Bekasi, Cikarang & Karawang
88
Nomor
Kode
NP 88
Buku
Nyanyian Pujian
Tematik
Roh Kudus
Metronom
0
Pencipta Lagu
B. B. McKinney
Pencipta Syair
Edwin Hatch
Cross Ref.
GB 193
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
1
Ya Roh Kudus, sucikan Hati nuraniku; Sinari sluruh hidupku Dengan cahayaMu. Sucikan, sucikan, Ya Roh Kudus sucikan Pribadiku, nuraniku, Ya Roh Kudus sucikan.
2
Ya Roh Kudus, sucikan Niatku yang bebal; Ajarkan pada hambaMu HasratMu yang kekal.
3
Ya Roh Kudus, sucikan Sluruh pribadiku; Nyalakan api kasihMu Di dalam hatiku.
4
Ya Roh Kudus, sucikan Jiwa dan ragaku; Hingga kuturut printahMu Dan hidup bagiMu.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 88
Klik untuk zoom

Partitur chord belum tersedia

Slide Lirik 4 slide
Slide 1 β€” NP 88 1
Slide 2 β€” NP 88 2
Slide 3 β€” NP 88 3
Slide 4 β€” NP 88 4
Kisah di Balik Lagu
Lagu pujian (hymn) yang Anda maksud, **"Breathe on Me, Breath of God"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai *"Ya Roh Kudus, Sucikan"*), memiliki kisah yang mendalam di balik penciptaannya.

Penting untuk dicatat bahwa lagu ini melibatkan dua tokoh besar dalam dunia musik rohani, namun dengan peran yang berbeda: **Edwin Hatch** (penulis lirik asli) dan **B.B. McKinney** (komposer melodi yang paling populer digunakan saat ini).

Berikut adalah detail kisahnya:

### 1. Edwin Hatch: Penulis Lirik (1878)
Edwin Hatch (1835–1889) adalah seorang pendeta Gereja Inggris dan seorang profesor sejarah gerejawi di Oxford. Ia adalah pria yang intelektual namun memiliki kerohanian yang sangat dalam.

Lirik lagu ini ditulis pada tahun 1878. Konon, Hatch menulis puisi ini sebagai bentuk kerinduannya akan pembaruan spiritual. Ia tidak menulisnya sebagai lirik lagu untuk dinyanyikan di konser, melainkan sebagai sebuah doa pribadi.

* **Makna di balik liriknya:** Hatch terinspirasi dari kisah penciptaan manusia dalam **Kejadian 2:7**, di mana Tuhan menghembuskan "napas kehidupan" ke dalam hidung manusia. Ia juga merujuk pada **Yohanes 20:22**, di mana Yesus menghembusi para murid-Nya dengan Roh Kudus.
* Pesan utamanya adalah permohonan agar Roh Kudus masuk ke dalam jiwa manusia, menyucikan keinginan, membersihkan hati, dan menyatukan kehendak manusia dengan kehendak Tuhan. Lirik aslinya adalah sebuah puisi pendek namun sangat padat akan teologi tentang penyucian dan kekudusan.

### 2. B.B. McKinney: Sang Komposer (1939)
Meskipun liriknya ditulis oleh Hatch pada 1878, lagu ini pada awalnya tidak langsung meledak. Beberapa musisi mencoba membuat melodinya, namun melodi yang paling ikonik dan mendunia saat ini diciptakan oleh **Baylus Benjamin McKinney** (dikenal sebagai B.B. McKinney) pada tahun 1939.

* **Siapa McKinney?** B.B. McKinney adalah seorang tokoh musik gereja yang sangat berpengaruh dari Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai komposer yang mampu menggabungkan lirik-lirik klasik dengan melodi yang mudah diingat (populer di kalangan gereja Baptis).
* **Konteks 1939:** Saat itu, dunia sedang berada di ambang Perang Dunia II. Suasana dunia sangat kelam dan penuh ketidakpastian. McKinney merasa perlu ada lagu yang membawa jiwa manusia kembali kepada ketenangan dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Ia mengambil puisi doa milik Hatch dan memberikan sentuhan musik yang syahdu namun kuat.

### Makna Spiritual "Breathe on Me"
Liriknya secara detail menggambarkan proses "pembersihan" spiritual:
1. **"Breathe on me, Breath of God"**: Memohon napas Tuhan untuk memberikan hidup baru.
2. **"Fill me with life anew"**: Permohonan agar Tuhan membuang segala sesuatu yang "mati" atau berdosa dalam diri manusia.
3. **"That I may love what Thou dost love"**: Ini adalah puncak dari permohonan tersebutβ€”bukan sekadar meminta berkat, tetapi meminta agar "selera" atau keinginan hati manusia diselaraskan dengan apa yang Tuhan sukai.

### Mengapa Lagu ini Tetap Relevan?
Lagu ini bertahan lebih dari satu abad karena kejujurannya. Tidak ada klaim kehebatan manusia di dalamnya. Lagu ini murni sebuah **doa pertobatan dan penyerahan diri**.

Di banyak gereja di seluruh dunia, lagu ini sering dinyanyikan sebagai lagu pengiring saat perjamuan kudus atau saat doa syafaat, karena liriknya yang bersifat introspektif (melihat ke dalam diri sendiri).

Jadi, kisah di balik lagu ini adalah perpaduan antara **intelektualisme teologis Edwin Hatch** yang menuliskan doa permohonan kudus, dan **kemampuan musikal B.B. McKinney** yang membungkus doa tersebut dalam melodi yang menyentuh hati jutaan orang hingga hari ini.

Narasi dari Wikipedia/AI β€” sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.