KJ
Sang Kristus T'lah Bangkit
Our Ixird Christ Hath Risen
216
Nomor
Kode
KJ 216
Buku
Kidung Jemaat
Tematik
Kebangkitan Yesus dan Masa Paskah
Metronom
0
Cross Ref.
KK 259
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
1
Sang Kristus tlah bangkit dan Dia menang,
kuasa si jahat telah di kekang.
Nyanyikan pujian, nyanyikan pujian,
Nyanyikan pujian gempita, gemar.
Sang Putralah Raja perkasa benar.
2
Di manakah kini kuasamu, hai maut?
Sengatmu tercabut, memang Putra Daud.
3
Hai dosa, kau kalah, kuasamu lenyap,
kendati kaucoba mengganggu tetap.
4
Akhirnya menyingsinglah fajar cerlang,
harapan pun timbul: Rajaku menang!
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
5 slide
Kisah di Balik Lagu
### Kisah di Balik Lagu "Sang Kristus T'lah Bangkit" (KJ 188) / "Our Lord Christ Hath Risen"
Lagu "Sang Kristus T'lah Bangkit" (dalam bahasa Inggris kadang diterjemahkan sebagai "Our Lord Christ Hath Risen" atau "The Lord of Life Is Risen Indeed") memiliki akar sejarah yang sangat dalam, berasal dari tradisi himne gereja Protestan Jerman.
**Asal Mula Melodi (Wie Lieblich Ist Der Maien / Auf, Auf, Mein Herz, Mit Freuden):**
* **Era:** Melodi ini adalah salah satu yang tertua dalam tradisi himne Protestan, seringkali dikaitkan dengan era Reformasi, sekitar abad ke-16.
* **Akar:** Melodi ini tidak diciptakan oleh satu orang melainkan berkembang dari lagu-lagu rakyat dan rohani Jerman kuno. Seringkali disebut dengan nama "Wie Lieblich Ist Der Maien" (Betapa Indahnya Bulan Mei) karena awalnya digunakan untuk lagu-lagu sekuler tentang musim semi, dan kemudian diadaptasi untuk tujuan rohani.
* **Adaptasi untuk Himne:** Salah satu tokoh penting dalam adaptasi melodi ini untuk himne Paskah adalah **Johann CrΓΌger** (1598-1662), seorang komposer himne dan organis Jerman yang sangat berpengaruh. Dia memasukkan melodi ini dalam kumpulan himnenya, *Praxis Pietatis Melica*, yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1640. Namun, melodi ini sudah dikenal jauh sebelumnya.
* **Ciri Khas:** Melodi ini memiliki karakter yang ceria, penuh semangat, dan mudah diingat, sangat cocok untuk merayakan kebangkitan Kristus yang penuh sukacita.
**Asal Mula Teks:**
* **Teks Asli Jerman:** Teks asli yang sering dipadukan dengan melodi ini adalah **"Auf, auf, mein Herz, mit Freuden"** (Bangunlah, hatiku, dengan sukacita) yang ditulis oleh **Paul Gerhardt** (1607-1676). Gerhardt adalah salah satu penulis himne Lutheran terbesar sepanjang masa, yang dikenal karena lirik-liriknya yang mendalam dan puitis, seringkali ditulis di tengah penderitaan dan perang (seperti Perang Tiga Puluh Tahun).
* Teks Gerhardt, "Auf, auf, mein Herz, mit Freuden", merayakan kebangkitan Kristus sebagai sumber pengharapan dan sukacita bagi orang percaya, yang mengalahkan dosa dan maut. Ia mengajak hati untuk bangun dan bersukacita karena kemenangan Kristus.
* **Terjemahan dan Adaptasi:** Seiring waktu, teks Gerhardt dan melodi ini menyebar ke seluruh dunia melalui berbagai terjemahan dan adaptasi.
