"*, kita diingatkan bahwa Natal bukanlah tentang kemewahan, melainkan tentang pengorbanan. Lagu ini adalah undangan bagi setiap orang untuk membersihkan "penginapan" hati kita agar Yesus Kristus, Sang Raja, bisa berdiam di dalamnya.
Di Indonesia, lagu ini menjadi salah satu lagu wajib dalam ibadah Natal, yang mengingatkan kita untuk selalu memberikan tempat yang utama bagi Tuhan di dalam hidup kita.
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
Tema :
Natal Umum
54
Sebelum semua jadi
55
Terbitlah dalam kegelapan
56
Tumbuhlah tunas baru
57
Kau, Yesus, Raja Mahakaya
59
Imanuel, Imanuel
60
Tilah Iahir Sang Imanuel
61
Tlah turun ke dunia
62
Ini hari raya
63
Lahir Kristus di dunia
64
Sang Surya Sorgawi
65
Di Betlehem _lah Iahir seorang Putera
66
Hai mari berhimpun
67
Dunia bersukaria
68
Mari, lihatlah semua
69
Tiap tahun kembali
70
Yang dipuji kaum gembala
71
Gerangan Bayi apakah
72
Berlutut di palunganMu
73
Yesus Lahir
74
Anak Maria dalam palungan
75
Hai anak semua
76
Hai dunia, gembiralah
77
Kuberikan apa
78
Berhari Natal. nyanyilah
79
Marilah kita bernyanyi
80
Pada hari Natal
81
Langit, bumi, nyanyilah
82
Gembiralah, saudara
83
Di Betlehem _lah Iahir seorang Bayi lemah
84
Kita Gembira merayakan hari Natal
85
Yang takut dan bimbang
86
Sungguh mulia
87
Nyanyilah, kabarkanlah
88
Hai, siarkan di gunung