Bekasi, Cikarang & Karawang

Berani Jujur, Bukan Berkoalisi

Minggu, 13 September 2026 Minggu ke-2 (Kedua) Indonesia
Yesus, dalam Matius 18:15–17, tidak sekadar memberikan pola penyelesaian konflik, tetapi sedang membentuk sebuah komunitas yang bebas dari relasi yang terdistorsi, termasuk pola koalisi dan “segitiga” yang sering muncul dalam kehidupan bersama. Ketika Yesus berkata, “tegurlah dia di bawah empat mata,” Ia sedang memutus kemungkinan hadirnya pihak ketiga yang tidak perlu, yang dalam banyak kasus justru menjadi ruang berkembangnya gosip, aliansi tersembunyi, dan penguatan jarak antar anggota. Maka, berbicara langsung kepada orang yang bersangkutan bukan sekadar etika komunikasi, melainkan tindakan teologis untuk menjaga keutuhan tubuh. Koalisi, dalam perspektif ini, bukan hal netral. Ia adalah bentuk relasi yang menyimpang karena membangun kedekatan dengan mengorbankan pihak lain. Ketika dua orang atau lebih bersekutu, yang terjadi bukanlah persekutuan, melainkan fragmentasi tubuh. Yesus justru menghadirkan pola yang berlawanan: relasi harus bersifat langsung, terbuka, dan bertanggung jawab. Ini mencerminkan karakter Allah sendiri, yang tidak bekerja melalui manipulasi relasi tersembunyi, tetapi melalui kehadiran yang jujur dan terang. Dengan demikian, setiap kali gereja memilih jalur tidak langsung, membicarakan alih-alih menemui, gereja sedang bergerak menjauh dari pola relasional yang dikehendaki Kristus.
Cut Meutia
06.00 WIB Pdt. Johan Kristantara, M.Th.
09.00 WIB Pdt. Johan Kristantara, M.Th.
17.00 WIB Pdt. Widianto Nugroho
Cikarang
08.00 WIB Pnt. Juwana Agung
GKJ Bekasi Timur
Karawang
08.00 WIB Pdt. Oktavianus Heri PN, M.Si.
08.00 WIB Pdt. Johan Kristantara, M.Th.