KK
Kitab Suci. Hartaku
Holy Bible, Book Divine
356
Nomor
Kode
KK 356
Buku
Kidung Keesaan
Tematik
Respons Terhadap Pelayanan Firman
Metronom
0
Pencipta Lagu
William Batchelder Bradbury
Pencipta Syair
Johnburton,Sr.
Cross Ref.
KJ 51, BE 826, NP 96
Syair / Lirik
4 bait
1
Kitab Suci, hartaku, tak ternilai hargamu;
olehmu terungkaplah siapa ku sesungguhnya.
2
Alkitab membimbingku pada Juruslamatku
dan membuatku sedar bila aku tak benar.
3
Ku dihibur olehnya bila susah dan lelah
dan diajar beriman, atas maut pun ku menang.
4
Sukacita yang baka diungkapkan olehnya.
Kitab Suci, hartaku, tak ternilai hargamu.
Partitur / Not
Klik untuk zoom
Partitur chord belum tersedia
Slide Lirik
4 slide
Kisah di Balik Lagu
Lagu **"Holy Bible, Book Divine"** (diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai **"Kitab Suci, Hartaku"** atau **"Alkitab, Buku Suci"**) adalah sebuah himne klasik yang memiliki sejarah sederhana namun mendalam, yang mencerminkan kecintaan umat Kristiani terhadap otoritas dan bimbingan Alkitab.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaannya:
### 1. Penulis Lirik: John Burton, Sr. (1773β1822)
Lirik lagu ini ditulis oleh **John Burton, Sr.**, seorang pria asal Nottingham, Inggris. Meskipun ia bekerja sebagai pembuat pembuat tas (penjahit kulit), ia adalah seorang penulis himne yang produktif.
Burton memiliki dedikasi yang sangat tinggi terhadap pendidikan anak-anak di sekolah Minggu. Ia hidup di masa di mana akses terhadap pendidikan dan literasi masih menantang bagi kelas pekerja. Baginya, Alkitab bukan sekadar kumpulan cerita, melainkan kompas mutlak bagi kehidupan manusia. Lirik lagu ini ditulis sekitar tahun **1803** sebagai bentuk puisi pujian untuk memotivasi orangβkhususnya kaum mudaβuntuk menghargai dan membaca Alkitab setiap hari.
### 2. Komposer: William Batchelder Bradbury (1816β1868)
Melodi yang kita kenal sekarang diciptakan oleh **William Batchelder Bradbury**, salah satu tokoh paling berpengaruh dalam musik gerejawi Amerika abad ke-19. Bradbury dikenal sebagai "raja" musik sekolah Minggu di Amerika.
Ia tidak hanya menggubah musik, tetapi juga mengumpulkan lagu-lagu pujian dalam berbagai buku nyanyian yang sangat populer pada masanya. Bradbury menyatukan lirik John Burton dengan melodi yang ceria, mudah diingat, dan bernada kemenangan, sehingga lagu ini menjadi sangat populer di sekolah-sekolah Minggu di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
### 3. Makna di Balik Lirik
Lagu ini mencerminkan pandangan teologis yang kuat tentang Alkitab. Mari kita bedah pesan utamanya:
* **"Holy Bible, Book Divine" (Kitab Suci, Hartaku):** Ini menetapkan status Alkitab sebagai sesuatu yang sangat berharga (harta) dan suci (ilahi).
* **"Precious treasure, thou art mine" (Milikku harta yang baka):** Menunjukkan kepemilikan pribadi dan hubungan intim antara pembaca dengan firman Tuhan.
* **"Mine to tell me whence I came, mine to teach me what I am" (Kau penunjuk jalan bagiku):** Ini adalah inti dari lagu tersebut. Penulis percaya bahwa hanya melalui Alkitab manusia bisa memahami asal-usulnya (penciptaan oleh Tuhan) dan jati dirinya (sebagai manusia yang berdosa namun dikasihi Tuhan).
* **"Mine to chide me when I rove, mine to show a Savior's love" (Kau menegurku saat sesat, Kau tunjukkan kasih Juruselamat):** Alkitab digambarkan bukan hanya sebagai buku penghibur, tetapi juga sebagai alat koreksi (teguran) saat seseorang melenceng dari jalan Tuhan, serta sebagai pengingat utama akan kasih Yesus Kristus.
### 4. Relevansi dalam Ibadah
Lagu ini menjadi sangat legendaris karena kesederhanaan pesannya. Pada masanya, di sekolah-sekolah Minggu, lagu ini sering dinyanyikan sebagai "himne pengantar" sebelum pelajaran Alkitab dimulai. Lagu ini berfungsi untuk menanamkan rasa hormat kepada anak-anak agar mereka memperlakukan Alkitab dengan cara yang berbeda dari buku-buku lainnya.
Di Indonesia, lagu ini sering diterjemahkan dan dimasukkan ke dalam buku nyanyian gerejawi (seperti **Kidung Jemaat** atau buku nyanyian sekolah Minggu) karena nadanya yang sangat cocok untuk jemaat dari segala usia.
### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **kesetiaan**. John Burton menulisnya sebagai pengabdian hidupnya untuk pendidikan rohani, dan Bradbury menyebarkannya melalui musik yang abadi. Hingga saat ini, "Kitab Suci, Hartaku" tetap dinyanyikan bukan karena kemegahan aransemen musiknya, melainkan karena kebenaran mendasar yang dinyatakannya: bahwa di tengah dunia yang membingungkan, Alkitab tetap menjadi kompas yang paling berharga bagi iman seseorang.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaannya:
### 1. Penulis Lirik: John Burton, Sr. (1773β1822)
Lirik lagu ini ditulis oleh **John Burton, Sr.**, seorang pria asal Nottingham, Inggris. Meskipun ia bekerja sebagai pembuat pembuat tas (penjahit kulit), ia adalah seorang penulis himne yang produktif.
Burton memiliki dedikasi yang sangat tinggi terhadap pendidikan anak-anak di sekolah Minggu. Ia hidup di masa di mana akses terhadap pendidikan dan literasi masih menantang bagi kelas pekerja. Baginya, Alkitab bukan sekadar kumpulan cerita, melainkan kompas mutlak bagi kehidupan manusia. Lirik lagu ini ditulis sekitar tahun **1803** sebagai bentuk puisi pujian untuk memotivasi orangβkhususnya kaum mudaβuntuk menghargai dan membaca Alkitab setiap hari.
### 2. Komposer: William Batchelder Bradbury (1816β1868)
Melodi yang kita kenal sekarang diciptakan oleh **William Batchelder Bradbury**, salah satu tokoh paling berpengaruh dalam musik gerejawi Amerika abad ke-19. Bradbury dikenal sebagai "raja" musik sekolah Minggu di Amerika.
Ia tidak hanya menggubah musik, tetapi juga mengumpulkan lagu-lagu pujian dalam berbagai buku nyanyian yang sangat populer pada masanya. Bradbury menyatukan lirik John Burton dengan melodi yang ceria, mudah diingat, dan bernada kemenangan, sehingga lagu ini menjadi sangat populer di sekolah-sekolah Minggu di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
### 3. Makna di Balik Lirik
Lagu ini mencerminkan pandangan teologis yang kuat tentang Alkitab. Mari kita bedah pesan utamanya:
* **"Holy Bible, Book Divine" (Kitab Suci, Hartaku):** Ini menetapkan status Alkitab sebagai sesuatu yang sangat berharga (harta) dan suci (ilahi).
* **"Precious treasure, thou art mine" (Milikku harta yang baka):** Menunjukkan kepemilikan pribadi dan hubungan intim antara pembaca dengan firman Tuhan.
* **"Mine to tell me whence I came, mine to teach me what I am" (Kau penunjuk jalan bagiku):** Ini adalah inti dari lagu tersebut. Penulis percaya bahwa hanya melalui Alkitab manusia bisa memahami asal-usulnya (penciptaan oleh Tuhan) dan jati dirinya (sebagai manusia yang berdosa namun dikasihi Tuhan).
* **"Mine to chide me when I rove, mine to show a Savior's love" (Kau menegurku saat sesat, Kau tunjukkan kasih Juruselamat):** Alkitab digambarkan bukan hanya sebagai buku penghibur, tetapi juga sebagai alat koreksi (teguran) saat seseorang melenceng dari jalan Tuhan, serta sebagai pengingat utama akan kasih Yesus Kristus.
### 4. Relevansi dalam Ibadah
Lagu ini menjadi sangat legendaris karena kesederhanaan pesannya. Pada masanya, di sekolah-sekolah Minggu, lagu ini sering dinyanyikan sebagai "himne pengantar" sebelum pelajaran Alkitab dimulai. Lagu ini berfungsi untuk menanamkan rasa hormat kepada anak-anak agar mereka memperlakukan Alkitab dengan cara yang berbeda dari buku-buku lainnya.
Di Indonesia, lagu ini sering diterjemahkan dan dimasukkan ke dalam buku nyanyian gerejawi (seperti **Kidung Jemaat** atau buku nyanyian sekolah Minggu) karena nadanya yang sangat cocok untuk jemaat dari segala usia.
### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **kesetiaan**. John Burton menulisnya sebagai pengabdian hidupnya untuk pendidikan rohani, dan Bradbury menyebarkannya melalui musik yang abadi. Hingga saat ini, "Kitab Suci, Hartaku" tetap dinyanyikan bukan karena kemegahan aransemen musiknya, melainkan karena kebenaran mendasar yang dinyatakannya: bahwa di tengah dunia yang membingungkan, Alkitab tetap menjadi kompas yang paling berharga bagi iman seseorang.
Narasi dari Wikipedia/AI β sebagian informasi mungkin perlu verifikasi lebih lanjut.
Cross Reference
343
Kitab Suci
344
Ajar Kami Melakukan Firmanmu
345
Firman Allah Yang Tersurat
346
Batu Karang Yang Teguh
346
Batu Karang Yang Teguh
347
Firmanmu Kupegang Selalu
348
Firmanmu, Tuhan
349
Firmanmu, Tuhan, Adalah Kebun
350
Firmanmu, Tuhan, Suluh Bagiku
351
Hai Langit, Pasanglah Telingamu
352
Kasih Tuhan Yesus Tiada Bertepi
353
Sabda Tuhan Allah
354
Sabda Tuhan Sempurna
355
Sabdamu Abadi
357
Siapa Yang Berpegang
358
Tak Kita Menyerahkan
359
Tuhan Allah T'lah Berfirman
360
Firman Allah Jayalah