KJ
Di Salib Yesus Di Kalvari
Down at the Cross / Glory to His Name
34
Nomor
Kode
KJ 34
Buku
Kidung Jemaat
Tematik
Pengakuan dan Pengampunan Dosa
Metronom
0
Cross Ref.
KK 219, NP 329, KPJ 256
Syair / Lirik
4 bait
1
Di salib Yesus di Kalvari kusrahkan dosaku yang keji.
Oleh darahNya aku bersih! Puji namaNya!
Puji, puji namaNya! Puji, puji namaNya!
Oleh darahNya aku bersih! Puji namaNya!
2
Kini bahagiaku penuh: Yesus berdiam di dalamku.
Sungguh ku slamat, ku ditebus! Puji namaNya!
3
DarahNya sumber hayat baka; aku dibasuh di dalamnya
dan trus dijaga tak bercela. Puji namaNya!
4
Mari semua ke salibNya; jiwa-ragamu serahkanlah
untuk dibasuhi darahNya. Puji namaNya!
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Muliakan Nama-Nya"** (judul asli bahasa Inggris: **"Down at the Cross"** atau sering dikenal dengan **"Glory to His Name"**) adalah salah satu himne klasik yang paling dicintai dalam tradisi Kristen.
Kisah di balik lagu ini adalah perpaduan antara pengalaman pertobatan pribadi yang mendalam dan kolaborasi dua tokoh penting dalam dunia musik rohani abad ke-19, yaitu **Elisha A. Hoffman** (penulis lirik) dan **John H. Stockton** (komposer musik).
Berikut adalah detail kisahnya:
### 1. Latar Belakang Penulis
* **Elisha A. Hoffman (1839–1929):** Ia adalah seorang pendeta Presbiterian asal Pennsylvania, Amerika Serikat. Hoffman dikenal sangat produktif dalam menulis lirik lagu rohani (ia menulis lebih dari 2.000 lagu). Ia memiliki bakat untuk menangkap momen-momen spiritual dan mengubahnya menjadi lirik yang sederhana namun sangat menyentuh.
* **John H. Stockton (1813–1877):** Ia adalah seorang pengkhotbah dari Metodis yang juga sangat berbakat dalam menyusun musik himne. Stockton sering terlibat dalam kebaktian kebangunan rohani (revival) pada masanya.
### 2. Inspirasi di Balik Lirik
Lirik lagu ini lahir dari pengalaman Hoffman saat mengunjungi sebuah pertemuan doa di sebuah daerah kumuh di Pennsylvania. Pada masa itu, Hoffman sering melayani orang-orang yang hidup di pinggiran, pecandu, dan mereka yang putus asa.
Dalam sebuah kunjungan, ia bertemu dengan seorang wanita yang sedang bergumul dengan beban dosa dan masa lalunya yang kelam. Saat mereka berdoa bersama, wanita itu berseru dengan penuh keyakinan bahwa ia telah menemukan pengampunan di kaki salib Kristus. Ia merasa dosanya telah dibasuh dan ia telah menjadi ciptaan baru.
Hoffman sangat terkesan dengan ketulusan dan sukacita yang terpancar dari wanita tersebut. Ia pulang ke rumah dengan hati yang meluap-luap oleh perasaan yang sama—sebuah kesadaran akan **kuasa pembersihan darah Kristus**. Ia kemudian menuliskan kata-kata yang mendeskripsikan pengalaman pertobatan tersebut:
> *"Down at the cross where my Savior died, down where for cleansing from sin I cried..."*
> (Di kaki salib tempat Juruselamatku mati, di tempat aku berseru memohon penyucian dari dosa...)
### 3. Kolaborasi dengan John H. Stockton
Setelah lirik tersebut selesai, Hoffman memberikannya kepada John H. Stockton. Stockton, yang memiliki kepekaan musik yang luar biasa, segera membuat melodi yang ceria namun penuh khidmat untuk mengiringi lirik tersebut.
Lagu ini pertama kali dipublikasikan pada tahun **1878**. Musik yang disusun oleh Stockton memberikan nuansa "kemenangan" dan "sukacita," yang sangat cocok dengan pesan liriknya tentang seseorang yang tadinya berdosa namun kini telah disucikan dan dipenuhi sukacita surgawi.
### 4. Makna Lagu
Lagu ini bukan sekadar melodi, melainkan sebuah pengakuan iman yang mencakup tiga tahap spiritual:
1. **Pengakuan Dosa:** Seseorang datang "ke kaki salib" karena menyadari bahwa ia tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri.
2. **Penyucian:** Adanya keyakinan bahwa darah Yesus Kristus cukup untuk menghapus dosa ("di sana dosaku dibasuh").
3. **Sukacita:** Kehidupan yang baru setelah pertobatan ("betapa indahnya nama-Nya").
### 5. Dampak dan Warisan
Lagu ini menjadi lagu standar dalam setiap kebaktian kebangunan rohani di Amerika pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Sifatnya yang repetitif (terutama pada bagian chorus: *"Glory to His name!"*) membuatnya mudah diingat dan sering digunakan sebagai lagu ajakan (altar call) bagi mereka yang ingin menerima Kristus.
Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan dengan judul **"Muliakan Nama-Nya"** (Kidung Jemaat No. 370). Meskipun terjemahannya tidak selalu kata-per-kata secara harfiah, esensi dari lagu ini tetap sama: merayakan kasih karunia Tuhan yang memulihkan orang berdosa.
**Kesimpulan:**
"Muliakan Nama-Nya" adalah bukti bahwa lagu rohani yang bertahan melintasi zaman bukanlah yang dibuat dengan rumit, melainkan yang lahir dari **pengalaman pribadi yang jujur** tentang perjumpaan manusia dengan kasih Allah di kayu salib.
