KPJ
Yen Praharaning Urip Anerjang
145
Nomor
Es
Nada Dasar
Kode
KPJ 145
Buku
Kidung Pasamuwan Jawi
Tematik
Kidung Pangakening Pitados
Nada Dasar
Es
Ketukan
2 ketuk
Metronom
100
Jumlah Bait
1 bait
Style
16LasamDjayaD, Gondang
Pencipta Lagu
Bonar Gultom (Gorga)
Pencipta Syair
Bonar Gultom (Gorga)
Cross Ref.
PKJ 285, KK 635
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
1 bait
1
Yen praharaning urip anerjang,
lan pacobanenyerang ngrusuhi,
mung sajuga pengarep arepmu,
prasetyane Gusti iku tangguh.
Nadyan gunung gunung padha jurug
tengger tengger kabeh padho horeg,
nging kasetyane Gusti ngayomi,
rumeksa; jiwamu tetep teguh.
ngendelna prasetyaning Gusti,
aja nganti uwal rina kalawan wengi.
Singkirna wedi lan kuwatir,
Gusti kang ndarbeni uripmu,
Nadyan gunung - gunung dha gumingsir,
sarta tengger-tengger pada horeg,
nging kasetyane Gusti ngayomi
lan tansah rumeksa rina wengi
lan tansah rumeksa rina wengi.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
4 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Bila Badai Hidup Menerpamu"** (dalam bahasa Batak berjudul **"Nang Humuntal Pe Angka Robean"**) adalah salah satu lagu rohani yang paling ikonik dan mendalam maknanya bagi masyarakat Kristen di Indonesia, khususnya masyarakat Batak.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik terciptanya lagu yang fenomenal ini:
### 1. Sosok Sang Pencipta: Bonar Gultom (Gorga)
Bonar Gultom, atau yang lebih dikenal dengan nama pena **Gorga**, adalah seorang komponis besar asal Batak. Ia bukan sekadar pembuat lagu, tetapi seorang yang memiliki kedalaman spiritual dan kecintaan yang luar biasa pada musik gerejawi. Bonar Gultom dikenal sebagai sosok yang sangat menghayati iman Kristennya melalui nada dan syair.
### 2. Inspirasi: "It Is Well With My Soul"
Banyak yang menyebut bahwa lagu ini memiliki semangat yang senada dengan lagu klasik dunia *"It Is Well With My Soul"* (Tenanglah Jiwaku) karya Horatio Spafford.
Kisah di balik lagu "Bila Badai Hidup Menerpamu" lahir dari **pengalaman pergumulan hidup Bonar Gultom sendiri.** Sebagai manusia, ia tidak luput dari masa-masa sulit, duka cita, dan tantangan hidup yang berat. Lagu ini ditulis bukan sebagai sekadar lirik puitis, melainkan sebagai sebuah **"doa yang dinyanyikan"** di tengah badai kehidupan yang nyata.
### 3. Makna Filosofis (Bahasa Batak: *Nang Humuntal Pe Angka Robean*)
Judul bahasa Batak lagu ini, *Nang Humuntal Pe Angka Robean*, memiliki makna yang sangat dalam:
* *Nang Humuntal*: Walaupun berguncang/bergelombang.
* *Angka Robean*: Bukit-bukit atau gunung-gunung.
Secara puitis, kalimat ini menggambarkan situasi di mana gunung-gunung yang seharusnya kokoh pun seakan berguncang dan longsor. Ini adalah metafora untuk masalah hidup yang sangat beratβseberat apa pun masalahnya, setinggi apa pun ancamannya, iman tidak boleh goyah.
### 4. Pesan Utama Lagu
Lagu ini memberikan pesan penenang bagi siapa pun yang sedang mengalami depresi, kekecewaan, atau kehilangan. Poin-poin penting dalam liriknya:
* **Penyertaan Tuhan:** Bahwa manusia tidak berjalan sendirian.
* **Harapan:** Di balik badai, pasti ada kasih setia Tuhan yang menopang.
* **Keteguhan Hati:** Mengajak pendengarnya untuk tetap menatap ke depan dengan iman, karena "badai" hanyalah sementara, sedangkan kasih Tuhan itu kekal.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Melegenda?
Ada beberapa alasan mengapa lagu karya Bonar Gultom ini tetap relevan hingga hari ini:
1. **Kedekatan Emosional:** Banyak orang merasa bahwa liriknya "berbicara" langsung kepada situasi pribadi mereka.
2. **Harmoni Musik:** Bonar Gultom dikenal ahli dalam menyusun harmoni yang megah namun menyentuh hati (khas gaya kor/paduan suara gerejawi).
3. **Penggunaan dalam Ibadah:** Lagu ini menjadi lagu "wajib" dalam berbagai kebaktian penghiburan (duka cita) di gereja-gereja, terutama di tanah Batak dan perantauan, karena mampu memberikan kekuatan bagi keluarga yang berduka.
### Kesimpulan
Lagu "Bila Badai Hidup Menerpamu" adalah kesaksian iman Bonar Gultom bahwa **kualitas hidup seseorang tidak ditentukan oleh ketiadaan badai, melainkan oleh kekuatan imannya saat badai itu datang.**
Hingga kini, warisan lagu dari Bonar Gultom ini terus dinyanyikan sebagai pengingat bahwa saat "bukit-bukit berguncang" dan hidup terasa tidak adil, Tuhan tetap menjadi jangkar yang kokoh bagi jiwa manusia.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik terciptanya lagu yang fenomenal ini:
### 1. Sosok Sang Pencipta: Bonar Gultom (Gorga)
Bonar Gultom, atau yang lebih dikenal dengan nama pena **Gorga**, adalah seorang komponis besar asal Batak. Ia bukan sekadar pembuat lagu, tetapi seorang yang memiliki kedalaman spiritual dan kecintaan yang luar biasa pada musik gerejawi. Bonar Gultom dikenal sebagai sosok yang sangat menghayati iman Kristennya melalui nada dan syair.
