KC
Yesus Berpesan
Jesus Bids Us Shine
265
Nomor
Do=G
Nada Dasar
Kode
KC 265
Buku
Kidung Ceria
Tematik
Kita Bertanggung Jawab
Nada Dasar
Do=G
Ketukan
4 ketuk ketuk
Metronom
95
Jumlah Bait
3 bait
Style
Country2-4
Pencipta Lagu
Edwin Othello Excell (1851)
Pencipta Syair
Susan Warner (1819)
Penerjemah
Redaksi P.A.K. (1978)
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
1
Yesus berpesan: Dalam malam glap
kamu harus jadi lilin gemerlap,
anak masing-masing di sekitarnya,
dalam dunia ini bersinarlah!
2
Yesus berpesan: Bersinarlah trang,
lilinmu Kulihat malam dan siang.
Anak masing-masing di sekitarnya,
untuk hormat Tuhan bersinarlah!
3
Yesus berpesan: Dunia penuh
banyak macam dosa, duka dan keluh,
anak masing-masing di sekitarnya,
untuk sesamamu bersinarlah!
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
3 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Yesus Berpesan"** (judul asli bahasa Inggris: ***Jesus Bids Us Shine***) adalah sebuah himne klasik yang sangat populer di Sekolah Minggu dan kegiatan persekutuan kristiani di seluruh dunia.
Meskipun sering kali diasosiasikan dengan komposisi musik **Edwin Othello Excell**, liriknya memiliki sejarah yang menarik karena ditulis oleh seorang penulis wanita dari abad ke-19, **Susan Warner**.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Susan Warner (1819β1885)
Susan Warner adalah seorang penulis asal Amerika Serikat yang produktif. Ia sering menulis di bawah nama pena **Elizabeth Wetherell**. Bersama adiknya, Anna Bartlett Warner (yang juga menulis lirik lagu terkenal *"Jesus Loves Me"*), mereka adalah tokoh penting dalam literatur Kristen anak-anak pada masanya.
Susan menulis lirik "Jesus Bids Us Shine" sekitar tahun 1868. Inspirasi utamanya sangat sederhana namun mendalam, yakni ayat Alkitab dalam **Filipi 2:15**:
> *"supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia."*
Susan ingin menyederhanakan teologi "menjadi garam dan terang dunia" ke dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh anak-anak. Ia membayangkan dunia sebagai tempat yang gelap, dan setiap orang percaya, sekecil apa pun, memiliki tugas untuk memancarkan "cahaya" kasih Kristus.
### 2. Komposer: Edwin Othello Excell (1851β1921)
Musik yang kita kenal sekarang diciptakan oleh **E.O. Excell**. Ia adalah seorang penyanyi bariton, pemimpin pujian, dan penerbit musik gereja yang sangat berpengaruh pada zamannya.
Excell menemukan lirik karya Susan Warner ini dan merasakan bahwa pesan tersebut sangat kuat untuk dibagikan. Ia kemudian menggubah melodi yang ceria, ritmis, dan mudah diingat, yang sangat cocok untuk dinyanyikan oleh anak-anak. Melodi ini diterbitkan dalam salah satu koleksi buku nyanyian gereja yang dikelola oleh Excell.
### 3. Makna Lirik yang Mendalam
Jika kita membedah liriknya, lagu ini bukan sekadar lagu anak-anak yang "lucu", melainkan sebuah **panggilan misi (Great Commission)** yang disederhanakan:
* **"Yesus berpesan: 'Bersinarlah!'"**: Ini adalah perintah langsung dari Tuhan agar hidup kita menjadi kesaksian bagi orang lain.
* **"Di tengah dunia yang gelap..."**: Pengakuan bahwa dunia ini penuh dengan tantangan, dosa, dan kesedihan.
* **"...sinarmu kecil, sinarku juga"**: Ini adalah bagian yang paling indah. Lagu ini menekankan bahwa Tuhan tidak meminta kita melakukan hal-hal besar yang mustahil untuk menjadi terang; Dia hanya meminta kita menjadi terang di lingkungan kita masing-masing. *βKau di tempatmu, aku di tempatku.β*
* **"Maka dunia ini 'kan jadi terang"**: Sebuah pengingat bahwa perubahan besar dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten oleh orang percaya.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Bertahan?
Lagu ini bertahan melintasi generasi (lebih dari 150 tahun) karena tiga alasan:
1. **Teologi yang Jelas:** Menyampaikan konsep bahwa setiap orang Kristenβtermasuk anak-anakβmemiliki tanggung jawab spiritual untuk bersinar bagi Tuhan.
2. **Melodi yang Ikonik:** Komposisi E.O. Excell yang berirama *upbeat* memberikan kesan optimisme yang kuat, yang sangat kontras dengan gambaran dunia yang "gelap".
3. **Kesederhanaan:** Pesan "kau di tempatmu, aku di tempatku" adalah definisi sederhana dari *gaya hidup misioner* yang bisa dipahami oleh siapa saja, dari balita hingga orang tua.
