KKB
Tina Tunggul Isai
136
Nomor
do = F
Nada Dasar
Kode
KKb 136
Buku
Kidung Kabungahan
Tematik
Natal
Nada Dasar
do = F
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
0
Cross Ref.
KK 151, KJ 93, NR 32, MK 56, BE 58, KKb 136
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
1
Dari tunas Isai, dikatakan Yesaya
dari pohon itulah, nanti mendatang
tumbuh satu tunas, pucuk dari akarnya
kan berbuah lebat
2
Tunas yang dikatakan, ya, itulah Yesus
Allah tlah turunkan, dari surga yang agung
karena kehendak Tuhan, dia jadi manusia
Maria jadi penyebab
3
Tak sedikit manusia, yang senang hatinya
Tunas yang tadinya kecil, sekarang telah membesar
saya yang percaya, berteduh ke tempat rimbun
memakan buahnya
4
nanti pasti tak salah, segala bangsa
berduyun terdorong, oleh Roh yang kuasa
Di bawah pohon itu, berdiam abadi
semuanya bahagia
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
4 slide
Kisah di Balik Lagu
Kisah yang indah dan mendalam di balik lagu Natal Jerman yang agung, "Es ist ein Ros entsprungen," yang di Indonesia dikenal dengan judul "Tumbuhlah Tunas Baru."
Lagu ini bukan sekadar melodi indah; ia adalah perpaduan kaya antara teologi, simbolisme, sejarah, dan puisi yang telah memukau hati selama berabad-abad.
---
### Kisah di Balik "Es ist ein Ros entsprungen" / "Tumbuhlah Tunas Baru"
**1. Asal-usul dan Latar Belakang Historis: Abad Pertengahan yang Mistik**
* **Zaman Awal (Abad ke-15):** Lagu ini diperkirakan berasal dari Jerman pada awal abad ke-15, meskipun versi tertulis tertua yang diketahui adalah dari tahun 1582, ditemukan dalam sebuah buku himne dari Trier, Jerman. Sebelum itu, kemungkinan besar lagu ini telah hidup dan diwariskan secara lisan selama beberapa waktu.
* **Awalnya Katolik:** Pada mulanya, lagu ini adalah himne Katolik yang sangat kuat, dengan penekanan pada Perawan Maria. Lirik aslinya lebih banyak berfokus pada Maria sebagai "mawar" yang suci dari mana Yesus lahir.
* **Hubungan dengan "Ranting Isai" (Jesse Tree):** Lagu ini secara langsung mengacu pada tradisi visual dan teologis "Ranting Isai" (Jesse Tree) yang populer di abad pertengahan. Ranting Isai adalah penggambaran silsilah Yesus yang menelusuri garis keturunan-Nya hingga Isai, ayah Raja Daud. Tradisi ini terinspirasi dari **Kitab Yesaya 11:1**:
> "Tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang tumbuh dari akarnya akan berbuah."
Ayat ini adalah inti dari seluruh simbolisme lagu. Isai dianggap sebagai "tunggul" atau "akar" yang telah mati atau layu (melambangkan kerajaan Israel yang telah jatuh atau kondisi manusia yang penuh dosa), namun dari situlah akan muncul "tunas" atau "taruk" baru yang membawa kehidupan dan harapan.
**2. Makna Simbolis dan Teologis: Mawar, Tunas, dan Pengharapan**
Lagu ini adalah mahakarya metafora dan alegori:
* **"Ein Ros" (Satu Mawar/Bunga Mawar):**
* **Perawan Maria:** Dalam tradisi Katolik awal, "mawar" ini secara eksplisit merujuk pada Perawan Maria, yang digambarkan sebagai bunga mawar tanpa duri β simbol kemurnian, keperawanan, dan kesuciannya yang sempurna. Ia adalah bunga yang mekar di tengah "musim dingin" dosa dunia.
* **"Wurzel Zart" (Akar yang Lembut/Halus):** Ini merujuk pada silsilah Isai (Jesse), akar keluarga Daud, dari mana Maria berasal. Ungkapan "lembut" mungkin merujuk pada kerendahan hati Maria atau keadaannya yang sederhana.
