NP
Haleluya, Puji Tuhan!
We Praise Thee, O God
3
Nomor
Kode
NP 3
Buku
Nyanyian Pujian
Tematik
Allah, Tritunggal
Metronom
0
Pencipta Lagu
John J. Husband
Pencipta Syair
William P. Mackay
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
1
Pujilah Tuhan atas kasih mulia:
Yesus AnakNya mati bagi manusia.
Haleluya, puji Tuhan! Bangkitkanlah kami!
Haleluya, puji Tuhan Yang Mahatinggi!
2
Pujilah Tuhan atas Rohulkudus,
Yang mengantar jiwaku kepada Kristus.
3
Ucapkan syukur atas Anak Domba,
Yang menghapuskan dosa umat manusia.
4
Bangkitkan kami, O penuhi kalbu
Dengan kasih dan api kuasa RohMu.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Haleluya, Puji Tuhan!"** (judul asli bahasa Inggris: ***"We Praise Thee, O God, Our Redeemer, Creator"***) adalah salah satu himne pujian yang paling klasik dan sering dinyanyikan di gereja-gereja. Menariknya, kisah di balik lagu ini merupakan gabungan dari dua sosok yang hidup di era berbeda namun karya mereka disatukan menjadi sebuah mahakarya rohani.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: William P. Mackay (1839β1885)
William Paton Mackay adalah seorang dokter sekaligus pengkhotbah asal Skotlandia. Kisah hidupnya sendiri sangat dramatis. Semasa muda, ia adalah seorang pemberontak yang menolak iman Kristen. Namun, suatu hari ia menemukan sebuah Alkitab milik ibunya yang sudah meninggal. Karena rasa hormat kepada ibunya, ia mulai membacanya dan akhirnya mengalami pertobatan yang mendalam.
Mackay kemudian menulis lirik lagu ini (dengan judul asli *βRevive Us Againβ*) yang diterbitkan pada tahun **1863**. Lirik ini terinspirasi oleh semangat kebangunan rohani. Pada masa itu, gereja-gereja di Inggris sangat membutuhkan "penyegaran" rohani, dan Mackay menulis lirik ini sebagai seruan doa agar Tuhan mencurahkan Roh Kudus-Nya untuk membangkitkan semangat umat.
### 2. Komposer Musik: John J. Husband (1760β1825)
Musik yang kita kenal sekarang sebenarnya jauh lebih tua daripada liriknya. John J. Husband adalah seorang musisi kelahiran Inggris yang kemudian pindah ke Amerika Serikat. Ia menulis melodi lagu ini pada tahun **1815**.
Awalnya, melodi tersebut ditulis untuk sebuah himne berjudul *"Revive Us Again"* (judul yang sama dengan lirik Mackay). Menariknya, melodi ini awalnya bukan dimaksudkan sebagai lagu yang megah seperti sekarang, melainkan sebagai lagu yang memiliki ritme semangat untuk mengiringi doa permohonan kebangunan rohani.
### 3. Penyatuan Lirik dan Melodi
Lirik William P. Mackay (1863) dan melodi John J. Husband (1815) akhirnya dipadukan dan menjadi sangat populer dalam gerakan kebangunan rohani (revival) di akhir abad ke-19, khususnya melalui pelayanan penginjil besar **Dwight L. Moody** dan penyanyi rohani **Ira D. Sankey**.
Ira D. Sankey sering menggunakan lagu ini dalam kampanye penginjilannya di seluruh dunia. Karena nadanya yang sangat bersemangat (ritme 6/8 yang kuat), lagu ini menjadi favorit karena mudah diingat dan memberikan rasa sukacita yang meluap-luap saat dinyanyikan bersama-sama.
### 4. Makna dan Pesan Lagu
Lirik asli dalam bahasa Inggrisnya berbunyi:
*"We praise Thee, O God, for the Son of Thy love,*
*For Jesus who died and is now gone above.*
*Hallelujah, Thine the glory! Hallelujah, amen!*
*Hallelujah, Thine the glory! Revive us again."*
**Pesan utamanya adalah:**
* **Syukur:** Mengakui karya Allah melalui Yesus Kristus (kematian dan kenaikan-Nya).
* **Kerendahan Hati:** Pengakuan bahwa manusia tidak bisa berbuat apa-apa tanpa bantuan Tuhan.
* **Doa Kebangunan:** Kalimat *"Revive us again"* (Puji Tuhan, bangkitkan kami lagi) adalah inti dari lagu ini. Lagu ini bukan sekadar puji-pujian, melainkan permohonan agar Tuhan terus menyalakan api iman di dalam hati orang percaya agar tidak menjadi suam-suam kuku.