### Kesimpulan
Lagu "Yesus Berpesan" adalah kolaborasi lintas zaman antara visi puitis Susan Warner tentang terang dunia dan bakat musikal E.O. Excell yang menjadikannya sebuah lagu himne yang abadi. Hingga hari ini, lagu ini tetap menjadi pengingat bagi setiap umat Kristen bahwa meski dunia terlihat gelap, peran kita sangat sederhana: **teruslah bersinar di mana pun Tuhan menempatkan kita.**
Meskipun sering kali diasosiasikan dengan komposisi musik **Edwin Othello Excell**, liriknya memiliki sejarah yang menarik karena ditulis oleh seorang penulis wanita dari abad ke-19, **Susan Warner**.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Susan Warner (1819β1885)
Susan Warner adalah seorang penulis asal Amerika Serikat yang produktif. Ia sering menulis di bawah nama pena **Elizabeth Wetherell**. Bersama adiknya, Anna Bartlett Warner (yang juga menulis lirik lagu terkenal *"Jesus Loves Me"*), mereka adalah tokoh penting dalam literatur Kristen anak-anak pada masanya.
Susan menulis lirik "Jesus Bids Us Shine" sekitar tahun 1868. Inspirasi utamanya sangat sederhana namun mendalam, yakni ayat Alkitab dalam **Filipi 2:15**:
> *"supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia."*
Susan ingin menyederhanakan teologi "menjadi garam dan terang dunia" ke dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh anak-anak. Ia membayangkan dunia sebagai tempat yang gelap, dan setiap orang percaya, sekecil apa pun, memiliki tugas untuk memancarkan "cahaya" kasih Kristus.
### 2. Komposer: Edwin Othello Excell (1851β1921)
Musik yang kita kenal sekarang diciptakan oleh **E.O. Excell**. Ia adalah seorang penyanyi bariton, pemimpin pujian, dan penerbit musik gereja yang sangat berpengaruh pada zamannya.
Excell menemukan lirik karya Susan Warner ini dan merasakan bahwa pesan tersebut sangat kuat untuk dibagikan. Ia kemudian menggubah melodi yang ceria, ritmis, dan mudah diingat, yang sangat cocok untuk dinyanyikan oleh anak-anak. Melodi ini diterbitkan dalam salah satu koleksi buku nyanyian gereja yang dikelola oleh Excell.
### 3. Makna Lirik yang Mendalam
Jika kita membedah liriknya, lagu ini bukan sekadar lagu anak-anak yang "lucu", melainkan sebuah **panggilan misi (Great Commission)** yang disederhanakan:
* **"Yesus berpesan: 'Bersinarlah!'"**: Ini adalah perintah langsung dari Tuhan agar hidup kita menjadi kesaksian bagi orang lain.
* **"Di tengah dunia yang gelap..."**: Pengakuan bahwa dunia ini penuh dengan tantangan, dosa, dan kesedihan.
* **"...sinarmu kecil, sinarku juga"**: Ini adalah bagian yang paling indah. Lagu ini menekankan bahwa Tuhan tidak meminta kita melakukan hal-hal besar yang mustahil untuk menjadi terang; Dia hanya meminta kita menjadi terang di lingkungan kita masing-masing. *βKau di tempatmu, aku di tempatku.β*
* **"Maka dunia ini 'kan jadi terang"**: Sebuah pengingat bahwa perubahan besar dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten oleh orang percaya.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Bertahan?
Lagu ini bertahan melintasi generasi (lebih dari 150 tahun) karena tiga alasan:
1. **Teologi yang Jelas:** Menyampaikan konsep bahwa setiap orang Kristenβtermasuk anak-anakβmemiliki tanggung jawab spiritual untuk bersinar bagi Tuhan.
2. **Melodi yang Ikonik:** Komposisi E.O. Excell yang berirama *upbeat* memberikan kesan optimisme yang kuat, yang sangat kontras dengan gambaran dunia yang "gelap".
3. **Kesederhanaan:** Pesan "kau di tempatmu, aku di tempatku" adalah definisi sederhana dari *gaya hidup misioner* yang bisa dipahami oleh siapa saja, dari balita hingga orang tua.
### Kesimpulan
Lagu "Yesus Berpesan" adalah kolaborasi lintas zaman antara visi puitis Susan Warner tentang terang dunia dan bakat musikal E.O. Excell yang menjadikannya sebuah lagu himne yang abadi. Hingga hari ini, lagu ini tetap menjadi pengingat bagi setiap umat Kristen bahwa meski dunia terlihat gelap, peran kita sangat sederhana: **teruslah bersinar di mana pun Tuhan menempatkan kita.**
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Tema :
Kita Bertanggung Jawab
266
Hai Bangkit Bagi Yesus
267
Siapa Yang Berpegang
268
Lilin Kecil Yang Kumiliki
269
Tinggallah Dalam Yesus
270
Inginkah Kau Ikut Tuhan
271
Cinta Akan Yesus
272
Puji Tuhan, Haleluya
273
Maju Laskar Kristus
274
Janganlah Kuatir Akan Hidupmu
275
Hai Anak-Anak, Muda Dan Belia
276
Di Mana-Mana Saja
277
Lawanlah Godaan
278
Hati-Hati Tanganku