Bekasi, Cikarang & Karawang
11
Nomor
Kode
NP 11
Buku
Nyanyian Pujian
Tematik
Allah, Bapa, Pujian dan Pujaan
Metronom
0
Pencipta Lagu
Johann Michael Haydn
Pencipta Syair
Robert Grant
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
1
Sembahlah Allah Yang Mahabesar; Ucapkan syukur dengan bergemar; Benteng dan Penolong Yang Mahaesa, Bertakhta di surga dengan megahNya.
2
Masyurkanlah kodrat dan rahmatNya, Bersalutkan trang di cakrawala; AmarahNya nyata di gempa hebat, Petir, guntur, angin topan yang dahsyat.
3
RahmatMu, ya Allah, tak tersukat; PerlindunganMu selalu dekat: Memancar di langit, gunung, dan lembah, Sehingga manusia penuh bahagia.
4
Tuhanlah Khalik dan Bapa kami; JanjiMu teguh, tak Kau ingkari; KasihMu melimpah setiap saat; Kau Benteng, Penolong, dan Juru Slamat. Amin.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 11
Klik untuk zoom

Partitur chord belum tersedia

Kisah di Balik Lagu
Lagu **"O Worship the King"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai *"Sembahlah Allah Yang Mahabesar"*) adalah salah satu himne pujian paling ikonik dalam tradisi Kristen. Kisah di balik lagu ini merupakan perpaduan antara keindahan sastra abad ke-19 dan kemegahan musik klasik.

Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:

### 1. Penulis Lirik: Sir Robert Grant (1833)
Lirik lagu ini ditulis oleh **Sir Robert Grant**, seorang politisi dan pejabat kolonial Inggris yang menjabat sebagai Gubernur Bombay (sekarang Mumbai, India).

* **Inspirasi:** Grant menulis lirik ini pada tahun 1833. Inspirasi utamanya adalah **Mazmur 104**, sebuah mazmur yang sangat deskriptif dalam memuji keagungan Allah sebagai Pencipta alam semesta.
* **Latar Belakang:** Grant adalah seorang pria yang taat beragama. Ia menulis himne ini bukan sebagai karya profesional, melainkan sebagai bentuk perenungan pribadi atas kemuliaan Tuhan yang tercermin dalam ciptaan-Nya. Lirik aslinya diterbitkan secara anumerta dalam kumpulan tulisan *Christian Observer* setahun setelah kematiannya.

### 2. Komposer Musik: Johann Michael Haydn
Nama **Johann Michael Haydn** sering dikaitkan dengan melodi lagu ini. Namun, ada sejarah menarik mengenai komposisinya:

* **Melodi "Hanover":** Melodi yang kita kenal sekarang dikenal dengan nama **"Hanover"**. Melodi ini pertama kali muncul dalam *Supplement to the New Version of the Psalms* karya William Croft (1708).
* **Kaitan dengan Haydn:** Sering terjadi kekeliruan atribusi. Michael Haydn (adik dari komposer ternama Franz Joseph Haydn) adalah seorang komposer yang sangat berbakat di Salzburg. Banyak melodi himne yang ia gubah memiliki kemiripan gaya dengan melodi "Hanover". Karena popularitas lagu ini, sering kali dikreditkan kepada Michael Haydn dalam berbagai buku himne, meskipun secara historis melodi "Hanover" lebih tepat dikaitkan dengan William Croft.

### 3. Makna Lirik yang Mendalam
Kekuatan lagu "O Worship the King" terletak pada penggunaan diksi yang megah. Grant menggambarkan Tuhan dengan metafora yang sangat kuat:

* **"O worship the King, all-glorious above"**: Mengajak jemaat untuk mengakui kedaulatan Tuhan yang transenden (jauh di atas segalanya).
* **"O gratefully sing His power and His love"**: Menyeimbangkan antara rasa takut akan kekuasaan Tuhan dan rasa syukur atas kasih-Nya.
* **"Our Shield and Defender, the Ancient of Days"**: Menggunakan gelar-gelar ilahi yang diambil langsung dari terminologi Alkitab, memberikan kesan bahwa Tuhan adalah pelindung yang kekal.

Salah satu bait yang paling terkenal adalah:
*"Thy bountiful care what tongue can recite? / It breathes in the air, it shines in the light."*
(Bait ini menunjukkan bahwa kasih Tuhan tidak hanya ada di surga, tetapi hadir dalam setiap napas dan cahaya yang kita lihat sehari-hari).

### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Bertahan?
Lagu ini bertahan lebih dari 190 tahun karena beberapa alasan:
1. **Struktur Musik:** Melodi "Hanover" yang berbirama 3/4 memberikan nuansa yang megah, stabil, namun tetap semangat (seperti irama *waltz* yang agung).
2. **Keseimbangan Teologis:** Lagu ini berhasil menyatukan konsep Tuhan yang agung/dahsyat (*awesome*) dengan Tuhan yang lembut dan penuh perhatian (*nurturing*).
3. **Universalitas:** Meskipun ditulis oleh seorang gubernur kolonial di era Victoria, liriknya melampaui batas waktu dan budaya karena fokusnya adalah pada kekaguman manusia terhadap alam ciptaan dan Sang Pencipta.

### Kesimpulan
"O Worship the King" adalah bukti bagaimana pemikiran seorang pelayan publik yang rendah hati (Robert Grant) bertemu dengan arsitektur melodi klasik yang abadi. Lagu ini tetap menjadi lagu pujian yang sering dinyanyikan dalam kebaktian-kebaktian besar di seluruh dunia, sebagai pengingat bahwa di balik megahnya alam semesta, ada kasih Tuhan yang senantiasa menopang umat-Nya.

Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.