KPJ
Kapyarsi Gusti Nimbali
I Heard The Voice Of Jesus Say
53
Nomor
Do = D
Nada Dasar
Kode
KPJ 53
Buku
Kidung Pasamuwan Jawi
Tematik
Kidung Pangakening Dosa
Nada Dasar
Do = D
Ketukan
6/8 ketuk
Metronom
40
Jumlah Bait
3 bait
Style
FinalWaltz
Pencipta Lagu
Tradisional Inggris
Pencipta Syair
Horatius Bonar (1846)
Cross Ref.
KJ 144B, KK 442, NR 155
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
1
Kapyarsi Gusti nimbali, "He, wong kamomotan,
mareka lan mbukak ati nampi pangluwaran!"
Kula ngayom maring Gusti, dyan ayem sejati,
awit tansah binerkahan, sinung karaharjan.
2
Kapyarsi Gusti nimbali, "Wong ngelak, mareka,
ngombé banyu panguripan kang saka ing swarga
Kula ngungsi maring Gusti, sinunga Roh Suci.
tinuntun mrih mursid yekti, tresna mring sesami.
3
Kapyarsi Gusti nimbali, "Wong dosa, mareka,
nampanana kurban suci, rah, srira sampurna!"
Kula pasrah maring Gusti, kalis saking pati,
wah ingangkat putrèng Allah, lantaraning berkah.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
3 slide
Kisah di Balik Lagu
Tentu, mari kita selami kisah mendalam di balik lagu pujian yang mengharukan, "Suara Yesus Kudengar" atau "I Heard the Voice of Jesus Say". Lagu ini adalah mutiara spiritual yang diciptakan oleh **Horatius Bonar**, seorang pendeta dan penulis himne asal Skotlandia yang hidup pada abad ke-19.
### Sosok Horatius Bonar: Penggembala dan Pujangga Iman
Horatius Bonar (1808-1889) adalah salah satu penulis himne paling produktif dan berpengaruh di Skotlandia. Ia bukan hanya seorang penyair, tetapi juga seorang pendeta yang berdedikasi tinggi di Gereja Bebas Skotlandia (Free Church of Scotland). Sepanjang hidupnya, Bonar menjabat di beberapa jemaat, termasuk Kelso dan Edinburgh, tempat ia melayani umat dengan hati yang tulus.
Bonar dikenal karena kedalaman teologisnya, kesalehan pribadinya, dan kemampuannya untuk menuangkan kebenaran Injil yang kompleks ke dalam lirik-lirik yang sederhana namun sangat menyentuh hati. Banyak dari himnenya berfokus pada pengalaman pribadi dengan Kristus, undangan Injil, kedatangan kedua Yesus, dan pengharapan Kristen. Ia percaya bahwa himne memiliki peran krusial dalam ibadah, tidak hanya untuk memuliakan Tuhan tetapi juga untuk mengajar dan menghibur umat.
### Latar Belakang Penciptaan "I Heard the Voice of Jesus Say"
Lagu "I Heard the Voice of Jesus Say" pertama kali diterbitkan pada tahun **1846** dalam koleksi Bonar yang berjudul "Hymns of Faith and Hope". Lagu ini muncul di tengah periode di mana Bonar sedang melayani di Kelso, sebuah kota kecil di perbatasan Skotlandia.
Tidak ada satu peristiwa dramatis tunggal yang secara langsung memicu penciptaan lagu ini. Sebaliknya, himne ini adalah hasil dari akumulasi pengalaman hidup Bonar sebagai seorang Kristen yang mendalam, seorang pengkhotbah Injil, dan seorang penggembala yang menyaksikan pergumulan spiritual jemaatnya setiap hari.
Sebagai seorang pendeta, Bonar secara teratur berhadapan dengan orang-orang yang bergumul dengan:
1. **Beban Dosa dan Rasa Bersalah:** Banyak yang merasa lelah dan terbebani oleh kesalahan masa lalu dan ketidaksempurnaan saat ini.
2. **Kekosongan Spiritual:** Jiwa-jiwa yang haus akan kedamaian dan makna, yang belum menemukan kepuasan sejati.
3. **Kegelapan dan Kebingungan:** Orang-orang yang merasa tersesat dalam hidup, mencari arah dan kebenaran.
