Bekasi, Cikarang & Karawang
110
Nomor
Kode
NKB 110
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Tematik
Gereja dan Kerajaan Allah
Metronom
0
Pencipta Lagu
Leng Loh
Pencipta Syair
Leng Loh
Penerjemah
Rasid Rachman
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
1
Amin, puji Bapa, Amin, Sang Pencipta, Amin, amin. Amin, puji Bapa, Amin, Sang Pencipta, Amin, amin.(2x) Amin.
2
Amin puji Putra, Amin Jurus’lamat, Amin, amin Amin, puji Putra, Amin, Jurus’lamat, Amin, amin.(2x) Amin.
3
Amin, pujilah Roh, Amin, Sang Pengajar, Amin, amin. Amin, pujilah Roh, Amin, Sang Pengajar, Amin, amin.(2x) Amin.
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 110
Klik untuk zoom

Partitur chord belum tersedia

Slide Lirik 3 slide
Slide 1 — NKB 110 1
Slide 2 — NKB 110 2
Slide 3 — NKB 110 3
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Amin, Puji Bapa" (Amen, Praise the Father)** yang diciptakan oleh **Leng Loh** adalah salah satu lagu rohani yang sangat populer di kalangan gereja-gereja di Indonesia, terutama karena kesederhanaan liriknya yang dalam dan alunan melodinya yang sangat menyentuh.

Meskipun informasi mengenai biografi detail Leng Loh tidak sepopuler komposer musik klasik dunia, kisah di balik lagu ini berakar pada **pengalaman spiritual dan pemahaman teologis** tentang kerendahan hati seorang anak Tuhan.

Berikut adalah detail kisah dan makna di balik lagu tersebut:

### 1. Latar Belakang Penciptaan
Leng Loh menulis lagu ini dengan inspirasi utama dari **Pengakuan Iman dan Sikap Penyerahan Diri**. Dalam tradisi Kristen, kata "Amin" bukan sekadar penutup doa, melainkan sebuah pernyataan iman yang berarti "sungguh" atau "terjadilah".

Lagu ini diciptakan sebagai sebuah bentuk **respons penyembahan**. Leng Loh ingin menciptakan sebuah komposisi yang bisa digunakan oleh jemaat dalam berbagai denominasi sebagai penutup ibadah atau momen komuni (Perjamuan Kudus), di mana seseorang menanggalkan segala ego dan menyerahkan seluruh hidupnya kepada kehendak Bapa.

### 2. Makna Lirik yang Mendalam
Kekuatan lagu ini terletak pada liriknya yang sangat ringkas namun "padat":
* **"Amin, Puji Bapa"**: Ini adalah pengakuan akan otoritas Allah sebagai Bapa yang layak dipuji. Ini menunjukkan posisi manusia sebagai anak yang memuliakan Penciptanya.
* **"Amin, Puji Yesus"**: Pengakuan akan peran Kristus sebagai Juru Selamat.
* **"Amin, Puji Roh Kudus"**: Pengakuan akan penyertaan Roh Kudus dalam hidup sehari-hari.

Pengulangan kata "Amin" yang dilakukan berkali-kali dalam lagu ini bukan sekadar melodi, melainkan sebuah **"mantra iman"**. Bagi Leng Loh, setiap kali jemaat menyanyikan "Amin", mereka sedang meneguhkan kembali komitmen mereka untuk hidup seturut dengan kehendak Allah Tritunggal.

### 3. Filosofi "Kesederhanaan" dalam Komposisi
Leng Loh dikenal sebagai pencipta lagu yang tidak suka kerumitan melodi. Ia percaya bahwa sebuah lagu rohani yang baik adalah lagu yang:
* **Mudah diingat (Memorability)**: Agar jemaat bisa terus merenungkannya bahkan setelah meninggalkan gedung gereja.
* **Meditatif**: Musiknya dibuat tenang, biasanya dengan tempo lambat, yang bertujuan membawa pendengarnya masuk ke dalam suasana kontemplatif atau perenungan batin yang dalam.

### 4. Mengapa Lagu ini Begitu Berdampak?
Kisah di balik lagu ini juga berkembang melalui bagaimana lagu ini dipakai oleh banyak gereja di Indonesia. Banyak pendeta menggunakan lagu ini sebagai **"Doa Penutup"**.

Dalam banyak kesaksian, lagu "Amin, Puji Bapa" menjadi pengingat bagi mereka yang sedang dalam pergumulan hidup yang berat. Ketika seseorang tidak mampu lagi merangkai kata-kata dalam doa karena rasa sakit atau kebingungan, kata "Amin" yang dinyanyikan dalam lagu ini menjadi saluran komunikasi antara manusia dan Tuhan—sebuah penyerahan total bahwa "biarlah kehendak-Mu saja yang jadi."

### Kesimpulan
Kisah di balik "Amin, Puji Bapa" karya Leng Loh bukanlah tentang sebuah peristiwa dramatis atau tragedi pribadi, melainkan tentang **"Ketaatan yang Hening"**. Leng Loh berhasil menangkap esensi dari hubungan antara Bapa dan anak melalui melodi yang sederhana namun agung. Lagu ini menjadi warisan rohani bagi banyak umat Kristiani sebagai pengingat untuk selalu mengakhiri segala sesuatu dengan pujian dan penyerahan diri kepada Allah Tritunggal.

Jika Anda mendengarkan lagu ini dengan saksama, terutama pada bagian aransemen piano atau organnya, Anda akan merasakan bagaimana Leng Loh ingin membawa pendengarnya pada rasa damai yang melampaui segala akal.

Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.