* Di Indonesia, terjemahan "Sang Kristus T'lah Bangkit" (KJ 188) sangat populer dan menjadi salah satu himne Paskah yang tak terpisahkan. Teks dalam Kidung Jemaat, seperti banyak himne lainnya, adalah terjemahan atau adaptasi dari sumber-sumber berbahasa Jerman atau Inggris.
* Dalam himne berbahasa Inggris, teks ini sering diterjemahkan dengan baris pembuka seperti "The Lord of Life Is Risen Indeed" atau terjemahan lain dari teks Gerhardt.
**Makna dan Dampak:**
Lagu ini adalah ekspresi sukacita dan kemenangan yang fundamental dalam iman Kristen. Melalui liriknya, jemaat diajak untuk:
* Mengingat peristiwa kebangkitan Yesus Kristus dari kematian.
* Merayakan kemenangan Kristus atas dosa dan maut.
* Menegaskan pengharapan akan kebangkitan dan hidup yang kekal bagi orang percaya.
* Menyatakan bahwa Kristus adalah Raja yang hidup dan berkuasa.
Melodi yang ceria dan lirik yang kuat menjadikannya lagu yang sangat menginspirasi dan terus dinyanyikan di gereja-gereja di seluruh dunia setiap Paskah, mengingatkan umat akan inti dari kabar baik Kristen.
---
**Kesimpulan:**
"Sang Kristus T'lah Bangkit" (KJ 188) adalah himne Paskah Jerman yang kuno, dengan melodi dari abad ke-16 dan lirik yang mungkin berasal dari Paul Gerhardt di abad ke-17. Kisahnya adalah tentang adaptasi lagu rakyat menjadi lagu rohani yang merayakan kebangkitan Kristus, yang kemudian diterjemahkan dan menyebar ke seluruh dunia. Lagu ini tidak terkait dengan "Out of My Bondage, Sorrow, and Night" atau penulis John Prentice Taylor/William Cunningham Plunket.
Lagu "Sang Kristus T'lah Bangkit" (dalam bahasa Inggris kadang diterjemahkan sebagai "Our Lord Christ Hath Risen" atau "The Lord of Life Is Risen Indeed") memiliki akar sejarah yang sangat dalam, berasal dari tradisi himne gereja Protestan Jerman.
**Asal Mula Melodi (Wie Lieblich Ist Der Maien / Auf, Auf, Mein Herz, Mit Freuden):**
* **Era:** Melodi ini adalah salah satu yang tertua dalam tradisi himne Protestan, seringkali dikaitkan dengan era Reformasi, sekitar abad ke-16.
* **Akar:** Melodi ini tidak diciptakan oleh satu orang melainkan berkembang dari lagu-lagu rakyat dan rohani Jerman kuno. Seringkali disebut dengan nama "Wie Lieblich Ist Der Maien" (Betapa Indahnya Bulan Mei) karena awalnya digunakan untuk lagu-lagu sekuler tentang musim semi, dan kemudian diadaptasi untuk tujuan rohani.
* **Adaptasi untuk Himne:** Salah satu tokoh penting dalam adaptasi melodi ini untuk himne Paskah adalah **Johann CrΓΌger** (1598-1662), seorang komposer himne dan organis Jerman yang sangat berpengaruh. Dia memasukkan melodi ini dalam kumpulan himnenya, *Praxis Pietatis Melica*, yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1640. Namun, melodi ini sudah dikenal jauh sebelumnya.
* **Ciri Khas:** Melodi ini memiliki karakter yang ceria, penuh semangat, dan mudah diingat, sangat cocok untuk merayakan kebangkitan Kristus yang penuh sukacita.
**Asal Mula Teks:**
* **Teks Asli Jerman:** Teks asli yang sering dipadukan dengan melodi ini adalah **"Auf, auf, mein Herz, mit Freuden"** (Bangunlah, hatiku, dengan sukacita) yang ditulis oleh **Paul Gerhardt** (1607-1676). Gerhardt adalah salah satu penulis himne Lutheran terbesar sepanjang masa, yang dikenal karena lirik-liriknya yang mendalam dan puitis, seringkali ditulis di tengah penderitaan dan perang (seperti Perang Tiga Puluh Tahun).
