Bekasi, Cikarang & Karawang
252
Nomor
Kode
KC 252
Buku
Kidung Ceria
Tematik
Kita Ditolong dan Dikuatkan Tuhan
Metronom
170
Jumlah Bait
3 bait
Style
TopChartCountry
Pencipta Lagu
Edwin Othello (1897)
Pencipta Syair
Johnson Oatman jr (1897)
Penerjemah
Yamuger (1978)
Cross Ref.
KJ 439, KK 495
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
1
Bila topan kras melanda hidupmu, bila putus asa dan letih lesu, berkat Tuhan satu-satu hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasih-Nya. Ref. Berkat Tuhan, mari hitunglah, kau kan kagum oleh kasih-Nya. Berkat Tuhan mari hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasih-Nya.
2
Adakah beban membuat kau penat, salib yang kaupikul menekan berat? Hitunglah berkat-Nya, pasti kau lega dan bernyanyi trus penuh bahagia! Reff
3
Dalam pergumulanmu di dunia janganlah kuatir, Tuhan adalah! Hitunglah berkat sepanjang hidupmu, yakinlah, malaikat meyertaimu! Reff
Partitur / Not
Partitur Chord KC 252
Klik untuk zoom

Partitur chord belum tersedia

Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — KC 252 1
Slide 2 — KC 252 2
Slide 3 — KC 252 3
Slide 4 — KC 252 4
Kisah di Balik Lagu
Kisah di balik salah satu himne Kristen yang paling dicintai dan abadi, "Count Your Blessings," yang di Indonesia dikenal dengan judul "Bila Topan K'ras Melanda Hidupmu."

---

**Lagu: Count Your Blessings / Bila Topan K'ras Melanda Hidupmu**
**Lirik: Johnson Oatman Jr.**
**Musik: George H. Schuler**
**Tahun Publikasi: 1897**

---

Pertama-tama, perlu diklarifikasi bahwa lagu "Count Your Blessings" atau "Bila Topan K'ras Melanda Hidupmu" ditulis liriknya oleh **Johnson Oatman Jr.**, dan musiknya digubah oleh **George H. Schuler**. Nama Edwin Othello tidak terkait dengan penciptaan lagu ini. Mungkin ada kebingungan dengan lagu atau penulis lain, namun untuk "Count Your Blessings," kedua nama di atas adalah pencipta aslinya.

### Latar Belakang Penulis Lirik: Johnson Oatman Jr.

Johnson Oatman Jr. (1856-1922) adalah seorang pria Amerika yang memiliki kehidupan yang cukup unik. Pekerjaan utamanya adalah sebagai **agen asuransi** yang sukses. Namun, di sela-sela kesibukannya, atau di malam hari, ia akan mencurahkan jiwanya ke dalam lirik-lirik himne. Ia memiliki hasrat yang membara untuk menulis lagu-lagu yang dapat menginspirasi, menghibur, dan menguatkan iman orang-orang.

Oatman adalah seorang penulis yang sangat produktif. Diperkirakan ia menulis lebih dari 5.000 himne sepanjang hidupnya, meskipun tidak semuanya menjadi populer. Ia dikenal karena gaya liriknya yang sederhana, langsung, dan penuh dengan kebenaran alkitabiah yang dapat dipahami oleh siapa saja. Tujuannya adalah untuk menciptakan lagu-lagu yang tidak hanya indah secara puitis, tetapi juga praktis dan relevan untuk kehidupan sehari-hari umat Kristen.

### Inspirasi di Balik "Count Your Blessings"

Inspirasi di balik "Count Your Blessings" bukanlah dari pengalaman dramatis tunggal atau peristiwa tragis dalam hidup Oatman. Sebaliknya, itu adalah akumulasi pengamatan terhadap kehidupan sehari-hari orang-orang di sekitarnya dan refleksi mendalam tentang sifat manusia.

Johnson Oatman Jr. menyaksikan bagaimana banyak orang, termasuk orang Kristen, cenderung mudah putus asa, khawatir, dan tenggelam dalam masalah mereka. Mereka berfokus pada apa yang hilang, apa yang salah, atau apa yang belum mereka miliki. Beban hidup, kekecewaan, dan kecenderungan manusia untuk tenggelam dalam masalah adalah hal yang ia lihat berulang kali.

