KK
Tahukah Kamu Jumlah Bintang
Weisst Du, Wie Viel Sternlein Stehen
429
Nomor
Do=F
Nada Dasar
Kode
KK 429
Buku
Kidung Keesaan
Tematik
Kebesaran Rahmat Tuhan
Nada Dasar
Do=F
Ketukan
3/4 ketuk
Metronom
96
Jumlah Bait
3 bait
Pencipta Lagu
Jerman
Pencipta Syair
Wilhelm Hey (1789)
Penerjemah
Yamuger (1984)
Cross Ref.
KJ 68, KC 7, KPJ 373
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
1
Tahukah kamu jumlah bintang di angkasa yang megah
dan berapa jumlah awan mengitari dunia?
Tuhan Allah tahu semua, tiada satu yang dilupa
dari jumlah yang besar, dari jumlah yang besar.
2
Tahukah kamu jumlah ikan di samudra, berenang
dan berapa burung-burung di udara, yang terbang?
Tuhan Allah PenciptaNya; satu-satu dikenalNya.
Semuanya pun senang, semuanya pun senang.
3
Tahukah kamu jumlah anak di seluruh dunia
bangun tidur tiap pagi dengan hati yang cerah?
Allah Bapa dalam surga mengindahkan semuanya;
Kau pun diindahkanNya, kau pun diindahkanNya.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
3 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"WeiΓt du, wie viel Sternlein stehen"** (Tahukah kamu berapa jumlah bintang) adalah salah satu lagu pengantar tidur (*Lullaby*) paling terkenal dalam bahasa Jerman. Lagu ini memiliki sejarah yang menyentuh, yang berakar pada nilai-nilai ketuhanan, pengamatan alam, dan kasih sayang orang tua terhadap anaknya.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Pencipta: Wilhelm Hey
Lirik lagu ini ditulis oleh **Wilhelm Hey** (1789β1854), seorang pendeta dan penyair asal Jerman. Hey dikenal sebagai penulis cerita anak-anak dan puisi yang kental dengan nilai-nilai kristiani.
Puisi ini pertama kali diterbitkan pada tahun **1837** dalam bukunya yang berjudul *"FΓΌnfzig Fabeln fΓΌr Kinder"* (Lima puluh fabel untuk anak-anak). Tujuannya sederhana: ia ingin mengajarkan anak-anak untuk mengagumi keajaiban alam semesta sebagai ciptaan Tuhan, sekaligus menanamkan rasa tenang sebelum tidur.
### 2. Makna di Balik Lirik
Lagu ini tidak hanya sekadar menghitung bintang, tetapi memiliki kedalaman filosofis:
* **Rasa Ingin Tahu Anak:** Bait pertama dimulai dengan pertanyaan naif seorang anak tentang berapa jumlah bintang di langit.
* **Kekuasaan Tuhan:** Liriknya kemudian menjawab bahwa Tuhanlah yang menciptakan dan mengetahui jumlah setiap bintang. Ini memberikan rasa aman bagi anak bahwa ada "penjaga" besar di alam semesta.
* **Kepedulian Tuhan pada Individu:** Inti dari lagu ini terletak pada pesan bahwa **Tuhan tidak hanya peduli pada hal-hal besar seperti bintang, tetapi juga sangat mengenal dan peduli pada diri sang anak.**
* **Perlindungan:** Lagu ini menutup dengan permohonan agar Tuhan menjaga sang anak saat tidur, sehingga menciptakan suasana hati yang damai dan terlindungi bagi anak yang akan tidur.
### 3. Asal Usul Melodi
Lirik asli Wilhelm Hey awalnya tidak langsung menjadi lagu yang kita kenal sekarang. Melodi yang paling populer saat ini (yang dikenal di seluruh dunia berbahasa Jerman) baru muncul sekitar tahun **1818-1820** oleh seorang komposer bernama **Johann Friedrich Reichardt** (meskipun ada beberapa versi melodi lain yang beredar di abad ke-19).
Perpaduan antara puisi Hey yang sederhana namun mendalam dengan melodi yang tenang dan menenangkan inilah yang membuatnya bertahan selama hampir dua abad sebagai lagu pengantar tidur standar di Jerman.
### 4. Relevansi dan Budaya
Mengapa lagu ini begitu abadi?
* **Ketidakterbatasan:** Pertanyaan *"Berapa jumlah bintang?"* adalah pertanyaan universal yang pernah terlintas di benak setiap anak. Lagu ini mengubah ketakutan akan luasnya alam semesta yang gelap menjadi perasaan berada di bawah pengawasan yang penuh kasih.
* **Edukasi Moral:** Pada masanya, lagu ini dianggap sebagai alat pendidikan yang sempurna: mengajarkan astronomi dasar, kerendahan hati, dan iman kepada Tuhan secara bersamaan dalam format yang mudah diingat.
* **Warisan:** Lagu ini telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa di dunia (termasuk bahasa Indonesia, meski seringkali dalam bentuk terjemahan bebas). Di Jerman, lagu ini sering diajarkan di taman kanak-kanak dan dianggap sebagai warisan budaya yang tak lekang oleh waktu.
