KPJ
Gusti Yesus Pangen Setya
191
Nomor
Kode
KPJ 191
Buku
Kidung Pasamuwan Jawi
Tematik
Kidung Kitab Suci
Metronom
0
Jumlah Bait
4 bait
Cross Ref.
KJ 344, KP 59, KK 740, NKI 207
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
1
Gusti Yesus Pangen setya pindha parang santosa.
Sadaya ingkang pracaya dimen sami ngayoma.
Reff
Gustiku makwasa, yeku Pangen kang setya.
Gustiku kang kwasa pindha parang santosa.
2
Piandele kang ngabekti namung asmane Gusti.
Jroning sangsara ginodha, panggah tatag ing driya.
Reff
3
Asmane Sang Kristus Gusti mbereg dhemen leladi,
mrih gesang tentrem ing donya tansah rinoban sihnya.
Reff
4
Undhangna asmane Gusti ing salumahing bumi,
amrih ingkang winartosan nampi sih-katentreman.
Reff
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
4 slide
Kisah di Balik Lagu
Kisah mendalam di balik lagu rohani yang sangat dicintai, "Ingat Akan Nama Yesus" atau "Take the Name of Jesus With You". Lagu ini adalah buah kolaborasi antara seorang penulis lirik yang menderita dan seorang komponis berbakat, yang bersama-sama menciptakan sebuah himne yang telah menghibur dan menguatkan jutaan orang selama lebih dari satu abad.
**Lydia Baxter: Jiwa yang Menderita Menemukan Kekuatan dalam Nama Yesus**
Kisah di balik lagu ini dimulai dengan **Lydia Baxter** (1809-1874), seorang wanita Amerika yang dikenal karena puisi-puisi dan himne-himnenya. Lydia Baxter adalah seorang wanita yang menghadapi penderitaan fisik yang sangat berat sepanjang hidupnya. Ia menderita penyakit kronis yang parah, yang membuatnya terbaring di tempat tidur sebagai seorang invalid selama delapan tahun terakhir hidupnya. Bayangkan penderitaan, kesendirian, dan keputusasaan yang mungkin ia rasakan dalam kondisi seperti itu, di mana geraknya sangat terbatas dan rasa sakit mungkin menjadi teman setianya.
Namun, di tengah-tengah perjalanan panjang penuh penderitaan ini, Lydia menemukan sebuah mercusuar harapan dan kekuatan yang tak tergoyahkan: **Nama Yesus**. Baginya, Nama Yesus bukan hanya sekadar kata atau konsep teologis, tetapi sebuah realitas yang hidup, sumber penghiburan yang tak terbatas, dan pelindung dari setiap keputusasaan.
Dari pengalaman pribadinya yang mendalam inilah, di mana ia secara harfiah "mengambil Nama Yesus bersamanya" dalam setiap momen penderitaan dan kesakitannya, Lydia Baxter terinspirasi untuk menulis lirik lagu ini sekitar tahun 1870. Liriknya bukan sekadar rangkaian kata-kata indah; itu adalah kesaksian hidupnya, curahan hatinya tentang bagaimana Nama Yesus menjadi penopang, penghiburan, dan sumber sukacita baginya bahkan di tengah lembah bayang-bayang maut.
Setiap bait mencerminkan pergulatannya dan bagaimana iman mengatasinya:
* "Ingat akan Nama Yesus, Kamu yang berduka" (Take the Name of Jesus with you, Child of sorrow and of woe) – Langsung berbicara kepada mereka yang menderita, karena ia tahu betul arti penderitaan.
* "Itu akan menjadi perisaimu, Ke mana pun kamu pergi" (It will joy and comfort give you, Take it then where'er you go) – Menawarkan apa yang ia sendiri alami: perlindungan dan kenyamanan.
* "Nama Yesus, betapa manisnya! Harapan surga!" (Oh, the precious Name of Jesus! How it thrills our souls with joy!) – Ungkapan kegembiraan dan kedamaian yang ia rasakan.
* "Nama itu membawa kedamaian dan hiburan; Tidak ada nama lain yang bisa menghancurkan kuasa dosa" (That dear Name, the Name of Jesus, How it calms our fears and woes!) – Kesaksian tentang kekuatan penebusan dan pengampunan.
Lydia Baxter tahu bahwa penderitaan itu universal, dan ia berharap agar orang lain juga dapat menemukan penghiburan dan kekuatan yang sama dalam Nama Yesus seperti yang ia temukan.
**William Howard Doane: Komponis yang Memberi Melodi Hidup**
Setelah menulis lirik yang penuh makna ini, Lydia Baxter mengirimkannya kepada seorang komponis musik rohani yang sangat terkenal dan produktif pada masanya, **William Howard Doane** (1832-1915). Doane adalah seorang pengusaha sukses di bidang industri dan juga seorang musisi gereja yang sangat aktif. Ia telah menulis ratusan melodi untuk himne, sering kali berkolaborasi dengan penulis lirik terkenal lainnya seperti Fanny Crosby dan Robert Lowry.
