PKJ
Janganlah Gentar, Hai Kawanan Kecil
Fear Not, Little Flock / Only Believe
257
Nomor
Kode
PKJ 257
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Tematik
Tuntunan Tuhan
Metronom
0
Pencipta Lagu
Paul Rader
Pencipta Syair
Paul Rader
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
1
Janganlah gentar, hai kawanan kecil.
Rajamu menang atas maut ngeri;
segala kuasa dib’ri padaNya
di sorga, di bumi demi umatNya.
Percayalah, percayalah!
Tiada yang mustahil, percayalah!
Percayalah, percayalah!
Tiada yang mustahil, percayalah!
2
Janganlah gentar, hai kawanan kecil.
Gembala memilih tempat kau pergi;
getir kepahitan dimaniskanNya,
pahitnya diminumNya di Golgota.
3
Janganlah gentar, hai kawanan kecil.
Dengan Tuhan hadir kau tak terpencil;
kau tak ‘kan pernah ditinggalkan tetap;
Tuhan beserta dalam t’rang dan gelap.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
4 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Only Believe"** (yang dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai *"Janganlah Gentar, Hai Kawanan Kecil"* atau *"Percaya Saja"*) adalah sebuah mahakarya musik rohani yang lahir dari tragedi pribadi yang mendalam.
Berikut adalah kisah detail di balik penciptaan lagu tersebut oleh **Paul Rader (1878–1938)**:
### 1. Sosok Paul Rader
Paul Rader adalah seorang penginjil terkemuka di Amerika Serikat pada awal abad ke-20. Ia dikenal sebagai pengkhotbah yang karismatik dan salah satu pelopor penggunaan radio untuk pelayanan (ia dijuluki sebagai "penginjil radio pertama"). Ia juga merupakan pendiri *Chicago Gospel Tabernacle*.
### 2. Tragedi yang Melatarbelakangi
Kisah lagu ini berakar pada sebuah masa yang sangat gelap dalam kehidupan Rader pada tahun 1921. Saat itu, Paul Rader sedang melakukan perjalanan penginjilan ke berbagai tempat, sementara istrinya, **Amy Rader**, jatuh sakit parah.
Ketika Rader sedang berada jauh dari rumah, ia menerima kabar bahwa kondisi istrinya semakin memburuk. Ia segera menempuh perjalanan pulang dengan kereta api untuk menemui istrinya. Selama perjalanan panjang di atas kereta, Rader mengalami pergumulan iman yang luar biasa. Ia merasa sangat sedih dan hancur, membayangkan kehilangan belahan jiwanya.
### 3. Momen "Hanya Percaya"
Dalam kegelapan jiwanya, saat ia duduk di kereta api, Rader merasa Tuhan berbicara kepadanya secara langsung melalui sebuah pesan sederhana: **"Hanya percaya."**
Rader merenungkan bahwa meskipun situasinya tampak tidak mungkin dan hatinya penuh ketakutan, satu-satunya hal yang diminta Tuhan darinya adalah untuk tetap percaya. Kata "Percaya saja" (*Only believe*) terus bergema di pikirannya sebagai jangkar bagi imannya.
Sayangnya, ketika Rader akhirnya tiba di rumah, istrinya telah meninggal dunia. Rader mendapati dirinya berduka hebat, namun dalam duka itu, pesan yang ia terima di kereta api tetap menjadi sumber kekuatannya. Ia menyadari bahwa meskipun ia kehilangan istrinya, Tuhan tetap setia, dan ia harus terus mempercayai janji Tuhan di tengah lembah kekelaman.
### 4. Kelahiran Lagu
Tak lama setelah pemakaman istrinya, Rader menuliskan lirik dan melodinya. Lagu ini sangat sederhana, namun memiliki bobot teologis yang dalam. Lirik aslinya dalam bahasa Inggris adalah:
> *Fear not, little flock, from the cross to the throne,*
> *From death into life He went for His own;*
> *All power in earth, all power in heaven,*
> *Is given to Him for the one who believes.*
>
> **Refrein:**
> *Only believe, only believe;*
> *All things are possible, only believe;*
> *Only believe, only believe;*
> *All things are possible, only believe.*
### 5. Makna dan Warisan
Lagu ini bukan sekadar lagu penghiburan bagi mereka yang berduka, tetapi sebuah proklamasi iman bahwa di dalam Tuhan, "semua hal mungkin terjadi" (*all things are possible*).
Lagu ini menjadi sangat terkenal, terutama setelah sering dinyanyikan dalam kebaktian-kebaktian kebangunan rohani di seluruh dunia. Bagi banyak orang, lagu ini menjadi pengingat di saat-saat kritis: saat diagnosa medis yang buruk, saat kehilangan pekerjaan, atau saat menghadapi tantangan hidup yang tampaknya mustahil untuk dilewati.