* **"Ein BlΓΌmlein" / "Ein Reis" (Satu Bunga Kecil / Satu Tunas):**
* **Yesus Kristus:** Dari mawar (Maria) ini muncul "bunga kecil" atau "tunas" baru, yaitu Yesus Kristus. Dialah Mesias yang dijanjikan, yang lahir dari Maria yang perawan.
* **Kelahiran Ajaib di Tengah Kegelapan:** Lirik sering menggambarkan mawar ini mekar di tengah musim dingin yang pahit ("mitten im kalten Winter," "zur halben Nacht"), di bawah salju yang tebal ("unter des Schnees Schein"). Ini adalah metafora kuat untuk kelahiran Yesus di tengah kegelapan spiritual dunia, membawa terang dan kehidupan di saat yang paling tidak terduga dan paling sulit. Ini adalah keajaiban yang melampaui logika alamiah.
* **"Duft" (Harum):** Bunga ini membawa "harum yang sangat manis," melambangkan sukacita, kedamaian, dan keselamatan yang dibawa oleh kedatangan Yesus bagi seluruh umat manusia.
**3. Evolusi dan Harmonisasi: Dari Katolik ke Protestan, dari Lisan ke Abadi**
* **Reformasi Protestan:** Ketika Reformasi Protestan menyebar di Jerman pada abad ke-16, banyak lagu-lagu liturgi yang diadaptasi. Lagu ini adalah salah satu yang beruntung. Para reformis Protestan, meskipun tidak terlalu menekankan Maria seperti Katolik, melihat keindahan dan kedalaman teologis dalam lagu ini dan mengadaptasi liriknya untuk lebih menekankan Kristus sebagai pusat pengharapan.
* **Michael Praetorius (1609):** Tokoh paling penting dalam sejarah lagu ini adalah komposer dan teoris musik Jerman, Michael Praetorius. Pada tahun 1609, ia menerbitkan harmonisasi lagu ini dalam karyanya "Musae Sioniae." Aransemen empat suara yang tenang, meditatif, dan indah oleh Praetorius inilah yang sebagian besar kita kenal dan nyanyikan hingga hari ini. Aransemennya mengangkat lagu ini dari himne lokal menjadi mahakarya universal.
* **Dua Versi Lirik:** Sejak saat itu, ada dua tradisi lirik utama:
* **Versi Katolik:** Seringkali memiliki stanza tambahan yang lebih menekankan Maria sebagai mawar suci.
* **Versi Protestan:** Lebih fokus pada tunas (Yesus) yang keluar dari akar Isai dan mawar (Maria) tanpa terlalu mendewa-dewakan Maria.
**4. "Tumbuhlah Tunas Baru" di Indonesia**
Versi Indonesia, "Tumbuhlah Tunas Baru," adalah terjemahan yang indah dan setia, yang berhasil menangkap esensi puitis dan teologis dari lagu aslinya. Ia dengan tepat memilih metafora "tunas" dan "bunga" untuk Yesus dan Maria, serta konteks kelahiran yang ajaib di tengah kegelapan, sama seperti bunga yang mekar di tengah salju musim dingin.
**Kesimpulan:**
"Es ist ein Ros entsprungen" adalah lebih dari sekadar lagu Natal. Ia adalah sebuah permenungan yang mendalam tentang nubuat kuno, keajaiban kelahiran Kristus, dan harapan yang dibawanya kepada dunia. Dengan melodi yang sederhana namun memukau, dan lirik yang kaya simbolisme, lagu ini terus mengingatkan kita akan keindahan dan misteri Natal: bahwa dari keadaan yang paling sederhana dan paling tidak mungkin sekalipun, Allah dapat menumbuhkan kehidupan, terang, dan keselamatan bagi seluruh umat manusia. Ini adalah nyanyian tentang harapan yang tak pernah padam, bahkan di tengah musim dingin yang paling gelap sekalipun.