* Teks Gerhardt, "Auf, auf, mein Herz, mit Freuden", merayakan kebangkitan Kristus sebagai sumber pengharapan dan sukacita bagi orang percaya, yang mengalahkan dosa dan maut. Ia mengajak hati untuk bangun dan bersukacita karena kemenangan Kristus.
* **Terjemahan dan Adaptasi:** Seiring waktu, teks Gerhardt dan melodi ini menyebar ke seluruh dunia melalui berbagai terjemahan dan adaptasi.
* Di Indonesia, terjemahan "Sang Kristus T'lah Bangkit" (KJ 188) sangat populer dan menjadi salah satu himne Paskah yang tak terpisahkan. Teks dalam Kidung Jemaat, seperti banyak himne lainnya, adalah terjemahan atau adaptasi dari sumber-sumber berbahasa Jerman atau Inggris.
* Dalam himne berbahasa Inggris, teks ini sering diterjemahkan dengan baris pembuka seperti "The Lord of Life Is Risen Indeed" atau terjemahan lain dari teks Gerhardt.
**Makna dan Dampak:**
Lagu ini adalah ekspresi sukacita dan kemenangan yang fundamental dalam iman Kristen. Melalui liriknya, jemaat diajak untuk:
* Mengingat peristiwa kebangkitan Yesus Kristus dari kematian.
* Merayakan kemenangan Kristus atas dosa dan maut.
* Menegaskan pengharapan akan kebangkitan dan hidup yang kekal bagi orang percaya.
* Menyatakan bahwa Kristus adalah Raja yang hidup dan berkuasa.
Melodi yang ceria dan lirik yang kuat menjadikannya lagu yang sangat menginspirasi dan terus dinyanyikan di gereja-gereja di seluruh dunia setiap Paskah, mengingatkan umat akan inti dari kabar baik Kristen.
---
**Kesimpulan:**
"Sang Kristus T'lah Bangkit" (KJ 188) adalah himne Paskah Jerman yang kuno, dengan melodi dari abad ke-16 dan lirik yang mungkin berasal dari Paul Gerhardt di abad ke-17. Kisahnya adalah tentang adaptasi lagu rakyat menjadi lagu rohani yang merayakan kebangkitan Kristus, yang kemudian diterjemahkan dan menyebar ke seluruh dunia. Lagu ini tidak terkait dengan "Out of My Bondage, Sorrow, and Night" atau penulis John Prentice Taylor/William Cunningham Plunket.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
187
Yesus Bangkit! Nyanyilah
188
Kristus Bangkit! Soraklah
189
Yerusalem, Bersoraklah
190
Dari Kubur yang Kelam
191
Hari Minggu, Hari Kebangkitan
192
Meski Dijaga KuburNya
193
Yesus Bangkit, Haleluya!
194
Dikau, Yang Bangkit, Mahamulia
195
Di Makam yang Gelap
196
Kristus Sudah Bangkit
197
Allah Dimuliakanlah
198
Kini Sang Putra T'lah Menang
199
Hai Umat Tuhan, Nyanyilah
200
Mari Bersukacita
201
Kini Berakhirlah Perang
202
Maut Sudah Menyerah
203
Haleluya, Bernyanyilah
204
Sang Kristus Bangkit, Nyanyilah
205
Gembira dan Bernyanyilah
206
Kibarkan Panji Rajamu
207
'Ku Berseru, Hai Dunia
208
Fajar Hidup Merekah
209
Yang Turun ke Kubur
210
Yesus Hidup dan Menang
211
Tuhanku Bangkit! Nyanyilah
212
Tuhanku Bangkit, Pusara Terbuka
213
Hai Bangun, Kau yang Tidur
214
Tuhan Melawat UmatNya
215
Yesus, Kini Kataku
217
Yesus, Sumber Penghiburan