Kisah di balik lagu ini adalah perpaduan antara pengalaman pertobatan pribadi yang mendalam dan kolaborasi dua tokoh penting dalam dunia musik rohani abad ke-19, yaitu **Elisha A. Hoffman** (penulis lirik) dan **John H. Stockton** (komposer musik).
Berikut adalah detail kisahnya:
### 1. Latar Belakang Penulis
* **Elisha A. Hoffman (1839–1929):** Ia adalah seorang pendeta Presbiterian asal Pennsylvania, Amerika Serikat. Hoffman dikenal sangat produktif dalam menulis lirik lagu rohani (ia menulis lebih dari 2.000 lagu). Ia memiliki bakat untuk menangkap momen-momen spiritual dan mengubahnya menjadi lirik yang sederhana namun sangat menyentuh.
* **John H. Stockton (1813–1877):** Ia adalah seorang pengkhotbah dari Metodis yang juga sangat berbakat dalam menyusun musik himne. Stockton sering terlibat dalam kebaktian kebangunan rohani (revival) pada masanya.
### 2. Inspirasi di Balik Lirik
Lirik lagu ini lahir dari pengalaman Hoffman saat mengunjungi sebuah pertemuan doa di sebuah daerah kumuh di Pennsylvania. Pada masa itu, Hoffman sering melayani orang-orang yang hidup di pinggiran, pecandu, dan mereka yang putus asa.
Dalam sebuah kunjungan, ia bertemu dengan seorang wanita yang sedang bergumul dengan beban dosa dan masa lalunya yang kelam. Saat mereka berdoa bersama, wanita itu berseru dengan penuh keyakinan bahwa ia telah menemukan pengampunan di kaki salib Kristus. Ia merasa dosanya telah dibasuh dan ia telah menjadi ciptaan baru.
Hoffman sangat terkesan dengan ketulusan dan sukacita yang terpancar dari wanita tersebut. Ia pulang ke rumah dengan hati yang meluap-luap oleh perasaan yang sama—sebuah kesadaran akan **kuasa pembersihan darah Kristus**. Ia kemudian menuliskan kata-kata yang mendeskripsikan pengalaman pertobatan tersebut:
> *"Down at the cross where my Savior died, down where for cleansing from sin I cried..."*
> (Di kaki salib tempat Juruselamatku mati, di tempat aku berseru memohon penyucian dari dosa...)
### 3. Kolaborasi dengan John H. Stockton
Setelah lirik tersebut selesai, Hoffman memberikannya kepada John H. Stockton. Stockton, yang memiliki kepekaan musik yang luar biasa, segera membuat melodi yang ceria namun penuh khidmat untuk mengiringi lirik tersebut.
Lagu ini pertama kali dipublikasikan pada tahun **1878**. Musik yang disusun oleh Stockton memberikan nuansa "kemenangan" dan "sukacita," yang sangat cocok dengan pesan liriknya tentang seseorang yang tadinya berdosa namun kini telah disucikan dan dipenuhi sukacita surgawi.
### 4. Makna Lagu
Lagu ini bukan sekadar melodi, melainkan sebuah pengakuan iman yang mencakup tiga tahap spiritual:
1. **Pengakuan Dosa:** Seseorang datang "ke kaki salib" karena menyadari bahwa ia tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri.
2. **Penyucian:** Adanya keyakinan bahwa darah Yesus Kristus cukup untuk menghapus dosa ("di sana dosaku dibasuh").
3. **Sukacita:** Kehidupan yang baru setelah pertobatan ("betapa indahnya nama-Nya").
### 5. Dampak dan Warisan
Lagu ini menjadi lagu standar dalam setiap kebaktian kebangunan rohani di Amerika pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Sifatnya yang repetitif (terutama pada bagian chorus: *"Glory to His name!"*) membuatnya mudah diingat dan sering digunakan sebagai lagu ajakan (altar call) bagi mereka yang ingin menerima Kristus.
Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan dengan judul **"Muliakan Nama-Nya"** (Kidung Jemaat No. 370). Meskipun terjemahannya tidak selalu kata-per-kata secara harfiah, esensi dari lagu ini tetap sama: merayakan kasih karunia Tuhan yang memulihkan orang berdosa.
**Kesimpulan:**
"Muliakan Nama-Nya" adalah bukti bahwa lagu rohani yang bertahan melintasi zaman bukanlah yang dibuat dengan rumit, melainkan yang lahir dari **pengalaman pribadi yang jujur** tentang perjumpaan manusia dengan kasih Allah di kayu salib.
Narasi dari Wikipedia/AI — sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
KK 219, NP 329, KPJ 256
219
Di Salib Yesus Di Kalvari
256
Gusti Sinalib Ing Golgota
329
Muliakan NamaNya
23
Ya Allah Bapa
24
Dari Lembah Sengsaraku
24
Dari Lembah Sengsaraku
25
Ya Allahku, Di Cah'yaMu
26
Mampirlah, Dengar Doaku
27
Meski Tak Layak Diriku
28
Ya Yesus, Tolonglah
29
Di Muka Tuhan Yesus
30
Angin Ribut Menyerang
30
Angin Ribut Menyerang
31
Mungkinkah Aku Pun Serta
31
Mungkinkah Aku Pun Serta
32
Kulihat SalibMu
33
SuaraMu Kudengar
35
Tercurah Darah Tuhanku
36
Dihapuskan Dosaku
37
Batu Karang yang Teguh
37
Batu Karang yang Teguh
38
T'lah Kutemukan Dasar Kuat
39
'Ku Diberi Belas Kasihan
40
Ajaib Benar Anugerah
41
Terbukalah Sorga