Bekasi, Cikarang & Karawang
298
Nomor
Kode
PKJ 298
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Tematik
TAIZE
Metronom
0
Pencipta Lagu
Komunitas Taize
Pencipta Syair
Komunitas Taize
Cross Ref.
KPJ 40
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 1 bait
1
Angkatlah gita baru: puji Tuhan selalu, puji Tuhan selalu! Ooooooo... Angkatlah gita baru: puji Tuhan selalu, puji Tuhan selalu!
Partitur / Not
Partitur Chord PKJ 298
Klik untuk zoom

Partitur chord belum tersedia

Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Angkatlah Gita Baru"** (judul asli dalam bahasa Jerman: ***"Singt dem Herrn ein neues Lied"***) adalah salah satu lagu doa yang paling dikenal dari **Komunitas TaizΓ©**, sebuah komunitas ekumenis di Prancis.

Untuk memahami kisah di balik lagu ini, kita harus melihat konteks teologis dan tujuan musik dalam komunitas TaizΓ© itu sendiri. Berikut adalah detailnya:

### 1. Sumber Alkitabiah (Inspirasi Utama)
Lagu ini bukan sekadar komposisi musik biasa, melainkan sebuah **nyanyian mazmur**. Liriknya secara langsung diambil dari **Mazmur 96:1** (*"Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!"*).

Dalam tradisi kristiani, "nyanyian baru" (*canticum novum*) bukanlah lagu yang baru diciptakan kemarin sore, melainkan sebuah ungkapan syukur yang segar dari hati manusia yang telah mengalami pembaharuan oleh kasih Tuhan. Komunitas TaizΓ© memilih teks ini karena sangat mencerminkan semangat persaudaraan dan sukacita yang ingin mereka bangun.

### 2. Konteks Komunitas TaizΓ©
Komunitas TaizΓ© didirikan oleh **Bruder Roger Schutz** pada tahun 1940 di desa TaizΓ©, Prancis. Tujuan komunitas ini adalah untuk menjadi tempat rekonsiliasi antar umat Kristen dari berbagai denominasi (Katolik, Protestan, Ortodoks) yang saat itu terpecah.

Musik di TaizΓ© diciptakan oleh **Jacques Berthier** (seorang komposer Prancis) bekerja sama dengan Bruder Roger. Mereka menyadari bahwa agar orang-orang dari berbagai latar belakang bahasa dan budaya bisa berdoa bersama, diperlukan musik yang:
* **Sederhana:** Mudah dihafal dan tidak memerlukan kemampuan musik tinggi.
* **Repetitif (Berulang):** Pengulangan melodi memungkinkan doa tersebut meresap ke dalam batin, bukan hanya di bibir.
* **Meditatif:** Mengajak orang masuk ke dalam keheningan setelah bernyanyi.

### 3. Makna "Gita Baru" (Singt dem Herrn)
Lagu "Angkatlah Gita Baru" diciptakan untuk menjadi lagu pembuka atau lagu pujian yang membangkitkan semangat. Makna filosofis di baliknya adalah:

* **Pembaruan Spiritual:** Ketika orang-orang dari berbagai bangsa datang ke TaizΓ©, mereka membawa beban hidup masing-masing. Nyanyian ini adalah ajakan untuk meninggalkan "manusia lama" dan mulai memuji Tuhan dengan cara yang baru dan segar.
* **Persatuan dalam Keragaman:** Karena lagu ini sering dinyanyikan dalam berbagai bahasa (Jerman, Prancis, Inggris, Indonesia, dll.) dengan melodi yang sama, lagu ini melambangkan bagaimana umat manusia yang berbeda-beda dapat "bernyanyi dengan satu suara" kepada Tuhan yang satu.
* **Ekumenisme:** Pemilihan teks Mazmur 96 adalah upaya untuk kembali ke akar iman Kristiani yang universal sebelum perpecahan gereja terjadi.

### 4. Estetika Musik
Jacques Berthier merancang lagu ini dengan harmoni yang sangat mendukung suasana doa. Jika Anda perhatikan, lagu ini sering disertai dengan iringan organ atau gitar yang tenang. Melodinya bergerak secara *ostinato* (pola yang diulang terus-menerus).

Dalam ibadah di TaizΓ©, lagu ini biasanya dinyanyikan berulang kali dengan suara yang pelan-pelan menjadi lebih kuat (crescendo), lalu perlahan-lahan kembali melambat dan tenang, membawa para peziarah ke dalam momen hening (silentium).

### 5. Warisan Lagu Ini
Lagu ini menjadi sangat populer di Indonesia karena:
1. **Diterjemahkan dengan puitis:** Terjemahan bahasa Indonesia "Angkatlah Gita Baru" dianggap sangat pas dengan melodi aslinya.
2. **Digunakan dalam berbagai ibadah:** Lagu ini tidak hanya eksklusif untuk TaizΓ©, tetapi telah diadopsi ke dalam buku nyanyian gereja di seluruh dunia karena sifatnya yang sangat "inklusif" dan tidak terikat pada gaya musik komersial.

**Kesimpulan:**
Kisah dibalik "Angkatlah Gita Baru" adalah kisah tentang **kerinduan akan persatuan**. Lagu ini bukan sekadar melodi, melainkan sebuah sarana bagi siapa punβ€”dari latar belakang mana punβ€”untuk melepaskan ego dan prasangka, lalu bersama-sama "menyanyikan lagu baru" bagi Tuhan sebagai tanda bahwa mereka telah diperbarui oleh kasih-Nya.

Narasi dari Wikipedia/AI β€” sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.