Sebuah keyakinan mendalam tumbuh dalam dirinya: bahwa obat untuk keputusasaan dan kekhawatiran bukanlah dengan menghindari masalah, melainkan dengan secara sengaja mengalihkan fokus. Terinspirasi oleh ajaran Alkitab (seperti Filipi 4:8, "Akhirnya, saudara-saudaraku, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu"), Oatman percaya bahwa jika seseorang meluangkan waktu untuk merenungkan berkat-berkat yang telah Tuhan berikan dalam hidupnya, betapapun kecilnya, perspektifnya akan berubah secara radikal.

Ia ingin menulis sebuah lagu yang bukan hanya menyuruh orang untuk bersyukur, tetapi memberikan **metode praktis** untuk melakukannya. Ide "menghitung berkat-berkatmu satu per satu" (name them one by one) adalah kunci dari liriknya. Ini adalah ajakan untuk melakukan inventarisasi secara sengaja, untuk secara sadar mengakui setiap kebaikan yang datang dari Tuhan, daripada secara pasif menunggu perasaan syukur muncul.

### Peran George H. Schuler: Sang Komponis

Setelah Oatman menulis liriknya, ia mengirimkannya kepada George H. Schuler (1852-1926), seorang komponis berbakat yang sering berkolaborasi dengannya. Schuler memiliki kemampuan untuk menciptakan melodi yang sederhana namun kuat, mudah dinyanyikan, dan segera menancap di hati.

Ketika Schuler membaca lirik "Count Your Blessings," ia segera merasakan kekuatan dan keindahan pesan tersebut. Ia kemudian menggubah melodi yang kita kenal sekarang – sebuah nada yang ceria namun menenangkan, yang dengan sempurna melengkapi ajakan Oatman untuk bersyukur. Melodi Schuler begitu cocok sehingga lagu tersebut terasa lengkap dan harmonis.

### Kelahiran dan Penyebaran Lagu (1897)

"Count Your Blessings" pertama kali diterbitkan pada tahun 1897, dan segera menyebar luas di kalangan gereja-gereja Protestan di Amerika Serikat. Lagu ini diterbitkan dalam berbagai buku lagu gereja dan himne, dengan cepat menjadi favorit di pertemuan-pertemuan kebangunan rohani, kebaktian hari Minggu, dan acara-acara evangelistik.

Daya tarik universal lagu ini terletak pada pesannya yang relevan bagi siapa pun yang menghadapi kesulitan. Di tengah badai kehidupan, lagu ini menawarkan sebuah 'resep rohani' yang sederhana namun ampuh: ketika kekhawatiran dan ketakutan mengancam untuk menelan Anda, ambillah waktu sejenak, hitunglah berkat-berkat Anda. Dengan melakukan itu, Anda akan melihat bagaimana tangan Tuhan senantiasa menyertai, menjaga, dan memberkati Anda, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun.

### Warisan dan Dampak Abadi

"Count Your Blessings" telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di seluruh dunia, termasuk bahasa Indonesia dengan judul "Bila Topan K'ras Melanda Hidupmu." Lagu ini terus dinyanyikan di gereja-gereja, sekolah-sekolah, dan pertemuan-pertemuan ibadah di seluruh dunia hingga hari ini.

Kekuatan lagu ini terletak pada kemampuannya untuk mengubah perspektif. Ketika kita merasa terbebani oleh masalah, lirik-lirik ini mengingatkan kita untuk mengangkat kepala, melihat melampaui kesulitan, dan menyadari kebaikan Tuhan yang tak terhingga. Ia mengajarkan tentang kekuatan transformatif dari rasa syukur dan bagaimana fokus pada berkat dapat mengusir kegelapan kekhawatiran dan keputusasaan.

Lagu ini adalah bukti nyata dari tujuan hidup Johnson Oatman Jr.: menulis lagu yang dapat menjadi penawar bagi jiwa yang lelah, pengingat akan kesetiaan Tuhan, dan pendorong untuk hidup dengan penuh harapan dan syukur. Lebih dari sekadar susunan kata dan nada, ia adalah mercusuar harapan yang terus menerangi jalan bagi jutaan orang.

Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.