### Mengapa lagu ini begitu abadi?
Lagu ini bertahan selama lebih dari 150 tahun karena kesederhanaan pesannya dan kekuatan melodi yang membangkitkan semangat. Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan ke dalam Kidung Jemaat No. 248, dan tetap menjadi salah satu lagu pembuka atau lagu pujian yang paling energik dan penuh sukacita, terutama karena refrainnya yang mengajak setiap jemaat untuk bersorak "Haleluya!" bersama-sama.
Kisah lagu ini mengajarkan kita bahwa **karya Tuhan bisa menggunakan elemen dari zaman yang berbeda (musik lama dan lirik baru) untuk menciptakan sesuatu yang akan terus memberkati umat Tuhan lintas generasi.**
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: William P. Mackay (1839β1885)
William Paton Mackay adalah seorang dokter sekaligus pengkhotbah asal Skotlandia. Kisah hidupnya sendiri sangat dramatis. Semasa muda, ia adalah seorang pemberontak yang menolak iman Kristen. Namun, suatu hari ia menemukan sebuah Alkitab milik ibunya yang sudah meninggal. Karena rasa hormat kepada ibunya, ia mulai membacanya dan akhirnya mengalami pertobatan yang mendalam.
Mackay kemudian menulis lirik lagu ini (dengan judul asli *βRevive Us Againβ*) yang diterbitkan pada tahun **1863**. Lirik ini terinspirasi oleh semangat kebangunan rohani. Pada masa itu, gereja-gereja di Inggris sangat membutuhkan "penyegaran" rohani, dan Mackay menulis lirik ini sebagai seruan doa agar Tuhan mencurahkan Roh Kudus-Nya untuk membangkitkan semangat umat.
### 2. Komposer Musik: John J. Husband (1760β1825)
Musik yang kita kenal sekarang sebenarnya jauh lebih tua daripada liriknya. John J. Husband adalah seorang musisi kelahiran Inggris yang kemudian pindah ke Amerika Serikat. Ia menulis melodi lagu ini pada tahun **1815**.
Awalnya, melodi tersebut ditulis untuk sebuah himne berjudul *"Revive Us Again"* (judul yang sama dengan lirik Mackay). Menariknya, melodi ini awalnya bukan dimaksudkan sebagai lagu yang megah seperti sekarang, melainkan sebagai lagu yang memiliki ritme semangat untuk mengiringi doa permohonan kebangunan rohani.
### 3. Penyatuan Lirik dan Melodi
Lirik William P. Mackay (1863) dan melodi John J. Husband (1815) akhirnya dipadukan dan menjadi sangat populer dalam gerakan kebangunan rohani (revival) di akhir abad ke-19, khususnya melalui pelayanan penginjil besar **Dwight L. Moody** dan penyanyi rohani **Ira D. Sankey**.
Ira D. Sankey sering menggunakan lagu ini dalam kampanye penginjilannya di seluruh dunia. Karena nadanya yang sangat bersemangat (ritme 6/8 yang kuat), lagu ini menjadi favorit karena mudah diingat dan memberikan rasa sukacita yang meluap-luap saat dinyanyikan bersama-sama.
### 4. Makna dan Pesan Lagu
Lirik asli dalam bahasa Inggrisnya berbunyi:
*"We praise Thee, O God, for the Son of Thy love,*
*For Jesus who died and is now gone above.*
*Hallelujah, Thine the glory! Hallelujah, amen!*
*Hallelujah, Thine the glory! Revive us again."*
**Pesan utamanya adalah:**
* **Syukur:** Mengakui karya Allah melalui Yesus Kristus (kematian dan kenaikan-Nya).
* **Kerendahan Hati:** Pengakuan bahwa manusia tidak bisa berbuat apa-apa tanpa bantuan Tuhan.
* **Doa Kebangunan:** Kalimat *"Revive us again"* (Puji Tuhan, bangkitkan kami lagi) adalah inti dari lagu ini. Lagu ini bukan sekadar puji-pujian, melainkan permohonan agar Tuhan terus menyalakan api iman di dalam hati orang percaya agar tidak menjadi suam-suam kuku.
### Mengapa lagu ini begitu abadi?
Lagu ini bertahan selama lebih dari 150 tahun karena kesederhanaan pesannya dan kekuatan melodi yang membangkitkan semangat. Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan ke dalam Kidung Jemaat No. 248, dan tetap menjadi salah satu lagu pembuka atau lagu pujian yang paling energik dan penuh sukacita, terutama karena refrainnya yang mengajak setiap jemaat untuk bersorak "Haleluya!" bersama-sama.
Kisah lagu ini mengajarkan kita bahwa **karya Tuhan bisa menggunakan elemen dari zaman yang berbeda (musik lama dan lirik baru) untuk menciptakan sesuatu yang akan terus memberkati umat Tuhan lintas generasi.**
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.