Dalam konteks inilah Bonar menuangkan kebenaran dasar Injil ke dalam tiga bait yang kuat, masing-masing merupakan respons terhadap undangan Yesus Kristus. Lagu ini secara efektif adalah sebuah **kesaksian pribadi** dan sekaligus **undangan Injil** yang tulus. Bonar menulisnya bukan hanya sebagai ajaran teologis, tetapi sebagai ungkapan dari apa yang ia sendiri alami dan percayai dengan sepenuh hati.
### Analisis Lirik dan Makna Mendalam
Mari kita bedah makna di balik setiap baitnya:
**Bait Pertama:**
* **"I heard the voice of Jesus say, 'Come unto Me and rest; Lay down, thou weary one, lay down Thy head upon My breast.'"**
* Ini adalah tanggapan langsung terhadap Matius 11:28: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."
* Bonar menggambarkan kondisi manusia yang "lelah, letih, dan sedih" ("weary, worn, and sad"), yang merupakan kondisi universal bagi siapa pun yang bergumul dengan beban dosa, kekhawatiran duniawi, atau kegagalan.
* **"I came to Jesus as I was, So weary, worn, and sad; I found in Him a resting-place, And He has made me glad."**
* Bagian ini adalah kesaksian pribadi Bonar (dan setiap orang percaya) tentang respons terhadap undangan Yesus. Datang "seperti apa adanya" menunjukkan bahwa keselamatan tidak memerlukan prasyarat atau perbaikan diri terlebih dahulu; Yesus menerima kita dalam keadaan berdosa kita.
* Hasilnya adalah "tempat peristirahatan" dan sukacita yang sejati. Ini adalah pengalaman pertobatan dan penemuan kedamaian dalam Kristus.
**Bait Kedua:**
* **"I heard the voice of Jesus say, 'Behold, I freely give The living water; thirsty one, Stoop down and drink, and live.'"**
* Ini merujuk pada Yohanes 4:14 dan 7:37-38, di mana Yesus menawarkan "air hidup" kepada mereka yang haus.
* Bonar mengakui "kehausan" ("thirsty") manusia akan makna, pemenuhan, dan kepuasan spiritual yang tidak dapat ditawarkan oleh dunia.
* **"I came to Jesus, and I drank Of that life-giving stream; My thirst was quenched, my soul revived, And now I live in Him."**
* Sekali lagi, ini adalah kesaksian tentang respons: datang kepada Yesus, meminum air hidup-Nya, dan mengalami kebangkitan jiwa serta kepuasan. Ini bukan hanya tentang kehidupan spiritual yang berkelanjutan ("I live in Him").
**Bait Ketiga:**
* **"I heard the voice of Jesus say, 'I am this dark world's Light; Look unto Me, thy morn shall rise, And all thy day be bright.'"**
* Ini didasarkan pada Yohanes 8:12: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."
* Bonar menggambarkan kondisi "dunia yang gelap" dan kebutaan spiritual manusia yang tidak mampu melihat kebenaran tanpa Kristus.
* **"I looked to Jesus, and I found In Him my Star, my Sun; And in that light of life I'll walk, Till all my journey's done."**
* Responnya adalah "memandang kepada Yesus" sebagai Sumber Terang. Dia menjadi "Bintangku, Matahariku," yang menunjukkan jalan dan menerangi seluruh perjalanan hidup. Ini adalah komitmen untuk berjalan dalam terang-Nya sampai akhir hidup, sebuah gambaran tentang hidup yang dipimpin oleh Kristus.
### Pengaruh dan Warisan
"I Heard the Voice of Jesus Say" segera menjadi populer dan tetap menjadi salah satu himne Bonar yang paling dicintai. Keberhasilannya terletak pada:
* **Kesederhanaan dan Kejelasan:** Liriknya mudah dimengerti, bahkan oleh anak-anak, namun sarat dengan kebenaran teologis yang mendalam.
* **Sifat Pribadi dan Relasional:** Lagu ini berbicara langsung kepada hati individu, menawarkan pengharapan dan kedamaian melalui hubungan pribadi dengan Yesus.
* **Fokus pada Kristus:** Setiap bait menyoroti peran sentral Yesus sebagai Pemberi Istirahat, Air Hidup, dan Terang Dunia.
Himne ini biasanya dinyanyikan dengan melodi tradisional seperti **ST. KEVIN** (oleh Arthur Sullivan) atau **THE CALL** (oleh John Bacchus Dykes), yang semakin memperkuat keindahan dan kekuatan pesannya.