### Inti Pesan
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **seorang ayah/pendeta yang ingin anak-anaknya merasa aman di dunia yang luas.** Dengan mengajak mereka memandang bintang sebagai karya Tuhan, ia ingin mereka memahami bahwa meski mereka kecil dan dunia ini besar, mereka tidak pernah sendirian.
Jika Anda menyanyikan lagu ini, Anda sedang membawakan tradisi Jerman abad ke-19 yang sangat menghargai kehangatan keluarga dan ketenangan jiwa di tengah malam yang sunyi.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Pencipta: Wilhelm Hey
Lirik lagu ini ditulis oleh **Wilhelm Hey** (1789β1854), seorang pendeta dan penyair asal Jerman. Hey dikenal sebagai penulis cerita anak-anak dan puisi yang kental dengan nilai-nilai kristiani.
Puisi ini pertama kali diterbitkan pada tahun **1837** dalam bukunya yang berjudul *"FΓΌnfzig Fabeln fΓΌr Kinder"* (Lima puluh fabel untuk anak-anak). Tujuannya sederhana: ia ingin mengajarkan anak-anak untuk mengagumi keajaiban alam semesta sebagai ciptaan Tuhan, sekaligus menanamkan rasa tenang sebelum tidur.
### 2. Makna di Balik Lirik
Lagu ini tidak hanya sekadar menghitung bintang, tetapi memiliki kedalaman filosofis:
* **Rasa Ingin Tahu Anak:** Bait pertama dimulai dengan pertanyaan naif seorang anak tentang berapa jumlah bintang di langit.
* **Kekuasaan Tuhan:** Liriknya kemudian menjawab bahwa Tuhanlah yang menciptakan dan mengetahui jumlah setiap bintang. Ini memberikan rasa aman bagi anak bahwa ada "penjaga" besar di alam semesta.
* **Kepedulian Tuhan pada Individu:** Inti dari lagu ini terletak pada pesan bahwa **Tuhan tidak hanya peduli pada hal-hal besar seperti bintang, tetapi juga sangat mengenal dan peduli pada diri sang anak.**
* **Perlindungan:** Lagu ini menutup dengan permohonan agar Tuhan menjaga sang anak saat tidur, sehingga menciptakan suasana hati yang damai dan terlindungi bagi anak yang akan tidur.
### 3. Asal Usul Melodi
Lirik asli Wilhelm Hey awalnya tidak langsung menjadi lagu yang kita kenal sekarang. Melodi yang paling populer saat ini (yang dikenal di seluruh dunia berbahasa Jerman) baru muncul sekitar tahun **1818-1820** oleh seorang komposer bernama **Johann Friedrich Reichardt** (meskipun ada beberapa versi melodi lain yang beredar di abad ke-19).
Perpaduan antara puisi Hey yang sederhana namun mendalam dengan melodi yang tenang dan menenangkan inilah yang membuatnya bertahan selama hampir dua abad sebagai lagu pengantar tidur standar di Jerman.
### 4. Relevansi dan Budaya
Mengapa lagu ini begitu abadi?
* **Ketidakterbatasan:** Pertanyaan *"Berapa jumlah bintang?"* adalah pertanyaan universal yang pernah terlintas di benak setiap anak. Lagu ini mengubah ketakutan akan luasnya alam semesta yang gelap menjadi perasaan berada di bawah pengawasan yang penuh kasih.
* **Edukasi Moral:** Pada masanya, lagu ini dianggap sebagai alat pendidikan yang sempurna: mengajarkan astronomi dasar, kerendahan hati, dan iman kepada Tuhan secara bersamaan dalam format yang mudah diingat.
* **Warisan:** Lagu ini telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa di dunia (termasuk bahasa Indonesia, meski seringkali dalam bentuk terjemahan bebas). Di Jerman, lagu ini sering diajarkan di taman kanak-kanak dan dianggap sebagai warisan budaya yang tak lekang oleh waktu.
### Inti Pesan
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **seorang ayah/pendeta yang ingin anak-anaknya merasa aman di dunia yang luas.** Dengan mengajak mereka memandang bintang sebagai karya Tuhan, ia ingin mereka memahami bahwa meski mereka kecil dan dunia ini besar, mereka tidak pernah sendirian.
Jika Anda menyanyikan lagu ini, Anda sedang membawakan tradisi Jerman abad ke-19 yang sangat menghargai kehangatan keluarga dan ketenangan jiwa di tengah malam yang sunyi.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
KJ 68, KC 7, KPJ 373
7
Tahukah Kamu Jumlah Bintang
68
Tahukah Kamu Jumlah Bintang
373
Apa Kowe Bisa Ngetung
Tema :
Kebesaran Rahmat Tuhan
418
Bagai Tanah Yang Kering
419
Allah Bapa Melindungi
420
Burung Pipit Yang Kecil
421
Asal Yesus Jua Tuhan Hidupku
422
Kasih Setiamu
423
'Ku Heran, Allah Mau Memb'ri
424
Ku Sangat Suka Mendengar Namanya
425
Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan
426
Mahakasih Yang Ilahi
427
S'lamat Di Tangan Yesus
428
Sungguh Indah Kabar Mulia
430
Takkah Patut 'Ku Bernyanyi
430
Takkah Patut 'Ku Bernyanyi
431
Ya Allah, Kasihmu Besar
432
Ya Yesus Terkasih
433
Yang Diperbuat Allahku
434
Yang Mahakasih