**Pesan inti dari kisah Paul Rader ini adalah:**
Iman bukanlah sesuatu yang kita lakukan saat semuanya berjalan baik, melainkan sesuatu yang kita pegang erat-erat justru saat dunia di sekitar kita sedang runtuh. Paul Rader kehilangan istrinya, tetapi ia tidak kehilangan imannya. Ia memilih untuk "percaya saja," dan itulah pesan abadi yang ia wariskan melalui lagu ini kepada dunia.
Berikut adalah kisah detail di balik penciptaan lagu tersebut oleh **Paul Rader (1878–1938)**:
### 1. Sosok Paul Rader
Paul Rader adalah seorang penginjil terkemuka di Amerika Serikat pada awal abad ke-20. Ia dikenal sebagai pengkhotbah yang karismatik dan salah satu pelopor penggunaan radio untuk pelayanan (ia dijuluki sebagai "penginjil radio pertama"). Ia juga merupakan pendiri *Chicago Gospel Tabernacle*.
### 2. Tragedi yang Melatarbelakangi
Kisah lagu ini berakar pada sebuah masa yang sangat gelap dalam kehidupan Rader pada tahun 1921. Saat itu, Paul Rader sedang melakukan perjalanan penginjilan ke berbagai tempat, sementara istrinya, **Amy Rader**, jatuh sakit parah.
Ketika Rader sedang berada jauh dari rumah, ia menerima kabar bahwa kondisi istrinya semakin memburuk. Ia segera menempuh perjalanan pulang dengan kereta api untuk menemui istrinya. Selama perjalanan panjang di atas kereta, Rader mengalami pergumulan iman yang luar biasa. Ia merasa sangat sedih dan hancur, membayangkan kehilangan belahan jiwanya.
### 3. Momen "Hanya Percaya"
Dalam kegelapan jiwanya, saat ia duduk di kereta api, Rader merasa Tuhan berbicara kepadanya secara langsung melalui sebuah pesan sederhana: **"Hanya percaya."**
Rader merenungkan bahwa meskipun situasinya tampak tidak mungkin dan hatinya penuh ketakutan, satu-satunya hal yang diminta Tuhan darinya adalah untuk tetap percaya. Kata "Percaya saja" (*Only believe*) terus bergema di pikirannya sebagai jangkar bagi imannya.
Sayangnya, ketika Rader akhirnya tiba di rumah, istrinya telah meninggal dunia. Rader mendapati dirinya berduka hebat, namun dalam duka itu, pesan yang ia terima di kereta api tetap menjadi sumber kekuatannya. Ia menyadari bahwa meskipun ia kehilangan istrinya, Tuhan tetap setia, dan ia harus terus mempercayai janji Tuhan di tengah lembah kekelaman.
### 4. Kelahiran Lagu
Tak lama setelah pemakaman istrinya, Rader menuliskan lirik dan melodinya. Lagu ini sangat sederhana, namun memiliki bobot teologis yang dalam. Lirik aslinya dalam bahasa Inggris adalah:
> *Fear not, little flock, from the cross to the throne,*
> *From death into life He went for His own;*
> *All power in earth, all power in heaven,*
> *Is given to Him for the one who believes.*
>
> **Refrein:**
> *Only believe, only believe;*
> *All things are possible, only believe;*
> *Only believe, only believe;*
> *All things are possible, only believe.*
### 5. Makna dan Warisan
Lagu ini bukan sekadar lagu penghiburan bagi mereka yang berduka, tetapi sebuah proklamasi iman bahwa di dalam Tuhan, "semua hal mungkin terjadi" (*all things are possible*).
Lagu ini menjadi sangat terkenal, terutama setelah sering dinyanyikan dalam kebaktian-kebaktian kebangunan rohani di seluruh dunia. Bagi banyak orang, lagu ini menjadi pengingat di saat-saat kritis: saat diagnosa medis yang buruk, saat kehilangan pekerjaan, atau saat menghadapi tantangan hidup yang tampaknya mustahil untuk dilewati.
**Pesan inti dari kisah Paul Rader ini adalah:**
Iman bukanlah sesuatu yang kita lakukan saat semuanya berjalan baik, melainkan sesuatu yang kita pegang erat-erat justru saat dunia di sekitar kita sedang runtuh. Paul Rader kehilangan istrinya, tetapi ia tidak kehilangan imannya. Ia memilih untuk "percaya saja," dan itulah pesan abadi yang ia wariskan melalui lagu ini kepada dunia.
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Tema :
Tuntunan Tuhan
251
Bagai Kapal yang Berlayar
252
Bimbing Aku, Ya Tuhan
253
Di Saat Angin Topan
254
Di Saat Murid Yesus
255
FirmanMu Kupegang Selalu
256
Gembala yang Baik
258
'Ku Ingin Selalu Dekat PadaMu
259
PadaMu Kami Datang
260
Tuhan Gembala Baik
261
Tuhan, PadaMu Kuharapkan Pertolongan
262
Tuhan, Tinggallah Beserta UmatMu
263
Yesus Kristus Kehidupan Dunia