Ketika Doane menerima lirik dari Lydia Baxter, ia segera terkesan oleh kedalaman emosi, kesaksian pribadi yang kuat, dan pesan penghiburan yang universal. Ia melihat potensi besar dalam puisi tersebut untuk menjadi himne yang menyentuh hati banyak orang. Doane kemudian dengan cepat menciptakan melodi untuk lirik tersebut.
Melodi yang diciptakan Doane dikenal karena kesederhanaan, keindahan, dan kemudahannya untuk diingat. Ia berhasil menangkap esensi lirik Baxter dan memberikannya nada yang mengalir, yang terasa damai namun juga membangkitkan semangat. Melodi tersebut seolah-olah memperkuat setiap kata, membuatnya lebih mudah diresapi dan dihafalkan oleh jemaat.
Lagu "Take the Name of Jesus With You" pertama kali diterbitkan pada tahun **1871** dalam koleksi himne berjudul *Pure Gold for the Sunday School*, yang diedit oleh Doane sendiri.
**Dampak dan Warisan Abadi**
Sejak pertama kali diterbitkan, lagu "Ingat Akan Nama Yesus" dengan cepat menyebar dan menjadi salah satu himne rohani yang paling dicintai di seluruh dunia. Popularitasnya tidak terbatas pada gereja-gereja saja; lagu ini sering dinyanyikan dalam pertemuan-pertemuan kebangunan rohani, perkumpulan doa, dan sebagai lagu penghiburan pribadi.
Kisah di balik lagu ini adalah bukti nyata bahwa dari penderitaan yang paling dalam pun dapat lahir karya yang paling indah dan paling menginspirasi. Lydia Baxter, dalam kepedihannya, menemukan sumber kekuatan yang tak pernah habis, dan ia membagikan penemuannya melalui kata-kata. William Howard Doane, dengan talenta musiknya, memberikan sayap pada kata-kata itu sehingga dapat terbang melintasi generasi dan budaya.
Hingga hari ini, "Ingat Akan Nama Yesus" terus menjadi pengingat yang kuat bagi umat percaya di seluruh dunia akan kuasa, penghiburan, dan perlindungan yang ditemukan dalam Nama Tuhan Yesus Kristus. Ini adalah warisan dari dua jiwa yang, melalui kolaborasi yang diilhami, telah meninggalkan jejak iman yang abadi.
**Lydia Baxter: Jiwa yang Menderita Menemukan Kekuatan dalam Nama Yesus**
Kisah di balik lagu ini dimulai dengan **Lydia Baxter** (1809-1874), seorang wanita Amerika yang dikenal karena puisi-puisi dan himne-himnenya. Lydia Baxter adalah seorang wanita yang menghadapi penderitaan fisik yang sangat berat sepanjang hidupnya. Ia menderita penyakit kronis yang parah, yang membuatnya terbaring di tempat tidur sebagai seorang invalid selama delapan tahun terakhir hidupnya. Bayangkan penderitaan, kesendirian, dan keputusasaan yang mungkin ia rasakan dalam kondisi seperti itu, di mana geraknya sangat terbatas dan rasa sakit mungkin menjadi teman setianya.
Namun, di tengah-tengah perjalanan panjang penuh penderitaan ini, Lydia menemukan sebuah mercusuar harapan dan kekuatan yang tak tergoyahkan: **Nama Yesus**. Baginya, Nama Yesus bukan hanya sekadar kata atau konsep teologis, tetapi sebuah realitas yang hidup, sumber penghiburan yang tak terbatas, dan pelindung dari setiap keputusasaan.
Dari pengalaman pribadinya yang mendalam inilah, di mana ia secara harfiah "mengambil Nama Yesus bersamanya" dalam setiap momen penderitaan dan kesakitannya, Lydia Baxter terinspirasi untuk menulis lirik lagu ini sekitar tahun 1870. Liriknya bukan sekadar rangkaian kata-kata indah; itu adalah kesaksian hidupnya, curahan hatinya tentang bagaimana Nama Yesus menjadi penopang, penghiburan, dan sumber sukacita baginya bahkan di tengah lembah bayang-bayang maut.
Setiap bait mencerminkan pergulatannya dan bagaimana iman mengatasinya:
* "Ingat akan Nama Yesus, Kamu yang berduka" (Take the Name of Jesus with you, Child of sorrow and of woe) – Langsung berbicara kepada mereka yang menderita, karena ia tahu betul arti penderitaan.
* "Itu akan menjadi perisaimu, Ke mana pun kamu pergi" (It will joy and comfort give you, Take it then where'er you go) – Menawarkan apa yang ia sendiri alami: perlindungan dan kenyamanan.
