Bekasi, Cikarang & Karawang
206
Nomor
Kode
NP 206
Buku
Nyanyian Pujian
Tematik
Umat Allah, Kerinduan
Metronom
0
Pencipta Lagu
Clara H. F. Scott
Pencipta Syair
Clara H. F. Scott
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
1
Bukalah Tuhan mataku, Agar terlihat olehku Tiap kebenaran dan hikmatMu, Yang membebaskan diriku. Ku menantikan Tuhanku: O bukakanlah mataku, Agar segra rencanaMu kuikuti.
2
Bukalah Tuhan kupingku, Agar jelaslah padaku SuaraMu benar dan merdu, Yang melenyapkan yang palsu. Ku menantikan Tuhanku: O bukakanlah kupingku, Agar segra rencanaMu kuikuti.
3
Bukalah Tuhan mulutku, Agar termasyhur rahmatMu, Brita benar prihal kasihMu, Bagi semua yang rindu. Ku menantikan Tuhanku: O bukakanlah mulutku, Agar segra rencanaMu kuikuti. Amin.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 206
Klik untuk zoom

Partitur chord belum tersedia

Kisah di Balik Lagu
Lagu pujian **"Open My Eyes, That I May See"** (Bukalah, Tuhan, Mataku) adalah salah satu lagu rohani klasik yang sangat mendalam. Lagu ini ditulis oleh **Clara H. F. Scott** pada tahun 1895.

Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:

### 1. Profil Penulis: Clara H. F. Scott
Clara H. F. Scott (1841–1897) adalah seorang wanita yang sangat berbakat di bidang musik pada masanya. Ia lahir di Elk Grove, Illinois, Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai salah satu wanita pertama di Amerika yang menerbitkan buku kumpulan lagu pujian (antologi musik gereja) yang disusun sendiri.

Sepanjang hidupnya, Clara adalah seorang organis, guru musik, dan komposer yang sangat taat. Ia menggunakan talenta musiknya untuk melayani Tuhan, dan karyanya ini merupakan refleksi dari kerinduan pribadinya untuk memiliki hubungan yang lebih intim dengan Allah.

### 2. Inspirasi di Balik Lirik
Lagu ini lahir bukan dari peristiwa dramatis atau tragedi besar, melainkan dari **kerinduan spiritual yang mendalam**. Pada akhir abad ke-19, Clara merasakan bahwa banyak orang Kristen (termasuk dirinya sendiri) sering kali menjalani ibadah atau kehidupan rohani secara rutin, namun kurang memiliki "penglihatan rohani" yang tajam.

Clara menyadari bahwa sering kali mata manusia tertutup oleh kesibukan, ego, atau keterbatasan pemahaman sehingga mereka gagal melihat keajaiban kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Judul dan inti liriknya terinspirasi dari ayat Alkitab dalam **Mazmur 119:18**:
> *"Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu."*

### 3. Makna di Balik Setiap Bait
Melalui lagu ini, Clara memohon kepada Tuhan untuk membuka tidak hanya mata fisiknya, tetapi juga "mata hati" dan telinganya agar ia bisa menjadi saluran berkat yang lebih efektif:

* **Bait Pertama:** Berfokus pada permohonan agar mata dibukakan untuk melihat kebenaran Tuhan yang tersembunyi di dalam firman-Nya.
* **Bait Kedua:** Berfokus pada telinga agar dapat mendengar bisikan lembut Tuhan di tengah kebisingan dunia.
* **Bait Ketiga:** Berfokus pada kesiapan untuk melayani. Setelah mata dan telinga dibukakan, ia meminta Tuhan untuk "membuka mulutnya" agar ia dapat bersaksi dan memberitakan kebenaran.

Liriknya menekankan bahwa Tuhan adalah sumber kebenaran, dan manusia sangat bergantung pada anugerah Tuhan agar bisa memahami kehendak-Nya.

### 4. Warisan Lagu Ini
Lagu "Open My Eyes, That I May See" pertama kali diterbitkan dalam buku *Hymns of the Gospel* pada tahun 1895. Lagu ini dengan cepat menjadi populer di gereja-gereja karena melodinya yang tenang, khusyuk, dan liriknya yang sangat "rendah hati".

Sayangnya, Clara H. F. Scott tidak hidup lama setelah karyanya dikenal luas. Ia meninggal dunia dua tahun setelah lagu ini diterbitkan, yakni pada tahun 1897. Namun, lagu ini tetap hidup selama lebih dari satu abad dan terus dinyanyikan sebagai doa pembuka dalam ibadah di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia dengan judul *"Bukalah, Tuhan, Mataku"*.

### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah tentang **ketergantungan total kepada Tuhan**. Clara H. F. Scott mengajarkan kita bahwa untuk memahami kehendak Tuhan, kita tidak cukup hanya mengandalkan intelegensi atau kekuatan diri sendiri. Kita membutuhkan Tuhan untuk secara aktif "membuka" hati dan pikiran kita agar kita dapat melihat keajaiban kasih-Nya dan mendengar panggilan-Nya dalam setiap detak kehidupan kita.

Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.