### 2. Inspirasi: "It Is Well With My Soul"
Banyak yang menyebut bahwa lagu ini memiliki semangat yang senada dengan lagu klasik dunia *"It Is Well With My Soul"* (Tenanglah Jiwaku) karya Horatio Spafford.
Kisah di balik lagu "Bila Badai Hidup Menerpamu" lahir dari **pengalaman pergumulan hidup Bonar Gultom sendiri.** Sebagai manusia, ia tidak luput dari masa-masa sulit, duka cita, dan tantangan hidup yang berat. Lagu ini ditulis bukan sebagai sekadar lirik puitis, melainkan sebagai sebuah **"doa yang dinyanyikan"** di tengah badai kehidupan yang nyata.
### 3. Makna Filosofis (Bahasa Batak: *Nang Humuntal Pe Angka Robean*)
Judul bahasa Batak lagu ini, *Nang Humuntal Pe Angka Robean*, memiliki makna yang sangat dalam:
* *Nang Humuntal*: Walaupun berguncang/bergelombang.
* *Angka Robean*: Bukit-bukit atau gunung-gunung.
Secara puitis, kalimat ini menggambarkan situasi di mana gunung-gunung yang seharusnya kokoh pun seakan berguncang dan longsor. Ini adalah metafora untuk masalah hidup yang sangat beratβseberat apa pun masalahnya, setinggi apa pun ancamannya, iman tidak boleh goyah.
### 4. Pesan Utama Lagu
Lagu ini memberikan pesan penenang bagi siapa pun yang sedang mengalami depresi, kekecewaan, atau kehilangan. Poin-poin penting dalam liriknya:
* **Penyertaan Tuhan:** Bahwa manusia tidak berjalan sendirian.
* **Harapan:** Di balik badai, pasti ada kasih setia Tuhan yang menopang.
* **Keteguhan Hati:** Mengajak pendengarnya untuk tetap menatap ke depan dengan iman, karena "badai" hanyalah sementara, sedangkan kasih Tuhan itu kekal.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Melegenda?
Ada beberapa alasan mengapa lagu karya Bonar Gultom ini tetap relevan hingga hari ini:
1. **Kedekatan Emosional:** Banyak orang merasa bahwa liriknya "berbicara" langsung kepada situasi pribadi mereka.
2. **Harmoni Musik:** Bonar Gultom dikenal ahli dalam menyusun harmoni yang megah namun menyentuh hati (khas gaya kor/paduan suara gerejawi).
3. **Penggunaan dalam Ibadah:** Lagu ini menjadi lagu "wajib" dalam berbagai kebaktian penghiburan (duka cita) di gereja-gereja, terutama di tanah Batak dan perantauan, karena mampu memberikan kekuatan bagi keluarga yang berduka.
### Kesimpulan
Lagu "Bila Badai Hidup Menerpamu" adalah kesaksian iman Bonar Gultom bahwa **kualitas hidup seseorang tidak ditentukan oleh ketiadaan badai, melainkan oleh kekuatan imannya saat badai itu datang.**
Hingga kini, warisan lagu dari Bonar Gultom ini terus dinyanyikan sebagai pengingat bahwa saat "bukit-bukit berguncang" dan hidup terasa tidak adil, Tuhan tetap menjadi jangkar yang kokoh bagi jiwa manusia.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
Tema :
Kidung Pangakening Pitados
99
Aku Duwe Pamarta
100
Allah Ingkang Masuci
101
Allah Kang Dados Pepadhang
102
Allah Yeku Pangen Kula
103
Allah Yeku Pangen Satuhu
104
Allahe Para Pracaya
105
Amarema
106
Amung Kumandel Iku
107
Amung Wonten Ing Sariraning Gusti Yesus
108
Gesang Kebak Kekeran
109
Gusti Pangayom Kang Setya
110
Gusti Pangungsen Kula
111
Gusti Yesus Pamarta
112
Gusti Yesus Pangen Kula
113
Gusti Yesus Sang Pamarta
114
Gusti, Sestu Kula Tresna
115
Iba Rahjeng Tyang Kang Sami Sumendhe
116
Kabegjan Kang Sejati
117
Kala Kula Dhawah
118
Kasetyaning Allah Datan Gingsir
119
Krana Gusti Kula
120
Kula Mboten Badhe Nilar
121
Kula Nggunggung-Nggunggung Gusti
122
Kula Pitados
123
Kula Pitados Mring Gusti
124
Kula Sestu Ndherek Gusti
125
Lamun Kula Mlampah
126
Nadyan Kula Nandhang Sangsara
127
Nggen Kawula Makarya
128
Nitenana Sihe Gusti
129
Nyebuta "Gusti" Mring Sang Kristus
130
Paduka Pangen Utami
131
Para Bangsa Samya Ngraman
132
Pitulung Kita Kang Rosa
133
Pracaya Lan Pasrah
134
Pundi Margi Ingkang Kwawi Ngingkiraken
135
Rahayu Wong Kang Mursid
136
Rahayu Wong Wedi-Asih
137
Sakehing Was-Sumelangmu Pasrahna
138
Sang Kristus Tameng Santosa
139
Sang Yehuwah, Yen Allah Kula
140
Sihe Allah Gung Sanyata
141
Tiyang Pitados
142
Tyang Duraka Samya Nyatroni Kawula
143
Yen Kula Sumrep, O Gusti
144
Yen Nunggil Lan Gusti
146
Yen Sira Sangsara
147
Yesus Roti Panguripan