Bekasi, Cikarang & Karawang
156
Nomor
Kode
NKB 156
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Tematik
Sakramen Perjamuan Kudus
Metronom
121 / 70
Style
LoveSong / Live8beat
Pencipta Lagu
Leonard Khan Gyi
Pencipta Syair
Leonard Khan Gyi
Penerjemah
YAMUGER
Cross Ref.
KMM 42
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
1
Angkat hatimu, angkat pada Tuhan. Ucaplah syukur, syukur kepadaNya. Sungguh pantaslah, Bapa Mahakuasa. sungguh pantaslah kini dan abadi. dan di mana pun bersyukur padaNya!
2
Kami bersyukur atas ciptaanMu, atas kasihMu dan perjanjianMu, atas PutraMu, Yesus Jurus’lamat, atas Roh Kudus dan segala rahmat; kami bersyukur, bersyukur padaMu.
3
Kami bersyukur beserta malaikat, beserta nabi dan umat abdiMu, beserta rasul dan semua martir, orang yang kudus di terang sorgawi dan di dunia: seluruh G’rejaMu.
4
Kami berseru: Suci, suci, suci Tuhan yang esa, Pencipta semesta. Dunia penuh kemuliaanMu. Diberkatilah Kristus, UtusanMu. Kami berseru: β€œHosana” padaNya.
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 156
Klik untuk zoom

Partitur chord belum tersedia

Slide Lirik 4 slide
Slide 1 β€” NKB 156 1
Slide 2 β€” NKB 156 2
Slide 3 β€” NKB 156 3
Slide 4 β€” NKB 156 4
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Angkat Hatimu" (Sursum Corda)** yang digubah oleh **Leonard Khan Gyi** adalah salah satu lagu liturgi yang sangat ikonik di Indonesia, terutama dalam perayaan Ekaristi umat Katolik. Untuk memahami kisah di baliknya, kita perlu melihat latar belakang sang komponis dan makna teologis dari frasa tersebut.

### 1. Siapakah Leonard Khan Gyi?
Leonard Khan Gyi adalah seorang komponis dan musisi asal **Myanmar (Burma)**. Beliau dikenal sebagai tokoh yang memiliki dedikasi tinggi dalam musik gerejawi. Menariknya, meskipun berasal dari Myanmar, karyanya mendapatkan tempat yang sangat istimewa di hati umat Katolik Indonesia.

Beliau sering berkarya di lingkungan pendidikan musik gerejawi dan pelayanannya banyak berfokus pada pengembangan musik liturgi yang khusyuk, namun tetap bisa dinikmati oleh umat awam.

### 2. Makna "Sursum Corda"
Kisah di balik lagu ini tidak bisa dilepaskan dari makna **"Sursum Corda"** itu sendiri. Dalam bahasa Latin, *Sursum Corda* berarti "Angkatlah hatimu."

Ini adalah bagian dari **Dialog Pembuka Prefasi** dalam Tata Perayaan Ekaristi. Ketika imam berseru, *"Sursum Corda,"* umat menjawab, *"Habemus ad Dominum"* (Sudah kami arahkan kepada Tuhan). Momen ini adalah titik balik dalam Misa, di mana umat diajak untuk meninggalkan segala urusan duniawi dan memusatkan pikiran serta hati sepenuhnya kepada Allah yang akan hadir dalam Sakramen Mahakudus.

### 3. Mengapa Lagu Ini Menjadi Begitu Populer?
Leonard Khan Gyi menciptakan melodi untuk teks ini dengan pendekatan yang sangat **liturgis dan mendalam**:

* **Kekhusyukan:** Melodi yang disusun Khan Gyi tidak dimaksudkan untuk sekadar menjadi "lagu pameran," melainkan untuk mengiringi dialog sakral antara imam dan umat. Iramanya lambat, megah, namun tetap rendah hati.
* **Aksesibilitas:** Walaupun memiliki nuansa klasik, lagu ini sangat mudah diikuti oleh umat. Komposisinya memungkinkan umat untuk bernyanyi dengan satu suara, menciptakan kesatuan (komuni) sebelum masuk ke bagian Doa Syukur Agung.
* **Adaptasi Budaya:** Khan Gyi berhasil menangkap semangat inkulturasi. Walaupun akar nadanya bersifat universal (Barat), lagu ini terasa sangat pas dengan karakter peribadatan di Indonesia yang mengutamakan partisipasi aktif umat.

### 4. Kisah "Di Balik Layar" (Konteks Pelayanan)
Tidak banyak catatan biografi yang menuliskan detail kehidupan pribadi Khan Gyi secara luas di internet, namun di kalangan paduan suara dan musisi gereja di Indonesia, lagu-lagunya dianggap sebagai "standar emas" untuk musik liturgi yang benar.

Kisah di balik lagu ini sebenarnya adalah kisah tentang **kesetiaan**. Leonard Khan Gyi mendedikasikan hidupnya untuk memastikan bahwa setiap kata dalam Misa mendapatkan melodi yang layak. Bagi Khan Gyi, musik bukan hanya penghias Misa, tetapi sarana agar "hati benar-benar terangkat" (sesuai judulnya).

### 5. Kesimpulan
Kisah lagu "Angkat Hatimu" karya Leonard Khan Gyi adalah tentang **transendensi**. Melalui nada-nada yang ia susun, ia membantu jutaan umat Katolik di Indonesia untuk melakukan transisi spiritual: dari dunia yang bising menuju keheningan di hadapan Tuhan.

Lagu ini tetap abadi karena ia tidak mencoba menonjolkan diri sendiri, melainkan ia benar-benar menjalankan fungsinya sebagai jembatan bagi umat untuk menjawab panggilan imam, *"Arahkanlah hatimu kepada Tuhan."*

Jika Anda mendengar lagu ini dalam Misa, itulah warisan Khan Gyi: sebuah ajakan abadi untuk melepaskan beban dunia dan beralih menuju Yang Ilahi.

Narasi dari Wikipedia/AI β€” sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.