Lagu ini bukan sekadar melodi indah; ia adalah perpaduan kaya antara teologi, simbolisme, sejarah, dan puisi yang telah memukau hati selama berabad-abad.
---
### Kisah di Balik "Es ist ein Ros entsprungen" / "Tumbuhlah Tunas Baru"
**1. Asal-usul dan Latar Belakang Historis: Abad Pertengahan yang Mistik**
* **Zaman Awal (Abad ke-15):** Lagu ini diperkirakan berasal dari Jerman pada awal abad ke-15, meskipun versi tertulis tertua yang diketahui adalah dari tahun 1582, ditemukan dalam sebuah buku himne dari Trier, Jerman. Sebelum itu, kemungkinan besar lagu ini telah hidup dan diwariskan secara lisan selama beberapa waktu.
* **Awalnya Katolik:** Pada mulanya, lagu ini adalah himne Katolik yang sangat kuat, dengan penekanan pada Perawan Maria. Lirik aslinya lebih banyak berfokus pada Maria sebagai "mawar" yang suci dari mana Yesus lahir.
* **Hubungan dengan "Ranting Isai" (Jesse Tree):** Lagu ini secara langsung mengacu pada tradisi visual dan teologis "Ranting Isai" (Jesse Tree) yang populer di abad pertengahan. Ranting Isai adalah penggambaran silsilah Yesus yang menelusuri garis keturunan-Nya hingga Isai, ayah Raja Daud. Tradisi ini terinspirasi dari **Kitab Yesaya 11:1**:
> "Tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang tumbuh dari akarnya akan berbuah."
Ayat ini adalah inti dari seluruh simbolisme lagu. Isai dianggap sebagai "tunggul" atau "akar" yang telah mati atau layu (melambangkan kerajaan Israel yang telah jatuh atau kondisi manusia yang penuh dosa), namun dari situlah akan muncul "tunas" atau "taruk" baru yang membawa kehidupan dan harapan.
**2. Makna Simbolis dan Teologis: Mawar, Tunas, dan Pengharapan**
Lagu ini adalah mahakarya metafora dan alegori:
* **"Ein Ros" (Satu Mawar/Bunga Mawar):**
* **Perawan Maria:** Dalam tradisi Katolik awal, "mawar" ini secara eksplisit merujuk pada Perawan Maria, yang digambarkan sebagai bunga mawar tanpa duri β simbol kemurnian, keperawanan, dan kesuciannya yang sempurna. Ia adalah bunga yang mekar di tengah "musim dingin" dosa dunia.
* **"Wurzel Zart" (Akar yang Lembut/Halus):** Ini merujuk pada silsilah Isai (Jesse), akar keluarga Daud, dari mana Maria berasal. Ungkapan "lembut" mungkin merujuk pada kerendahan hati Maria atau keadaannya yang sederhana.
* **"Ein BlΓΌmlein" / "Ein Reis" (Satu Bunga Kecil / Satu Tunas):**
* **Yesus Kristus:** Dari mawar (Maria) ini muncul "bunga kecil" atau "tunas" baru, yaitu Yesus Kristus. Dialah Mesias yang dijanjikan, yang lahir dari Maria yang perawan.
* **Kelahiran Ajaib di Tengah Kegelapan:** Lirik sering menggambarkan mawar ini mekar di tengah musim dingin yang pahit ("mitten im kalten Winter," "zur halben Nacht"), di bawah salju yang tebal ("unter des Schnees Schein"). Ini adalah metafora kuat untuk kelahiran Yesus di tengah kegelapan spiritual dunia, membawa terang dan kehidupan di saat yang paling tidak terduga dan paling sulit. Ini adalah keajaiban yang melampaui logika alamiah.
* **"Duft" (Harum):** Bunga ini membawa "harum yang sangat manis," melambangkan sukacita, kedamaian, dan keselamatan yang dibawa oleh kedatangan Yesus bagi seluruh umat manusia.
