Bekasi, Cikarang & Karawang
(Minggu VIII Setelah Epifani)

APA YANG TIDAK BISA ALLAH KERJAKAN?

Minggu, 19 Juli 2026 Minggu ke-3 (Ketiga) Indonesia
Yesaya 44 berlatar Israel berada dalam pembuangan di Babil. Dalam kondisiitu Allah sendiri menegaskan bahwa Ia tetap Raja dan penebus Israel. Artinya, Allah tetap berdaulah penuh atas mereka sehingga mereka tidak perlu gentar menjalani pembuangan itu dan tetap berpengharapan Allah sanggup memulihkan mereka. Mazmur ini dikenal sebagai doa pribadi Daud yang sedang menghadapi ancaman orang-orang memusuhinya. Dalam situasi itu Daud ingin tetap hidup menurut kebenaran-Nya, tetapbersyukur dan memuliakan Allah yang setia. Bagi Daud Tuhan itu penengasih dan penyayang, panjang sabar dan penuh kasih setia. Kepada Allah yang demikianlah ia meminta belas kasih, kekuatan, pertolongan dan keselamatan. Doa ini menyiratkan keyakinan Daud bahwa Allah berdaulat atas diri-Nya karena itu ia hanya berharap kepada Tuhan dalam kesesakan. Paulus memberitakan bahwa Roh Allah lah yang berdaulat atas hidup pengikut Kristus yang menjadikan mereka anak-anak Allah dan ahli waris yang berhak menerima janji-janji Allah yaitu dipermuliakan bersama Kristus. Kedaulatan Allah itulah yang membuat kita memiliki pengharapan akan keselamatan meskipun belum terlihat. Perumpamaan gandum diantara lalang menggambarkan bahwa Kristus dengan keadulatan-Nya sebagai penabur sengaja membiarkan pengikut-Nya untuk hidup diantara “si jahat” taburan iblis. Ia percaya anak-anak kerajaan Allah adalah benih yang baik, dan akan tetap hidup benar tengah kejahatan dunia. Mengingat bahwa kita adalah taburan Kristus menolong kita menjadi orang benar sampai akhir zaman.
Cut Meutia
06.00 WIB Pdt. Ronald Rischardt Tapilatu
Kepala Biro Papua PGI
09.00 WIB Pdt. Ronald Rischardt Tapilatu
Kepala Biro Papua PGI
Cikarang
08.00 WIB Pdt. Didik Christian A.C, S.Si.
Karawang
08.00 WIB Pdt. Samuel Silo Samekto, S.Th