Hingga hari ini, "Suara Yesus Kudengar" terus memberikan penghiburan, harapan, dan undangan yang kuat kepada jutaan orang di seluruh dunia, mengingatkan kita akan tawaran kasih karunia Yesus Kristus yang tak terbatas kepada jiwa yang letih, haus, dan tersesat. Ini adalah lagu yang lahir dari hati seorang hamba Tuhan yang memahami kebutuhan jiwa manusia dan ingin mengarahkannya kepada satu-satunya Sumber pemenuhan sejati.
### Sosok Horatius Bonar: Penggembala dan Pujangga Iman
Horatius Bonar (1808-1889) adalah salah satu penulis himne paling produktif dan berpengaruh di Skotlandia. Ia bukan hanya seorang penyair, tetapi juga seorang pendeta yang berdedikasi tinggi di Gereja Bebas Skotlandia (Free Church of Scotland). Sepanjang hidupnya, Bonar menjabat di beberapa jemaat, termasuk Kelso dan Edinburgh, tempat ia melayani umat dengan hati yang tulus.
Bonar dikenal karena kedalaman teologisnya, kesalehan pribadinya, dan kemampuannya untuk menuangkan kebenaran Injil yang kompleks ke dalam lirik-lirik yang sederhana namun sangat menyentuh hati. Banyak dari himnenya berfokus pada pengalaman pribadi dengan Kristus, undangan Injil, kedatangan kedua Yesus, dan pengharapan Kristen. Ia percaya bahwa himne memiliki peran krusial dalam ibadah, tidak hanya untuk memuliakan Tuhan tetapi juga untuk mengajar dan menghibur umat.
### Latar Belakang Penciptaan "I Heard the Voice of Jesus Say"
Lagu "I Heard the Voice of Jesus Say" pertama kali diterbitkan pada tahun **1846** dalam koleksi Bonar yang berjudul "Hymns of Faith and Hope". Lagu ini muncul di tengah periode di mana Bonar sedang melayani di Kelso, sebuah kota kecil di perbatasan Skotlandia.
Tidak ada satu peristiwa dramatis tunggal yang secara langsung memicu penciptaan lagu ini. Sebaliknya, himne ini adalah hasil dari akumulasi pengalaman hidup Bonar sebagai seorang Kristen yang mendalam, seorang pengkhotbah Injil, dan seorang penggembala yang menyaksikan pergumulan spiritual jemaatnya setiap hari.
Sebagai seorang pendeta, Bonar secara teratur berhadapan dengan orang-orang yang bergumul dengan:
1. **Beban Dosa dan Rasa Bersalah:** Banyak yang merasa lelah dan terbebani oleh kesalahan masa lalu dan ketidaksempurnaan saat ini.
2. **Kekosongan Spiritual:** Jiwa-jiwa yang haus akan kedamaian dan makna, yang belum menemukan kepuasan sejati.
3. **Kegelapan dan Kebingungan:** Orang-orang yang merasa tersesat dalam hidup, mencari arah dan kebenaran.
Dalam konteks inilah Bonar menuangkan kebenaran dasar Injil ke dalam tiga bait yang kuat, masing-masing merupakan respons terhadap undangan Yesus Kristus. Lagu ini secara efektif adalah sebuah **kesaksian pribadi** dan sekaligus **undangan Injil** yang tulus. Bonar menulisnya bukan hanya sebagai ajaran teologis, tetapi sebagai ungkapan dari apa yang ia sendiri alami dan percayai dengan sepenuh hati.
### Analisis Lirik dan Makna Mendalam
Mari kita bedah makna di balik setiap baitnya:
**Bait Pertama:**
* **"I heard the voice of Jesus say, 'Come unto Me and rest; Lay down, thou weary one, lay down Thy head upon My breast.'"**
* Ini adalah tanggapan langsung terhadap Matius 11:28: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."
* Bonar menggambarkan kondisi manusia yang "lelah, letih, dan sedih" ("weary, worn, and sad"), yang merupakan kondisi universal bagi siapa pun yang bergumul dengan beban dosa, kekhawatiran duniawi, atau kegagalan.
* **"I came to Jesus as I was, So weary, worn, and sad; I found in Him a resting-place, And He has made me glad."**
* Bagian ini adalah kesaksian pribadi Bonar (dan setiap orang percaya) tentang respons terhadap undangan Yesus. Datang "seperti apa adanya" menunjukkan bahwa keselamatan tidak memerlukan prasyarat atau perbaikan diri terlebih dahulu; Yesus menerima kita dalam keadaan berdosa kita.