**3. Evolusi dan Harmonisasi: Dari Katolik ke Protestan, dari Lisan ke Abadi**
* **Reformasi Protestan:** Ketika Reformasi Protestan menyebar di Jerman pada abad ke-16, banyak lagu-lagu liturgi yang diadaptasi. Lagu ini adalah salah satu yang beruntung. Para reformis Protestan, meskipun tidak terlalu menekankan Maria seperti Katolik, melihat keindahan dan kedalaman teologis dalam lagu ini dan mengadaptasi liriknya untuk lebih menekankan Kristus sebagai pusat pengharapan.
* **Michael Praetorius (1609):** Tokoh paling penting dalam sejarah lagu ini adalah komposer dan teoris musik Jerman, Michael Praetorius. Pada tahun 1609, ia menerbitkan harmonisasi lagu ini dalam karyanya "Musae Sioniae." Aransemen empat suara yang tenang, meditatif, dan indah oleh Praetorius inilah yang sebagian besar kita kenal dan nyanyikan hingga hari ini. Aransemennya mengangkat lagu ini dari himne lokal menjadi mahakarya universal.
* **Dua Versi Lirik:** Sejak saat itu, ada dua tradisi lirik utama:
* **Versi Katolik:** Seringkali memiliki stanza tambahan yang lebih menekankan Maria sebagai mawar suci.
* **Versi Protestan:** Lebih fokus pada tunas (Yesus) yang keluar dari akar Isai dan mawar (Maria) tanpa terlalu mendewa-dewakan Maria.
**4. "Tumbuhlah Tunas Baru" di Indonesia**
Versi Indonesia, "Tumbuhlah Tunas Baru," adalah terjemahan yang indah dan setia, yang berhasil menangkap esensi puitis dan teologis dari lagu aslinya. Ia dengan tepat memilih metafora "tunas" dan "bunga" untuk Yesus dan Maria, serta konteks kelahiran yang ajaib di tengah kegelapan, sama seperti bunga yang mekar di tengah salju musim dingin.
**Kesimpulan:**
"Es ist ein Ros entsprungen" adalah lebih dari sekadar lagu Natal. Ia adalah sebuah permenungan yang mendalam tentang nubuat kuno, keajaiban kelahiran Kristus, dan harapan yang dibawanya kepada dunia. Dengan melodi yang sederhana namun memukau, dan lirik yang kaya simbolisme, lagu ini terus mengingatkan kita akan keindahan dan misteri Natal: bahwa dari keadaan yang paling sederhana dan paling tidak mungkin sekalipun, Allah dapat menumbuhkan kehidupan, terang, dan keselamatan bagi seluruh umat manusia. Ini adalah nyanyian tentang harapan yang tak pernah padam, bahkan di tengah musim dingin yang paling gelap sekalipun.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
KK 151, KJ 93, NR 32, MK 56, BE 58, KKb 136
58
Martumbur Tungkotungko
93
Tumbuhlah Tunas Baru
151
Tumbuhlah Tunas Baru
56
Tumbuhlah tunas baru
32
Terbit Sepucuk Taruk
Tema :
Natal
120
Natal Nu Mulia
121
Aya Berkah Bangsa Sadaya
122
Pangangon Nu Keur Ngajaraga
123
Dinten Ieu Urang Sadudulur
124
Ieu Dinten Anu Mulya
125
Abdi Narima Kaasihan
126
Abdi Teh Estu Resep
127
Agung Tur Mulya
128
Ari Tegal Jeung Tanah Keri
129
Aya Berkah Bangsa Sadaya
130
Geura Halaturkeun Wilujeng Sumping
131
Geura Cacawis Maneh
132
Hayu, Dulur Dulur
133
Henteu Aya Deui Beja Di Dunia
134
Peuting Suci Jempe Simpe
135
Puji Allah, Puji Allah
137
Tuh Malaikat Nyaranyi
138
Wilujeng Dinten Natal
139
Kaasihan Gusti Allah
140
Peuting Endah
141
Natal Sumarambah Ka Sa Alam Dunya
142
Natal Nugraha Pangeran
143
Di Efrata Di Tempat Pangangongan