* "Nama Yesus, betapa manisnya! Harapan surga!" (Oh, the precious Name of Jesus! How it thrills our souls with joy!) – Ungkapan kegembiraan dan kedamaian yang ia rasakan.
* "Nama itu membawa kedamaian dan hiburan; Tidak ada nama lain yang bisa menghancurkan kuasa dosa" (That dear Name, the Name of Jesus, How it calms our fears and woes!) – Kesaksian tentang kekuatan penebusan dan pengampunan.
Lydia Baxter tahu bahwa penderitaan itu universal, dan ia berharap agar orang lain juga dapat menemukan penghiburan dan kekuatan yang sama dalam Nama Yesus seperti yang ia temukan.
**William Howard Doane: Komponis yang Memberi Melodi Hidup**
Setelah menulis lirik yang penuh makna ini, Lydia Baxter mengirimkannya kepada seorang komponis musik rohani yang sangat terkenal dan produktif pada masanya, **William Howard Doane** (1832-1915). Doane adalah seorang pengusaha sukses di bidang industri dan juga seorang musisi gereja yang sangat aktif. Ia telah menulis ratusan melodi untuk himne, sering kali berkolaborasi dengan penulis lirik terkenal lainnya seperti Fanny Crosby dan Robert Lowry.
Ketika Doane menerima lirik dari Lydia Baxter, ia segera terkesan oleh kedalaman emosi, kesaksian pribadi yang kuat, dan pesan penghiburan yang universal. Ia melihat potensi besar dalam puisi tersebut untuk menjadi himne yang menyentuh hati banyak orang. Doane kemudian dengan cepat menciptakan melodi untuk lirik tersebut.
Melodi yang diciptakan Doane dikenal karena kesederhanaan, keindahan, dan kemudahannya untuk diingat. Ia berhasil menangkap esensi lirik Baxter dan memberikannya nada yang mengalir, yang terasa damai namun juga membangkitkan semangat. Melodi tersebut seolah-olah memperkuat setiap kata, membuatnya lebih mudah diresapi dan dihafalkan oleh jemaat.
Lagu "Take the Name of Jesus With You" pertama kali diterbitkan pada tahun **1871** dalam koleksi himne berjudul *Pure Gold for the Sunday School*, yang diedit oleh Doane sendiri.
**Dampak dan Warisan Abadi**
Sejak pertama kali diterbitkan, lagu "Ingat Akan Nama Yesus" dengan cepat menyebar dan menjadi salah satu himne rohani yang paling dicintai di seluruh dunia. Popularitasnya tidak terbatas pada gereja-gereja saja; lagu ini sering dinyanyikan dalam pertemuan-pertemuan kebangunan rohani, perkumpulan doa, dan sebagai lagu penghiburan pribadi.
Kisah di balik lagu ini adalah bukti nyata bahwa dari penderitaan yang paling dalam pun dapat lahir karya yang paling indah dan paling menginspirasi. Lydia Baxter, dalam kepedihannya, menemukan sumber kekuatan yang tak pernah habis, dan ia membagikan penemuannya melalui kata-kata. William Howard Doane, dengan talenta musiknya, memberikan sayap pada kata-kata itu sehingga dapat terbang melintasi generasi dan budaya.
Hingga hari ini, "Ingat Akan Nama Yesus" terus menjadi pengingat yang kuat bagi umat percaya di seluruh dunia akan kuasa, penghiburan, dan perlindungan yang ditemukan dalam Nama Tuhan Yesus Kristus. Ini adalah warisan dari dua jiwa yang, melalui kolaborasi yang diilhami, telah meninggalkan jejak iman yang abadi.
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
KJ 344, KP 59, KK 740, NKI 207
344
Ingat Akan Nama Yesus
740
Ingat Akan Nama Yesus
59
Elingang Parab Hyang Yesus
207
Jangan Lupa Nama Tuhan
Tema :
Kidung Kitab Suci
187
Ana Sabawa Gumrubyung
188
Biyen Nglirwakake
189
Gusti Allah Pangayom Setya
190
Gusti Sang Juru Taman
192
Isining Kabar Kabingahan
193
Kadi Wanita Aneng Pinggir Sumur
194
Kitab Suci Kang Adi
195
Kula Datan Badhe Nrimah
196
Kula Pengin Lir Gusti
197
Kula Sampun Siyaga
198
Lampahing gesang Puniki
199
Mara Sira Rungokna
200
Mugi Wradin Ingundhangna
201
Mung Sang Kristus Gusti
202
Rahayu Kang Utama Lakune
203
Rahayu Kang Utama Lakune
204
Rancanganira Dudu Ranganganingsun
205
Sabdeng Allah Makarti
206
Saiba Tan Dennya Gusti
207
Sanyata Panene Wus Gumelar
208
Sira Kang Mandheg - Mangu
209
Tiyang Kang Pracaya
210
Wong Nyenyebar Esuk Lan Sore
211
Yehuwah Pangenku