* Hasilnya adalah "tempat peristirahatan" dan sukacita yang sejati. Ini adalah pengalaman pertobatan dan penemuan kedamaian dalam Kristus.
**Bait Kedua:**
* **"I heard the voice of Jesus say, 'Behold, I freely give The living water; thirsty one, Stoop down and drink, and live.'"**
* Ini merujuk pada Yohanes 4:14 dan 7:37-38, di mana Yesus menawarkan "air hidup" kepada mereka yang haus.
* Bonar mengakui "kehausan" ("thirsty") manusia akan makna, pemenuhan, dan kepuasan spiritual yang tidak dapat ditawarkan oleh dunia.
* **"I came to Jesus, and I drank Of that life-giving stream; My thirst was quenched, my soul revived, And now I live in Him."**
* Sekali lagi, ini adalah kesaksian tentang respons: datang kepada Yesus, meminum air hidup-Nya, dan mengalami kebangkitan jiwa serta kepuasan. Ini bukan hanya tentang kehidupan spiritual yang berkelanjutan ("I live in Him").
**Bait Ketiga:**
* **"I heard the voice of Jesus say, 'I am this dark world's Light; Look unto Me, thy morn shall rise, And all thy day be bright.'"**
* Ini didasarkan pada Yohanes 8:12: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."
* Bonar menggambarkan kondisi "dunia yang gelap" dan kebutaan spiritual manusia yang tidak mampu melihat kebenaran tanpa Kristus.
* **"I looked to Jesus, and I found In Him my Star, my Sun; And in that light of life I'll walk, Till all my journey's done."**
* Responnya adalah "memandang kepada Yesus" sebagai Sumber Terang. Dia menjadi "Bintangku, Matahariku," yang menunjukkan jalan dan menerangi seluruh perjalanan hidup. Ini adalah komitmen untuk berjalan dalam terang-Nya sampai akhir hidup, sebuah gambaran tentang hidup yang dipimpin oleh Kristus.
### Pengaruh dan Warisan
"I Heard the Voice of Jesus Say" segera menjadi populer dan tetap menjadi salah satu himne Bonar yang paling dicintai. Keberhasilannya terletak pada:
* **Kesederhanaan dan Kejelasan:** Liriknya mudah dimengerti, bahkan oleh anak-anak, namun sarat dengan kebenaran teologis yang mendalam.
* **Sifat Pribadi dan Relasional:** Lagu ini berbicara langsung kepada hati individu, menawarkan pengharapan dan kedamaian melalui hubungan pribadi dengan Yesus.
* **Fokus pada Kristus:** Setiap bait menyoroti peran sentral Yesus sebagai Pemberi Istirahat, Air Hidup, dan Terang Dunia.
Himne ini biasanya dinyanyikan dengan melodi tradisional seperti **ST. KEVIN** (oleh Arthur Sullivan) atau **THE CALL** (oleh John Bacchus Dykes), yang semakin memperkuat keindahan dan kekuatan pesannya.
Hingga hari ini, "Suara Yesus Kudengar" terus memberikan penghiburan, harapan, dan undangan yang kuat kepada jutaan orang di seluruh dunia, mengingatkan kita akan tawaran kasih karunia Yesus Kristus yang tak terbatas kepada jiwa yang letih, haus, dan tersesat. Ini adalah lagu yang lahir dari hati seorang hamba Tuhan yang memahami kebutuhan jiwa manusia dan ingin mengarahkannya kepada satu-satunya Sumber pemenuhan sejati.
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
Tema :
Kidung Pangakening Dosa
44
Aku Wong Kang Dosa
45
Aneng Ngarsane Gusti
46
Awit Kathah Dosa Kula
47
Dhuh Allah, Nyawa Kula Ngantos - Atos
48
Gusti Angantya Sira
49
Gusti Kang Mahawilasa
50
Gusti Mugi Melasi!
51
Gusti Mugi Mirsani
52
Gusti Sestu Kula Nalangsa
54
Kula Saestu Nglenggana
55
Kula Tyang Dosa
56
Muliha Angger
57
Nikmating Donya Nggodha Ati
58
Pangluwar Kang Sejati
59
Pinujia Tansah Allah Mamirah
60
Pundi Kang Najis
61
Saestu Keduwung
62
Sihing Allah Kang Mahatresna
63
Tyang Najis Ndlarung Ing Dosa
64
Wong Dosa Rempu Atimu